Anda di halaman 1dari 29

ANALISIS FINANSIAL USAHATERNAK AYAM RAS PETELUR

(Studi Kasus pada Seorang Peternak Ayam Ras Petelur di Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna Kabupatan Tasikmalaya)

KOLOKIUM

5/6/12

I PENDAHULUAN
v

Latar Belakang

Peternakan sebagai salah satu subsektor didalam sektor pertanian menyimpan potensi bisnis dan prospek yang menjanjikan di masa mendatang. Fakta menunjukkan bahwa bisnis berbasis peternakan merupakan salah satu fenomena yang tumbuh pesat ketika basis lahan menjadi terbatas. Demikian pula, ketika subsektor pertanian tanaman pangan tumbuh dibawah 2 persen pada periode 1986-1997, subsektor peternakan justru mencapai hampir 6 persen pada periode yang sama ( Bustanul Arifin, 2003). Salah satu jenis usaha pada subsektor peternakan yang telah menjadi perhatian para pengambil kebijakan adalah usahaternak ayam ras petelur. Pada triwulan pertama tahun 2008 produksi bibit ayam ras (DOC FS) petelur terjadi penurunan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2007 dari produksi DOC FS 0,73 juta ekor per minggu menjadi 0,70 juta ekor per minggu atau terjadi penurunan sebesar 4,1 persen.
5/6/12 Penurunan ini disebabkan karena penundaan masyarakat untuk mengganti

Populasi dan Jumlah Peternak Ayam Ras Petelur di Tasikmalaya


400 350 300 250 200 150 100 50 0

Jumlah

291,25

298,00

337,10

325,10

Jumlah Peternak (orang)


129,50 44

96

90

120

118

2005

2006

2007 Tahun

2008

2009

Jumlah Ayam Ras Petelur (Ribu ekor)

5/6/12

Identifikasi Masalah
Bagaimana kelayakan usahaternak ayam ras petelur dilihat dari aspek finansial? Pada tahun keberapa seluruh modal yang diinvestasikan pada usahaternak ayam ras petelur dapat dikembalikan? Sejauh mana tingkat kelayakan usahaternak ayam ras petelur apabila terjadi perubahan biaya dan perubahan penerimaan?

1.

2.

3.

Tujuan Penelitian

1.

Untuk mengetahui kelayakan finansial dari usahaternak ayam ras petelur. Untuk mengetahui jangka waktu pengembalian seluruh modal yang diinvestasikan 5/6/12 pada usahaternak ayam ras petelur.

2.

Kegunaan Penelitian
1.

Untuk penulis yaitu menambah wawasan ilmu pengetahuan dalam bidang peternakan. Untuk petani yaitu menambah wawasan khususnya dalam usahaternak ayam ras petelur. Untuk dinas terkait yaitu bahan masukan untuk dijadikan kebijakan khususnya pada lokasi tertentu yang cocok untuk usahaternak ayam ras petelur.

2.

3.

5/6/12

Pendekatan Masalah

Menurut Sudardjat dan Pambudy (2003), bahwa pembangunan sub sektor peternakan merupakan bagian integral dari pembangunan sektor pertanian. Peternakan harus dipandang sebagai indusrti biologis yang dikendalikan manusia. Komponen peternakan meliputi peternak sebagai subjek pembangunan yang harus ditingkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. Ternak sebagai objek yang harus ditingkatkan produksi dan produktivitasnya. Ibrahim dan Gufroni (2005), menerangkan bahwa tujuan pembangunan peternakan adalah meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak, terpenuhinya konsumsi pangan asal ternak, tersedianya bahan baku industri dan ekspor, seta menciptakan peluang kerja Menurut Clive Gray (2002), bahwa suatu perhitungan dikatakan perhitungan privat atau analisis finansial, bila yang berkepentingan langsung dalam benefit dan biaya proyek adalah individu atau pengusaha. Menurut Bachrawi Sanusi (2000), bahwa tujuan diadakan analisis proyek adalah untuk memperbaiki penilaian investasi. Karena adanya sumber-sumber yang tersedia yang sangat penting bagi pembangunan umumnya sangat terbatas sekali, untuk itulah perlu dilakukan pemilihan antara berbagai macam proyek. 5/6/12

II METODOLOGI PENELITIAN

Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus pada seorang peternak ayam ras petelur di Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.

