Anda di halaman 1dari 10

Metode Uji Antiplatelet Secara In Vivo

1. Uji Efek Antiagregasi Platelet 2. Uji Bioavabilitas

Uji Efek Antiagregasi Platelet


Buat 6 kelompok mencit (@5mencit). Pengujian dilakukan dengan memberikan bahan uji dengan dosis hasil orientasi secara oral sekali sehari selama 28 hari berturut-turut. (Perbandingan dosis uji). 1 dosis : 1 dosis dan 1/2

dosis : 1/2 dosis dari dosis tunggal setiap bahan

Parameter Yang Digunakan : Waktu Pendarahan Waktu Koagulasi Penurunan Serapan Plasma

Parameter tersebut diukur pada hari ke-7, 14, 21, dan 28. Hasil uji diolah secara statistik menggunakan uji t.

1. Pengukuran Waktu Pendarahan Ujung diserap ekor mencit dilukai darah yang keluar

dengan kertas penjerap. Interval waktu antara

timbulnya tetes pertama darah hingga darah berhenti mengalir adalah waktu perdarahan. 2. Pengukuran Waktu Koagulasi Ujung ekor mencit dilukai, darah yang keluar diserap

dengan pipa kapiler selama 30 detik. Pipa kapiler dipatahkan setiap interval 15 detik hingga teramati pembentukan benang fibrin pada bagian yang dipatahkan.

3. Pengukuran Penurunan Serapan Plasma a. Darah mencit + natrium sitrat 3,18% disentrifugasi selama 15 menit. b. Plasma darah diambil sebanyak 250 l + natrium klorida 0,9%. c. Serapan plasma diukur dengan Spectronic 21-D pada panjang gelombang 600 nm. d. Serapan plasma diukur kembali setelah penambahan 30 l larutan ADP 5 M sebagai penginduksi agregasi platelet dan inkubasi selama 20 menit dalam inkubator kocok (suhu 37C). e. Penurunan serapan plasma dihitung dengan menghitung selisih serapan plasma sebelum dan setelah pemberian larutan penginduksi.

Uji Bioavabilitas
Obat harus memiliki ekivalensi secara farmasetik dan menghasilkan bioavailabilitas yang sebanding. Bioavailibilitas adalah persentase zat aktif dalam suatu produk obat yang tersedia dalam sirkulasi sistemik dalam bentuk utuh setelah pemberian obat tersebut, diukur dari kadarnya dalam darah terhadap waktu atau dari ekskresinya dalam urin.

Metode Uji Antiplatelet Secara In Vitro

Uji Efek Antiagregasi Platelet


Dengan Cytometer Sistem berupa "Aliran cytometer 2 (FIC2)," terdiri dari sebuah analisa retikulosit otomatis (R-3000, Sysmex) laser, dan muatan perangkat (CCD) kamera.

Cara Kerja
Persiapan trombosit 1. Darah vena diambil dari relawan sehat yang menyangkal penggunaan obat-obatan selama minimal 2 minggu sebelum percobaan. 2. Seluruh darah dicampur langsung dengan natrium sitrat 3,8% (1 vol sitrat / 9 vol darah) ditambah 0,1 mg / ml argatroban sebagai antikoagulan. 3. Campuran darah keseluruhan digunakan langsung untuk studi agregasi darah disentrifugasi pada 160 rpm selama 10 menit untuk mendapatkan PRP.

Pengukuran Agregasi trombosit dalam Darah Utuh atau PRP oleh FIC2 1. Agregasi trombosit diukur dengan FIC2. 2. PRP atau sampel darah keseluruhan diencerkan dan dicampur dengan auramine O untuk noda RNA dan DNA. 3. Sampel diencerkan melewati sebuah sel aliran,dengan laser cahaya terfokus. 4. Ketika sebuah sel tertentu atau partikel di bidang tertentu, laser kedua berdenyut dan gambar sel atau partikel ditangkap oleh kamera CCD. 5. Data gambar dicetak dan adanya agregat platelet ditentukan dengan menghitung menggunakan mata.