Anda di halaman 1dari 50

OBAT SALURAN CERNA

dr. Theodorus, MMedSc

Bagian Farmakologi FK UNSRI


5/4/2012

OBAT-OBAT SALURAN CERNA


Obat Ulkus Peptikum Pencahar Digestan & Obstipansia Anti-muntah Prokinetik

5/4/2012

Ulkus Peptikum
Ulkus peptikum (UP, penyakit asam-peptik) adalah suatu keadaan dimana terjadi destruksi menahun pd jar mukosa, submukosa s/d jar otot dari suatu segmen saluran cerna yg berhub dng cairan (isi) lambung. Gejala biasa berupa rasa perih / terbakar di ulu hati, mulas, mual, muntah. Hiperasiditas = keadaan dimana terdapat asam lambung >> umumnya memberikan gejala rasa penuh di epigastrium, kembung, sendawa.
5/4/2012

Insidens
Di negara Barat/industri:
10% penduduk pernah mengidap UP 30% pernah menderita gastritis Di Indonesia: belum ada data lengkap. Di Indonesia yang ada data ulkus peptikum berdasarkan hasil pemeriksaan endoskopi. Secara klinik UP dibedakan: a. Ulkus ventrikuli b. Ulkus duodenum
5/4/2012

Patogenesis U. P.
Patogenesis ulkus peptikum yg sebenarnya belum diketahui pasti, namun diketahui ada 3 faktor utama yang berperanan, y.i.: (1) Asam HCl yang berlebihan [acid peptic theory] (2) Pertahanan mukosa yg tidak kuat thd HCl (3) Infeksi disebabkan Helicobacter pylori

5/4/2012

FAKTOR AGRESIF FAKTOR DEFENSIF -------------------------------------------------------------------------Asam lambung Aliran darah mukosa Pepsin (Mikrosirkulasi) Refluk cairan empedu Sel epitel permukaan Nikotin PG Alkohol Fosfpolipid/Surfactans Obat AINS Musin Kortikosteroid Bikarbonat Helicobacter pylori Motilitas -------------------------------------------------------------------------Gambar 7.2. Teori keseimbangan integritas (faktor agresif dan faktor defensif) mukosa saluran cerna, khususnya lambung dan duodenum.

5/4/2012

Pendekatan Terapi
Berdasarkan patofisiologi di atas pendekatan terapi UP adalah sbb.: (1) Menetralkan asam lambung --> Antasid (2) Menghambat sekresi HCl lbg --> Antisekresi (3) Melindungi mukosa lamb dari kerusakan oleh HCl lamb / iritan lain-->Sitoprotektif (4) Memberantas infeksi H.pylori --> AB

5/4/2012

Obat-obat UP
1. ANTASIDA: Na-bikarbonat, Al-hidroksid, K-karbonat 2. ANTISEKRESI : a. Anti-histamin H2: Simetidin, Ranitidin, Famotidin, Nizatidin b. Anti-muskarinik: Hiosciamin, Pirenzepin, Mepenzolat c. Penghambat pompa proton: - Omeperazol, - Lansoprazol 3. SITOPROTEKTIF: * Bi-koloidal * Sukralfat * Setraksat * Analog PG (E2 & I2) 4. ANTIBIOTIKA: Amoksisilin, Komponen Bi, Klaritromisin, Metronidazol, Tetrasiklin
5/4/2012

ANTASID
* Definisi: Antasid ialah senyawa2 yang menetralkan/menurunkan asam lbg. * Antasid umumnya bersifat basa, tetapi bukanlah suatu basa karena tidak berisi radikal OH. * Penggunaan utama ialah untuk UP dan refluk esofagitis. * Antasid dibagi 2: - A. sistemik - A. Non-sistemik
5/4/2012

Penggolongan Antasid
Berdasarkan pengaruhnya thdp keseimb. asam basa dan elektrolit dl tbh: 1. Antasid sistemik Termasuk: Na-bikarbonat. 2. Antasid non-sistemik Termasuk: Semua antasid selain Na-bikarbonat,a.l.: Al-hidroksid, Ca-karbonat, Mg-hidroksid, dll. * Secara klinik antasid dapat dibagi atas 2 golongan : (a). Antasid kuat, yaitu antasid yg memp. aktivitas netralisasi asam yg efektif, termasuk: Na-bikarbonat, Ca-karbonat dan Mg-oksid. (b). Antasid tidak kuat, dgn kapasitas netralisasi HCl relatif kecil, Termasuk : Semua antasid selain dari ad (a), t.u. Al-hidroksid gel.

