Anda di halaman 1dari 20

HELENA TRININA 1010211011

MORFOLOGI
Eritrosit normal berbentuk lempeng bikonkaf dengan diameter 7,8 m, dengan ketebalan pada bagian yang paling tebal 2,5 m dan pada bagian tengah 1 m atau kurang. Volume eritrosit adalah 90 95 m3. Jumlah eritrosit normal pada pria 4,6 6,2 juta/L dan pada wanita 4,2 5,4 juta/L. Kadar normal hemoglobin pada pria 14 18 g/dL dan pada wanita 12 16 g/dL.

Eritrosit Normal

MORFOLOGI ABNORMAL
1) KELAINAN UKURAN a) Makrosit diameter eritrosit 9 m volumenya 100 fL b) Mikrosit diameter eritrosit 7 volumenya 80 fL c) Anisositosis ukuran eritrosit tidak sama besar dan dan

2) KELAINAN WARNA a) Hipokrom bila daerah pucat pada bagian tengah eritrosit diameternya b) Polikrom eritrosit yang memiliki ukuran lebih besar dari eritrosit matang, warnanya lebih gelap.

3)KELAINAN BENTUK a) Sel sasaan (target cell) Pada bagian tengah dari daerah pucat eritrosit terdapat bagian yang lebih gelap/merah. b) Sferosit Eritrosit < normal, warnanya tampak lebih gelap. c) Ovalosit/Eliptosit Bentuk eritrosit lonjong seperti telur (oval), kadangkadang dapat lebih gepeng (eliptosit). d) Stomatosit Bentuk sepeti mangkuk. e) Sel sabit (sickle cell/drepanocyte) Eritosit yang berubah bentuk menyerupai sabit akibat polimerasi hemoglobin S pada kekurangan O2.

Kelainan Morfologi Eritrosit

Target Cell

Sferosit

f. Akantosit Eritrosit yang pada permukaannya mempunyai 3 12 duri dengan ujung duri yang tidak sama panjang. g. Burr cell (echinocyte) Di permukaan eritrosit terdapat 10 30 duri kecil pendek, ujungnya tumpul. h. Sel helmet Eritrosit berbentuk sepeti helm. g. Fragmentosit (schistocyte) Bentuk eritrosit tidak beraturan. h. Tear drop cell Eritrosit seperti buah pear atau tetesan air mata. i. Poikilositosis Bentuk eritrosit bermacam-macam.

Akantosit

Poikilositosis

FUNGSI
Untuk mengangkut hemoglobin, selanjutnya mengangkut O2 ke jaringan dan kembali ke darah vena dengan membawa CO2 ke paru, mempertahankan hemoglobin dalam keadaan tereduksi (ferro), dan untuk mempertahankan keseimbangan osmotik.

Produksi Eritrosit
1) Selama masa janin (pre natal): a) masa mesoblatik (0 2 bulan) yolk sac b) masa hepatik (2 7 bulan) liver, limpa, dan KGB c) masa meduler/mieloid (5 9 bulan) sumsum tulang 2) Setelah lahir (post natal) sumsum tulang Dengan bertambahnya umur, tulang yang mengandung red bone marrow berkurang, diganti dengan lemak dan setelah usia 20 tahun, proses hematopoiesis hanya terjadi di tulang-tulang pipih, yaitu di tengkorak, vertebrae, iga, sternum, sakrum, pelvis, femur dan humeri bagian proksimal.

Pembentukan Hemoglobin
1) Suksinil-KoA yang dibentuk dalam siklus Krebs

berikatan dengan glisin untuk membentuk molekul pirol. 2) 4 pirol bergabung untuk membentuk protoporfirin IX, yang kemudian bergabung dengan besi dalam bentuk ferro (Fe2+) untuk membentuk heme. 3) Setiap molekul heme bergabung dengan rantai globin yang disintesis oleh ribosom. 4) 4 rantai globin dengan gugus hemenya sendiri membentuk satu molekul hemoglobin.

Metabolisme Besi

Penghancuran Eritrosit
Ketika eritrosit dihantarkan dari sumsum tulang masuk ke dalam sirkulasi, maka normalnya eritrosit tersebut akan bersikulasi selama 120 hari sebelum rusak. Sistem metabolik dalam eritrosit makin lama makin kurang efektif dan selnya menjadi semakin rapuh. Begitu membran sel menjadi rapuh, maka sel bisa robek sewaktu melewati tempat-tempat yang sempit dalam sirkulasi. Dalam limpa akan dijumpai banyak sekali pecahan eritrosit, karena sel-sel ini terperas sewaktu melalui pulpa merah lienalis.

Hemoglobin yang dilepaskan dari sel sewaktu eritrosit pecah akan difagosit oleh sel-sel makrofag di hampir seluruh tubuh, terutama di hati (sel-sel Kupffer), limpa, dan sumsum tulang. Selama beberapa jam atau beberapa hari sesudahnya, makrofag akan melepaskan besi yang didapat dari hemoglobin, yang akan masuk kembali ke dalam darah dan diangkut oleh transferin menuju sumsum tulang untuk membentuk eritrosit baru, atau menuju hati dan jaringan lainnya untuk disimpan dalam bentuk feritin. Bagian porfirin dari molekul hemoglobin diubah oleh selsel makrofag menjadi bilirubin, yang dilepaskan ke dalam darah dan akhirnya disekresikan oleh hati masuk ke dalam empedu.

Referensi
y Hematologi Kapita Selekta y Biokimia Harper y Fisiologi Guyton