Anda di halaman 1dari 39

FRAKTUR COLLUM FEMORIS

Kelompok 7

KELOMPOK A-7
KETUA : ANNISHA KARTIKA (1102010029) (1102010084) (1102010007) (1102010009) (1102010016) (1102010018) (1102010040) (1102010049) (1102010063) (1102010144)

SEKRETARIS : DYANA PASTRIA UTAMI ANGGOTA : ADITYA MAULANA AFGHAN GERTA MAJID AMANDA AZIZHA HAKIM AMINAH ALAYDRUS ATIKA QISTY DESMAWAN BIDARI ASRIASSIFA DANIEL BRAMANTYO KHANSA HAURA

SKENARIO

Seorang perempuan berumur 67 tahun dibawa ke UGD Rumah Sakit karena nyeri pada daerah pinggul kanannya setelah jatuh di kamar mandi sehari yang lalu.Pinggul kanan pasien terbentur lantai kamar mandi.Pasien tidak mampu berdiri karena rasa nyeri yang sangat pada pinggul kanannya tersebut.Tidak didapatkan pingsan, mual, maupun muntah.Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum sakit berat, merintih kesakitan, compos mentis.Tekanan darah 140/90 mmHg,

denyut nadi 104x/menit, frekwensi napas 24x/menit.Terdapat hematom pada sendi


koksae kanan, posisi tungkai atas kanan sedikit fleksi, abduksi, dan eksorotasi.Krepitasi tulang dan nyeri tekan ditemukan, begitu juga pemendekan

ektremitas.Gerakan terbatas karena nyeri.Pada pemeriksaan radiologis juga


didapatkan fraktur kolum femur tertutup. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi

SASARAN BELAJAR
LI 1 M emah ami d an M en j elaskan F emu r d an Co x ae LO 1 . 1 M emah ami d an M en j elaskan A n at o mi F emu r d an Co x ae LO 1 . 2 M emah ami d an M en j elaskan K i n es iologi A r t i culatio Co x ae LI 2 M emah ami d an M en j elaskan F r ak tur LO 2 .1 Memah ami d an Men j elaskan D ef i n isi F r ak tur LO 2 . 2 M emah ami d an M en j elaskan J en i s d an K l as i fikas i F r ak tur LO 2 . 3 M emah ami d an M en j elaskan D es k r ips i F r ak tur LO 2 . 4 M emah ami d an M en j elaskan Et i ologi F r ak tur LI 3 M emah ami d an M en j elaskan F r ak tur Co l lum F emo r is LO 3 . 1 M emah ami d an M en j elaskan D ef i n isi F r ak tur Co l lum F emo r i s LO 3 . 2 M emah ami d an M en j elaskan Et i ologi F r ak tur Co l lum F emo r i s LO 3 . 3 M emah ami d an M en j elaskan P at o fisiologi F r ak tur Co l lum F emo r i s LO 3 . 4 M emah ami d an M en j elaskan M an i f es tas i F r ak tur Co l l um F emo r is LO 3 . 5 M emah ami d an M en j elaskan D i ag nos is d an D i ag n osis Ban d ing F r ak tur Co l lum F emo r is LO 3 . 6 M emah ami d an M en j elaskan P emer i ksaan F r ak tur Co l lum F emo r i s LO 3 . 7 M emah ami d an M en j elaskan Tat a Lak s an a F r ak tur Co l l um F emo r is LO 3 . 8 M emah ami d an M en j elaskan K o mp l ikasi d an P r o g nosis F r ak tur Co l l um F emo r is

MEMAHAMI DAN MENJELASKAN FEMUR DAN COXAE

ANATOMI FEMUR

ANATOMI COXAE

KINESIOLOGI ARTICULATIO COXAE

Articulatio membri inferior terdiri dari : 1 . articulatio cinguli pelvici (gelang panggul) 2. articulatio inferioris liberi

1. ARTICULATIO CINGULI PELVICI (GELANG PANGGUL)


1.1 Articulatio sacroiliaca Tulang antara fascies auricularis sacri dan fascies auricularis ilei. Jenis sendinya adalah amphiarthrosis. Penguat sendi terdiri dari ligamentum sacroiliaca anterior, interoaaea, sacroiliaca posterior, ligamentum sacrotubular, dan ligamentum sacrospinale. 1.2 symphysis pubica Tulang antara tulang pubis kedua sisi. Jenis sendi adalah synchondrosis. Penguat sendi terdiri dari ligamentum pubicum superius, ligamentum arcuatum pubis dan discus interpubica