* Antasid dl dosis cukup, dpt mempercepat proses penyembuhan (healing process) UP, yg efektif u/ini ialah: @ Bismuth- koloidal @ Al-Mg-hidroksid

5/4/2012

Antasid Sistemik
NATRIUM BIKARBONAT * Keuntungan : sangat efektif , mulai kerja cepat NaHCO3 + HCl NaCl + H2O + gas CO2 * Kekurangan : - masa kerja singkat. - CO2 >> distensi lambung perforasi ulkus. - acid rebound (rebound hiperacidity) - efek sistemik alkalosis sistemik (HCO3>>) - Bila terdapat ggn fisiologi ginjal ekskresi bikarb. terhalang alkalosis metabolik. * Preparat : - Na-bikarbonat tablet a 500 mg; - SODA water (banyak dijual di warung). Dosis : 1-4 gram.
5/4/2012

Antasid Non-sistemik
* Bekerja dgn mengikat ion H dl lambung dan memindahkannya ke dl usus halus dgn pH alkali ion H ini dilepaskan kembali antasid kembali kebentuk tidak larut. * Contoh reaksi antasid non-sistemik dl lambung dan usus: 1. Al-hidroksid akan bereaksi sbb : Al(OH)3 + 3HCl AlCl3 + 3H2O AlCl3 akan mengendap dalam usus dan keluar bersama tinja. 2. Mg-trisilikat : Mg2Si3O8 + H++ 2 Mg+++ + 3 SiO2 + 2H2O Dalam usus pH alkali (pH8) , ion Mg akan berikatan dgn karbonat yg sukar larut. * Antasid adsorben tidak menimbulkan alkalosis sistemik karena umumnya senyawa ini tidak diserab dlm usus.

5/4/2012

Antasid Sistemik
Eefektif, mula kerja dan /masa kerja cepat, Distensi Lambung Acid Rebound (rebound hyperacidity) NaHCO3 + Hcl NaCl + H2O + CO2 Alkalosis Sistemik Penggunaan: 1. ANTASID (Jarang) 2. Alkalinisasi Urin 3. Terapi Asidosis Metab

5/4/2012

ANTASID NON-SISTEMIK
Al-hidroksid: Al(OH)3 + 3HCl AlCl3 \ + H2O Mg -Trisilikat: Mg2Si3O8(n)H2O + 4H 2Mg +3SiO2 + (n+2)H2O

Ca-Karbonat: CaCO3 +2HCl CaCl2+H2O + CO2


5/4/2012

Aluminium hidroksid
Cara kerja: - menetralkan asam HCl, dan mengikat ion H - mengabsorpsi pepsin dan menginaktifkannya. Keuntungan: - Efeknya lama walau potensinya kurang (daya netralisasi lambat); - Bersifat adstringen, karena ion Al juga dapat mengikat protein. demulsen yg dapat melindungi ulkus dari HCl dan pepsin. adsorben (=zat yg secara lokal dpt menyerap toksin dan gas). Kerugian/ESO: (1). Konstipasi (yg utama) (2). Defisiensi fosfat. Dosis besar jangka lama dpt tjd osteomalacia. (3). Gangguan absorpsi vitamin, Tetrasiklin, dll. Sediaan: 1. Suspensi Al-hidroksid 2. Tablet Al-hidroksid

5/4/2012

Kalsium karbonat
Antasid yang: efektif, potensi cukup kuat, mulai kerja cepat dan masa kerja lama. * Kekurangan/ ESO: (1) ES sal cerna: konstipasi, mual, muntah dan prdrhn. (2) Dapat menimbulkan disfungsi ginjal berupa azotemia. (3) "acid rebound", karena efek langsung Ca pd antrum pilori yg mensekresi gastrin stimulasi sel parietal u/sekresi HCl. sekresi HCl yg >> pd malam hari. (4) Dosis >> atau pemakaian yang lama gejala2 keracunan Ca ("milk alkali syndrome") berupa: hiperkalsemia, alkalosis, kelainan ginjal azotemia, kalsifikasi2 metastatik. Ker ini diperkuat oleh banyak minum susu (banyak mengandung Ca). Sediaan: Tablet @ 600 dan 1000 mg. Dosis: 1-2 gram /kali
5/4/2012

