Anda di halaman 1dari 51

Oleh : ANNA MARIA D., SSi, MBiomed.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDAWACANA

Definisi Enzim : suatu protein yg berfungsi sebagai katalisator organik


 Bekerja melalui penggabungan dengan Substrat (S) pada suatu tempat aktif yg spesifik untuk membentuk suatu zat antara (intermediate) berupa kompleks Enzim-Substrat (E-S) yang kemudian berdisosiasi menjadi enzim bebas dan produk (hasil reaksi)  Enzim mempercepat suatu reaksi kimia : - turut dalam reaksi - mengalami perubahan fisik - setelah reaksi selesai akan kembali ke keadaan semula

Katalisator Anorganik / nonprotein logam Mengkatalisis banyak reaksi Organik / protein Enzim Mengkatalisis reaksi yg spesifik sering hanya 1 atau 2 reaksi saja

Sifat / ciri Enzim :


1. Mempunyai BM yang besar : molekul enzim adalah suatu protein (suatu makromolekul). Contoh : Ribonuklease (BM: 14000), Katalase (BM: 250.000), Urease (BM 480.000) 2. Dapat terdenaturasi pada: pemanasan / suhu yang tinggi, pH yg terlalu asam / basa denaturasi enzim / protein menyebabkan aktivitas enzim hilang 3. Spesifik terhadap substrat tertentu

Kerja enzim : di dalam / di luar sel

Lokalisasi / distribusi enzim di dalam sel


1. Nukleus : untuk proses genetik (rencana sintesis protein) 2. Mitokondria : untuk reaksi oksidasi/reduksi energi 3. Ribosom : untuk sintesis protein 4. Lisosom : untuk hidrolisis bahan-bahan yg tidak diperlukan tubuh 5. Sitoplasma : a.l. enzim-enzim glikolisis (metab KH) 6. Membran sel : mengatur keluar / masuk zat-zat dalam sel

Kespesifikan Enzim (yg membedakan dgn katalisator anorganik)


Dapat ditinjau dari 2 sudut (hal): - Dari reaksi yang dikatalisis - Dari substratnya

1. Kespesifikan enzim yg ditinjau dari reaksi yg dikatalisisnya


6P-Glukonolakton
A B

Glukosa + P inorg.

Glukosa-6P Glukosa-1P
C D

Fruktosa-6P

Enzim :
A B C D

Glukosa-6 P dehidrogenase Glukosa-6 P fosfatase FosfoGluko mutase FosfoHeksosa Isomerase

2. Kespesifikan enzim yg ditinjau dari substratnya


A. Kespesifikan optik Contoh : - Maltase spesifik terhadap E glikosida - enzim-enzim dlm rx glikolisis dan HMP s thd gula fosfat D - enzim-enzim proteolisis terhadap aa bentuk L B. Kespesifikan golongan Contoh : - Glukosidase memecah ikatan glikosidik pada glikosida - Pepsin, tripsin memecah ikatan peptida - Esterase memecah ikatan ester

Tata nama / Nomen klatur & Klasifikasi enzim menurut IUB (International Union of Biochemistry) A. Enzim dan reaksinya dibagi menjadi : 6 kelas B. Nama enzim terdiri dari 2 bagian : Bagian 1 nama substrat Bagian 2 jenis / tipe reaksinya ditambah ase

C. Tiap enzim punya nomor kode E.C (Enzyme Commi-sion / Code) Contoh : E.C 2.7.1.1 ATP-D-Heksose Phospho transferase (heksokinase) Digit 1 kelas 2 : transferase Digit 2 subkelas 7 : transfer fosfat Digit 3 subsubkelas 1 : Alkohol sbg akseptor fosfat Digit 4 nama khusus 1 : heksokinase

