Anda di halaman 1dari 120

PSIKOLOGI PAUD (PENDIDIKAN ANAK USIA DINI )

Oleh : Dra. Diana Mutiah M.Si

Kemampuan Membaca: Membaca:


Hasil rata-rata (480,22) rata Finlandia (543,46) Korea Selatan (534,09) Kanada (527,91) Australia (525,43) Liechtenstein (525,08) .. Serbia (411,74) Brazil (402,80) Mexico (399,72)

Indonesia (381,59)
Tunisia (374,62)

Kemampuan Matematika: Matematika:


Hasil rata-rata (484,84) rata Hong Kong-China (550,38) Finlandia (544,29) Korea Selatan (542,23) Belanda (537,82) Liechenstein (535,80) .. Thailand (416,98) Mexico (385,22)

Indonesia (360,16)
Tunisia (358,73) Brazil (356,02)

Kemampuan Sains: Sains:


Hasil rata-rata (487,77) rata Finlandia (548,23) Jepang (547,64) Hong Kong-China (539,50) Korea Selatan (538,43) Liechtenstein (525,18) .. Thailand (429,06) Mexico (404,90)

Indonesia (395,04)
Brazil (389,62) Tunisia (384,68)

Kemampuan Problem Solving:


Hasil rata-rata (485,20) rata Korea Selatan (550,43)
Hong Kong-China (547,89) Finlandia (547,61) Jepang (547,28) Selandia Baru (532,79) .. Turki (407,53) Meksiko (384,39) Brazil (370,93)

Indonesia (361,42)
Tunisia (344,74)

Skor Total Rata-rata: Rata(1) Finlandia (545,90) (2) Korea Selatan (541,29) (3) Hong Kong-China (536,83) (4) Jepang (531,79) (5) Liechtenstein (528,87) .. ( ) Thailand (422,73) ( ) Meksiko (393,56) ( ) Brazil (379,84) ( ) Indonesia (374,55) ( ) Tunisia (365,69)

Pengertian PAUD
Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
(UU No. 20 Th 2003 Ttg Sisdiknas)

Anak usia dini merupakan kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik. Masa Usia Dini : 1. Masa Peka ; masa yg sensitif dalam penerimaan stimulasi dari lingkungan 2. Masa egosentris ; sikap mau menang sendiri, selalu ingin dituruti sehingga perlu perhatian dan kesabaran dari orang dewasa /pendidik

3. Masa berkelompok ; anak-anak lebih senang bermain bersama teman sebayanya, mencari teman yang dapat menerima satu sama lain. 4. Meniru ; anak merupakan peniru ulung yang dilakukan terhadap lingkungan sekitarnya. 5. Masa Eksplorasi (penjelajahan) ; masa menjelajahi pada anak dengan Anak memiliki kemampuan yang tidak terbatas dalam belajar ( unlimitless capacity to learn) yang telah ada dalam dirinya (secara potensi) belum secara aktual dalam kemampuannya untuk berfikir kreatif dan produktif.

Jalur Penyelenggaraan PAUD Merupakan Strategi Terpadu yang Saling Melengkapi


(Pasal 28 UU No 20 Th 2003)
Jalur Pendidikan Formal Jalur Pendidikan Nonformal Taman Kanak-kanak (TK) (DIKNAS) , Raudhatul Athfal (RA DEPAG)), atau bentuk lain sederajat Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain sederajat SUD DIREKTORAT Jalur Pendidikan Informal Pendidikan Keluarga atau Pendidikan yang Diselenggarakan oleh Lingkungan DEPSOS , KOMINFO KELUARGA HARAPAN

MASA GOLDEN AGE


Benyamin S. Bloom (1993) : 50 % variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun, dan 20 % sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua.

periode kritis ataupun periode sensitif dimana kualitas perangsangan harus diatur harus diatur sebaikbaiknya, tentunya memelukan intervensi baik dari guru maupun orang tua Menurut Reber ( 1995), periode kritis adalah : A period of time, biologically determened, during which organism is optimally ready for acquisition of spesific responses

Masa Golden Age


Periode kritis ; saat dimana individu memperoleh rangsangan perlakuan atau pengaruh dari lingkungan pada masa atau saat yang tepat keadaaan yang sensitif, keadaan yang siap menerima rangsangan dari luar

GOLDEN AGE
Benjamin S. Bloom, dalam Stability and Change in Human Characteristic menemukan: o 50% kemampuan belajar seseorang ditentukan dalam 4 tahun pertamanya; o 30% dikembangkan dalam 4 tahun berikutnya; dan o Hal-hal lain yang dipelajari seseorang sepanjang hidupnya dibangun di atas dasar tersebut. o 20% sisanya dikembangkan dalam 10 tahun berikutnya.

20% 8-18 Th

30% 4-8 Tahun

50% 0-4 Tahun

MASA PENDIDIKAN TERPENTING


1. Pralahir masa dalam kandungan. kandungan. 2. Baduta masa usia 0 2 tahun. tahun. 3. Prasekolah awal masa usia 2 4 tahun 4. Prasekolah lanjut masa usia 4 6 tahun 5. Sekolah awal masa usia 6 8 tahun

Landasan dasar untuk sukses hidup di masa dewasanya!!! dewasanya!!!