Indikasi Antasid
* U.P: me< nyeri, proses penyembuhan * HIPERASIDITAS, mis.: Gastritis * GGN.LBG :- Heart burn ,spasme pylori - Reflux Esophagitis - Acute Stress Ulcer * Me(-) batu /kristal di ginjal : - Batu fosfat ------>Al-Hdroksid - Kristal Sulfa, As. jengkol ---> Na.bik.
5/4/2012

ESO & Toksisitas


UMUMNYA TERJADI KARENA :- dosis berlebihan

Jangka waktu pemakaian terlalu lama Adanya gangguan fungsi ginjal ESO HIPERKALSEMIA KERACUNAN ION-ION YG DIABSORB.

DEPLESI FOSFAT PEROB. FUNGSIONAL PD USUS

GGN KES. ELEKTR. & ASAM BASA


GGN ABS./EKSRESI OBAT LAIN
5/4/2012

Interaksi
Menghambat Absorpsi :(Membentuk Kompleks Dengan) - Tetrasiklin, - Digoksin, - Isoniazid - Fenitoin Me Eksresi Obat-obat Asam :

- Salisilat - Asam Jengkol

- Sulfa

5/4/2012

ANTISEKRESI
ANTIHISTAMIN-H2 : - Simetidin, Ranitidin, Famotidin, Nizatidin ANTIMUSKARINIK :
Pirenzepin, Hiosciamin, Mepenzolat

PENGHAMBAT POMPA PROTON: - Omeprazol, Lansoprazol


5/4/2012

AntiHistamin H2
AH2 adalah penghambat sekresi as lamb yang kuat, baik sekresi oleh rangsangan histamin, gastrin maupun oleh zat lain. AH2 menghambat secara kompetitif ikatan histamin dgn reseptor H2 (reversibel) pd permukaan sel Parietal, dan me konsentrasi cAMP intrasel. AH2 menghambat secara sempurna sekresi HCl akibat rsg oleh histamin dan gastrin, tetapi hanya menghambat sebagian sekresi HCl oleh ACh dan betanekol. AH2 dapat > 90% sekresi as lamb pada malam hari AH2 ini mempermudah 'healing process' dan mencegah kambuh UP. Termasuk AH2 ialah: Simetidin, Ranitidin, Famotidin, Nizatidin.
5/4/2012

AntiHistamin H2
Indikasi klinik 1. Ulkus ventrikuli dan ulkus duodeni, 2. Sindroma Zollinger-Ellison, 3. Keadaan2 dgn hipersekresi as lamb mis.: mastositosis sistemik.

5/4/2012

Simetidin
Absorpsi per oral baik, dan dapat diberikan secara i.v. Distribusi ke seluruh tubuh, termasuk ASI dan dapat menembus plasenta Ekskresi terutama melalui urin. Waktu paruh pendek, dan memanjang pada kelemahan fungsi ginjal pada payah ginjal dosis harus dikurangi. Di inaktivasi secara lambat di hepar oleh sistem oksigenase fungsi campuran mikrosom hepar ( 30%), dan selebihnya dieksresi ke dalam urin dalam bentuk tidak berubah.
5/4/2012

Efek Samping (1). Konfusi (2) Disfungsi seksual dan ginekomastia pd pria, karena efek anti-androgenik simetidin yang mengikat reseptor androgen. (3). Leukopenia. (4). Gangguan metabolisme beberapa obat seperti: warfarin, teofilin,diazepam dan fenitoin, karena Simetidin mengikat sitokrom P-450 dan me aktivitas enzim mikrosom hati.