1. KELAS OKSIDOREDUKTASE Mengkatalisis reaksi oksidasi reduksi antara 2 substrat. Contoh : E.C.1.1.1.1 = Alkohol : NAD Oksidoreduktase (Alkohol Dehidrogenase) 2. KELAS TRANSFERASE Mentransfer gugus antara 2 substrat, thd gugus aldehida / keton, asil, alkil, glikosil, gugus yg mengandung P dan S. Contoh : E.C.2.7.1.1 = ATP : D-Hexosa-6 Fosfotransferase (Hexokinase)

3. KELAS HIDROLASE Hidrolisis terhadap ikatan ester, eter, peptida, glikosil, anhidril asam, C-C, C-halida, ikatan P-N. Contoh : E.C.3.2.1.23 = - Dgalaktosida Galakto hidrolase ( galaktosidase) 4. KELAS LIASE Mengkatalisis pemindahan gugus dari substrat yg bukan hidrolisis dan meninggalkan senyawa dengan ikatan rangkap. Terhadap ikatan C-C, C-O, C-N, C-S, C-Halida. Contoh : E.C.4.1.2.7.= Ketosa fosfat Aldehid Liase (Aldolase) 5. KELAS ISOMERASE Mengkatalisis interkonversi isomer-isomer optik, geometri, posisi. Contoh: E.C.5.3.1.1.= D-Gliseraldehid 3-P keto Isomerase (Triosa Fosfat Isomerase)

6. KELAS LIGASE Mengkatalisis penggabungan 2 senyawa disertai dengan pembebasan pirofosfat dari ATP Pembentukan ikatan C-O, C-S, C-N, C-C. Contoh : E.C.6.3.2.1.= L Glutamat : Amonia Ligase (ADP) (Glutamin Sintase)

Penetapan Aktivitas Enzim Karena kadar / jumlah enzim sangat kecil tidak dapat ditetapkan jumlahnya secara langsung ditetapkan aktivitasnya. Aktivitas enzim ~ Kecepatan reaksi yang dikatalisisnya Pembanding : aktivitas sejumlah tertentu enzim murni yang sama.

Kecepatan Reaksi : Banyaknya produk yang terbentuk pada reaksi tersebut dalam jangka waktu tertentu Sisa substrat yang masih ada pada reaksi tersebut dalam jangka waktu tertentu
A Substrat Enzim Enzim B Produk Enzim 1

B Produk

C Produk akhir

Substrat

Satuan untuk aktivitas enzim = UNIT ENZIM Dinyatakan dalam : mikromol ( mol; 10-6 mol), nanomol (nmol; 10-9 mol), atau pikomol (pmol; 10-12 mol) dari substrat yg masih ada atau produk yang dihasilkan per satuan waktu ( menit / jam) dalam keadaan tertentu (pH atau suhu tertentu)

Isolasi dan Pemurnian Enzim (Purifikasi)


Memisahkan enzim dari campuran macam-macam enzim atau faktor lain yg berada dalam sel-sel jaringan untuk mengetahui tentang : -Kinetika enzim tsb -Kofaktor-kofaktor molekul enzim tsb -Tempat aktif dalam molekul enzim tsb -Struktur enzim tsb -Mekanisme kerja enzim

Untuk mempelajari lokalisasi enzim : 1. Menggunakan pemusingan / sentrifugasi : Contoh : 600 x gravitasi dalam 15 memisahkan debris dan nuklei 10.000 x gravitasi dalam 30 memisahkan mitokondria 2. Histo Enzimologi / Histokimia : - jaringan dipotong tipis - diberi substrat suatu enzim - diwarnai untuk produk tertentu - diketahui tempat-tempat enzim tertentu

Teori kinetika / tabrakan (collision theory)


1. Untuk dapat terjadi reaksi, molekul-molekul zat harus bertabrakan 2. Supaya tabrakan tersebut mengakibatkan suatu reaksi (dapat menghasilkan produk / produktif), molekul-molekul zat yg bereaksi harus mempunyai energi kinetik (potensial) yg cukup untuk melampaui energi barrier (energi aktivasi)
 Bila energi kinetik cukup (energi kinetik > energi barrier) terjadi reaksi spontan  Jika energi kinetik kurang (energi kinetik < energi barrier) tabrakan tidak terjadi tidak terjadi reaksi

 Faktor-faktor yang dapat meningkatkan energi kinetik (potensial) dan atau meningkatkan frekwensi tabrakan akan mempercepat reaksi. misalnya : suhu, konsentrasi reaktan  Pada suhu sel hidup (rendah) reaksi lambat (molekulmolekul tetap bertabrakan), karena energi kinetiknya tidak cukup untuk melampaui energi barier reaksi itu. Enzim menurunkan energi barier reaksi tersebut sehingga kecepatan reaksi meningkat / tinggi pada suhu sel tubuh. Hampir semua reaksi kimia dalam tubuh terdiri atas : 1. Pemecahan ikatan kovalen 2. Pembentukan ikatan kovalen

Enzim : - Terlibat dalam proses pemecahan dan pembentukan ikatan kovalen - Kedudukannya sama degan reaktan yang lain Contoh :
E

D-G + A

A-G + D

 Pengikatan S dengan E di lokasi enzim  Ukuran molekul enzim >> molekul substrat hanya pada bagian tertentu pada enzim dimana substrat bisa melekat tempat-tempat tertentu ini disebut situs / lokasi / tempat aktif / situs / lokasi / tempat katalitik

ara pengikatan S pada E (ditempat aktif) 2 cara / teori : 1. Model Lock & Key / Template (FISCHER) 2. Model Induced Fit (KOSHLAND)

1. Model Lock & Key / Template (Fischer)


Kekakuan tempat katalitik enzim

Tanpa koenzim

E+P

E-S
E+P + koenz

+
S1
koenzim

+
S2

2. Model Induced Fit (Koshland)


 Tempat katalitik lebih fleksibel konformasinya dapat berubah sehingga substrat dapat terikat dengan baik  Substrat dapat menginduksi perubahan konformasi (ggs tertentu, asam amino tertentu) di tempat kalatlitik  Analog substrat dapat terikat tidak erat tidak menjadi produk (mudah lepas)

Faktor faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi enzimatis


 Kecepatan reaksi meningkat, bila suhu dinaikkan sampai mencapai suhu / t optimal kenaikan suhu menyebabkan energi kinetik >> sehingga dapat melampaui energi barier.  Bila suhu terus dinaikkan di atas suhu optimal kecepatan reaksi menurun kenaikan suhu di atas suhu optimal menyebabkan putusnya ikatan-ikatan kovalen enzim dan tempat katalitik denaturasi  Tiap kenaikan 10oC kecepatan reaksi meningkat 2 x semula
Q10 = 2

 Tiap penurunan 10oC kecepatan reaksi menjadi x semula (kecepatan menurun)


Q10 =

V max V

t opimal

Suhu oC

 Sebagian besar enzim tidak aktif pada suhu 55 60oC  Beberapa mikroorganisme masih aktif pada 85oC

 pH mengubah : ionic state (muatan listrik) enzime dan ionic state substrate  Enzim akan denaturasi pada pH terlalu tinggi dan terlalu rendah Optimal V

Rendah

Tinggi

 Perubahan muatan listrik pada enzim aktivitas berubah, karena perubahan konformasi atau muatan tempat aktif enzim  Jika enzim negatif (E-) bereaksi dengan substrat positif (SH+), maka : pada pH optimal : E- + SH+ pada pH rendah : E- + H+ pada pH tinggi : SH+ ESH EH (enzim)

S + H+ (substrat)

 Pada reaksi enzimatik, kecepatan awal reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi enzim sampai suatu ketika menjadi seimbang (steady state) konsentrasi E-S konstan

E+S

k1 K-1

k2

E-S
K-2 k1 k-2

E+P E+P

E+S
Rate 1 = k1 [E] [S] Rate 2 = k-2 [E] [P]

Keq =

k1 k-2

[E] [P] = [E] [S]

[P] [S]

 Keq tidak dipengaruhi oleh konsenterasi enzim / [E]  Keq sama pada reaksi enzimatis maupun nonenzimatis

Seimbang (steady state)

[E]

Pada waktu tercapai keadaan seimbang, reaksi seakan-akan berhenti (tidak maju). Dalam satuan waktu tertentu konsentrasi S tetap.

Efek Kadar Substrat


V max Kecepatan reaksi
B A C

V max V max

V max Km [S]

Keadaan A Bila konsentrasi substrat dinaikkan (keadaan lain konstan), maka kecepatan reaksi meningkat sampai suatu ketika substrat ditambahkan kecepatan reaksi tidak naik lagi V max

Pada keadaan B Konsentrasi substrat yang menimbulkan kecepatan reaksi = V max disebut Km = konstante Michaelis-Menten Pada keadaan C Bila konsentrasi S dinaikkan lagi tidak menambah kecepatan, karena enzim telah jenuh dengan substrat. Pada titik A atau B, dengan meningkatkan atau mengurangi S akan meningkatkan atau mengurangi jumlah enzim yang berikatan dengan S sebagai EnzS jadi V (kecepatan) akan tergantung dengan S. Pada titik C, semua enzim sudah bergabung dengan S, sehingga peningkatan S lebih lanjut (meskipun meningkatkan frekuensi benturan antara E dan S, tidak dapat menghasilkan peningkatan kecepatan reaksi karena tidak ada enzim bebas tersedia untuk bereaksi.

Ketika S mendekati sama dengan Km V sangat responsif terhadap perubahan kadar S dan kerja enzim dengan kecepatan tepat maksimal.

Persamaan / rumus Michaelis-Menten


Vi = Vmax . [S] Km + [S] 1. Bila [S] sangat kurang dibanding Km (keadaan A) Vmax . [S] Vi = Km + [S] Vmax . [S] Vi = Km diabaikan

K. [S]

Vi tergantung pada [S]

2. Bila [S] jauh lebih besar dari Km (keadaan C) Km diabaikan Vmax . [S] Vi = [S]

=
Vi = V max

V max

3. Bila [S] = Km (keadaan B) Vi = Vmax . [S] Km + [S] Vi = Vmax 2 Vmax . [S] [S] + [S]

Vi =

Penyederhanaan Persamaan Michael-Menten


1 / Vi = Km + [S] Vmax . [S]

[S] Km x 1 + 1 / Vi = Vmax [S] Vmax . [S] Y =(a x X)+b Y = 1/Vt Jika Y = 0 X=0 Persamaan Garis Lurus a = Km / Vmax b = 1/Vmax

X = 1/ [S]

X = -(b/a) = -(1/Km)

Y = 1 / Vmax

Double Reciprocal Plot = Lineweaver Burk Plot

1 / Vi

a = slope = Km / Vmax

1 / Vmax - (1 / Km) 1 / [S]

Kegunaan Nilai Km : Untuk menetapkan jumlah substrat yang hendak digunakan pada suatu pemeriksaan enzim (assay enzim), supaya dapat diperoleh kecepatan reaksi yang maksimum (Vmax) Vmax menggambarkan jumlah enzim yang aktif dalam keadaan Vmax semua enzim telah jenuh dengan substrat.

Pengaturan enzim dalam Metabolisme


Cara mengatur dengan : 1. Mengatur jumlah absolut enzim secara kuantitatif 2. Mengubah efisiensi katalisis enzim 1. Mengatur jumlah absolut enzim secara kuantitatif - mengatur kecepatan sintesis (konstanta sintesis) - mengatur kecepatan degradasi (konstanta degradasi)

.... Regulasi aktifitas enzim

2. Mengubah efisiensi katalisis enzim


Dalam bentuk : aktivasi enzim dan inhibisi (penghambatan) enzim Aktivasi Enzim : 1. Aktivasi proenzim / zimogen 2. Modifikasi kovalen 3. Kontrol feedback (umpan balik)

