Anda di halaman 1dari 181

PEMBINAAN TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI 2009

BIRO KEPEGAWAIAN BADAN PUSAT STATISTIK

CAKUPAN MATERI
I. Penjelasan Umum II. Pendidikan III. Penyediaan Data dan Informasi Statistik IV. Analisis dan Pengembangan Statistik V. Pengembangan Profesi Statistisi VI. Kegiatan Pendukung
2

I. PENJELASAN UMUM

DASAR PELAKSANAAN
1) KEPMENPAN NO.37/KEP/M.PAN/4/2003 tanggal 7 April 2003 tentang Jabatan Fungsional Statistisi dan Angka Kreditnya 2) Keputusan Bersama Kepala BPS dan Kepala BKN No 003/KS/2003 Dan No 25 Tahun 2003 Tanggal 30 Juni 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Statistisi dan Angka Kreditnya
4

Latar Belakang
1. Perlu pemahaman mengenai peraturan Jabatan Fungsional Statistisi. Statistisi. 2. Telah diterbitkannya Peraturan Kepala BPS No 15 Tahun 2008 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Angka Kredit Statistisi. Statistisi. 3. Berdasarkan pengalaman, terjadi variasi persepsi pengalaman, penilaian antar tim penilai dalam penilaian angka kredit. kredit. 4. Perbedaan persepsi tersebut dapat berakibat pada kenaikan pangkat dan jabatan. jabatan.
5

Latar Belakang (lanjutan)


5. Adanya penambahan beberapa kegiatan yang sebelumnya belum tercakup dalam Kepka BPS No 147 tahun 2003

Tujuan
1. Tercapainya pemahaman yang relatif sama antar penilai Jabatan Statistisi tentang kegiatankegiatankegiatan yang terdapat dalam Petunjuk Teknis Penilaian Angka Kredit 2. Pejabat Statistisi memperoleh informasi yang lengkap dan benar. benar. 3. Memasyarakatkan Jabatan Statistisi sebagai alternatif karier. karier.

Keuntungan menjadi Statistisi


Kenaikan pangkat dapat dua tahun sekali Profesionalisme semakin teruji Pangkat/golongan dapat melebihi pangkat/golongan maksimum Tidak mengikuti ujian dinas untuk pindah golongan Memperoleh tunjangan jabatan
8

ANGKA KREDIT MINIMAL


Unsur Gol Ruang 1 II/a II/b II/c II/d III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c AK Minimal 2 25 40 60 80 100 150 200 300 400 550 700 Utama (80% ) 3 20 32 48 64 80 120 160 240 320 440 560 Penunjang (20% ) 4 5 8 12 16 20 Statistisi Pelaksana Lanjutan 30 40 Statistisi Penyelia 60 80 110 140 Statistisi Madya Statistisi Muda Statistisi Pertama Statistisi Pelaksana 5 Statistisi Pelaksana Pemula 6 Jabatan Terampil Jabatan Ahli

TUNJANGAN JABATAN STATISTISI


Perpres RI Nomor 40 Tahun 2007
TERAMPIL GOL Jabatan
1 2

AHLI Jabatan
4

Tunjangan
3

Tunjangan
5

II/a II/b II/c II/d III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c

Statistisi Pelaksana Pemula Statistisi Pelaksana Statistisi Pelaksana Lanjutan Statistisi Penyelia

220.000

240.000

265.000

Statistisi Pertama Statistisi Muda

300.000

500.000

600.000

Statistisi Madya

900.000
10

Hal yang baru pada Perka BPS No 15 Tahun 2008 (1)


Statistisi Terampil
1. Kegiatan yang sebelumnya belum tercakup dalam Kepka BPS No 147 Tahun 2003 - Batching (II.A.28) - Rapat/Koordinasi KSK dengan instansi lain Rapat/ - Membuat executive summary (II.A.36; II.B.12; II.C.28) (II.A.36; II.C.28) 2. Adanya penyesuaian penilaian: penilaian: - Nilai Angka Kredit yang diperoleh dari kegiatan marking/ marking/editing/coding/entry dalam 1 tahun maksimal 25 % dari syarat untuk naik ke pangkat 1 tgkt lebih tinggi. tinggi.
11