5/4/2012

Ranitidin
Beda dengan Simetidin : a. Ranitidin (dalam mg yg sama) 5-10 x > kuat dari simetidin, b. masa kerjanya lebih lama. c. tidak punya efek antiandrogenik, d. efek perangsangan prolaktin tidak ada, e. tidak mengganggu sitokrom 450 dan enzim mikrosom hati, sehingga tidak menggangu metabolisme obat-obat lain Interaksi: Antasid dosis tinggi dapat ketersediaan hayati simetidin dan ranitidin. Pemberian bersama antasid dapat pH intragaster. Sediaan: Tablet 150 mg. Dosis dewasa 2 x sehari 150 mg. 5/4/2012

Famotidin
Efek farmakologi sama seperti ranitidin Efeknya 20-160 x > kuat dari simetidin, 3-20 x > kuat dari ranitidin Waktu paruh 2,5 - 4 jam dan masa kerja > lama (12 jam) Juga tidak berintegrasi dgn obat lain.

5/4/2012

Nizatidin
Efek farmakologi dan potensi sama dengan famotidin Beda dgn Anti H2 di atas (eliminasinya melalui metabolisme di hepar), Nizatidin tidak dimetabolisme dan eliminasinya melalui ginjal Ketersediaan hayati hampir 100% (sedikit sekali mengalami first-pass metabolism)
5/4/2012

ANTI MUSKARINIK
Stim reseptor Muskarinik menaikkan motilitas dan sekresi sal cerna. Hiosciamin dan antikolinergik lain digunakan sebagai terapi tambahan u/ UP dan Sindroma Zollinger Ellison, t.u. u/ yg tidak bereaksi dgn terapi standar. Pirenzepin, antagonis muskarinik menekan sekresi basal asam lambung dan sekresi karena rangsangan. ESO: minimal (pd jantung, kel ludah, mata).
5/4/2012

Pirenzepin
* Pirenzepin (PZN) adalah obat UP yg bekerja secara selektif/khusus pada reseptor muskarinik (M1) menghambat sekresi HCl lambung saja, dan tidak mempeng fungsi fisiologis normal sal cerna. * Indikasi: Ulkus Peptikum (UV,UD) gastritis dan duodenitis akut/kronis. * Kontraindikasi : - Tidak diketahui adanya kontraindikasi. - Hati-hati pd pend glaukoma dan hipertrofi prostat. * Efek Samping : Mulut kering, gangguan akomodasi, feses keras (jarang).
5/4/2012

Interaksi - Obat-obat (seperti alkohol, kofein, dll.) dan makanan ttt dapat mengurangi stimulasi sekresi asam lambung. - Pemberian bersama AH2 sekresi asam lambung, t.u bermanfaat pada penderita Zollinger-Ellison syndrome. - PZN tidak mengganggu kerja OAINS bila diberikan bersamaan.

* Posologi: * Dosis dewasa biasa 50-150 mg/hari dalam dosis terbagi. * Umumnya dianjurkan 50 mg 2 x sehari pagi dan malam. * Kadang2 u/ 2-3 hari I perlu tambahan dosis pd tengah hari. * Tablet harus ditelan 1/2 jam sebelum makan. * Pengobatan harus dilanjutkan sampai 4-6 minggu.

5/4/2012

PENGHAMBAT POMPA PROTON (Omeprazol dan Lansoprazol)


Bekerja mengikat sistem enzim H+/K+ATP ase (pompa proton) dari sel Parietal, menekan sekresi ion H ke dl lumen lamb.(tahap akhir proses sekresi HCl). Menghambat >90% sekresi basal, on set 1-2 jam Ind.: esofagitis erosis, Ulkus Duod (UD) aktif, dan kead dgn hipersekresi aktif. Sediaan: tb enteric coated bentuk prodrug (abs di duodenum kanalikulus di sel Parietal diubah jadi bentuk aktif. ESO: pd hewan: pengg jangka pjg insidens karsinoid lamb meningkat. * Interaksi: Omeprazol mengganggu oksidasi Warfarin, feniitoin, diazepam, dan siklosporin; [lansoprazol tidak]
5/4/2012

SITOPROTEKTIF
DEFINISI SITOPROTEKTIF adalah obat-obat yang dapat mencegah atau mengurangi kerusakan mukosa lambung/duodenum oleh berbagai zat ulserogenik atau zat penyebab nekrosis, tanpa menetralkan atau menghambat sekresi asam lambung.
5/4/2012