KONSEP HOLISTIC BRAIN HOLISTIC BRAIN

Otak Kiri

Seimbang

Otak Kanan

Emosi positif

Tahun-tahun pertama otak bayi -menghasilkan bertrilyun-trilyun sambungan antar sel. Sambungan antar sel akan semakin kuat apabila diberikan stimulasi (rangsangan) Apabila anak jarang disentuh, jarang diberikan rangsangan baik visual, verbal maupun taktil dan kinestetik - perkembangan otaknya 20 % sampai 30% lebih kecil dari ukuran normal anak seusianya.

Golden age

Perkembangan otak secara maksimal

Multichannel of education Inteligensi = Pemahaman terhadap stimulus yang terintegrasikan

Stern Teori Konvergensi

Perilaku manusia

Multi complex

> 1 bakat Keseluruhan Keterarahan Aktualisasi (realisasi) ZPD

Disposisi (potensi) perubahan

Pengembangan = perubahan
potensi Aktualisasi

>1 bakat Stern : unitas multipleks Keutuhan Kecenderungan Arah

Jika ingin memiliki kebiasaan yang baik, maka mulailah dari hal kecil . Ini adalah pernyataan Prof. Suzuki (Jepang). Beliau adalah seorang guru yang sukses menanamkan sikap dan perilaku yang baik pada anak didiknya menyarankan untuk memulai meletakkan sandal di tempat yang tetap selama beberapa lama

Nabi SAW mengajarkan bahwa amal yang kecil tapi dilakukan dengan istiqomah lebih dicintai Allah daripada amal yang banyak tapi tidak dilakukan secara istiqomah

ENAM JALUR MENUJU OTAK: KITA BELAJAR MELALUI.. Apa yang kita LIHAT Apa yang kita DENGAR Apa yang kita KECAP Apa yang kita SENTUH Apa yang kita BAUI Apa yang kita LAKUKAN

Keberhasilan dalam Pembelajaran


Apa yang kita baca apa yang kita dengar Apa yang kita lihat Apa yang kita dengar dan lihat Apa yang kita bicarakan dengan orang lain Apa yang kita alami sendiri Apa yang kita ajar kepada orang lain
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 10 20 30 50 70 80 95 100

Sumber: Secret of Ancient Chinese Art of Motivation

Tumbuh & Berkembang Faktor genetis yang menentukan Nature Unik * Temperament * Inteligensi * Emosi Faktor lingkungan yang menentukan Nurture Pengalaman terkait struktur genetis Budaya Kelas sosial Keluarga

Itu Belum Cukup..!


Empat Pilar Pendidikan UNESCO

Learning to know Learning to do Learning to be Learning to live together

Motto
Sehat Cerdas Ceria Berakhlak mulia

Next..

Jenjang kebutuhan Anak yang perlu perhatian;


Fisiologis ; anak terbebas dari rasa lapar dan haus Keamanan, anak merasa aman, terlindung dan bebas dari bahaya Dimiliki dan disayang, anak merasa diterima dan dimiliki Harga diri, kerja anak diakui, disetujui, mampu dan berprestasi Kognisi, anak memiliki kesempatan mengetahui, memahami, menjelajah Estetika, anak terbiasa dengan urutan, keseimbangan dan keindahan Aktualisasi diri

Area Tumbuh Kembang AUD yang perlu ditingkatkan dalam kegiatan


Fisik ; mengontrol gerakan kasar secara sadar & untuk keseimbangan; mengontrol gerakan halus Sosial-emosional, yang bertujuan ; mengenal diri sendiri dan berhubungan dengan orang lain; bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain; berprilaku sesuai dengan perilaku prososial Kognitif ; belajar dan memecahkan masalah, berpikir logis, analisis dan sintesis Bahasa, ; berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Spiritual & Moral ; mengenal Tuhan dan ciptaan-Nya, berperilaku sopan, berbudi pekerti dan lain lain

Pendidikan pada hakikatnya adapah perubahan perilaku atau pengambangan karakter mulia, yang dilakukan dengan cara pemberian stimulasi termasuk pembinaan, dan pelatihan agar anak memiliki kemampuan tertentu yang diperlukan dalam kehidupannya (kini dan esok)

Pendidikan bukan mendikte apalagi memaksakan kehendak. Juga bukan pemberian seperangkat materi pelajaran untuk dihafal Sekolah merupakan bagian dari pendidikan dan membaca buku bagian dari belajar Orientasi para pengelola pendidikan yang belum menyentuh upaya nyata perubahan afeksi sebagai ukuran keberhasilan pendidikan. Terbukti peran mata pelajaran hanya menyentuh domain kognitif semata. Tidak aneh jika ditemui inkonsistensi antara yang dipelajari dengan apa yang dilakukan anak (di dalam/luar sekolah)

Contoh hal kecil yang perlu dipraktekkan di kelas dan di rumah


IBADAH; sholat, doa, wudhu, membaca al-Qur an, mengucapkan kalimat thoyyibah, dst.. SOSIAL; salam, jabat tangan, bergaul baik, mematuhi orang tua dan guru, taat peraturan, sopan, tidak menyela dalam bicara, hormat, rasa sayang, dst.. KEMANDIRIAN; masuk kelas tepat waktu, bangun tidur sendiri, memakai dan merapikan pakaian sendiri, menjaga kebersihan, menyelesaikan tugas tepat waktu, melaksanakan adab makan, menyiapkan peralatan sendiri, membereskan mainan sendiri, membantu pekerjaan rumah, dst..