Teknik Pengumpulan Data Data yang diperoleh sehubungan dengan penelitian ini meliputi: Data primer, data diperoleh dari wawancara dengan responden, menggunakan daftar pertanyaan atau kuisioner yang telah dipersiapkan. Data sekunder, , data yang diperoleh dari referensi pendukung penelitian dan dinas terkait. Teknik Penentuan Responden Teknik penentuan responden dilakukan secara sengaja (purposive) terhadap seorang peternak ayam ras petelur di Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Responden terpilih atas dasar pertimbangan bahwa peternak tersebut masih bertahan dalam menjalankan 5/6/12

1.

2.

Operasionalisasi Variabel
1.

Biaya investasi adalah biaya yang dikeluarkan dari mulai usaha tersebut dilaksanakan sampai usaha tersebut berjalan, yang dinilai dalam satuan rupiah (Rp) terdiri dari:

Biaya sewa lahan. Biaya pembuatan kandang ayam. Biaya pembelian peralatan peternakan. Biaya operasional adalah seluruh biaya yang dikeluarkan selama proses produksi itu berlangsung, yang dinilai dalam satuan rupiah (Rp) terdiri dari :

2.

Pakan dihitung dalam kilogram. Obat dihitung dalam satuan unit. Vitamin dhitung dalam satuan unit. Vaksin dihitung dalam satuan unit. Pemeliharaan induk ayam dihitung dalam satuan HOK. Biaya pembelian anak ayam (DOC).

5/6/12

3.

Penerimaan adalah hasil perkalian antara hasil produksi dengan harga jual, dimana :

Hasil produksi dihitung dalam satuan kilogram (kg) dan karung. Harga jual telur dihitung dalam satuan rupiah per kilogram (Rp/kg). Harga jual ayam dihitung dalam satuan rupiah per kilogram (Rp/kg). Harga jual pupuk kandang dihitung dalam satuan rupiah per karung (Rp/karung).

4.

Pendapatan merupakan selisih penerimaan dengan biaya total yang dikeluarkan, yang terdiri dari :

Pendapatan sebelum kena pajak

5/6/12

Kerangka Analisis
1.

Net present value (NPV) Net Benefit-Cost Ratio (net B/C ratio) Internal Rate of Return (IRR) NPV dari suatu proyek merupakan nilai sekarang (Present value) dari selisih antaraa manfaat dengan biaya pada tingkat suku bunga tertentu. NPV menunjukan kelebihan manfaat dibandingkan dengan biaya Net Benefit of Cost Ratio adalah perbandingan antara jumlah NPV positif dengan jumlah NPV negatif. Net B/C menunjukan berapa kali lipat manfaat akan diperoleh dari setiap unit biaya yang dikeluarkan Internal rate of return (IRR) adalah untuk mengetahui persentase keuntungan dari suatu proyek tiap tahun dan IRR juga merupakan alat ukur kemampuan proyek dalam mengembalikan bunga pinjaman Payback Periods merupakan jangka waktu periode yang diperlukan untuk membayar kembali semua biaya yang telah dikeluarkan di dalam investasi suatu proyek
5/6/12

2.

3. q.

q.

q.

q.

Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian ini mengambil lokasi di Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, pada seorang peternak ayam ras petelur Adapun waktu penelitian dibagi dalam beberapa tahap, yaitu : Tahap persiapan (penyusunan rencana penelitian, survei pendahuluan) dilaksanakan pada bulan maret 2011. Tahap lapangan ( pengumpulan data) dilaksanakan pada bulan Mei 2011. Tahap pengolahan data dan penyususnan skripsi dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2011.
5/6/12

1.

2.

3.