1. Sukralfat (Al-sukrosa Sulfat): -Secara selektif berikatan dgn ulkus membentuk pasta kental yg berfungsi sebagai sawar thd asam, pepsin, empedu. 2. Bismut Koloidal: - Cara kerja sama dgn sukralfat 3. Setraksat : bekerja dgn meningkatkan aliran drh mukosa Ventrikel dan Duodenum, - memperbaiki mikrosirkulasi mukosa - meningkatkan produksi PG endogen. 4. Analog Pg: * Misoprostol (PG E1) * Enprostol (PG E2)

5/4/2012

Misoprostol

* adalah analog metilester PGE1 , PG sintetik pertama yg efektif per oral sebagai sitoprotektif. * Efeknya: 1. Mencegah Ulkus saluran cerna akibat OAINS. 2. Efektif u/ UV(Ventrikel) dan UD sebanding dgn simetidin. 3. Efektif u/ Ulkus duod yg refrakter thd Antihistamin H2. * Indikasi: - Pencegahan UV pada pasien risiko tinggi UV (usia lanjut) dan pasien yg pernah menderita UV atau perdarahan saluran cerna yg membutuhkan OAINS. - Untuk terapi UV dan UD jangka pendek, Misoprostol sama efektifnya dengan simetidin. Untuk terapi UV dan UD bukan karena OAINS lebih sering dipilih AH2 atau Sukralfat, karena ESO nya lebih ringan. * ESO: - ringan (14-40%): mual, muntah, diare, pusing, sakit kepala. * Kontraindikasi/ peringatan: Wanita hamil. pd trimester I menimbulkan: - keguguran (7%) - perdarahan (50%).
5/4/2012

OBAT-OBAT PROKINETIK
1. METOKLOPROPAMID Mekanisme kerja: merangsang sal cerna atas tanpa merangsang sekresi lambung, empedu dan pankreas, ttp mekanismenya blm jelas. Obat ini mempunyai sifat antidopaminergik di kemoreseptor trigger zone Farmakokinetik: Secara cepat dan diabsorpsi dengan baik di sal cerna. Konsentrasi puncak plasma: 1-2 jam. Waktu paruh: 5-6 jam. Metabolisme di hati dan diekskresikan mel ginjal dan lbh kurang 20% dlmbentuk utuh dijumpai di urin
5/4/2012

METOKLOPROPAMID
Indikasi: - Refluks esofagitis dengan jalan meningkatkan P spinkter esofagus bawah - Gastroparesis diabetika - Antimual-muntah: terutama pada saat kehamilan, krn pemberian antikanker, dan untuk pasca operasi Kontraindikasi: - Obstruksi mekanik - Feokromositoma - Epilepsi atau obat yg dpt menimbulkan gejala ekstrapiramidal - Kanker payudara: meningkatkan prolaktin

5/4/2012

Metoklopropamid
ESO Yg paling sering: mengantuk dan lesu Yang lain: mulut kering, hirsutisme, konstipasi, dan methemoblobinemia Yg terpenting: menimbulkan gejala ekstrapiramidal terutama pada anak-anak dan orang tua: spasme otot muka, trismus, tortikolis dan dpt juga berupa gggan Parkinson
5/4/2012

Metoklopropamid
Interaksi obat: Tidak boleh diberikan bersama atrofin dan antikolinergik lain, fenotiazin dan analgesik narkotik. Efek sedasi meningkat bila diberi bersama alkohol dan penenang Sedian: Tablet (5,10 mg), sirup dan injeksi Dosis: 2 X sehari sebelum makan

5/4/2012

Obat-obat prokinetik
2. Domperidone Suatu antidopaminergik yang sifat kerjanya mirip metoklopropamid ttp tidak menembus sawar darah otak dan merupakan der benzimidazol Mekanisme kerja: menyebabkan peningkatan P spinkter esofagus bawah, dan kerja utamanya di reseptor dopamin D sal cerna
5/4/2012

Domperidone
Farmakokinetik: Diabsorpsi secara baik, Konsentrasi puncak plasma: 10-30 menit. Mengalami metabolisme lintas pertama dihati dan diekskresikan ke empedu. Waktu paruh: 7 jam Indikasi: - Refluks gastroesofagal - Pencegahan mual-muntah padadiare, dispepsia, dismenore, trauma kapitis, migren, hemolisa dan terapi radiasi Kontraindikasi: - Depresi SSP Hipersensitivitas. Hati-hati pd penderita peny hati dan reaksi diskinesia