Hubungan genetis >< lingkungan Selalu interaksi Kemungkinan hasil Limit Bakat + talent (limits of talents) Hasil khusus Degree/form Development

On-going interaction

Tumbuh & Berkembang Faktor genetis yang menentukan Nature Unik * Temperament * Inteligensi * Emosi Faktor lingkungan yang menentukan Nurture Pengalaman terkait struktur genetis Budaya Kelas sosial Keluarga

Kehidupan intelektual = ekspresi human intelligence

Indikasi dari ketidak stabilan emosi pada masa usia dini

Ketidak mampuan penyesuaian diri

Tidak disenangi, disruptif, tidak peroleh tempat antar sesama umur (peers) Tak mampu membaca ekspresi muka orang lain (EI) Nonresponsive bila diajak bicara antara 12 24 bulan

Sebab Brain processing problem Speech disability Autism Learning disability Attention deficit disorder

Efek neurologis : abuse & neglect Pada kala tahun-tahun pertama kehidupan : otak dalam perkembangan dan neurologi organ yang paling tak matang (immature) menjadi makin matang karena hasil pengaruh negatif dan positif dari lingkungan dan genetis

Berbagai fungsi otak karena berbagai daerah otak yang berbeda. Pada tahun pertama terjadi 1000 trilyun synapse. Pada umur tersebut terjadi pembuangan/pengurangan synapsis menjadi + 500 trilyun dan seterusnya tetap demikian

Perkembangan neurologis anak usia dini terhalang karena

Kekurangan pengalaman sensoris (penting untuk perkembangan otak)

Pengalaman negatif aktif yang abnormal (maltreatment & neglect)

Kualitas Otak ditentukan oleh:


Banyaknya cabang dendrit Kualitas sinaps (hubungan antar cabang-cabang sel otak)
semakin banyak sinaps, semakin kompleks kemampuan otak

Kualitas myelinisasi axon


(Hutenlocher, 1999; Kolb et al, 1999; Greenough et al, 1999)

Pembentukan sinaps
 Lahir-3 tahun: banyak dan
cepat.

 Usia 3-8 tahun: kepadatan


sinaps 2 kali lipat orang dewasa.

 Usia 8-18 tahun: terjadi

pemangkasan penurunan kepadatan sinaps.

Sumber: Huttenlocher, 1987; Jernigan, dkk, 1991; Pfefferbaum dkk, 1994; Chugani, 1998; Kolb et al, 1999; Huttenlocher, 1999)

Kepadatan Sinaps
At Birth 6 Years Old 14 Years Old

Rethinking the Brain

, Families and Work Institute,

Rima Shore, 1997.

Penjelasan:
Saat lahir bayi memiliki sekitar 100 milyar sel otak yg belum saling bersambungan. Banjir pengalaman indera yang diterima anak akan memperkuat dan memperbanyak sambungan antar sel (sinapsis). Kerja otak sangat efisien, bagian yang tidak digunakan akan dimusnahkan (athrophy). Satu sel otak dapat bersambungan dengan 15.000 sel otak lain. Saat berusia 3 th, sel otak telah membentuk sekitar 1.000 trilyun jaringan koneksi, jumlah ini 2 kali lipat dari yg dimiliki orang dewasa. Banyaknya sambungan antar sel akan menentukan tingkat kompleksitas kemampuan berpikir (kecerdasan) seseorang. Perkembangan kecerdasan terjadi sangat pesat di awal kehidupan anak: 50% pada usia 0-4 th dan 50% sisanya pada rentang usia 4-18 th.
(Osborn, White, Bloom)

Perkembangan Jaringan Otak Manusia


Fungsi kognitif yg lebih tinggi Pendengaran & penglihatan Bahasa

Konsepsi

Masuk SD

Lahir

U s i a

Sumber:

Sally Gantham-McGregor, et al, Child Development in Developing Countries 1, The Lancet, Reprint, p 61, Vol 369, UK: Williams Press, 2007.

Tamat SLTA

Bulan

Bulan

Tahun

Dekade

Meninggal

Masa Pembentukan Kepribadian


1. Menurut Erik Erikson usia dini merupakan masa pembentukan dasar-dasar kepribadian seseorang. 2. Kepribadian yang terbentuk saat usia dini akan menjadi karakter yang sulit diubah hingga masa dewasanya. 3. Pembentukan kepribadian membutuhkan waktu yang lama melalui pembiasaan-pembiasaan serta proses imitasi ( PENIRUAN) dari lingkungannya. 4. Media yang paling efektif adalah memberi kepercayaan, menyemangati, dan modeling (keteladanan). SETIAP ANAK DIBERI KESEMPATAN UNTUK TAMPIL KE PANGGUNG.

