Anda di halaman 1dari 25

Timbulnya permasalahan seperti * Global warming * Dampak perubahan lingkungan * Polusi udara Pemberian solusi yang tidak terselesaikan,

Ex : * Pembatasan kendaraan bermotor * Aturan pendingin tanpa CFC * Peraturan pemerintah tentang penghijauan

Salah satu solusi jitu yaitu solusi yang lebih mengarah pada teknik, sehingga solusi seperti itu akan lebih memberikan dampak nyata pada perubahan lingkungan.

Solusi yang benar benar faktual adalah dengan menggunakan oksigen sensor, sensor ini akan mendeteksi gas pembuangan pada kendaraan sehingga mesin berjalan dengan efisien dan produksi emisi dapat diminimalisir sehingga pengontrolan polusi pada kendaraan dapat tercapai.

Sensor oksigen merupakan suatu alat untuk mengukur kadar atau jumlah oksigen dalam gas atau liquid. Sensor ini diaplikasikan di exhaust manifold guna mendeteksi gas buang kendaraan dan menghitung perbandingan udara dan bensin untuk diinformasikan ke ECU.

Bila kadar oksigen pada gas buang tinggi, ECU akan menyimpulkan bahwa campuran terlalu kurus (lebih banyak udaranya) sehingga penginjeksian bahan bakar akan ditambah. Bila kadar oksigen pada gas buang rendah, ECU akan menyimpulkan bahwa campuran terlalu gemuk (lebih banyak bensinnya ) sehingga penginjeksian bahan bakarakan dikurangi.

Oksigen sensor digunakan pada kendaraan yang menggunakan catalylic converter. Catalytic Converter ini adalah alat yang akan mereaksikan gas-gas buang yang berbahaya melalui reaksi kimia sehingga nantinya gas-gas tersebut akan berubah menjadi gas yang tidak berbahaya bagi lingkungan.

Ada dua tipe dari Catalytic Converter, yaitu 3-way Catalist dan 2-way Catalyst. 3-way Catalist digunakan pada mesin mobil dan motor yang menggunakan bahan bakar bensin (Premium).

Konstruksi oksigen sensor terdiri dari Zircomium (ZrO2) (semacam material keramik) dan dilapisi dengan platina pada bagian luar maupun dalamnya. Jika konsentrasi pada bagian dalam dan bagian luar ZrO2. Jika konsentrasi pada bagian dalam dan bagian luar ZrO2, maka akan membentuk tegangan 0 1 V.

Jika konsentrasi pada bagian dalam dan bagian luar ZrO2, maka akan membentuk tegangan 0 1 V. Campuran kurus terdapat banyak oksigen pada gas buang sehingga menghasilkan tegangan rendah (0,1-0,4), campuran kaya kandungan oksigen pada gas buang rendah sehingga oksigen sensor menghasilkan tegangan lebih tinggi (0,6 1 V), Campuran stoichiometric (14,7:1) tegangan oksigen sensor 0,45V.

Putar kunci kontak pada posisi OFF Melepas socket terminal pada oksigen

sensor Melepas socket terminal pada ECU Memeriksa hubungan antara terminal pada socket terminal oksigen sensor dan terminal pada socket terminal ECU Memeriksa rangkaian kelistrikan terhadap hubungan singkat, rangkaian putus, atau kemungkinan kondisi kabel sudah mempunyai nilai hambatan yang tinggi.

Pastikan oksigen sensor terpasang pada

pada exhaust manifold Pengecekan dilakukan pada interior platinum electrode (+) multitester dan eksterior platinum elektrode (-) multitester. Hasil yang dicapai dari pengukuran menggunakan multitester spesifikasi antara 01V Jika hasil tidak menurut spesifikasi standar maka oksigen sensor mengalami kerusakan (keramik ZrO2 pecah/retak)

Pengecekan dilakukan pada interior platinum electrode (+) multitester dan eksterior platinum elektrode (-) multitester

Oksigen sensor digunakan untuk mendeteksi gas buang, untuk menentukan apakah campuran udara bahan bakar ( AFR ) terlalu kaya, tepat atau terlalu miskin. Berdasarkan masukan oksigen sensor bila campuran terlalu kaya maka Electnonic Control Module (ECU) akan mengurangi injeksi.

Sebaliknya bila campuran terlalu miskin maka ECU akan menambah injeksi bahan bakar. Informasi dari oksigen sensor yang di kontrol oleh ECU akan memperoleh campuran yang stoichiometric.