Hal yang baru pada Perka BPS No 15 Tahun 2008 (2)


Statistisi Terampil
penilaian: 2. Adanya penyesuaian penilaian: - Kegiatan mengelola peta yang diberikan nilai hanya pada peta yang dimutakhirkan (II.C.18) 3. Penilaian kegiatan analisis dan pengembangan statistik menggunakan panduan yang terdapat pada anak lampiran 1a (tabel 1) dan 1b (tabel 2) (tabel (tabel

12

Hal yang baru pada Perka BPS No 15 Tahun 2008 (3)


Statistisi Ahli
1. Menyusun materi untuk supervisi lapangan (II.A.9) 2. Monitoring dan evaluasi penerimaan daftar sampel kegiatan sensus/survei (AK=10%x0,46; sensus/ II.A.10.b) 3. Pengelolaan dan penyempurnaan Master File Desa (MFD) (AK=1%x0,46; II.A.10.b) 4. Mengumpulkan/ inventarisasi kegiatan statistik Mengumpulkan/ untuk keperluan metadata (AK=10% x 0,15; II.B.2)
13

Hal yang baru pada Perka BPS No 15 Tahun 2008 (4)


Statistisi Ahli
5. Melakukan penyusunan kembali/perbaikan/ revisi mengenai konsep definisi atau petunjuk teknis pelaksanaan dan pengelolaan kegiatan statistik (50% x 3; IV.B) 6. Pembuatan leaflet/booklet/pamflet/poster leaflet/booklet/pamflet/poster mengenai teknis pelaksanaan dan pengelolaan kegiatan statistik (10% x 3; IV.B) 7. Penilaian kegiatan analisis dan pengembangan statistik menggunakan panduan yang terdapat pada anak lampiran 1a (Tabel 1) dan 1b (Tabel 2) (Tabel (Tabel
14

Hal yang baru pada Perka BPS No 15 Tahun 2008 (5)


Contoh Penilaian Analisis Statistik
III A. Analisis dan pengembangan statistik

Analisis Melakukan analisis statistik sederhana : statistik


a. Deskriptif satu sektor b. Deskriptif lintas sektor Analisis satu sektor Buku Statistisi Pelaksana Statistisi Pelaksana Lanjutan Statistisi Penyelia 0.6

Buku

0.95

c.

Buku

2.4

Tidak Digunakan. Diganti dengan anak lampiran 1.a dan 1b.


15

Hal yang baru pada Perka BPS No 15 Tahun 2008 (6)


Tabel 1. Penghitungan Angka Kredit untuk Kegiatan Analisis Statistik
Angka Kredit 0.6
No Statistisi Terampil Statistisi Ahli

Jumlah Analisis Deskriptif Analisis Analisis Analisis Mendalam Halaman Satu Lintas Satu Lintas Satu Lintas Sektor Sektor Sektor Sektor Sektor Sektor
(2) > 100 76 - 100 (3) 3.00 2.40 (4) 4.75 3.80 (5) 4.00 3.20 (6) 4.00 3.20 (7) 8.00 6.40 (8) 12.00 9.60

0.95

(1) 1

2.4

<6

0.36

0.57

0.48

0.48

0.96

1.44

16

Ketentuan Penilaian Unsur Pendidikan Jabatan Fungsional Statistisi ( Hasil Rapat tanggal 12 Maret 2009 )
No
(1)

Kondisi
(2)

Perlakuan
(3)

1 2 3

PP pendidikan S1 Stat/ Mat, S2 Stat/ Mat PP Pendidikan S1 Non Stat/ Mat PP S1 non Stat/ Mat, S2 non Stat/ Mat Statistisi Terampil memperoleh S1 Non Stat/ Mat Statistisi Ahli dengan pendidikan S1, memperoleh S2 dan jumlah SKS mata kuliah Stat/ Mat 6