Bandura ; anak usia dini dapat belajar lebih cepat hanya dengan mengamati perilaku orang lain akan melibatkan berbagai unsur pancainderanya dan unsur kognitif serta emosinya seperti terjadinya berbagai fase dalam proses modeling yaitu 1. attention (perhatian), sesuatu yang membuat anak merasa tertarik dan berminat terhadap suatu kegiatan, benda-benda atau peristiwa tertentu. 2. fase penyimpanan (retention), 3. fase production (memproduksi) tingkah laku tersebut dalam situasi lain. 4. Fase motivasi, dorongan untuk mengulangi tingkah laku serupa dalam beberapa situasi.

3 in 1 Fungsi Otak
Kortek

Batang otak/otak reptil: untuk mempertahankan hidup, melawan atau lari. Limbik/otak mamalia/ pusat emosi: bila suasana senang/nyaman, sistem limbik bekerja secara baik. Kortek/topi berfikir/otak sekolah: bila sistem limbik bekerja baik/emosinya terkendali, kortek siap bekerja/belajar.

Sistem Limbik Batang otak

Kebutuhan Anak
1. Gizi: Kolustrum (ASI pertama); ASI saja (0-6 bln); ASI+Makanan Pendamping (6-24 bln). 2. Pencegahan penyakit: Imunisasi BCG (1x), DPT (3x), Polio (4x), campak (1x), Vitamin A (2x/thn), hepatitis B (3x), obat cacing (2x/thn), suplemen zat besi, dll. 3. Pendidikan dan pengasuhan (berkelanjutan). 4. Perawatan kesehatan, bila sakit. 5. Perlindungan cidera dan keamanan. 6. Kasih sayang secara penuh, sekurang-kurangnya dari 1 orang dewasa. 7. Bermain dan bergaul dengan teman sebaya.

SASARAN PENGEMBANGAN PAUD


Pengembangan PAUD ditujukan agar terjadi perubahan yg meliputi semua ranah perkembangan seperti fisik, sosial, emosi, kognisi, bahasa dan moral. Pengetahuan tentang tahapan perkembangan menyiapkan program intervensi secara dini untuk mempersiapkan lingkungan pembelajaran dan perencanaan pengalaman sesuai dengan tahapan perkembangan usia anak.

PENELITIAN PAUD
Zigler ( 1990) menyatakan bahwa intervensi dini membantu anak dalam keluarga dengan tujuan agar anak dapat meningkat secara optimal dalam pertumbuhan dan perkembangannya.

PENELITIAN
Hamburg ( 1987) berpendapat bahwa intervensi yang dilakukan pada tahun-tahun pertama sejak kelahiran anak ; memberikan dasar kualitas untuk kehidupan dalam waktu yang lama dan kesehatan jangka panjang.

Penelitian
Pentingnya musik bagi anak. Mendengarkan nyanyian dan mendengarkan musik anak bisa mengenali ritme, intonasi, melodi, kata-kata, dan harmoni. Dengan musik : anak juga mengenali konsep-konsep keurutan, mengenali pola yang selalu berulang. Kedua hal terakhir ini merupakan hal penting utuk mengembangkan konsep konsep kognitif

Penelitian
Emosi merupakan hal penting dalam pembentukan otak. Dalam keadaan stress, otak akan memproduksi zat cortisol maka synapsis itu tidak peka terhadap stimulasi Dan sebaliknya situasi emosi yang positif, misalnya kegembiraan, kebahagiaan, relasi sosial yang menenangkan akan menyebabkan otak memproduksi serotonin. Serotonin ini merupakan zat yang diproduksi oleh otak yang akan membuat otak/ memerintahkan pikiran supaya tenang dan bisa mencerna informasi-informasi yang masuk. -- > synaps-synaps menjadi bisa menerima stimulasi sehingga terjadi proses belajar

PENELITIAN
Berbicara pada bayi dan membacakan cerita pada anak. Bayi yang sering diajak berbicara mengenai hal-hal yang riil (nyata) yang sedang dialami bayikelak pada usia 2 tahun akan memiliki perbendaharaan kata-kata yang relatif lebih banyak bila dibandingkan dengan bayi-bayi yang stimulasi kata-katanya terbatas.

Lennerberg (1969) : priode kritis berkaitan juga dengan kematangan individu. adanya hubungan antara kematangan dengan proses belajar, istilah School maturity Gesel : Dalam proses perkembangan anak konsep kematangan adalah sangat mendasar (fundamental), perkembangan anak diarahkan from within (menjadi)

Masa Golden Age


Pestalozzi berpendapat bahwa anak belajar melalui pengamatan. Pengamatan seorang anak akan membangun pengertianpengertian. Penelitian Peoples (1998) menyebutkan bahwa 75% pengetahuan diperoleh melalui pengamatan.

