Anda di halaman 1dari 18

Budidaya Jamur

Oleh Dra. Noverita, MSi. (2 Mei 2011)

Beberapa keuntungan budidaya jamur yaitu : 1. Melalui pemanfaatan bahan-bahan limbah di sekitar kita akan menjadikan lingkungan kita bersih, indah dan sehat. 2. Budidaya jamur dapat diusahakan tanpa menggunakan lahan yang luas 3. Produk Jamur dapat dimanfaatkan untuk menambah gizi atau menu serta dapat menambah pendapatan keluarga. 4. Kompos bekas media tanam dapat langsung digunakan untuk pupuk kolam ikan, makanan ikan dan untuk memelihara cacing

BUDIDAYA JAMUR Tahapan tahapan dalam budidaya I. Tahapan Pembuatan Isolat II. Tahapan Pembuatan Bibit Induk (spawn) III.Tahapan Produksi Jamur Faktor penting yang harus diperhatikan: 1. Masalah higienis 2. Aplikasi bibit unggul 3. Teknologi produksi bibit (kultur murni, bibit induk, bibit sebar) 4. Teknologi produksi media tumbuh/substrat 5. Pemeliharaan serta cara panen jamur tiram.

A. Bahan dan Alat 1. Bahan ; Bahan media tanam untuk jamur tiram putih adalah : a) Serbuk Gergaji 100 kg b) Bekatul atau dedak halus 10-15 kg c) Kalsium carbonat/ kapur (CaCO3) 0,5 kg d) Gips (CaSO4) 0,5 kg e) Pupuk TSP 0,5 kg (bila perlu) f) Bibit 25 kantong g) Air secukupnya

Bibit jamur Serbuk gergaji

Dedak

2. Alat - Alat pencampur seperti sekop dan cangkul - Alat sterilisasi berupa : drum perebus dengan tutup dan sarangan, sumber panas (kompor minyak/ briket batu bara) - pipa paralon 1 inci, Plastik/bad log, Botol semprot
Timbangan, Kapas, Karet gelang

Tahapan Produksi Jamur Alat yang dibutuhkan:

Kompor minyak/gas

drum

kubung jamur

B. Proses pengomposan Sebelum ditanam bibit, bahab-bahan media tanam tersebut di komposkan terlebih dahulu selama 15 hari dengan tahapan sebagai berikut : 1. Serbuk gergaji yang telah benar-benar kering direndam dengan air bersih didalam suatu wadah selama 1 malam. 2. Tiriskan (sampai dikepal tidak pecah), selanjutnya tambahkan tambahkan kapur beserta bekaltul dan diaduk sampai rata. Biarkan dalam tumpukan selama 5 hari. 3. Tumpukan diaduk kembali dengan ditambahkan pupuk TSP dan biarkan selama 5 hari. 4. Bahan diaduk kembali dan tambahkan gips. Biarkan lagi tumpukan itu sampai 5 hari, maka proses pengomposan telah selesai.

C. Proses Pembungkusan Bahan-bahan media tanam yang telah dikomposkan dimasukkan ke dalam kantong plastik. Kantong plastik pada kedua ujung pangkalnya ditekuk kedalam, sehingga setelah diisi dan dipadatkan kantong plastik dapat berdiri seperti botol. Kantong plastik diisi kurang lebih bagian, kemudian yang bagiannya ditekuk ke dalam.

D. Proses Sterilisari Siapkan alat drum perebus beserta perlengkapannya. Sarangan diletakkan kira-kiran 1/3 bagian drum dari bawah. Isilah drum dengan air bersih kira-kira bagian drum. Sumber panas dinyalakan, sambil media tanam dimasukkan ke dalam platik besar tahan panas yang menjulur ke atas drum. Proses sterilisasi dengan uap ini dilakukan selama 6 8 jam pada suhu 90 95 C.

E.Teknik Penanaman Bibit ( Inokulasi ) Setelah proses sterilisasi selesai, polibek dari drum diambil keluar dan dibiarkan dingin. Bila telah dingin, proses inokulasi dapat dilakukan yaitu dengan cara memasukkan bibit dibagian atas, usahakan merata dibagian atas permukaan media dalam polibek. Untuk mengikatkan plastik agar kuat, ujung polibek dimasukan potongan pralon (cincin), kemudian ditutup dengan potongan kertas koran dan diikat dengan karet gelang. Saat inokulasi sebaiknya jangan sampai melebihi dari 24 jam setelah proses sterlisasi.

