Anda di halaman 1dari 17

Powerpoint Templates

Page 1
Powerpoint Templates
KELOMPOK 4
Helena Nurhayati
Leni Yuliani
Lona Permata Sari
Luvita Amallia
Mahdy Farras
M. Ainun Rosyidz
Muliawan Amin
Novia Mega Silvia
Marcylia Anggraini
Tutor : dr. Yusnam Syarief
MODUL GATAL
Powerpoint Templates
Page 2
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari modul ini mahasiswa
diharapkan dapat menjelaskan tentang
penyebab patofisiologi pada tanda/ gejala, cara
diagnosis, penatalaksanaan , terapi, komplikasi,
serta epidemiologi dan cara pencegahan
penyakit-penyakit yang menyebabkan gatal.
Powerpoint Templates
Page 3
SKENARIO
Mahasiswa AB, 18 tahun datang ke puskesmas dengan
keluhan gatal-gatal dan timbul bercak kemerahan
disertai sisik pada sebagian besar badan dan sering
gatal pada daerah tertentu, bila keadaan umum tidak
stabil, dan stress. Disamping itu dalam keluargapun
kadang-kadang ada yang menderita gatal. Sering tidak
mengikuti kuliah seiring dengan bertambah beratnya
gatal. Dirasakan terutama bila cuaca dingin dan panas
sekali. Sering menarik diri dalam pergaulan.
Powerpoint Templates
Page 4
KATA/KALIMAT KUNCI
Laki laki 18 tahun
Gatal-gatal, eritema, dan skuama pada
sebagian besar badan
Gatal pada derah tertentu bila keadaan umum
tidak stabil dan stress
Keluarga ada yang menderita penyakit gatal
Bertambah berat bila cuaca dingin dan panas
sekali.
Powerpoint Templates
Page 5
PERTANYAAN
Jelaskan anatomi dan
histologi alat peraba ?
Jelaskan fisiologi dari alat
peraba ?
Patomekanisme gejala-
gejala pada skenario ?
Penyakit-penyakit yang
menyebabkan gatal-gatal,
skuama, dan eritema
Jelaskan langkah-
langkah untuk
menegakkan diagnosis
?
Apakah penyakit gatal
menyebabkan masalah
pada masyarakat ?
Diagnosis banding ?
Powerpoint Templates
Page 6
ANATOMI DAN HISTOLOGI
Powerpoint Templates
Page 7
Corpus Meissner Corpus Meissner
KeIenjar sebasea KeIenjar sebasea
KeIenjar apokrin KeIenjar apokrin
KeIenjar merokrin KeIenjar merokrin
Powerpoint Templates
Page 8
Laki-Iaki 18
thn
gatal
Eritema
Skuama
Gatal
memberat bila
cuaca dingin
dan panas
sekali
Menarik diri
dari pergaulan
Powerpoint Templates
Page 9
MEKANISME GEJALA
alergen
Sel mast dan basofil
Pelepasan mediator
peradangan
permeabilitas kapiler
eritema
Gatal Gatal
Powerpoint Templates
Page 10
Kadar nukleotida yg abnormal. (terutama
cAMP siklik dan cGMP siklik)
Proliferasi dan migrasi sel-sel epidermis
dg cepat
Sel terdesak keatas
Menebal
skuama
Powerpoint Templates
Page 11
PENYAKIT-PENYAKIT YG
MENYEBABKAN GATAL
Dermatitis Dermatosis eritroskuamosa
1. Dermatitis kontak iritan
2. Dermatitis kontak alergi
3. Dermatitis atopik
4. Dermatitis numularis
5. Dermatitis statis
6. Neurodermatitis sirkumskripta
7. Dermatitis Autosentsitisasi
1. Psoriasis
2. Parapsoriasis
3. Eritroderma
4. Pitiriasis rosea
5. Dermatitis seboroik
6. Psoriasis vulgaris
Powerpoint Templates
Page 12
DIAGNOSIS BANDING
Psoriasis vuIgaris Eritroderma Pitiriasis rossea
Definisi Penyakit yang
penyebabnya autoimun,
bersifat kronik dan residif
ditandai dengan adanya
bercak eritema berbatas
tegas dengan squama
yang kasar, berlapis &
transparan.
suatu kelainan
peradangan yang
ditandai dengan
eritema universalis
(90-100%) dan
biasanya disertai
skuama.
Lesi inisial berbentuk
eritema dan skuama
halus, kemudian
disusul oleh lesi-lesi
yang lebih kecil,
sembuh dalam waktu
3-8 minggu.