Selama 10 tahun sejak tahun 1960 s.d 1970 program intervensi dini yang bersifat eksperimental. Tahun 1977 peserta program mulai diteliti dan anak yang mendapat perlakuan intervensi dini dibandingkan dengan mereka yang tidak mengikuti program ini 1. Menunjukkan skor IQ yang lebih tinggi dalam tes kecerdasan, 2. Meningkatnya kemampuan membaca dan lebih banyak menunjukkan perkembangan yang normal selama sekolah dasar (Palmer, 1977)

Prinsip dan Pengembangan PAUD


1. Berbasis pd keholistikan dan keterpaduan dimana PAUD merupakan satu kesatuan sosial yang ada di masyarakat dg keluarga dan lembaga pendidikan 2. Berbasis pada multi disiplin ilmu yg relevan dan temuan mutakhir 3. Berbasis pd perkembangan yg sesuai dg kebutuhan anak.

PRINSIP PAUD
4. Pemberian rangsangan pendidikan yang dilakukan : - menyenangkan (dalam suasana bermain). - merangsang semua aspek kecerdasan anak. - sesuai tahap perkembangan, potensi, dan kebutuhan masing-masing anak (tidak dipaksakan). 5. Dilaksanakan secara bertahap, berulang, tuntas.

PAUD haruslah merupakan suatu pendekatan yg humanis melalui Prinsip2 : Anak pembelajar aktif Anak belajar melalui sensori dan panca inderanya Anak membangun pengetahuannya sendiri Anak berpikir mell. Benda konkrit Anak belajar dari lingkungannya

PEMBERIAN STIMULASI
Pemberian stimulasi merupakan perangsangan yang datang dari luar lingkungan diri anak. Stimulasi ini sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Stimulasi dapat berfungsi sebagai penguat dan pendorong bagi perkembangan anak secara optimal.

RAGAM STIMULASI
stimulasi visual ( dapat dilihat dengan mata) melalui gambar-gambar yang berwarna-warni, benda-benda yang menarik, boneka-boneka dan sebagainya. Stimulasi verbal merupakan pemberian rangsangan dalam bentuk suara-suara, kata-kata, intonasi dan jenis-jenis suara binatang yang dapat membangkitkan minatnya dalam belajar. Stimulasi taktil merupakan pemberian rangsangan melalui sentuhan, rabaan terhadap benda-benda yang halus- kasar, biji-bijian, kapas, sifat zat cair, padat dan lainnya.

RAGAM PANCAINDERA
Anak belajar melalui seluruh panca inderanya Indera penglihatan indera penciuman indera perabaan indera pendengaran, kekuatan motorik halus maupun motorik kasarnya ( tangan-dan jari-jarinya, kakinya) kemampuan berfikir, bernalar, mengingat dan memproses segala informasi yang diperolehnya dari lingkungan.

TEORI-TEORI PSIKOLOGI PAUD

IDE-IDE POKOK DARI TEORI PIAGET


anak-anak menggunakan skema (kerangka kognitif atau kerangka referensi). skema (schema) : konsep atau kerangka yang exis (sudah ada) dalam pikiran individu untuk mengorganisasi-kan dan menginter-pretasikan informasi

Dua proses yang yang terjadi atas cara anak menggunakan dan mengadaptasi skema mereka : asimilasi dan akomodasi Assimilasi ; memasukkan pengetahuan baru ke dalam pengetahuan yang sudah ada. Akomodasi ; menyesuaikan diri pada informasi baru. anak menyesuaikan skema mereka dengan lingkungannya

Organisasi : usaha mengelompokkan perilaku yang terpisah-pisah ke dalam urutan yang lebih teratur, ke dalam sistem fungsi kognitif Ekuilibrasi (equalibration) adalah suatu mekanisme untuk menjelaskan bagaimana anak bergerak dari satu tahap pemikiran ke tahap pemikiran selanjutnya.

1. Anak-Anak adalah pembelajar yang aktif 2. Anak-Anak mengorganisir apa yang mereka pelajari dari pengalaman mereka 3. Anak menyesuaikan lingkungan mereka melalui proses asimilasi dan akomodasi. 4. Anak kritis berinteraksi dengan lingkungan yang dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak. 5. Anak kritis berinteraksi dengan orang lain 6. Proses equilibration mengarahkan kemajuan ke arah berfikir yang lebih kompleks. 7. Anak-Anak berpikir sesuai dengan tingkatan umurnya.

TAHAPAN PERKEMBANGAN KOGNITIF


Tahap sensorimotor ( 0 - 2 Tahun)

bayi menyusun pemahaman dunia dengan mengkoordinasi-kan pengalaman inderanya (sensori) seperrti melihat, mendengar dengan gerakan motor (otot) nya untuk menggapai, menyentuh.

Pada tahap awal , bayi memperlihatkan pola yang reflektif kemudian mulai mengarah kepada perilaku yang diarahkan dan bertujuan dengan mengorganisasikan aktivitas-aktivitanya sesuai lingkungan

Kepermanenan Obyek (object permanence) adalah konsep di mana ketika obyek atau orang lain tidak lagi dilihat, mereka tetap ada Kausalitas. Konsep penting lainnya, dari tahap sensorimotor adalah kausalitas, pengakuan bahwa kejadian-kejadian tertentu menyebabkan kejadian lain namun kemampuan representasional masih terbatas

Enam Subtahap Dari Sensorimotor Untuk Perkembangan Kognitif


1. Subtahap 1 (0 s.d 1 bulan) : menggunakan refleks

2.