S1 = 100, S2 = 50 Diklat, S1=100 Diklat, S1=100 & S2=150, jika jumlah SKS Mata Kuliah Stat/ Mat 6 Diklat, S1= 100 S2 = 150 (tambah 50 dari S1=100)

4 5

Catatan : PP : Pengangkatan Pertama


17

Kegiatan Di Luar Jalur Jabatan


(Ahli mengerjakan Terampil dan Sebaliknya) Sebaliknya)
1. Pada dasarnya Statistisi harus mengerjakan kegiatan yang sudah ditetapkan sesuai dengan jenjang jabatannya. 2. Mengingat di suatu unit kerja belum tentu terdapat pejabat fungsional yang sesuai dengan jabatannya sehingga statistisi mengerjakan pekerjaan di luar jabatannya. jabatannya. 3. Untuk menjaga agar semua pekerjaan di bidang statistik yang dilakukan oleh statistisi tetap dapat dipertimbangkan, dipertimbangkan, maka diterapkan konversi nilai (Faktor Pengali). Pengali).
Gradasi Menu Utama
18

Statistisi dan RB-BPS RB Seluruh Pegawai di dorong menjadi fungsional Statistisi Muda setara Eselon IV (Madya=III) (Madya=III) Pekerjaan rutin : stat Pelaksana Pertama

Stat Muda boleh mengerjakan stat Pertama konsekwensinya angka kredit tidak cukup Pekerjaan stat Muda lebih kompleks RB statistisi mengerjakan pekerjaannya
19

Pengertian Statistisi (1)


Definisi :
Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan statistik pada instansi pemerintah;
Jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil

20

Pengertian Statistisi (2)


Kedudukan
Pelaksana teknis fungsional penyelenggaraan kegiatan statistik pada instansi pemerintah

Tugas Pokok
Melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian, penyebarluasan dan analisis data serta pengembangan metode statistik
21

Terampil

Statistisi

Ahli

 

Kualifikasi teknis Mensyaratkan penguasaan dan prosedur kerja teknis di bidang statistik

 

Kualifikasi profesional Mensyaratkan penguasaan ilmu pengetahuan metodologi dan teknik analisis di bidang statistik
22

PENGANGKATAN SEBAGAI PEJABAT STATISTISI


Dinilai Terlebih dahulu, melalui :

1. Pengangkatan Pertama 2. Alih Jabatan

23

PENGANGKATAN PERTAMA
SLTA STT Stat/Math Non Stat/Math STT
DUPAK Memenuhi Angka kredit: Unsur Utama Min 80 % Unsur Penunjang Max 20 %

DP3 satu th terakhir BAIK, gol. min II-a

DI D II D III

Jenjang Jenjang Jenjang Statistisi Statistisi Statistisi Terampil Terampil Terampil


DP3 satu th terakhir BAIK, gol. min III-a

D IV S1 S2 S3

Stat/Math

Non Stat/Math

STA

DUPAK Memenuhi Angka kredit: Unsur Utama Min 80 % Unsur Penunjang Max 20 %

Jenjang Jenjang Jenjang Statistisi Statistisi Statistisi Ahli Ahli Ahli


24

Persyaratan Pengangkatan Pertama Statistisi Terampil


Ijazah serendah-rendahnya SLTA serendah Pangkat serendah-rendahnya II/a serendah Lulus diklat fungsional STT (kecuali lulusan (kecuali diploma Statistik/ matematik) Statistik/ matematik)  DP3 1 tahun terakhir bernilai baik  Usia maksimum 5 tahun sebelum usia pensiun


Jika diangkat dari jabatan lain, harus sudah 2 tahun di bidang statistik
25

Persyaratan Pengangkatan Pertama Statistisi Ahli


    

Ijazah serendah-rendahnya S-1/ D IV serendahPangkat serendahnya III/a Lulus diklat fungsional STA (kecuali pendidikan (kecuali bidang Stat/Math) DP3 1 tahun terakhir bernilai baik Usia maksimum 5 tahun sebelum usia pensiun

Jika diangkat dari jabatan lain, harus sudah 2 tahun di bidang statistik
26

Usul Penetapan Angka Kredit (1)




