Anda di halaman 1dari 41

OTITIS MEDIA AKUT

KELOMPOK IV

TRIGGER

seorang anak umur 9 tahun, dibawa ibunya kebagian THT dengan keluhan demam tinggi dan nyeri ditelinga bagian kanan. Pada pemeriksaanmembran timpani kemerahan. gejala ini sudah dideritanya sejak 5 hari yang lalu. Kadang-kadang disertai muntah-muntah dan kelihatan kesakitan

DEFINISI
Otitis media akut (OMA) adalah efusi supuratif (nanah ) pada telinga tengah dan tanda-tanda peradangan telinga tengah yang terjadi dalam waktu kurang dari 3 minggu.

EPIDEMIOLOGI
Otitis media pada anak-anak sering kali disertai dengan ISPA, di seluruh dunia terjadinya otitis media berusia 1 thn sekitar 62%, sedangkan anakanak berusia 3 thn sekitar 83%. Di Amerika Serikat, diperkirakan 75% anak mengalami minimal satu episode otitis mediasebelum usia 3 tahun dan hampir setengah dari mereka mengalaminya tiga kali atau lebih.Di Inggris setidaknya 25% anak mengalami minimal satu episode sebelum usia sepuluh tahun.

ETIOLOGI
Sumbatan tuba eustakius + invasi kuman peradangan telinga tengah ( OMA) Anak sering mengalami infeksi saluran nafas sering OMA Bayi paling sering OMA karena : tuba eustakius pendek, lebar, lebih horizontal, adenoid, Imunitas masih berkembang.

ETIOLOGI
kuman : streptokokus hemolitikus, stapilokokus auereus, pneumokokus, h. influenza, E coli, streptokokus anhemolitikus, proteus vulgaris, pseudomonas aeroginosa

PATOGENESIS
Otitis media sering diawali dengan ISPA, seperti radang tenggorokan atau pilek yang menyebar ke telinga tengah lewat saluran Eustachius. Menyebabkan infeksi di saluran tersebut sehingga terjadi pembengkakan di sekitar saluran, tersumbatnya saluran, dan datangnya selsel darah putih untuk melawan bakteri. Sel-sel darah putih akan membunuh bakteri dengan mengorbankan diri mereka sendiri. Sebagai hasilnya terbentuklah nanah dalam telinga tengah. Selain itu pembengkakan jaringan sekitar saluran Eustachius menyebabkan lendir yang dihasilkan sel-sel di telinga tengah terkumpul di belakang gendang telinga.

PATOGENESIS
Jika lendir dan nanah bertambah banyak, pendengaran dapat terganggu karena gendang telinga dan tulang-tulang kecil penghubung gendang telinga dengan organ pendengaran di telinga dalam tidak dapat bergerak bebas. Kehilangan pendengaran yang dialami umumnya sekitar 24 desibel (bisikan halus). Namun cairan yang lebih banyak dapat menyebabkan gangguan pendengaran hingga 45 desibel (kisaran pembicaraannormal). Selain itu telinga juga akan terasa nyeri. Dan yang paling berat, cairan yang terlalu banyak tersebut akhirnya dapat merobek gendang telinga karena tekanannya

MANIFESTASI KLINIS

 Nyeri telinga Suhu tubuh tinggi Ada riwayat batuk pilek sebelumnya Ggn pendengaran / rasa penuh Pada bayi / anak : gelisah, diare, kejang Bila Mt ruptur sekret (+) anak tenang

STADIUM

1. 2. 3. 4. 5.

Stadium oklusi tuba Stadium hiperemis Stadium supurasi Stadium perforasi Stadium resolusi

STADIUM OKLUSI TUBA

Anamnesis : fullnes (seperti kemasukan air),


pendengaran terganggu, otalgia, tinitus, riwayat ISPA

Otoskopi
Retraksi membran timpani : cekung, brevis menonjol, manubrium malei lebih horizontal dan pendek, refleks caya hilang/berubah. Kadang ada Air Fluid Level & Air Bubbles.

STADIUM HIPEREMIS

Anamnesis : Demam, Otalgia, Fullnes,


Pendengaran berkurang.

Otoskopi : Membran timpani kemerahan /


hiperemis

STADIUM SUPURASI

Anamnesis : otalgia hebat, gelisah, suhu


badan meningkat, takikardi, keluhan stadium sebelumnya dirasakan semakin hebat.