Subtahap 2 (1 s.d 4 bulan) : reaksi sekuler sekunder 3. Subtahap 3 (4 s.d 8 bulan) : reaksi sirkuler sekunder

.4. Subtahap 4 (8 s.d 12 bulan) : koordinasi skema sekunder 5. Subtahap 5 (12 s.d 18 bulan) : reaksi sirkuler tersier 6. Subtahap 6 (18 s.d 24 bulan) : kombinasi mental

II. TAHAP PRA-OPERASIONAL ( 2 s.d 7 tahun)


Kemampuan awal utk merekonstruksi tingkat pemikiran yang telah dilakukan di dalam perilaku Pemikiran praoperasional dapat dibagi ke dalam dua subtahap: subtahap fungsi simbolis dan subtahap pemikiran intuitif. Anak-anak kecil menggunakan disain coretcoret untuk menggambarkan manusia, rumah, mobil, awan, dan lain-lain.

gambar-gambar mereka penuh khayal dan penuh daya cipta. Matahari, bintang, langit yang kuning, dan mobil mengambang di awan di dunia simbolis dan imajinatif mereka.

Egosentrisme (egocentrism) adalah suatu ciri praoperasional yang menonjol. Egosentrisme ialah suatu ketidakmampuan untuk membedakan antara perspektif seseorang dengan perspektif orang lain

Animisme (animism), bentuk lain pemikiran praoperasional, ialah keyakinan bahwa obyek yang tidak bergerak memiliki kualitas semacam kehidupan dan dapat bertindak

Subtahap pemikiran intuitif (intuitive thought substage) ialah subtahap kedua pemikiran praoperasional yang terjadi kira-kira antara usia 4 dan 7 tahun. mengetahuinya sesuatu tanpa menggunakan pemikiran yang rasional. Ciri : centration- pemusatan perhatian terhadap satu karakteristik yang mengesampingakn semua karakteristik yang lain

Karakteristik lain anak-anak praoperasioanl ialah mereka menanyakan serentetan pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan anak-anak yang paling awal tampak kira-kira pada usia 3 tahun, dan pada usia 5 tahun

III. PEMIKIRAN TAHAP OPERASIONAL KONKRET ( 7 s.d 11 tahun)


Pemikiran operasional konkret mencakup penggunaan operasi. Penalaran logika menggantikan penalaran intuitif Operasi konkret mmebuat anak bisa mengkoordinasikan beberapa karakteristik.

IMPLIKASI TEORI PIAGET UNTUK PENDIDIKAN ANAK


Gunakan pendekatan konstruktivis. fasilitasi mereka untuk belajar Pertimbangkan pengetahuan dan tingkat pemikiran anak Gunakan penilaian terus-menerus

Tingkatkan kemampuan intelektual murid. Jadikan ruang kelas menjadi ruang eksplorasi dan penemuan

TEORI VYGOTSKY DAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVITAS SOSIAL Lev Semyonovich Vygotsky lahir pada tanggap 5 November 1896 di Orsha daam keluarga Rusia-Yahudi yang intelektual. Pada usia 15 tahun Vygotsky di kenal sebagai the little professor menekankan aktivitas mental yang lebih tinggi seperti berfikir, ingatan, dan penalaran. Prinsip penting dari psikologi sosio-histerokal adalah manusia secara aktif mengubah diri mereka sendiri seperti mereka mengubah dunia sosial dan dunia alam sekitar mereka.

B. TEORI VYGOTSKY
Asumsi ; Ada tiga klaim dalam inti pandangan Vygotsky (Tappan, 1998): 1. Keahlian kognitif anak dapat dipahami apabila dianalisis dan diinterprestasikan secara developmental 2. Kemampuan kognitif dimediasi dengan kata, bahasa, dan bentuk diskursus, yang berfungsi sebagai alat psikologis untuk membantu dan mentransformasi aktifitas mental; dan 3. Kemampuan kognitif berasal dari relasi sosial dan dipengaruhi oleh latar belakang sosiokultural.

pendekatan developmental berarti memahami fungsi kognitif anak dengan memeriksa asal usulnya dan transformasinya dari bentuk awal ke bentuk selanjutnya.

bahasa mulai digunakan sebagai alat yang membantu anak untuk merancang aktifitas dan memecahkan problem.

kemampuan kognitif berasal dari hubungan sosial dan kultur. Vygotsky mengatakan bahwa perkembangan anak tidak bisa dipisahkan dari kegiatan sosial dan kultural (Holland, dkk., 2001). Dia percaya bahwa perkembangan memori, perhatian, dan nalar melibatkan pembelajaran untuk menggunakan alat yang ada dalam masyarakat, seperti bahasa, sistem matematika, dan strategi memori.

pengetahuan itu di pengaruhi situasi dan bersifat kolaboratif pengetahuan dapat dicapai dengan baik melalui interaksi dengan orang lain dalam kegiatan bersama

Zone of Proximal Development. Zone of Proximal Development (ZPD) adalah serangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak secara sendirian tetapi dapat dipelajari dengan bantuan dari orang dewasa atau anak yang lebih mampu

scaffolding, sebuah teknik untuk mengubah level dukungan. Selama sesi pengajaran orang yang lebih ahli (guru, atau murid yang lebih mampu) menyesuaikan jumlah bimbingannya dengan leve kinerja murid yang telah dicapai

Bahasa dan Pemikiran. Vygotsky (1962) percaya bahwa anak-anak menggunakan bahasa bukan hanya untuk komunikasi sosial

IMPLIKASI TEORI VYGOTSKY DALAM PENDIDIKAN

Gunakan zone of proximal development Gunakan teknik scaffolding Gunakan kawan sesame murid yang lebih ahli sebagai guru. Dorong pembelajaran kolaboratif dan sadari bahwa pembelajaran melibatkan suatu komunitas orang yang belajar Pertimbangkan konteks kultural dalam pembelajaran.