5/4/2012

Domperidone
ESO - Biasanya ringan. Dapat meningkatkan sekresi prolaktin shg dpt menimbulkan pembesaran payudara dan galaktore - Gejala ekstrapiramidal jarang terjadi Interaksi obat: - Tidak boleh diberikan bersama obat-obat yg bersifat hepatotoksik dan penghambat monoamin oksidase - Sedian: tablet 20 mg dan sirup - D
5/4/2012

Obat-obat prokinetik
3. KISAPRID Bekerja sebagai kolinomimetik indirek. Meru -pakan suatu piperidinil benzamida yg tdk mempunyai sifat antidopaminergik dan kolinomimetik direk Mekanisme kerja: memperbaiki motilitas saluran cerna dng melepas asetilkolin secara tdk langsung dr pleksus mesentrikus.Obat ini diduga bertindak sebagai agonis 5 HT4 dan antagonis serotonin (5 HT3). Obat ini meningkatkan P spinkter esofagus bawah, kecepatan pengosongan lambung, meningkatkan motilitas antroduodenal, usus halus dan besar
5/4/2012

Kisaprid
Farmakokinetik: diabsorpsi sec langsung di sal cerna dan kadar puncak plasma: 1-2 jam dan waktu paruhnya 7-10 jam. Waktu paruh memanjang pada orang tua dan gangguan hati. Ketersedian hayatinya 40-50% Indikasi: - Penyakit refluks gastroesofagal - Dispepsia fungsional atau non-ulkus - Gastroparesis diabetika - Atoni sal cerna pasca operasi - Konstipasi kronik
5/4/2012

Kisaprid
Interaksi obat: Meningkatkan absorpsi ranitidin, simetidin dan fleikainid, Meningkatkan konsentrasi plasma disopiramid. Efek sedasi meningkat bila diberi bersama alkohol dan diazepam Sedian: tablet 5 mg Dosis: 3 X 5-10 mg/hari

5/4/2012

Kisaprid
Kontraindikasi: - Obstruksi mekanik, perdarahan atau perforasi saluran cerna - Wanita hamil dan menyusui ESO - Yg sering terjadi berupa nyeri perut, borborigmi, dan diare. - gejala ekstrapiramidal dan peningkatan prolaktin jarang terjadi dibanding metoklopropamid
5/4/2012

ANTIBIOTIKA

* Hasil penelitian terakhir menunjukkan bahwa H. pylori merupakan peyebab utama pd UP. Terapi optimal UP memerlukan AB.

UP disebabkan oleh infeksi H.pylori, dibuktikan dgn biopsi endoskopik mukosa lamb atau tes serologis dan tes pernafasan untuk urea.

5/4/2012

Eradikasi H pylori 80-90% diperoleh dgn kombinasi obat2 AB.


1. Pilihan I: berdasarkan efektivitas dan harga, eradikasi 90% dicapai dgn : triple therapy [ Bismuth, metronidazol dan tetrasiklin] selama 2 minggu 2. Pilihan II, Kombinasi : [Metronidazol + Amoks / Klaritromisin + antisekresi [disukai omeprazol] Catatan: Terapi dgn AB saja eradikasi hanya sampai 20-40%.

5/4/2012

Triple therapy
+ Amoksisilin 3 x 500 mg --> 1mgg [atau tetrasiklin 4 x 500 mg --> 1 mgg] + Metronidazol 4 x 500 mg --> 1 mgg + Kol Bi-subsitrat [KBS] 4 x1 tab --> 2-4 mgg Eradikasi tercapai bila:H.pylori tidak ditemukan lagi 1 bulan setelah pengobatan selesai.

5/4/2012

Indikasi Eradikasi
1. Pasien yg sering kambuh 2. Komplikasi perdarahan atau perforasi 3. Pasien yg tidak tolerans dgn pengob jangka lama dgn Anti-H2 4. Pasien yang belum siap u/ dioperasi

5/4/2012

Windows 95: Medika 1992;1 8(No.4):43-52

Terima kasih atas perhatian Anda semua

5/4/2012

Anda mungkin juga menyukai