2. ARTICULATIO INFERIORIS LIBERI


Articulatio coxae Antara caput femoris dan acetabulum.Jenis desendinya adalah spheroidea (ball and socket).Sendi di perkuat oleh tulang rawan yang terdapat pada fascies lunata.Articulatio ini di perkuat juga oleh tulang rawan. Ligamen yang memperkujatnya adalah ilio femorale yang berfungsi menghambat rotasi femur, mencegah badan berputar kebelakang pada saat berdiri, dan mempertahankan ekstensi, ischio femorale mencegah endorotasi/ eksorotasi interna, pubofemurale mencegah abduksi, ekstensi dan rotasi eksterna, transersum acetabuloi dan capitis femoris.

GERAK SENDI :

FLEKSI : M Iliopsoas, M pectineus, M rectus fenoris, M adductor longus,brevis, m tensor fasciae latae, M adductor magnus EKSTENSI : M gluteus maximus, semindinosis,semimembranosis , M bicep femoris caput longum< M adductor magnus posterior ABDUKSI :M tensor fascia latae, M gluteus medius, minimus, piriformis, M sartorius, ADDUKSI : M adductor magnus, longus, brevis, M gracilis, M quadratus femoris, M obtunator ecxternus ROTASI MEDIAL : M gluteus medius, minimus, M tensor fascia latae, M adductor magnus ROTASI LATERAL : M gluteus maximus, M quadratus femoris, M pisiformis, M obturator internus dan eksternus

MEMAHAMI DAN MENJELASKAN FRAKTUR

DEFINISI FRAKTUR

Fraktur adalah hilangnya kontinuitas epifisis, atau tulang rawan sendi.

tulang,

tulang

rawan

Ditentukan oleh umur. Pada anak-anak tulang lebih flexible dan tidak gampang patah. Jatuh/ kejadian-kejadian yang tidak berdampak apa-apa pada anak-anak dapat berdampak complete fracture pada orang dewasa. Semakin tua, tulang akan menjadi semakin rapuh.

JENIS DAN KLASIFIKASI FRAKTUR


1. Berdasarkan etiologi 1.1 Extrinsik Direct violence Indirect violence Bending Force Torsional force Compression force Shearing force 1.2 Intrinsik Fraktur karena reaksi otot Fraktur patologis 2. Berdasarkan lokasinya Diaphyseal fracture Metaphyseal fracture Fraktur di lempeng epifisis tipe 1 tipe 2 tipe 3 tipe 4 tipe 5 Epiphyseal fracture Condylar fracture

3. Berdasarkan tipe fraktur 3.1 Incomplete fraktur Greenstick fractu re Fissure fractu re Depression fractu re Complete fracture 3.2 Complete fracture Transverse fracture Oblique fracture Spiral fracture Comminu ted fractu re Multiple fracture Imp action fractu re Compression fracture 3.3 Closed fractu re 3.4 Open fractu re

DESKRIPSI FRAKTUR
Angulasi : perkiraan derajat deviasi fragmen distal dari sumbu longitudinal normal, menunjukkan arah apex dari sudut tersebut. Oposisi : tingkat pergeseran fraktur dari permukaan asal dan dipakai untuk jelaskan jumlah proporsi satu fragmen tulang patah yang sentuh permukaan fragmen lain. Komplit-tidak komplit 1) Komplit 2) Tidak komplit, terbagi : Hairline Fracture Buckle/Torus Fracture Greenstick Fracture

Bentuk garis patah dan hubungan dengan mekanisme trauma Patah Patah Patah Patah Patah melintang oblique spiral kompresi avulsi

Bergeser-tidak bergeser Undispleced: patah komplit, periosteum masih utuh Displaced ,dibagi menjadi: 1)Dislokasi ad longitudinam cum contractionum 2)Dislokasi ad axim 3)Dislokasi ad latus

Jumlah garis patah Kominutif Segmental Multiple

Terbuka-tertutup

ETIOLOGI FRAKTUR
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya fraktur : Faktor ekstrinsik meliputi kecepatan dan durasi trauma yang mengenai tulang, arah serta kekuatan tulang. Faktor intrinsik meliputi kapasitas tulang mengabsorpsi energi trauma, kelenturan, densitas serta kekuatan tulang Trauma langsung benturan pada tulang dan mengakiatkan fraktur di tempat terjadinya benturan. Trauma tidak langsung titik tumpu benturan dengan terjadinya fraktur letaknya berjauhan.