Otoskopi :
MAE : Tidak ada sekret Membran timpani hiperemis, cembung kelateral, terkadang tampak adanya pulsasi mengikuti nadi.

STADIUM PERFORASI

Anamnesis :keluhan berkurang, otalgia


berkurang, otthoroe, pendengaran berkurang, suhu tubuh menurun.

Otoskopi :
MAE : penuh sekret purulen Membran timpani hiperemis & perforasi

STADIUM RESOLUSI

Anamnesis : mengeluhkan gangguan


pendengaran

Bila tidak terjadi resolusi > 3 bulan OMSK Pengobatan terlambat diberikan Terapi tidak adekuat Virulensi kuman tinggi Daya tahan tubuh rendah / gizi kurang Hygiene buruk

DIAGNOSIS
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan telinga dengan otoskop. Untuk menentukan organisme penyebabnya dilakukan pembiakan terhadap nanah atau cairan lainnya dari telinga.

ANAMNESIS
Keluhan Utama : Nyeri ditelinga bagian kanan sejak 5 hari yang lalu Keluhan Sekarang : Demam tinggi, muntah-muntah, nyeri telinga yang hebat, pendengaran berkurang, terasa seperti kemasukan air. Riwayat penyakit dahulu : pernah menderita ISPA.

PEMKERIKSAAN FISIK

Keadaan umum : Baik Kesadaran : Kompos mentis Telinga

Otoskopi : Membran timpani


kemerahan / hiperemis

DIAGNOSIS

Otitis media akut (OMA) Stadium Hiperemis aurikuler dekstra

TERAPI
 Tergantung stadium  AB  Nasal decongestan  Analgetik  Miringotomi ( stad supurasi )  Aural toilet ( stad perforasi )

TERAPI STADIUM OKLUSI

Tujuan terapi dikhususkan untuk membuka kembali tuba eustachius. Diberikan obat tetes hidung HClefedrin 0,5% dalam larutan fisiologik untuk anak <12 thn dan 1% untuk anak yang berumur >12 thn atau dewasa. Memberikan antibiotik

TERAPI STADIUM HIPEREMIS

Berikan antibiotik, obat tetes hidung, dan analgesik. Bila membran timpani sudah hiperemis difus, sebaiknya dilakukan miringotomi. Antibiotik yang diberikan ialah penisilin atau eritromisin. Jika terdapat resistensi, dapat diberikan kombinasi dengan asam klavunalat atau sefalosporin. Untuk terapi awaldiberikan penisilin IM agar konsentrasinya adekuat di dalam darah. Antibiotik diberikanminimal selama 7 hari. Pada anak diberikan ampisilin 4x50-100 mg/KgBB, amoksisilin4x40 mg/KgBB/hari, atau eritromisin 4x40 mg/kgBB/hari.

TERAPI STADIUM SUPURATIF

Antibiotik, Pasien harus dirujuk untuk dilakukan miringotomi bila membran timpani masih utuh. Selain itu, analgesik juga perlu diberikan agar nyeri dapat berkurang.

TERAPI STADIUM PERFORASI

Berikan obat cuci telinga H2O2 3% selama 3-5 hari Antibiotik yang adekuat sampai 3 minggu.

TERAPI STADIUM RESOLUSI

Stadium resolusi biasanya akan tampak sekret mengalir keluar. Pada keadaan ini dapat dilanjutkan antibiotik sampai 3 minggu, namun bila masih keluar sekret diduga telah terjadi mastoiditis

KOMPLIKASI
Komplikasi yang serius adalah: Infeksi pada tulang di sekitar telinga tengah (mastoiditis atau petrositis) Labirintitis (infeksi pada kanalis semisirkuler) Kelumpuhan pada wajah Peradangan pada selaput otak (meningitis) Abses otak Tuli

KOMPLIKASI
Tanda-tanda terjadinya komplikasi: - sakit kepala - tuli yang terjadi secara mendadak - vertigo (perasaan berputar) - demam dan menggigil.

PENCEGAHAN
Beberapa hal yang tampaknya dapat mengurangi risiko OMA adalah: Pencegahan ISPA pada bayi dan anak-anak, Pemberian ASI minimal selama 6 bulan, Penghindaran pemberian susu di botol saat anak berbaring, penghindaran pajanan terhadap asap rokok. Berenang kemungkinan besar tidak meningkatkan risiko OMA.

Matur suwun Alias Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai