Anda di halaman 1dari 20

Varises Tungkai

M NUR HUDA

Varises adalah vena normal yang mengalami

dilatasi akibat pengaruh peningkatan tekanan vena.


Varises tungkai merupakan suatu manisfetasi

dari sindrom insufiensi vena dimana aliran darah dalam vena mengalami retrograde atau aliran balik menuju tungkai yang kemudian mengalami kongesti.

Gejala klinis :
Penderita biasanya merasakan nyeri,

kemerahan, rasa panas/terbakar pada tungkai, gatal, kram, kelemahan otot dan tungkai lemas, biasanya pada sekian waktu akan terlihat dilatasi vena sehingga vena akan membesar dan berkelok-kelok dibawah kulit

etiologi :
Peningkatan tekanan vena superfisialis. Obesitas Pekerjaan dengan berdiri lama Hormonal, pada wanita terjadi disaat

manopouse Kehamilan Obat-obatan kontrasepsi Keturunan/ genetik

Pemeriksaan
Inspeksi Inspeksi tungkai dilakukan dari distal ke

proksimal dari depan ke belakang. Pelebaran vena superfisial yang terlihat pada region lainnya pada tungkai biasanya merupakan suatu kelainan. Ulkus dapat terjadi dan sulit untuk sembuh, bila ulkus berlokasi pada sisi media tungkai maka hal ini disebabkan oleh adanya insufusiensi vena.

v Palpasi Seluruh permukaan kulit dilakukan palpasi dengan jari tangan untuk mengetahui adanya

dilatasi vena walaupun tidak terlihat ke permukaan kulit, Palpasi diawali dari sisi permukaan kemudian dilanjutkan pada sisi lateral diraba apakah ada varises dari vena nonsafena yang merupakan cabang kolateral dari VSM. Selain pemeriksaan vena, dilakukan juga palpasi denyut arteri distal dan proksimal untuk mengetahui adanya insufisiensi arteri

v Perkusi Perkusi dilakukan untuk mengetahui kedaan

katup vena superficial. Caranya dengan mengetok vena bagian distal dan dirasakan adanya gelombang yang menjalar sepanjang vena di bagian proksimal.

Manuver Perthes Manuver Perthes adalah sebuah teknik untuk

membedakan antara aliran darah retrograde dengan aliran darah antegrade. Tes ini digunakan untuk penentuan berfungsinya sistem vena profunda.

Tes Trendelenburg Tes ini digunakan untuk menentukan derajat

insuffisiensi katub pada vena communcants. Tes ini dilakukan dengan cara mengangkat tungkai dimana tungkai dalam keadaan

Auskultasi menggunakan dopler Pemeriksaan menggunakan Doppler digunakan untuk mengetahui arah aliran darah vena yang mengalami varises, Probe dari dopple ini diletakkan pada vena kemudian dilakukan

penekanan pada vena disisi lainnya. Penekanan akan menyebabkan adanya aliran sesuai dengan arah dari katup vena yang kemudian menyebabkan adanya perubahan suara yang ditangkap oleh probe Doppler.

Pemeriksaan Imaging Tujuan dilakukannya pemeriksaan ini adalah

untuk mengidentifikasi dan memetakan seluruh area yang mengalami obstruksi dan refluks dalam system vena superficial dan system vena profunda.

varises tungkai berdasarkan luasnya


1. V. Trunkal : bila yang terkena adalah vena

yang utama (v saphena magna & v. Saphena parva) 2. V. Retikularis : bila yang terkena adalah cabang-cabang dari vena saphena magna/parva. 3. V. Retikularis : bila yang terkena adalah vena kapiler subkutan

Komplikasi:
Terjadi cedera pada nervus cutaneus. Drop foot (terjepitnya vena dan arteri

femoral). Hematome dan infeksi pada luka. Thromboembolism(resiko muncul akibat dilakukan pembedahan). Terjadi kelainan trofik dan odem secara spontan. Timbulnya ulkus varicosum.

Penatalaksanaan
1). Terapi Non Operatif, dibagi menjadi: Penggunaan

kaus kaki kompresi, skleroterapi(penyuntikan substansi sklerotan kedalam pembuluh darah sehingga terjadi destruksi endotel yang diikuti dengan pembentukan jaringan fibrotik). 2). Terapi Minimal Invasif, dibagi menjadi: Radiofrekuensi ablasi (RF)(penghatan pada pembuluhdarahsehingga menghangatkan dinding pembuluh darah dan jaringan sekitar pembuluh darah dengan menggunakan kateter), Endovenous Laser Therapy (EVLT). 3). Terapi Pembedahan, dibagi menjadi: Ambualtory phlebectomy (Stab Avulsion)( menghilangkan segmen varises yang pendek dan vena retikular dengan jalan melakukan insisi ukuran kecil), Saphectomy.

pencegahan
Pencegahan Primer : Olah raga yang teratur dan makanan yang cukup gizi dan bervitamin. Berat badan seimbang. Tidak terlalu sering mengenakan sepatu bertumit tinggi. Hindari berdiri terlalu lama dan duduk dengan kaki menyilang. Hindari pemakaian kaos kaki, celana ketat, ikat pinggang ketat karena bisa menjepit vena antara jantung dan kaki. Istirahat yang cukup pada area kaki dan berilah pijatan ketika habis bepergian jauh.

Pencegahan Sekunder : Gunakan kaus kaki yang elastis untuk menekan vena tepi sehingga tidak terjadi pelebaran pada vena. Jangan merawat varises dengan menggunakan air hangat. Hindari kegiyatan dengan resiko menambah beban kaki. Misal: loncat, lari dan senam aerobik. Dapat dilakukan senam tungkai scara teratur.

kontra indikasi tindakan bedah


Kontra indikasi tindakan pembedahan adalah

usia lanjut/ keadaan umum buruk, berat badan berlebihan, trombofeblitis aktif, tukak vena terinfeksi, khamilan, sumbatan arteri menahun, pada tungkai bersangkutan dan tumor besar intra abdomen

Komplikasi tindakan bedah varises tungkai


1. Pendarahan 2. Infeksi

Edema tungkai 4. Kerusakan saraf kulit 5. Limfokel 6. Trombosis vena dalam


3.

perawatan pasca bedah varises tungkai


Dipasang elastic bandage dari ujung

proksimal jari-jari kaki sampai pelipatan paha, 24 jam pertama penderita tidak boleh jalan kaki dalam kedudukan elevasi. 48 jam berikutnya setelah bebat dibuka dan luka baik, bebat dipasang kembali dan penderita dapat mulai berjalan pelan-pelan dan kemudian tetap dipasang elastik bandage sampai 2 minggu, 1 minggu post oprasi pasien kembali untuk pengangkatan jahitan.