III KEADAAN UMUM DAERAH


Secara geografis letak Desa Cintaraja : Sebelah utara berbatasan dengan Desa Rancapaku Sebelah timur berbatasan dengan Desa Cikunir Sebelah barat berbatasan dengan Desa Cipakat Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Sukarame qKeadaan Fisik Daerah Penelitian Desa Cintaraja merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian tempat 500 meter di atas permukaan laut dan luas areal keseluruhan yaitu seluas 387,42 ha. qKeadaan Iklim Temperatur rata-rata di Desa Cintaraja adalah berkisar 30-32 derajat C. sedangkan curah hujan rata-rata per tahun adalah 443 mm per tahun. qKeadaan Penduduk Click to edit Master subtitle style Keadaan penduduk Desa Cintaraja sampai dengan Desember 2010 Sebanyak 9.126 jiwa terdiri dari laki-laki sebanyak 5.140 orang dan perempuan sebanyak 3.986 orang dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) mencapai 3.012 KK qMata Pencaharian Penduduk Mata pencaharian penduduk Desa Cintaraja kebanyakan pada sektor pertanian. Selain sektor pertanian ada juga yang berusaha di bidang wiraswasta, PNS, POLRI, dan lain-lain.
q

5/6/12

Keadaan Umum Usahaternak Ayam Ras Petelur Di Desa Cintaraja Usahaternak ayam ras petelur dari tahun ke tahun mengalamai penurunan, baik dari populasi ayam ras petelurnya maupun dari jumlah peternak ayam ras petelurnya sendiri. Penurunan ini disebabkan karena penundaan masyarakat untuk mengganti ternak ayam ras petelur, hal ini disebabkan karena tingginya biaya pakan dan cenderung terus naik setiap waktunya. qSejarah Berdirinya Usahaternak Ayam Ras Petelur
q

kebutuhan masyarakat akan pentingnya pemenuhan Tahun 1979 kebutuhan gizi terutama protein hewani, maka sumber protein Click to edit Master subtitle style hewani tersebut salah satunya dapat diperoleh dari protein telur. skala kecil yaitu dengan kapasitas ayam 40 ekor 5/6/12 30.000 ekor dengan mempekerjakan 40 orang tenaga kerja yaitu pada tahun 1990 an

setelah krisris moneter pada tahun 1997

Teknis Pemeliharaan Ayam Ras Petelur


Kandang di tempat terbuka qbahan dari kayu dan bambu qTemperatur 30-32 C
q

Peralatan

Batre adalah kandang ayam yang Click to edit Master subtitle style terbuat dari bambu qTempat makan qTempat minum qEmber, Kendi, Drum Pemelihara qOven an qSemawar
q

5/6/12

Panen

Telur

Sore

Pemasara n

Telur

Click to edit Master subtitle style

5/6/12

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


q

Identitas Responden
N o 1 2 3 4 Uraian

Nama responden Ujang Sujana Umur 55 tahun Pendidikan formal SD Jumlah tanggungan 4 orang keluarga Usahaternak ayam ras petelur tersebut dimulai sejak tahun 1979 sampai dengan 5 Luas lahan yang 137,7 m2 sekarang. Responden cukup berpengalaman dalam bidang peternakan, semakin diusahakan lama pengalaman yang dimiliki, subtitle style akan semakin ahli dalam Click to edit Master maka responden 6 Penguasaan lahan Milik Sendiri mengelola usahaternaknya.

5/6/12

Analisis Kelayakan

Biaya Investasi
No 1 2 3 Uraian Sewa lahan Pembuatan kandang ayam Pembelian Jumlah (Rp)* 4.419.000 35.000.000 19.440.000 Persentase (%) 7,51 59,46 33,03 100

Click to edit Master subtitle style peralatan


peternakan Jumlah 58.859.900

5/6/12

Biaya Operasional

Tahun Produksi Biaya Ganjil (I IX)


87.213.00 0 105.000

Genap (II-X)
149.508. 000 180.000

Jumlah
236.721.000 285.000 1.260.000 900.000 9.500.000 5.000.000 60.830.000 314.496.000

Persentase (%)
75,27 0,09 0,40 0,29 3,02 1,59 19,34

Pakan Vitamin

Vaksin 840.000 420.000 Obat-obatan 450.000 450.000 Click to edit Master subtitle style Biaya tenaga 6.000.00 3.500.000 kerja 0 Pembelian anak 5.000.000 ayam (DOC) Pemeliharaan anak ayam (DOC) Total 60.830.00 0 157.938.0 00 156.558. 000