Pantau dan dorong anak-anak dalam menggunakan private speech. Nilai ZPD-nya, bukan IQ

TUJUAN UMUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI


MENGEMBANGKAN BERBAGAI POTENSI ANAK SEJAK DINI SEBAGAI PERSIAPAN UNTUK HIDUP DAN DAPAT MENYESUAIKAN DIRI DENGAN LINGKUNGAN Tujuan Khusus 1. Untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang sehingga memiliki kesiapan yang optimal dalam memasuki pendidikan dasar dan mengarungi masa dewasa

2. Untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik, sosial, spiritual, emosional, kinestetik). 3. Intervensi dini (mmeberikan suatu tindakam tertentu) dengan memberikan rangsangan sehingga dapat menumbuhkan potensipotensi yang tersembunyi (hidden potency) yaitu dimensi perkembangan anak (bahasa, kognisi, emosi, sosial, motorik, konsep diri minat dan bakat)

4. Melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangan potensi-potensi yang dimiliki anak. (AUTISME, ADHD, MR= MONGOLID= IQ < 70)

PAUD, Bertujuan
1. Anak mampu mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan melakukan ibadah, dan mencintasi sesama 2. Keterampilan tubuh : mengontrol gerakan tubuh, motorik kasar, dan halus serta menerima berbagai rangsangan sensorik (panca indera) disgrafia (menulis), diskalkulia (menghitung), disleksia ( membaca) 3. Anak mampu menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan mampu berkomunikasi secara efektif

4. Anak mampu berfikir logis-kritis, memberikan alasan,


memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat (mencari pasangan gambar terkait hub sebab akibat). 5. Anak mampu mengenal lingkungan alam, lingkungan sosial, peranan masyarakat dan menghargai keragaman sosial budaya, dan mengembangkan konsep diri, sikap positif thd belajar, kontrol diri dan rasa memiliki 6. Memiliki kepekaan thd irama, nada, berbagai bunyi , bertepuk tangan serta menghargai karya yang kreatif

Peranan PAUD: Memberikan lingkungan yang kaya akan rangsangan indera, yang indera, dirancang secara sadar dan terencana, terencana, yang dilakukan oleh orang dewasa (orangtua/pendidik), agar seluruh orangtua/pendidik), potensi anak dapat berkembang secara optimal.

Meluruskan Pemahaman yang Keliru:


1. PAUD bukan untuk mendinikan sekolah dengan mengajarkan hal-hal yang belum saatnya. 2. Pelaksanaan PAUD harus sesuai dengan tahap perkembangan dan potensi masing-masing anak. 3. PAUD dilaksanakan melalui bermain, sehingga tidak merampas dunia anak. 4. PAUD bertujuan untuk melejitkan semua potensi anak (motorik, bahasa, kognitif, emosional, dan sosial) dg mengedepankan kebebasan memilih, merangsang kreativitas, dan penumbuhan karakter.

Bagaimana PAUD Dilakukan?


PAUD dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan yang: menyenangkan (dalam suasana bermain). merangsang semua aspek kecerdasan anak. sesuai tahap perkembangan, potensi, dan kebutuhan masing-masing anak (tidak dipaksakan). Dilaksanakan secara bertahap, berulang, tuntas.

PAUD Melejitkan semua Kecerdasan

PAUD Merupakan Tanggungjawab Bersama


PAUD merupakan tanggung jawab keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Ketiga pilar ini harus saling mendukung dan saling melengkapi. Mengingat peran PAUD sangat penting, maka semua pihak harus saling mendukung demi suksesnya PAUD.

PERAN KELUARGA
Sebagai pendidik yang pertama dan utama. Sebagai basis pendidikan moral dan agama. Sebagai pelestari nilai-nilai luhur.

CONTOH PAUD DALAM KELUARGA


o Apa? Memberi rangsangan yang mengaktifkan seluruh inderanya, penuh kasih sayang, dijiwai nilai-nilai agama. o Kapan? Sejak anak dilahirkan: ketika sedang menyusui, menyuapi, memandikan, mengasuh, hingga mengantar tidur. o Bagaimana? Dengan belaian, bisikan, nanyian, dongengan, memberi lingkungan yang kaya rangsangan, mengenalkan berbagai rasa, warna, tekstur, suara, dll secara bertahap, berulang dan berkelanjutan.