1. Aktivasi proenzim enzim aktif


Prosesnya : reaksi proteolitik / hidrolisis (pemecahan) dengan enzim proteolitik atau asam (H+)

Proenzim (BM lebih besar) enzim aktif (BM lebih kecil)


Contoh : Tripsinogen Tripsin enterokinase Tripsin (hanya beda 6 aa)

Pepsin, H+ Pepsinogen
(BM 42500)

Pepsin
(BM 34500)

Tripsin, Pepsin autokatalitik


Prokarboksipeptidase
(BM 96000)

Tripsin

Karboksipeptidase
(BM 34300)

Protrombin

Beberapa faktor (Protease) Fibrinogen

Trombin Fibrin

Sintesis enzim sebagai proenzim yang tidak aktif katalitik adalah khas untuk enzim pencernaan dan enzim pembentuk dan pemecah bekuan darah.

2. Modifikasi kovalen
Aktivitas katalitik suatu enzim dapat diubah secara reversibel jika enzim tersebut terikat secara kovalen dengan gugus fosfat (pada mamalia) atau nukleotida (pada bakteri). Enzim seperti ini = INTERCONVERTABLE ENZYMES Selalu dalam bentuk : fosfo atau defosfo (mana yang lebih aktif tergantung enzimnya).

Contoh : Glikogen sintetase Glikogen fosforilase Piruvat DH Sitrat liase

Rendah E-P E E-P E

Aktivitas

Tinggi E E-P E E-P

3. Kontrol Feedback ( kontrol / pengaturan umpan balik )


Inhibisi (penghambatan) feedback penghambatan aktivitas enzim (dalam jalan biosintesisnya) oleh hasil akhir reaksi tersebut Pengaturan alosterik. Enzim-enzim tertentu (enzim regulator) aktivitasnya diatur oleh efektor alosterik yang tidak sama dengan substrat / koenzim untuk enzim yang diatur tersebut.

Efektor alosterik negatif :


Senyawa yang merupakan produk reaksi yang menghambat pada enzim permulaan / enzim regulator sehingga reaksi pembentukan produk tersebut dapat berhenti, disebut inhibitor

Efektor alosterik positif :


Senyawa yang merupakan produk reaksi yang mengaktifkan enzim regulator sehingga reaksi pembentukan produk terus berjalan, disebut aktivator.

A E1

E2

E3

Efektor alosterik (D) menghambat kerja E1 dengan cara berikatan dengan molekul enzim pada tempat alosterik (allosteric site), yaitu tempat pada molekul enzim yang sensitif yang terletak jauh dari tempat katalitik (catalytic site)

Contoh lain : S1 S2 S3 S5 A S4 C D B -

Inhibisi umpan balik 1. Inhibisi kompetitif 2. Inhibisi nonkompetitif

1. Inhibitor kompetitif (analog substrat)


 Hambatan terjadi di tempat katalisis enzim (inhibitor terikat pada tempat katalisis)  Struktur inhibitor menyerupai substrat / analog dengan substrat enzim tsb  Dapat membentuk kompleks E-I yang reversibel (mudah lepas) tidak menghasilkan produk
I E S E-I (inaktif) E+P Jika ditambahkan S cukup banyak hambatan hilang

E-S E+P (aktif) Contoh : Malonat menghambat Suksinat menjadi Fumarat (oleh enzim Suksinat DH)

Dengan Inhibitor 1/vi Tanpa Inhibitor 1/Vmax Penghambatan kompetitif menaikkan Km untuk S 1/[S]

-(1/Km) -(1/Km)

Lineweaver Burk Plot

Kecepatan reaksi (vi) pada konsentrasi penghambat (I) yang tetap diukur pada berbagai konsentrasi S. Garis yang ditarik memotong sumbu Y di sumbu X = 0 disebut intersep.

