Anda di halaman 1dari 10

KONSTANTA PLANCK

Gelys Annisa Nindri 0908205019

TUJUAN
1. Menentukan nilai tetapan Planck dan tenaga kinetik maksimum foto elektron 2. Mempelajari efek/gejala fotolistrik secara eksperimen

Latar Belakang
Max Karl Ernst Ludwig Planck adalah seorang fisikawan jerman yang banyak dilihat sebagai penemu teori kuantum. Pada 1899, Planck menemukan sebuah konstanta dasar, yang dinamakan Konstanta Planck, dan, sebagai contoh, digunakan untuk menghitung energi foton. Juga pada tahun itu, dia menjelaskan unit Planck yang merupakan unit pengukuran berdasarkan konstanta fisika dasar. Satu tahun kemudian, dia menemukan hukum radiasi panas, yang dinamakan Hukum radiasi badan hitam Planck.

Tinjauan Teori
Efek fotolistrik adalah suatu proses dimana suatu cahaya dengan frekuensi cukup tinggi mengenai permukaan sebuah logam, sehingga dari permukaan logam itu terpancar elektron. Untuk melepaskan elektron diperlukan sejumlah tenaga minimal yang besarnya bergantung pada jenis/sifat logam tersebut. Tenaga minimal ini disebut work function atau fungsi kerja dari logam, dan dilambangkan oleh . Keperluan tenaga tersebut disebabkan elektron terikat oleh logamnya.

Tenaga gelombang elektromagnetik/foton yang terkuantisasi, besarnya adalah E = h Dimana v adalah frekuaensi gelombang elektromagnetik dan h adalah tetapan Planck yang besarnya . Bila dikenakan pada suatu logam dengan fungsi kerja tetapan , dimana hv> , maka elektron dapat terlepas dari logam. Bila tenaga foto tepat sama dengan fungsi kerja logam yang dikenainya, frekuensi sebesar frekuensi foton tersebut disebut frekuensi ambang dari logam, yaitu:

Ek
w0

RADIASI

elektron

foton

W = WO +Ek h.f = WO +Ek h.f = h.fO +Ek c h. c = h. 0 +Ek

Ek
w0

1. Efekfoto listrik terjadi apabila energi foton(W) cukup untuk membebaskan elektron dari ikatannya dengan inti atom (WO) 2. Energi kinetik maksimum elektron (Ek) yang dibebaskan dari keping tidak bergantung pada intensitas (lamanya) penyinaran 3. Energi kinetik maksimum elektron (Ek) berbanding lurus dengan frekwensi cahaya yang digunakan (hasil eksperimen Robert A. Milikan) 4. Cahaya dapat memperlihatkan sifat gelombang juga dapat memperlihatkan sifat-sifat partikel (foton)

RADIASI

elektron

foton

W = WO +Ek h.f = WO +Ek h.f = h.fO +Ek c h. c = h. 0 +Ek

Data Pengamatan
Intensitas I I I 5769,59 5460,74 4347,50 Vs (V) 0,5 0,7 1,0

II
II II III III III IV IV IV

5769,59
5460,74 4347,50 5769,59 5460,74 4347,50 5769,59 5460,74 4347,50

0,6
0,7 1,1 0,7 0,7 1,0 0,6 0,7 1,0

KESIMPULAN
Laju pemancaran elektron dipengaruhi oleh intensitas cahaya, namun tidak terpengaruh oleh panjang gelombang cahaya yang digunakan.

Energi kinetik maksimum fotoelektron tidak bergantung pada intensitas cahaya, namun bergantung pada panjang gelombang dengan frekuensi dan energi kinetik berhubungan secara linear.