Usul Penetapan Angka kredit statistisi disampaikan setelah menurut perhitungan sementara statistisi yang bersangkutan jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan/ jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi dapat dipenuhi Formulir usulan sesuai dengan lampiran II.a s/d II.d untuk Statistisi Terampil dan III.a s/d III.c untuk Statistisi Ahli
27

Usul Penetapan Angka Kredit (2)




Setiap usul penetapan angka kredit statistisi dilampiri dengan surat pernyataan melakukan kegiatan statistik dan atau kegiatan pendukung seperti pada Lampiran IV s/d VII (PS 01 s.d PS 04)

Penilaian dan Penetapan untuk kenaikan pangkat, pangkat, dilakukan selambat-lambatnya 3 bulan selambatsebelum periode kenaikan pangkat

28

TIM PENILAI
Tim Penilai Badan Pusat Statistik (BPS) Tim Penilai Kantor Pusat BPS Tim Penilai BPS Provinsi Prov Tim Penilai Instansi Pusat Tim Penilai Provinsi/Kabupaten/Kota

29

PENILAIAN PEJABAT STATISTISI DI LUAR BPS


Ada Tim Pusat Tidak ada Tim Instansi Lain/ Pemprov/Kab/Kota Ada Tim Daerah e Statistisi Madya -- langsung dinilai BPS Pusat Langsung Nilai e Statistisi Madya -- langsung dinilai

Tidak ada Tim

BPS Provinsi

e StatistisiMadya -- langsung dinilai

30

SYARAT MENJADI ANGGOTA TIM PENILAI


Pangkat/jabatan penilai u jabatan/ pangkat

Statistisi yang dinilai.


Memiliki keahlian dan kemampuan untuk

menilai prestasi kerja Statistisi; dan


Dapat aktif melakukan penilaian.

31

PENILAIAN ANTAR JENJANG


Satu Tingkat di Bawah Jenjang Jabatan Jml satuan hasil X Angka kredit X 1 Jml satuan hasil X Angka kredit X 1 Jml satuan hasil X Angka kredit X 0,8

Statistisi

Sesuai Tingkat Jenjang Jabatan

Satu Tingkat di Atas Jenjang Jabatan

32

Statistisi Penyelia (Gol III/d), Min 10 AK

setiap tahun sejak menduduki pangkat/jabatan puncak wajib mengumpulkan angka kredit dari unsur utama

Statistisi Madya (Gol IV/c), Min 20 AK

33

Penetapan Angka Kredit (PAK)




Apabila kumulatif angka kredit yang diperoleh belum memenuhi syarat untuk kenaikan pangkat/ pangkat/jabatan maka tidak perlu dibuatkan pemberitahuan. PAK tetapi hanya nota pemberitahuan. Contoh: Contoh: Agus, Agus, S.St adalah Statistisi Pertama dengan pangkat III A (angka kredit 113). Setelah (angka mengajukan penilaian, Agus memperoleh angka penilaian, kredit sebesar 14 sehingga angka kreditnya menjadi 127. Dalam hal ini Agus cukup dibuatkan nota pemberitahuan
34

Penetapan Angka Kredit (PAK)




Angka kredit ditetapkan apabila telah memenuhi syarat untuk kenaikan pangkat/jabatan. pangkat/jabatan. Contoh: Contoh: Ambar, Ambar, S.St adalah Statistisi Pertama dengan pangkat III A (angka kredit 113). Setelah (angka mengajukan penilaian, Ambar memperoleh penilaian, angka kredit sebesar 40 sehingga angka kreditnya menjadi 153. Karena sudah memenuhi syarat untuk kenaikan pangkat maka Ambar dibuatkan PAK
35

Rekomendasi


Pejabat Statistisi terampil yang sudah menduduki (III/c) dan berada di BPS Provinsi/kabupaten/kota Provinsi/kabupaten/ perlu mendapat rekomendasi dari Tim Penilai Kantor Pusat BPS Sebelum dikirimkan ke Tim Penilai Kantor Pusat BPS, BPS, usulan penilaian angka kredit harus dinilai terlebih dahulu oleh Tim Penilai BPS Provinsi Setelah mendapat rekomendasi, baru bisa rekomendasi, dibuatkan Nota Pemberitahuan/PAK oleh BPS Pemberitahuan/PAK Provinsi