100

5/6/12

Penerimaan Telur Per Bulan Pada Usahaternak Ayam Ras Petelur


Bulan Volume Produksi (kg) Harga Jual (Rp) Jumlah (Rp) 0 0 14.000 0 1 0 14.000 0 2 0 14.000 0 3 0 14.000 0 4 0 14.000 0 5 0 14.000 0 6 549,5 14.000 7.693.000 7 1.341,41 14.000 18.779.740 8 1.396,64 14.000 19.552.960 9 1.629,67 14.000 22.815.380 10 1.652,00 14.000 23.128.000 11 1.643,46 14.000 23.008.440 12 1.628,13 14.000 22.793.820 13 1.605,10 14.000 22.471.400 Click to edit Master subtitle style 14 1.574,02 14.000 22.036.280 15 1.536,29 14.000 21.508.060 16 1.495,13 14.000 20.931.820 17 1.447,88 14.000 20.270.320 18 1.396,50 14.000 19.551.000 19 1.338,12 14.000 18.733.680 20 1.278,13 14.000 17.893.820 21 1.213,45 14.000 16.988.300 22 1.151,92 14.000 16.126.880 23 1.074,50 14.000 15.043.000 24 1.021,86 14.000 14.306.040 5/6/12 Total 25.973,71 14.000 363.631.940

Penerimaan

Penerimaan Telur Per Tahun Pada Usahaternak Ayam Ras Petelur Volume Produksi (kg) Tahun Tahun Ganjil Genap
9.840,81 16.132,90 9.840,81 16.132,90 9.840,81 16.132,90 16.132,90 9.840,81 16.132,90 49.204,05 80.664,50

Tahun
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Total

Harga Jual (Rp)


14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000

Penerimaan (Rp)
137.771.340 225.860.600 137.771.340 225.860.600 137.771.340 225.860.600 137.771.340 225.860.600 137.771.340 225.860.600 1.818.159.700

Click to edit Master subtitle style


9.840,81

5/6/12

Penerimaan Pada Usahaternak Ayam Ras Petelur Per Periode Produksi ( dua Tahun)
Satuan kg Jumlah produksi Harga jual per satuan (Rp) 14.000 14.000 Penerimaan (Rp) 363.631.940 28.000.000 7.200.144

Komoditi Telur

25.973,71 2.000

Ayam afkir kg

Perkiraan Pupuk Jumlah Kotoran 43.200 166,67 kandang yang Dihasilkan Click to edit Master subtitle style (kg) Jumlah Total Penerimaan

398.832.084

5/6/12

Penerimaan Usahaternak Ayam Ras Petelur Untuk sepuluh Tahun

Jumlah Harga jual Komoditi Satuan produksi per satuan (kg) (Rp) 14.000 Telur kg 129.868,55 14.000 Ayam kg 10.000 Click to edit Master subtitle style Perkiraan Jumlah Pupuk kandang Kotoran yang Dihasilkan (kg) 216.000 166,67

Penerimaan (Rp) 1.818.159.700 140.000.000 36.000.720 1.994.160.420

Jumlah Total Penerimaan

5/6/12

Tahun

NPV, Net B/C, dan IRR

Benefit Cost Net Benefit DF 18% NPV 18 % DF 50 % NPV 50 %


0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 0 58.859.000 (58.859.000) 1,000 (58.859.000) 137.774.000 157.938.000 (20.164.000) 0,847 (17.088.136) 261.062.144 156.558.000 104.504.144 0,718 75.053.249 137.774.000 157.938.000 (20.164.000) 0,609 (12.272.433) 261.062.144 156.558.000 104.504.144 0,516 53.902.075 137.774.000 157.938.000 (20.164.000) 0,437 (8.813.870) 261.062.144 156.558.000 104.504.144 0,370 38.711.631 137.774.000 157.938.000 (20.164.000) 0,314 (6.329.984) Click to edit Master subtitle style 261.062.144 156.558.000 104.504.144 0,266 27.802.091 137.774.000 157.938.000 (20.164.000) 0,225 (4.546.096) 261.062.144 156.558.000 104.504.144 0,191 19.967.029 362.841.720 5,494 107.526.555 1,000 0,667 0,444 0,296 0,198 0,132 0,088 0,059 0,039 0,026 0,017 2,965

(58.859.900) (13.442.667) 46.446.286 (5.974.519) 20.642.794 (2.655.342) 9.174.575 (1.180.152) 4.077.589 (524.512) 1.812.262 (483.585)