MEMAHAMI DAN MENJELASKAN FRAKTUR COLLUM FEMORIS

DEFINISI FRAKTUR COLLUM FEMORIS

Fraktur kolum femur adalah fraktur intrakapsuler yg terjadi di femur proximal pd daerah yg berawal dari distal permukaan artikuler caput femur hingga berakhir di proximal daerah intertrochanter

ETIOLOGI FRAKTUR COLLUM FEMORIS

Fraktur collum femur dapat disebabkan oleh - trauma langsung yaitu misalnya penderita jatuh dengan posisi miring dimana daerah trochanter mayor langsung terbentur dengan benda keras (jalanan) - trauma tidak langsung yaitu karena gerakan exorotasi yang mendadak dari tungkai bawah
Pada lansia disebabkan oleh trauma ringan dan dipengaruhi oleh faktor ketuaan

KLASIFIKASI FRAKTUR FEMUR


1. Fraktur intrakapsular, fraktur ini terjadi di kapsul sendi pinggul a. Fraktur kapital : fraktur pada kaput femur b. Fraktur subkapital : fraktur yang terletak di bawah kaput femur c. Fraktur transervikal : fraktur pada kolum femur

2. Fraktur ekstrakapsular, fraktur yang terjadi di luar kapsul sendi pinggul a. Fraktur sepanjang trokanter mayor dan minor b. Fraktur intertrokanter c. Fraktur subtrokanter

KLASIFIKASI MENURUT GARDENS

a.Grade I : Fraktur inkomplit (abduksi dan terimpaksi)


b.Grade II : Fraktur lengkap tanpa pergeseran fragmen tulang

c. Grade III : Fraktur lengkap dengan pergeseran sebagian fragmen fraktur (varus malaligment).
d. Grade IV : Fraktur dengan pergeseran seluruh fragmen tanpa ada bagian segmen yang bersinggungan

PATOFISIOLOGI FRAKTUR COLLUM FEMORIS


Fraktur terjadi ketika tulang mendapatkan energi kinetik yang lebih besar dari yang dapat tulang serap. ada dua tipe dasar yang dapat menyebabkan terjadinya fraktur : mekanisme direct force dimana energi kinetik akan menekan langsung pada atau daerah dekat fraktur. mekanisme indirect force, dimana energy kinetik akan disalurkan dari tempat tejadinya tubrukan ketempat dimana tulang mengalami kelemahan. Fraktur tersebut akan terjadi pada titik atau tempat yang mengalami kelemahan.

Pada saat terjadi fraktur periosteum, pembuluh darah, sumsumtulang dan daerah sekitar jaringan lunak akan mengalami gangguan. Sementara itu perdarahan akan terjadi pada bagian ujung daritulang yang patah sertadari jaringan lunak (otot) terdekat.

Hematoma akan terbentuk pada medularry canal antara ujung fraktur dengan bagian dalam dari periosteum. Jaringan tulang akan segera berubah menjadi tulang yang mati. Kemudian jaringan nekrotik ini akan secara intensif menstimulasi terjadinya peradangan yang dikarakteristikkan dengan terjadinya vasodilatasi, edema, nyeri, hilangnya fungsi, eksudasidari plasma dan leukosit sertain filtrasi dari sel darah putih lainnya. Proses ini akan berlanjut ke proses pemulihan tulang yang fraktur tersebut.

MANIFESTASI FRAKTUR COLLUM FEMORIS


Dislokasi dan fraktur dislokasi sendi panggul dibagi dalam 3 jenis :
1.Dislokasi posterior Tanpa fraktur Disertai fraktur rim posterior yang tunggal dan besar Disertai fraktur komunitif asetabulum bagian posterior dengan atau tanpakerusakan pada dasar asetabulum Disertai fraktur kaput femur

2. Dislokasi anterior Obturator Iliaka Pubik Disertai fraktur kaput femur

3.Dislokasi sentral asetabulum Hanya mengenai bagian dalam dinding asetabulum Fraktur sebagian dari kubah asetabulum Pergeseran menyeluruh ke panggul disertai fraktur asetabulum yang komunitif.

