Anda di halaman 1dari 10

Agy Gahantoro A1M009028

IODIUM
Iodium adalah unsur kimia (mikronutrien) yang diperlukan untuk sintesis hormon thyroid. Defisiensi iodium berat menyebabkan gangguan sintesis hormon thyroid dan/atau pembesaran kelenjar thyroid (goiter). Defisiensi iodium yang menyerang populasi masyarakat, disebut iodium deficiency disorder (IDD)/gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI), menyebabkan goiter endemik, hipothyroidisme, kretinisme, penurunan kesuburan, peningkatan mortalitas bayi dan retardasi mental.

Iodium terutama diperoleh dari diet makanan (selain itu dari sumber non-makanan seperti povidone iodine, zat kontrast x-ray dan amiodarone). Asupan iodium normal sehari-hari yang dianjurkan adalah 100150g/hari. US Institute of Medicine (IOM) menyarankan konsumsi iodium untuk, dan berikut Dosis Iodium yang baik untuk konsumen : 1. Orang dewasa dan remaja sebanyak 150 g/hari 2. Ibu hamil sebanyak 220 g/hari 3. Ibu menyusui sebanyak 290 g/hari 4. Anak usia 1-11 tahun sebanyak 90-120 g/hari 5. Bayi sebanyak 110-130 g/hari

Sumber Penghasil Iodium


Sumber utama iodium adalah garam beriodium (iodized

salt), makanan laut (ikan, cumi), rumput laut, susu, daging, sereal, dll. Batas aman tertinggi konsumsi iodium untuk orang dewasa adalah 110-130 g/hari dan lebih rendah pada anak-anak. Kadar iodium dalam garam bervariasi, mulai dari 40-100 g/gram, dan sekitar 150 g untuk satu sendok teh garam. Secara global, iodium sukar diperoleh di daerah berdataran luas dan/atau jauh dari laut. Sekitar 29% dari populasi masyarakat dunia tinggal di daerah dengan defisiensi iodium, seperti di daerah Himalaya, pegunungan Eropa, hingga benua Afrika yang jauh dari lautan. Penduduk yang mengkonsumsi makanan lokal di daerah2 tersebut berisiko terkena GAKI.

Defisiensi iodium di Indonesia


Gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI) merupakan

sekumpulan gejala yang timbul karena tubuh seseorang kekurangan unsur iodium secara terus menerus dalam jangka waktu lama. Kekurangan iodium merupakan penyebab utama mulai dari penumpulan intelektual, kretin (gangguan mental umum, bisu tuli cebol dst). Dampak karena GAKI, dapat dilihat pada tabel di bawah ini. KELOMPOK RENTAN DAMPAK Ibu Hamil Keguguran Janin Lahir mati, meningkatkan kematian janin, kematian bayi, kretin (keterbelakangan mental, tuli, mata juling, lumpuh spatis). Hasil Riskesdas tahun 2007 menunjukkan bahwa nilai ratarata nasional EYU adalah 224 g/L, yang merupakan katagori di atas yang dianjurkan.

Permasalahan GAKI di Indonesia


dampaknya sangat besar terhadap kelangsungan hidup dan kualitas sumber daya manusia. 2. luasnya cakupan penduduk yang menderita dan wilayahnya hampir merata di seluruh Indonesia. 3. penanggulangan GAKI yang dilakukan yaitu konsumsi garam beriodium yang cakupannya belum merata di seluruh Indonesia.
1.

Cara Menanggulangi GAKI:


1. Penambahan iodium pada semua garam konsumsi telah

disepakati sebagai cara yang aman, efektif dan berkesinambungan untuk mencapai konsumsi iodium yang optimal bagi semua rumah tangga dan masyarakat 2. Garam beriodium adalah garam yang telah diyodisasi sesuai dengan SNI dan mengandung iodium 30ppm untuk konsumsi manusia atau ternak dan industri pangan. 3. Dari hasil Riskesdas, konsumsi garam beriodium menunjukkan bahwa cakupan konsumsi garam mengandung iodium cukup masih jauh dari target USI (Universal salt Iodization).

Target yang harus dicapai dalam program penanggulangan GAKI yaitu:


90% rumah tangga yang mengkonsumsi garam beriodium cukup (30 ppm) secara nasional, propinsi dan kabupaten/kota 2. Median EYU secara rata-rata nasional propinsi dan kabupaten/kota adalah 100-299 g/L
1.

Upaya Berkesinambungan untuk Mencapai Penanggulangan GAKI:


1. Peningkatan Komitmen 2. Percepatan pemenuhan pasokan garam beriodium 3. Pemberdayaan dan peningkatan sosial ekonomi 4. 5. 6. 7. 8.

pegaram Pemberdayaan masyarakat Pemantauan kualitas garam beriodium untuk konsumsi Penguatan kelembagaan penanggulangan GAKI Penegakan norma sosial dan hukum Peningkatan monitoring dan evaluasi