Anda di halaman 1dari 23

REFERAT

BAB I
PENDAHULUAN

y y

y y

KGB bagian dari sistem pertahanan tubuh 600 KGB dalam tubuh, hanya di daerah submandibular (bagian bawah rahang bawah), ketiak atau lipat paha yang teraba normal pada orang sehat Pembesaran KGB= penambahan sel imunitas; adanya sel-sel peradangan; infiltrasi sel-sel ganas; timbunan makrofag Limfadenopati = segala kelainan pada KGB (limfadenitis= peradangan pada KGB) Limfadenopati seringkali dikaitkan dengan penyakit yang serius, tetapi pada kenyataannya sebagian besar kasus= kasus infeksi jinak Anamnesis dan px fisik yang sistematis penegakkan diagnosis

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. ANATOMI SISTEM LIMFATIK


y

Komposisi
Pembuluh limfe = kapiler limfatik Jaringan limfe Organ limfe
x Primer x Sekunder

Drainase limfatik

B. FISIOLOGI SISTEM LIMFATIK


Menyalurkan cairan jaringan, misalnya genangan plasma dari sela intersisial dan membawanya ke sistem pembuluh balik. y Menyerap dan mengangkut zat lemak, misalnya kapiler limfe menyalurkan lemak dari intestinum dan mengalirkannya melalui duktus toraksikus ke dalam vena subclavia sinistra. y Membentuk mekanisme pertahanan untuk tubuh.
y

C. SISTEM LIMFATIK SERVIKALIS

D. LIMFADENITIS
Definisi Penyebab Klasifikasi
Bagian dari peradangan pembesaran KGB limfadenopati dan/atau

Infeksi dari berbagai organisme, yaiut bakteri, virus, protozoa, riketsia atau jamur

Lokal Generalisata

Klasifikasi

D i a g n o s i s

Epidemiologic clues

Lokasi KGB&penyebabnya

Evaluation of suspected of LD

BAB III
LIMFADENITIS SUBMANDIBULA

Definisi

Peradangan dan/atau pembesaran KGB yang terletak di bawah rahang bawah

Penyebab

Virus Epstein-Barr, sitomegalovirus, cat-scratch disease, tuberkulosis, penyakit menular seksual, dan infeksi bakteri

Manifestasi Klinis

Teraba panas, membengkak, lunak, supel, dan disertai gejala lain seperti demam, lemah, pegal-pegal

Diagnosis

Diagnosis Banding
Gondongan
Pembesaran kelenjar parotits akibat infeksi virus, sudut rahang bawah dapat menghilang karena bengkak

Hemangioma Angina Ludwig

Kelainan pembuluh darah sehingga timbul benjolan berisi jalinan pembuluh darah, berwarna merah atau kebiruan
Peradangan selulitis dari bagian superior ruang suprahioid, ditandai dengan pembengkakan pada bagian bawah ruang submandibular, yang mencakup jaringan yang menutupi otot-otot antara laring dan dasar mulut, tanpa disertai pembesaran KGB

Penatalaksanaan
Berdasarkan penyebabnya (sebagian besar kasus self-limiting disease) y Observasi 3-4 minggu y Pengobatan pada infeksi KGB oleh bakteri (limfadenitis) adalah antibiotik oral 10 hari dengan pemantauan dalam 2 hari pertama flucloxacillin 25mg/kgBB empat kali sehari. Bila ada reaksi alergi terhadap antibiotik golongan penisilin dapat diberikan cephalexin 25mg/kg (sampai dengan 500mg) tiga kali sehari atau eritromisin 15mg/kg (sampai 500 mg) tiga kali sehari
y

Adanya tanda fluktuasi indikasi dilakukan drainase bedah y Limfadenitis tuberkulosa, terapi kuratifnya adalah dilakukan eksisi dan terapi anti tuberkulosis y Indikasi eksisional biopsi:
y

Nodul berukuran diameter 2 cm, dan tetap ada selama 6 minggu Nodul berukuran diameter 2 cm, yang tumbuh cepat dan terus membesar dalam 2 3 minggu Teraba keras, melekat dan tidak nyeri

BAB IV
PENUTUP

1.

2.

3.

4.

5.

Limfadenitis submandibula = peradangan dan/atau pembesaran pada kelenjar getah bening yang terletak di bawah rahang bawah. Virus Epstein-Barr, sitomegalovirus, cat-scratch disease, tuberkulosis, penyakit menular seksual, dan infeksi bakteri merupakan diagnosis yang paling sering dipertimbangkan dalam kasus limfadenitis submandibula. Lokasi pembesaran KGB merupakan kunci utama untuk menentukan penyebab limfadenitis. Gambaran limfadenitis submandibula yaitu KGB teraba panas, membengkak, lunak, supel, dan disertai gejala lain seperti demam, lemah, pegal-pegal. Diagnosis dilakukan dengan cara mengobservasi ada atau tidak adanya tanda dan gejala, perubahan KGB, dan karakteristik KGB setiap waktu. Penatalaksanaan limfadenitis submandibula juga bervariasi, mulai dari pembedahan segera sampai pemeriksaan noninvasif untuk observasi selama 3-4 minggu, tergantung pada riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik pasien.