DIAGNOSIS DAN DIAGNOSIS BANDING FRAKTUR COLLUM FEMORIS


Dilakukan anamnesa untuk mendapatkan riwayat mekanisme terjadinya cidera, posisi tubuh saat berlangsungnya trauma, riwayat fraktur sebelumnya, pekerjaan, obat-obatan yang dikomsumsi, merokok, riwayat alergi, riwayat osteoporosis serta riwayat penyakit lainnya. Fraktur collum femur di diagnosis banding dengan kelainan berikut : a.Osteitis Pubis b.Slipped Capital Femoral Epiphysis c.Snapping Hip Syndrome

PEMERIKSAAN FRAKTUR COLLUM FEMORIS


Pemeriksaan Fisik : 1. Inspeksi (look) 2. Palpasi (feel) 3. Gerakan (moving)

Pemeriksaan Penunjang : 1. Pemeriksaan radiologis (rontgen), pada daerah yang dicurigai fraktur, harus mengikuti aturan role of two 2. Pemeriksaan laboratorium 3. Bone Scanning 4. Magnetic Resonance Imaging (MRI) 5. Pemeriksaan arteriografi

TATALAKSANA FRAKTUR COLLUM FEMORIS

1. 2. 3. 4.

Mengurangi rasa nyeri, Mempertahankan posisi yang ideal dari fraktur. Membuat tulang kembali menyatu Mengembalikan fungsi seperti semula

Tatalaksana pertama Fraktur tertutup - Perhatikan keadaan umum pasien, kalau syok berikan RL atau NaCl 0,9% - Untuk mengurangi rasa nyeri pasang spalk pada daerah yang faraktur kemudian diinggikan - Pemasangan spalk harus melewati 2 buah sendi - Kalau nyeri sekali berikan obat analgetik - Buat rontgen foto minimal 2 posisi - Konsulkan

Tatalaksana pertama Fraktur terbuka - Pasang IVFD RL/NaCl - Pasang spalk dan tinggikan - Beikan obat analgetik akalu nyeri sekali - Pada frakturnya perhatikan perdarahan dan gangguan neurovaskularisasi bagian distal/acral/ujung - Berikan ATS profilak : ATS 1500 unit untuk dewasa, anat separuhnya . TAT 0,5 cc - Berikan Antibiotik dosis tinggi - Buat Rontgen foto pada daerah yang fraktur - Konsulkan

KOMPLIKASI FRAKTUR COLLUM FEMORIS


Komplikasi dini Kerusakan nervus skiatik Kerusakan pada kaput femur Kerusakan pada pembuluh darah Fraktur diafisis femur Komplikasi lanjut Nekrosis avaskuler Miositis osifikans Dislokasi yang tidak dapat direduksi Osteoarthritis

DAFTAR PUSTAKA

Booher JM, Thibodean GA. Athletic Injury Assesmen t : Athletic Related Trauma. 1st Ed. Missouri College Publishing , 1985. P. 147 -50.
Torbert JT. Hip dislocatio ns. Orthopaed ia Main. In: Orthopaed ia Collaborativ e Orthopaed ic Knowledgebase. Created Feb 06, 2008 17:00, Last modif ied Feb 06, 2008 17:00 ver. Retriev ed201 0 -12 06,fro mh ttp ://www.o r thop aed ia.co m/d isp lay/Main /Hip +d islocatio ns . Davenport , M D. Joint Rredution , Hip Dislocatio n, Posterio r.Diund uh dari http:// em ed icin e.med scap e.co m /article/1 09225 -ov erv iew.Diak ses 6 Desemb er 2010.

Greenberg MI, Hendrickson, Silverb erg M. Greenberg s Text -Atlas of Emergency Medicin e: Hip Dislocatio n. Philadelph ia: Lippincott William & Wilkins, 2005. P. 515.
Whiting WC, Zernick e RF. Biomech an ics of Musculosk eletal Injury: Lower Extremity Injury. 2nd Ed. United States of America: Human Kinetics, 2008. P. 159. Chew FS, Roberts CC, Lalaji AP. Musculosk eletal Imag ing : Pelvis. Philadelph ia: Lippincott Williams& Wilk in s224 , 2006.p. 234 Stannard JP, Schmid t AH, Kregor PJ. Surgical Treatm en t of Orthopaed ic Trau ma: Classification .Jerm an : Thieme, 2007. P.523 Leighton , 2006 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi (Prof. Chairuddin Rasjad, MD, Ph.D)