5/6/12

NPV ( 18% )
Net B/C (18%)

= Rp = Rp 215.436.074 Rp 107.909.519 = 1.99

107.526.555

NPV 50 % )

= Rp (517.402)

IRR

= 18% + 107.526.555 (50%-18%) Click to edit Master subtitle style 107.526.555 - (483.585) = 18 % + 31,68%

IRR

= 49,68%

5/6/12

Payback Periods

Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Net Benefit Net Benefit Kumulatif 0 0 (58859900) (58859900) 137.771.340 157.938.000 (20.166.660) (79.026.560) 261.060.744 156.558.000 104.502.744 25.476.184 137.771.340 157.938.000 (20.166.660) 5.309.524 261.060.744 156.558.000 104.502.744 109.812.268 137.771.340 157.938.000 (20.166.660) 89.645.608 261.060.744 156.558.000 104.502.744 194.148.352 137.771.340 157.938.000 (20.166.660) 173.981.692 Click to 156.558.000 104.502.744 261.060.744edit Master subtitle style 278.484.436 137.771.340 157.938.000 (20.166.660) 258.317.776 261.060.744 156.558.000 104.502.744 362.820.520

Benefit

Cost

Payback periods = 1 Tahun + Rp 79.026.560(12 bulan) Rp 104.502.744 = 1 Tahun 9 bulan 5/6/12

Analisis sensitivitas bertujuan untuk melihat apa yang akan terjadi dengan hasil proyek jika ada suatu kekeliruan dan ketidaktepatan perkiraan biaya dan benefit yang telah diproyeksikan, seperti terjadi kenaikan biaya operasional Menurut Abdul Choliq dkk, (1999) menyatakan, bahwa guna menambah kepercayaan atas proyek yang akan diusahakannya itu, dilakukan simulasi dengan kenaikan biaya operasional dan penurunan benefit

Analisis Sensitivitas

Kenaikan Biaya Operasional NPV Aktual Click 110 % 115 % 120 % 152%

Indikator Kelayakan
Net B/C IRR 49,68% 43,09% 39,70% 36,50% 17,25%

Rp. 107.526.555 1.99 to edit Master subtitle style Rp 86.311.305 Rp 75.703.680 Rp 65.096.055 Rp (2.792.743) 1,67 1,54 1,43 0,98

5/6/12

Penurunan Harga Telur Aktual 12% 13% 14% Rp 107.526.555 Rp 11.407.906 Rp 3.402.318 Rp (4.603.266) 1,99 1,07 1,02 0,97 49,68% 24,40% 20,24% 13,80%

Tingkat usaha masih menguntungkan, jika kenaikan biaya pakan dibawah 52 persen, Click melebihi 52 persen usahaternak ayam ras petelur tidak layak. apabila kenaikanto edit Master subtitle style Sebaliknya penurunan harga jual telur dapat menyebabkan penurunan tingkat kelayakan usahaternak ayam ras petelur, jika penurunan harga jual telur di bawah 14 persen usahaternak ayam ras petelur masih memberikan keuntungan, sedangkan apabila penurunan harga jual diatas 14 persen menyebabkan kerugian

5/6/12

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
1.

2.

3.

Usahatenak ayam ras petelur tidak layak untuk diusahakan berdasarkan hasil analisis finansial diperoleh nilai NPV : sebesar Rp. 107.526.555; Net B/C : sebesar 1.99; dan IRR : sebesar 49,68 persen. Modal yang diinvestasikan dalam kegiatan usahaternak ayam ras petelur dapat dikembalikan setelah proyek berjalan selama 1 tahun 9 bulan Berdasarkan perhitungan analisis sensitivitas bila kenaikan biaya operasional melebihi 52 persen, maka usahaternak ayam ras petelur akan mengalami kerugian. usaha ternak ayam ras petelur untuk jangka kedepanya harus dapat dikembangkan dalam skala besar dengan cara penambahan modal melalui pengajuan kredit ke bank, karena kapasitas yang tersedia saat ini belum mencukupi telur khususnya untuk wilayah Tasikmalaya.
Click to edit Master subtitle style

Saran

5/6/12

Terima kasih
Click to edit Master subtitle style

5/6/12