36

PINDAH JALUR JABATAN STATISTISI


Statistisi Terampil Statistisi Ahli Diusulkan

DUPAK SMTA DI D II D III D IV S1 S2 S3 Stat/Math Memenuhi Angka kredit: Unsur Utama Non Stat/Math
Mengikuti pendidikan

Min 80 % Unsur Penunjang Max 20 %

Diklat
37

KENAIKAN PANGKAT/ JABATAN


Syarat : 2 Tahun dalam pangkat 1 Tahun dalam jabatan Statistisi Pertama (III/a)
(Angka Kredit 193) 193)

KP
AK min = 150

Statistisi Pertama (III/b) (Kelebihan 43 angka kredit) kredit)

Statistisi Muda III/c

KJ KP

Setelah 1 th di Jabatan Setelah 2 th di Pangkat

43 AK + min 7 AK dan DP3 Baik

38

Contoh: Contoh:


Budi, S.Si mempunyai angka kredit 147 dan sudah 2,5 tahun di golongan III-a. Setelah mengusulkan penilaian IIIangka kredit, pada Januari 2009 memperoleh angka kredit kredit, sebesar 193.

Pada April 2009 Budi dapat dinaikkan pangkatnya menjadi III-b. III Misalkan pada Agustus 2009 budi memperoleh tambahan angka kredit sebesar 8, sehingga total angka kreditnya menjadi 201.  Pada September 2009 Budi dapat dinaikkan jabatannya menjadi Statistisi Muda dan April 2011 dapat dinaikkan pangkatnya menjadi III-c. III
39

KELEBIHAN ANGKA KREDIT


kelebihan angka kredit memenuhi jumlah angka kredit untuk KP satu tingkat atau lebih dari jabatan terakhir yang diduduki, dapat diangkat dalam jabatan yang sesuai dengan angka kredit dengan syarat ; 1 tahun dalam Jabatan dan DP3 bernilai baik dalam 1 tahun terakhir Untuk naik pangkat berikutnya wajib mengumpulkan sekurang-kurangnya 20% angka kredit dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan dari unsur utama

Contoh:
Joni, S.S.T sebagai Statistisi Pertama sudah 1 tahun dan di golongan III/a sudah 2 tahun. Angka kredit yang dimiliki Joni sebesar 123. Setelah mengajukan penilaian, pada Januari 2007 mendapatkan angka kredit sebesar 80. Pada Januari 2007 Joni bisa menduduki jabatan Statistisi Muda Pada April 2007 Joni bisa dinaikkan pangkatnya menjadi III/b Untuk naik pangkat ke III/c pada April 2009, Joni harus mengumpulkan angka kredit dari unsur utama minimal 10 (20% x 50)

PEMBEBASAN SEMENTARA (1)


PS Terampil kecuali PS Penyelia (III/d) & PS Madya (IV/c)
dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk KP setingkat lebih tinggi Dibebaskan sementara KP

Aktif kembali
KP + KJ

tercapai tidak tercapai

Diberhentikan

Dalam waktu 1 tahun harus mengumpulkan angka kredit untuk KP

42

Contoh :
Sudardjo, Statistisi Pelaksana, telah 4 tahun sejak diangkat belum dapat mengumpulkan angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi Maka pada 4,5 tahun diberi nota peringatan dan Apabila sampai dengan 5 tahun angka kredit belum memenuhi syarat untuk naik pangkat maka akan dibebaskan sementara

43

PEMBEBASAN SEMENTARA (2)


Statistisi Penyelia (Gol III/d), Minimal 10 AK

dibebaskan sementara dalam jabatannya apabila sejak diangkat tidak dapat mengumpulkan angka kredit dari unsur utama setiap tahun

Dalam waktu 1 tahun harus mengumpulkan angka kredit Jika tidak Jika minimal tercapai tercapai
Diberhentikan