2. Inhibitor non kompetitif


 Tidak ada persaingan antara S dan I, struktur tidak mirip dengan substrat  Ikatan E dengan I pada tempat alosterik enzim Yang reversibel: Menurunkan Vmax, tetapi tidak mempengaruhi Km
I E S E-S E+P I Reaksi lambat E-I S E-I-S E+P

Dengan penghambat 1/vi 1/Vmax -(1/Km) 1/Vmax Lineweaver Burk Plot 1/[S] Tanpa penghambat

Kecepatan reaksi (vi) pada konsentrasi penghambat (I) yang tetap diukur pada berbagai konsentrasi S. Penghambatan menyebabkan 1/Vmax meningkat menurunkan Vmax, tetapi Km tidak dipengaruhi

Inhibisi nonkompetitif yang irreversibel


 Inhibitor dapat mengurangi aktivitas enzim  Stuktur inhibitor tidak sama dengan S, penambahan kadar S tidak mengurangi hambatan  Inhibitor berupa racun enzim : - Iodoasetamid - Ion logam berat (Ag, Hg, As) - Zat-zat pengoksidasi  Kinetika enzim : seperti kinetika enzim dengan inhibitor nonkompetitif yang reversibel sehingga tidak dapat dibedakan antara racun enzim dan inhibitor nonkompetititf yang reversibel

Peranan ion metal / logam dalam enzim


Lebih dari 25% enzim untuk aktivitas katalisisnya perlu ion logam

1. Metaloenzim
Enzim yang mengandung sejumlah ion logam yang berfungsi dan terikat erat (afinitas ion logam terhadap molekul enzim besar)

2. Metal activated enzyme (enzim yg diaktifkan logam)


Mengikat ion logam tidak terlalu erat, tapi untuk keaktivannya perlu penambahan ion logam tsb (afinitas ion logam terhadap molekul enzim kecil).

 Senyawa non protein yg diperlukan oleh sebagian enzim untuk aktivitasnya.  Biasanya merupakan molekul kecil  Merupakan senyawa organik, organometalik atau ion metal (logam)  Untuk peranannya dalam reaksi kimia, terikat dengan enzim secara erat atau longgar

Holoenzim = apoenzim + koenzim


 Reaksi reaksi yg memerlukan koenzim termasuk oksidasi reduksi, pemindahan gugus, isomerisasi, dan reaksi yg membentuk ikatan kovalen (kelas 1,2,5, dan 6)  Reaksi-reaksi litik, liase dan hidrolase (kelas 3 dan 4) tidak membutuhkan koenzim.

Gugus Prostetik
Digunakan untuk koenzim yang berikatan erat dengan enzimnya secara kovalen atau non kovalen. jadi selalu berada bersama-sama dengan enzimnya

Kosubstrat : dapat berikatan dengan lokasi aktif enzim dengan


interaksi nonkovalen lemah seperti substrat. Contoh : Dalam oksidasireduksi (Dehidrogenase), satu molekul S dioksidasi (dehidrogenasi) dan satu molekul koenzim direduksi (hidrogenasi)

Laktat NAD+

Piruvat NADH + H+

Vitamin dan Bentuk Koenzim


Vitamin : 1. Tiamin (B1) Bentuk koenzim : Thiamin pirofosfat Reaksi / Proses Dekarboksilasi, transfer aldehid Redoks Transfer ggs amino Redoks Transfer asil Karboksilasi Transfer ggs 1 atom C Penyusunan intramolekul Hidroksilasi

2. Riboflavin (B2) FAD & FMN 3. Piridoksin (B6) 4. Asam nikotinat (niasin) 5. As pantotenat 6. Biotin 7. As folat 8. Vit.B12 (kobalamin) 9. As. askorbat Piridoksal P NAD & NADP Koenzim A Biositin As tetrahidrofolat Deoksiadenosil kobalamin, metil kobalamin

Vitamin dan Bentuk Koenzim


Vit tak larut air 1. Vitamin A Bentuk koenzim : Retinal Reaksi / Proses Penglihatan, pertumbuhan, reproduksi Metab Ca Antioksidan Pembekuan darah

2. Vitamin D

1,25 diOH kolekalsiferol

3. Vitamin E 4. Vitamin K