Anda di halaman 1dari 17

Dr.

Nurmaliza

Jaringan otot terdiri dari sel yang berbeda beda &

mengandung protein kontraktil. Kebanyakan sel otot berasal dari mesoderm yang diferensiasinya terjadi melalui proses pemanjangan disertai pembuatan protein miofibril. 3 jenis jaringan otot dibedakan berdasarkan ciri morfologis & fungsional, yaitu :
1.

2.
3.

Otot rangka / skeletal muscle. Otot jantung / cardiac muscle. Otot polos / smooth muscle.

Sel otot polos berbentuk fusiform, yaitu paling lebar

ditengah & meruncing pada kedua ujungnya. Setiap sel memiliki inti satu ditengah & terletak dibagian sel yang paling lebar. Masing masing sel dibungkus oleh lamina basalis & jalinan serat retikular. Pada kutub kutub inti berkumpul mitokondria, retikulum endoplasma, kompleks golgi, & ribosom bebas.

Pada sel otot polos, berkas miofilamen bersilangan

secara oblik melewati sel sehingga membentuk suatu jalinan seperti kisi kisi. Sel otot polos memiliki 3 filamen didalam sitoplasma :
a. b. c.

Filamen tipis aktin & tropomiosin. Filamen tebal miosin. Filamen intermedia yang mengandung desmin & vementin.

2 jenis badan padat didalam otot polos, yaitu :


a. b.

Di membranplak padat subplasmalema. Di sitoplasmabadan padat sitoplasma.

Pemasukan kalsium diperlukan untuk memulai

kontraksi sel sel otot polos. Bila otot polos berkontraksi, batas batas sel tampak bergelombang & inti tampak berlipat. Otot polos di inervasi oleh saraf simpatis & parasimpatis dari sistim autonom. Derajat inervasi pada serat otot polos ditentukan oleh fungsi otot, besar otot, lokasi otot. Selain untuk aktivitas kontraktil, sel otot polos juga mensintesis kolagen, elastin, & proteoglikan. Hal ini berhubungan dengan fungsi fibroblas.

Selama perkembangan embrionik, sel mesoderm

splanknik dari bumbung jantung primitif yang akan membentuk serat sel otot jantung. Ujung serat otot sering bercabang dua atau lebih & melekat pada serat otot lain atau bagian sendiri. Akibatnya, jantung terdiri atas berkas sel yang teranyam erat yang berjalan secara pararel. Otot jantung bersifat lurik & involunter, berkontraksi secara ritmis & automatis.

Serat otot jantung dibungkus oleh sarkolema tipis &

sarkoplasma. Sel otot jantung memiliki satu atau dua inti pucat ditengah. Sekitar inti terdapat sarkoplasma berbentuk gelendong dengan banyak mitokondria. Diantara serat otot terdapat jaringan ikat endomisium yang mengandung vaskuler.

Dengan mikroskop cahaya, diskus interkalaris terlihat

sebagai garis gelap melintang terhadap serat, sering dalam bentuk tidak teratur pada interval yang tidak sama Diskus interkalaris terbagi 2 :
a. b.

Daerah transversaltegak lurus terhadap serat. Bagian lateralberjalan pararel terhadap miofilamen.

Diskus interkalaris merupakan daerah pertautan sel

antar sel - sel otot jantung yang berdekatan & meneruskan tarikan miofibril miofibril serat.

Terdapat 3 tautan pada diskus :

Fasia adherensmembran yang berfungsi sebagai tempat perlekatan filamen aktin dari sarkomer terminal (pita hemi Z). 2. Makula adherens (desmosom). 3. Gap junction (taut rekah) menyediakan arus ion yang continue diantara sel sel yang berdekatan.
1.

Struktur & fungsi dari protein kontraktil dalam sel otot jantung sama dengan otot rangka. Sistim tubulus T & retikulum sarkoplasma pada sel otot jantung tidak begitu teratur.

Sel otot jantung mengandung banyak mitokondria, itu

mencerminkan kebutuhan akan metabolisme aerobik dalam otot jantung secara continue. Sel sel miokard atrium berbeda dari sel miokard ventrikel. Serat purkinje sel sel otot jantung khusus dari sistim hantar rangsang. Letaknya tepat dibawah endokard permukaan dalam jantung yang berhubungan dengan septum interventrikularis.

Dengan mikroskop cahaya, serat purkinje besar, tebal,

terpulas lebih pucat, banyak sarkoplasma sentral, & sedikit miofibril, terdapat dibagian perifer. Serat purkinje bisa berubah menjadi serat otot jatung secara berangsur angsur.