Statistisi Madya (Gol IV/c), Minimal 20 AK

Tidak dapat diangkat kembali

Aktif kembali

Contoh :
Herman, Statistisi Penyelia (III/d) 1 tahun sejak menduduki pangkat puncak (III/d) harus mengumpulkan minimal 10 angka kredit Apabila tidak tercapai akan dibebaskan sementara Diberikan waktu 1 tahun untuk mengumpulkan angka kredit Apabila tidak tercapai maka akan diberhentikan
45

PEMBEBASAN SEMENTARA LAINNYA (1)


Dijatuhi hukuman disiplin PNS tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan PP Nomor 30 Tahun 1980 Dapat diangkat kembali dalam jabatan Pranata Komputer/ Statistisi terakhir yang didudukinya bila :

telah selesai menjalani hukuman

46

Contoh :
Richard, Statistisi Pertama Terbukti melakukan pelanggaran disiplin PNS dan diberi hukuman disiplin PNS tingkat berat berupa penurunan pangkat setingkat pangkat lebih rendah selama 12 bulan Selama menjalani hukuman disiplin tersebut yang bersangkutan harus dibebaskan sementara Dapat diaktifkan kembali dalam jabatan terakhirnya setelah selesai menjalani hukuman disiplinnya
47

PEMBEBASAN SEMENTARA LAINNYA (2)


Diberhentikan sementara sbg Pegawai Negeri Sipil berdasarkan PP Nomor 4 Tahun 1966 Berdasarkan Keputusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap, kecuali disiplin penurunan pangkat.

diangkat kembali dalam jabatan Pranata Komputer / Statistisi terakhir yang didudukinya

diberhentikan
48

PEMBEBASAN SEMENTARA LAINNYA (3)


Ditugaskan secara penuh di luar Jabatan Statistisi Telah selesai melaksanakan tugas di luar Jabatan Statistisi
Struktural/ Tugas Admisnistrasi

Dapat diangkat kembali

Dalam pangkat yang dimilikinya, sedangkan jabatannya ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang berasal dari kegiatan unsur utama setelah dilakukan penilaian oleh Tim dan ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang
49

PEMBEBASAN SEMENTARA LAINNYA (4)

Cuti di luar tanggungan negara (CLTN) kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya

50

PEMBEBASAN SEMENTARA LAINNYA (5)


Tugas Belajar lebih dari 6 bulan
tunjangan jabatannya diberhentikan pada bulan ke-7 terhitung mulai tanggal dibebaskan sementara

dapat dipertimbangkan KP-nya apabila sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir dan setiap unsur dalam DP3 bernilai baik dalam 2 tahun terakhir

Diangkat kembali setelah selesai Tugas Belajar


51

PEMBERHENTIAN


Karena tidak memperoleh angka kredit yang telah ditentukan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat.

52

II. PENDIDIKAN

53

A. Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Gelar/ Ijasah


1. Amelia, Statistisi Pelaksana, Pendidikan SLTA Memperoleh ijasah sarjana Statistik Angka Kredit yang diperoleh : 100 25 = 75
54

2. Fahrur Rozi, Statistisi Pelaksana,


Pendidikan SLTA Memperoleh ijasah Sarjana Ekonomi (non statistik/ matematika) statistik/ matematika)
Terampil : 5 (unsur penunjang) Sarjana Ekonomi Ahli Sertifikat Diklat STA Memiliki Sertifikat STA 100 25 = 75 Nilai 5 dianulir Pendidikan : 100 25 = 7555

Jika sudah dinilai 5 (penunjang)

3.

Indah Widastomo, B.St., Statistisi Pelaksana Lanjutan


Pendidikan : Akademi Ilmu Statistik Memperoleh ijasah ekonomi (non stat/ math) Angka kredit yang diperoleh : 100 60 = 40 Yang bersangkutan tidak harus diklat STA

4.