F. Pemeliharaan dan Inkubasi Polibek yang telah di inokulasi ditempatkan pada rak-rak yang telah disediakan. Rak-rak ini sebaiknya ditempatkan dalam suatu ruangan agar suhu dan kelembabannya tidak terpengaruh oleh udara luar. Suhu dan kelembabannya diusahakan stabil sesuai dengan kondisi yang diinginkan bagi pertumbuhan jamur yaitu 24 28 C dan kelembaban udara 80 90 %. Polibek tersebut dibiarkan selama 6 8 minggu sampai miselium tumbuh memenuhi kantong palstik sehingga warnanya putih padat

G. Pembukaan Polibek Setelah polibek berwarna putik kompak (umur 6 8 minggu), maka polibek dapat dibuka dengan melepas karet dan cincin pralon. Kemudian plastik yang terbuka disibakkan keluar agar permukaan media tumbuh jamur mendapatkan udara sebanyak-banyaknya. H. Pemanenan Jamur Setelah 1 minggu dari pembukaan, jamur biasanya akan terbentuk tubuh / rumpun jamur dan sudah ada yang siap dipanen. Umur jamur dari singit / bakal jamur sampai panen sekitar 3 hari.

I. Perawatan Media Polibek Setiap polibek yang telah ditumbuhi miselium dapat tumbuh jamur berkali- kali, sampai 4 6 kali panen. Pemanenan ini dapat berlangsung selama 2 3 bulan dengan hasil total 75% dari berat serbuk gergaji kering untuk substratnya. Agar media tumbuh jamur berkali-kali maka perlu pemeliharaan. Adapun pemeliharaannya adalah sebagai berikut :

1. Media polibek yang telah tumbuh jamur sekali, permukaan bekas tumbuh jamur dikeruk atau dipotong 0,5 1 cm. Kemudian disuntikkan kedalamnya larutan vitamin B kompleks sekitar 30 cc (2 butir Vit. B komplek dilarutkan dalam 1,5 liter air bersih). 2. Setiap pagi dan sore permukaan media polibek disemprot dengan air bersih, Jangan sampai terlihat kering permukaannya. 3. Untuk media polibek yang telah tumbuh jamur kedua, ketiga dan seterusnya diperlakukan sama dengan point 1 dan 2, hanya saja jumlah vitamin B kompleks yang disuntikkan semakin berkurang sebanding dengan berkurangnya media yang dipotong / dibuang.

J. Pemberatantasan Penyakit Apabila proses sterilisasi berjalan dengan sempurna dan peralatan yang dipakai bersih dan steril, maka tidak ada kontaminasipada subsratnya. Apabila ada polibek terkontaminasi/ terkena penyakit, sebaiknya polibek tersebut dibuang saja agar tidak menular dan menyebabkan turunnya produksi.

I. Perawatan Media Polibek Setiap polibek yang telah ditumbuhi miselium dapat tumbuh jamur berkali- kali, sampai 4 6 kali panen. Pemanenan ini dapat berlangsung selama 2 3 bulan dengan hasil total 75% dari berat serbuk gergaji kering untuk substratnya. Agar media tumbuh jamur berkali-kali maka perlu pemeliharaan. Adapun pemeliharaannya adalah sebagai berikut : 1. Media polibek yang telah tumbuh jamur sekali, permukaan bekas tumbuh jamur dikeruk atau dipotong 0,5 1 cm. Kemudian disuntikkan kedalamnya larutan vitamin B kompleks sekitar 30 cc (2 butir Vit. B komplek dilarutkan dalam 1,5 liter air bersih). 2. Setiap pagi dan sore permukaan media polibek disemprot dengan air bersih, Jangan sampai terlihat kering permukaannya. 3. Untuk media polibek yang telah tumbuh jamur kedua, ketiga dan seterusnya diperlakukan sama dengan point 1 dan 2, hanya saja jumlah vitamin B kompleks yang disuntikkan semakin berkurang sebanding dengan berkurangnya media yang dipotong / dibuang.

Tahapan Budidaya Jamur


ISOLASI
Isolat hasil isolasi

Bibit dalam botol


Tubuh buah terbentuk Siap panen Bad log penuh (fase Vegetatif) masuk kefase generatif

Bibit yang sudah ditanam dalam bad log