PERAN MASYARAKAT
o Memberikan jasa layanan PAUD bagi yang membutuhkan. o Membantu pemerintah dalam rangka memperkuat kelembagaan PAUD dan sosialisasi kepada masyarakat luas. o Membentuk organisasi profesi atau forum komunikasi sebagai saluran aspirasi. o Menjadi orangtua asuh bagi anak dari keluarga yang tidak mampu. o Berpartisifasi aktif dalam PAUD medlalui dukungan dana, sarana, prasarana, tenaga, atau setidaknya pemikiran)

PERAN PEMERINTAH
Memberikan kepastian hukum terhadap pelaksanaan PAUD. Mengeluarkan aturan, pedoman, dan standarisasi teknis pelaksanaan PAUD dalam rangka penjaminan mutu dan perlindungan masyarakat. Mendorong tumbuh-kembangnya lembaga PAUD melalui pembinaan dan fasilitasi. Memberikan subsidi bagi lembaga yang membutuhkan. Memberikan berbagai pelatihan teknis. Memberikan bantuan teknis. Menyiapkan calon tenaga pendidik/pengelola. Menyiapkan tenaga pembina/supervisor.

ARAH KEBIJAKAN PEMERINTAH


Memperluas, mengembangkan, dan mengkoordinasikan pelaksanaan PAUD yang merata, adil dan bermutu dalam rangka membentuk kesiapan belajar anak untuk menempuh pendidikan lebih lanjut (Renstra Depdiknas 2005-2009). Dilakukan melalui:
 pemberian bantuan hibah bersaing untuk rintisan program PAUD: Rp 25 juta untuk KB, Rp 40 juta untuk TPA, dan Rp 8 juta untuk Satuan PAUD Sejenis.  bantuan pengembangan PAUD percontohan/unggulan untuk Tk Propinsi Rp 300 jt/lbg dan Tk Kab/Kota Rp 150 jt/lbg.  bantuan kelembagaan untuk PAUD yang sudah berjalan namun masih perlu dukungan sebesar Rp 5 juta.  fasilitasi program magang, bantuan APE, pelatihan, insentif pendidik, sosialisasi, dan bantuan teknis.

KEBIJAKAN DASAR
Pemerintah memberi kebebasan kepada penyelenggara PAUD untuk menggunakan pendekatan apapun sepanjang sesuai dengan kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip PAUD yang benar. Penggunaan pendekatan yang diadopsi dari luar apapun namanya, harus diseuaikan dengan budaya lokal dan nasional, sehingga anak-anak tidak tercabut dari akar budayanya. Alasan mengapa pemerintah saat ini hanya mengenalkan pendekatan BCCT adalah agar para pendidik tidak bingung, mengingat untuk mengenalkan satu pendekatan saja memerlukan waktu cukup lama.

MENGENAL BCCT
BCCT adalah salah satu pendekatan dalam pembelajaran PAUD yang dikembangkan oleh Creative Center for Childhood Research and Training (CCCRT) Florida, digunakan di Creative Pre-school, selama lebih dari 35 tahun. Ciri pokok BCCT adalah adanya 4 jenis pijakan dalam proses pembelajaran, yaitu: (1) pijakan lingkungan; (2) pijakan sebelum main; (3) pijakan selama main; dan (4) pijakan setelah main.

MENGAPA PERLU PENDEKATAN?


Berfungsi sebagai jembatan untuk menghubungkan teori ke praktik pembelajaran (ilmu praktik). Menjamin kualitas penyelenggaraan program. Terutaman diperlukan bagi pendidik yang belum mampu mendesain sendiri model pembelajaran yang diperlukan, sehingga memerlukan acuan.

MENGAPA BCCT?
1. Mengacu pada teori-teori dan prinsip-prinsip PAUD mutakhir. 2. Hak copyright diberikan secara cuma-cuma (bukan franchise). 3. Diperbolehkan memodifikasi dan mengembangkan lebih lanjut sesuai dengan kondisi Indonesia. 4. Memiliki kualifikasi internasional sebagaimana pendekatan Montessori, HighScope, maupun Regio Emilia.

KEBIJAKAN KE DEPAN
Hak copyright hanya diberikan hingga tahun 2009, sehingga Pemerintah sedang melakukan pengembangan dengan memodifikasi BCCT. Hasil pengembangan tetap mengacu pada konsep dasar BCCT dengan nama pendekatan Sentra dan Lingkaran. Pengembangan ini akan terus berlanjut seiring dengan perkembangan IPTEK. Pemerintah mengajak semua pihak untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan ini.

DAFTAR PUSTAKA Teresa M. Mc. Devitt and Jeanne Elllis Ormrod, Child Development Educating and Working Adolesecent, Secon Edition, Pearson International Edition, Merill Prentice Hall, 2004, New Jersey. Patricia Miller, The Theoriest of human development, Prentice Hall, 1999 Santrock, John W. , Psikologi Pendidikan, Edisi kedua, Jakarta : Kencana : 2007 ---------------------, Live Span Development , University Of Texas, Edisi ke lima : 1995 Rabindhranat Tagore, Intelecctual develompment Infancy and Toddlerhood, Murray, Thomas A. (1999). Comparing Theories of Developmental. Fifth Edition USA : Wadsworth Thomson Learning.

TERIMA KASIH