Widiastuti, S.Si. Statistisi Pertama Pendidikan : Sarjana Statistik Memperoleh ijasah S2 jurusan Statistik Angka kredit yang diperoleh : 150 100 = 50
56

5. Rumiati, S.Si, Statistisi Pertama


Pendidikan : Sarjana Statistik Memperoleh ijasah Magister Perencanaan Wilayah Jumlah SKS mata kuliah Stat/Mat = 2 Angka kredit yang diperoleh : 10 (sebagai unsur penunjang)

6. Yoyo, S.Sos, MM, akan masuk menjadi statistisi


Telah lulus Diklat STA Jumlah SKS mata kuliah Stat/Mat = 6 Angka kredit yang diperoleh dari unsur pendidikan : 150

57

7. Hatta, S.Si. Statistisi Pertama Pendidikan : Sarjana Statistik Memperoleh ijasah S2 jurusan Ekonomi Pembangunan Jumlah SKS mata kuliah stat/mat = 9 Angka kredit yang diperoleh : 150 100 = 50

58

B. Diklat Fungsional di Bidang Statistik


( Memperoleh STTPP)

59

1. Setiabudi, Statistisi Pelaksana Lanjutan


Pendidikan SMA Memperoleh ijasah non Statistik/ Matematika Mengikuti diklat STA untuk alih jabatan Sertifikat diklat tidak dinilai Ijasah dinilai : 100 25 = 75

60

2. Ashari, S.Si, Statistisi Pertama


Mengikuti diklat Analisis Multivariat selama 150 jam Sertifikat diklat dinilai 2

Menu Utama
61

III. Penyediaan Data dan Informasi Statistik

Menu Utama
62

Penyediaan Data dan Informasi Statistik


1. Sensus/Survei 2. Kompilasi Administrasi 3. Observasi/Pengamatan

Menu Utama
63

1. Sensus / Survei

64

ButirButir-butir kegiatan di Sensus/Survei Sensus/


1. Merancang dan membuat jadwal kegiatan sensus atau survei, adalah membuat rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan kegiatan sensus/survei yang akan dilakukan meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam periode tahunan Merancang dan menentukan sampel wilayah kerja survei di bidang: a. Penyiapan Data Input Menyiapkan data input untuk menyusun kerangka sampel dalam rangka menentukan sampel wilayah kerja. Penyiapan data input harus melalui proses pengolahan. b. Penarikan Sampel Menentukan sampel wilayah kerja sesuai dengan metode statistik yang telah ditentukan
65

2.

3.

Memeriksa hasil penarikan sampel wilayah kerja survei adalah meneliti dan memeriksa apakah sampel wilayah kerja sudah sesuai dengan metode yang ditentukan Perhatian !! Pemeriksa adalah bukan petugas yang menarik sampel Mengatur alokasi dokumen sensus atau survei Pengaturan dokumen sensus/survei yang akan digunakan tingkat sensus/ Kecamatan/Kabupaten/ Kecamatan/Kabupaten/Provinsi yang meliputi penghitungan kebutuhan dokumen dan membuat daftar alokasi dokumen sesuai dengan beban tugas pada wilayah kerja a. tingkat kecamatan b. tingkat Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota c. tingkat provinsi

4.

66

4.

(lanjutan) lanjutan) Statistisi yang berkedudukan di pusat, dapat membuat alokasi pusat, dokumen pada tingkat Provinsi atau Kabupaten/Kecamatan. Kabupaten/Kecamatan. Statistisi yang berkedudukan di Kecamatan, hanya dapat Kecamatan, membuat alokasi dokumen pada tingkat Kecamatan. Kecamatan. Penghitungan angka kredit berdasarkan jenis dokumen yang dialokasikan, dialokasikan, bukan berdasarkan jumlah dokumennya. dokumennya.

5.

Merekrut petugas pelaksana sensus atau survei Merekrut petugas pelaksana sensus/survei adalah mencari dan sensus/ meyeleksi secara langsung petugas yang akan terlibat dalam pengumpulan data pada kegiatan sensus/survei baik tingkat sensus/ A kecamatan maupun kabupaten/kota kabupaten/ Perhatian !! Merekrut petugas pelaksana sensus/survei di tingkat provinsi atau sensus/ pusat dinilai setara dengan tingkat kabupaten/kota kabupaten/
67

6.