Epidemio
Iogi
Terdapat pada semua
usia, umumnya orang
dewasa
Pria > Wanita
Laki-laki 2-3 kali
lebih banyak dari
perempuan.
Mengenai semua
umur, terutam 15-40
tahun
Lakilaki=Perempuan
Powerpoint Templates
Page 13
Gambar
an
kIinis
Gatal ringan
Predileksi :
kulit kepala
perbatasan
kulit kepala dan
wajah / muka
Daerah kulit
yang sering
trauma spt
ekstensor
ekstremitas
terutama siku,
lutut,
bokong
Mula-mula timbul bercak
eritem yang dapat meluas ke
seluruh tubuh dalam waktu
12-48 jam. Eritema meluas
dalam waktu cepat, universal
dalam waktu 12-48 jam.
Skuama timbul setelah 2-6
hari; sering mulai di daerah
lipatan.
Gatal ringan, Lesi
pertama (herald patch)
di badan, solitar, oval &
anular, diameter kira-kira
3cm. Ruam trdiri atas
eritema & skuama halus
di pinggir. Gambaran khas
susunan sejajar dengan
kosta, menyerupai pohon
cemara terbalik.
Tempat predileksi :
badan,lengan atas,paha
atas.
EtioIogi Autoimun,geneti
k, faktor
pencetus
(stress,infeksi,
trauma, obat,
alkohol, merokok
dll.
40% kasus didahului oleh
dermatosis, seperti psoriasis,
obat-obatan, tinea, kelainan
limforetikuler.
Belum diketahui, Ada
pendapat karena virus
sebab penyakit ini
merupakan penyakit
swasirna (self limiting
disease)
Sembuh sendiri dalam 3-8
minggu .
Powerpoint Templates
Page 14
P
A
T
O
M
E
K
A
N
I
S
M
E
Mitosis terjadi sgt tinggi.
Pada orang normal
mitosis terjadi dalam 13
hari sedangkan pada
penderita psoriasis
hanya 1,5 hari Turn
overtime menjadi
pendek. Pada oarng
normal terjadi selama
14-21 hari, sedangkan
pada penderita psoriasis
hanya 3,5 hari
Patofisiologi eritroderma
belum jelas, yang dapat
diketahui ialah akibat suatu
agent dalam tubuh, maka
tubuh bereaksi berupa
pelebaran pembuluh darah
kapiler (eritema) yang
universal.
T
E
R
A
P
I
Hindari faktor presipitasi
Topikal
1. Preparat ter
2. Asam salisilat 3-5%
3. Kortikosteroid
4. Ditranol (antralin)
5. Pengobatan
penyinaran Sinar UV
6. Calcipotriol
7. Sintetik vitamin D
Pada golongan , yang
disebabkan oleh alergi obat
secara sistemik, dosis
prednisone 4 x 10 mg.
Pada golongan akibat
perluasan penyakit kulit juga
diberikan kortikosteroid.
Dosis mula prednisone 4 x 10
mg 4 x 15 mg sehari.
Bersifat
simptomatik, Gatal
sedativa, Topikal
bedak asam
salisilat yang
dibubuhi mentol -
1%
Powerpoint Templates
Page 15
Prognosis Meskipun
psoriasis tidak
menyebabkan
kematian, tetapi
bersifat kronis dan
residif
Eritroderma
golongan , yakni
karena alergi obat
secara sistemik,
prognosisnya
baik.
Pada
eritroderma yang
belum diketahui
penyebabnya,
pengobatan
dengan
kortikosteroid
hanya
mengurangi
gejalanya, pasien
akan mengalami
ketergantungan
kortikosteroid.
Baik, karena
merupakan self
limiting disease
dalam waktu 3-8
minggu.
Powerpoint Templates
Page 16
DAFTAR PUSTAKA
Corwin, Elizabeth. 2009. Buku Saku Patofisiologi.
Jakarta : EGC.
Djuanda, Adhi. Dkk. 2002. Ilmu Penyakit Kulit Dan
Kelamin ed. 5. Jakarta : FKU.
Hammersen. Sobotta histology. Ed. 3 Jakarta : EGC.
Harahap, Marwali. 2008. lmu Penyakit Kulit. Jakarta :
Hipokrates.
L. Carlos, Junqueira. Histology dasar. Ed. 8 Jakarta :
EGC.
Setiadi. 2007. Anatomi dan fisiologi manusia. Ed. 1-
Yogyakarta : Graha ilmu.
Powerpoint Templates
Page 17