Memberikan pelatihan sensus atau survei terstruktur bagi: bagi: a. Pemeriksa/pengawas Pemeriksa/ A b. Pencacah Melatih pemeriksa/pengawas/petugas pencacah untuk dapat pemeriksa/pengawas/ melakukan pemeriksaan/pengawasan/pencacahan dalam suatu pemeriksaan/pengawasan/ kegiatan Memberikan pelatihan survei in depth interview bagi Pencacah: Pencacah: Melatih petugas dengan in depth interview (teknik wawancara mendalam) mendalam) tingkat sederhana/sedang sehingga dpt menguasai sederhana/ teknik pengembangan pertanyaan sesuai dengan tujuan

7.

68

8.

Mengikuti pelatihan sensus atau survei terstruktur sebagai: sebagai: a. Koordinator Teknis b. Pemeriksa/pengawas Pemeriksa/ A c. Pelaksana Perhatian !! yang dimaksud Pelaksana adalah pendata atau pencacah 9. Mengikuti pelatihan survei in depth interview sebagai: sebagai: A a. Pemeriksa/pengawas Pemeriksa/ b. Pelaksana 10. Membuat kerangka penarikan sampel untuk : a. Perusahaan/Lembaga Perusahaan/Lembaga b. Rumahtangga Membuat suatu kerangka/daftar yang digunakan sebagai dasar kerangka/ penarikan sampel dengan unit sampel perusahaan/ lembaga/ perusahaan/ lembaga/ rumah tangga. tangga. Perhatian !! Jika kegiatan lebih dari satu daftar hanya dinilai satu daftar
69

11. 11.

Melakukan pengenalan wilayah objek statistik sensus/survei sensus/ adalah melakukan identifikasi batas-batas wilayah obyek baik batasbatas alam maupun batas buatan catatan: catatan: kegiatan penunjuk jalan di katagorikan kegiatan ini

12. 12. Melakukan pendaftaran (listing) objek statistik sensus/survei sensus/ a. Perusahaan/Lembaga Perusahaan/Lembaga b. Rumahtangga c. Lainnya Melakukan listing RT/bangunan/perusahaan/usaha/lainnya dalam RT/bangunan/perusahaan/usaha/ satu wilayah yang menjadi tugasnya

70

13. Memeriksa hasil pendaftaran/listing objek statistik sensus/survei pendaftaran/listing sensus/ a. Perusahaan/Lembaga Perusahaan/Lembaga b. Rumahtangga c. Lainnya Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kesahihan, konsistensi, kesahihan, konsistensi, dan kebenaran dari kumpulan daftar hasil listing Perhatian !! Pemeriksa adalah bukan petugas yang melakukan listing 14. Melakukan penarikan sampel rumah tangga/usaha/objek statistik tangga/usaha/ berdasarkan : a. Wilayah kerja b. Non wilayah kerja

71

15. Memeriksa penarikan sampel rumah tangga/usaha/objek statistik tangga/usaha/ berdasarkan : a. Wilayah kerja b. Non wilayah kerja adalah melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kesahihan, kesahihan, konsistensi, konsistensi, dan kebenaran dari kumpulan daftar hasil listing Perhatian !! Pemeriksa adalah bukan petugas yang melakukan penarikan sampel. sampel. 16. Membuat sketsa peta wilayah objek statistik sensus atau survei (peta analog) adalah membuat sketsa peta secara manual dng pengamatan langsung ke wilayah yang akan digambar yang digunakan untuk membantu/ membantu/memudahkan pencacahan

72

17. 17. Melakukan pengumpulan data primer sensus atau survei dengan objek rumah tangga menggunakan kuesioner: kuesioner: a. Terstruktur sederhana ( < 5 halaman) halaman) A b. Terstruktur sedang (5- halaman) (5-20 halaman) c. Terstruktur kompleks ( >20 halaman) halaman) d. In Depth Interview sederhana e. In Depth Interview sedang Perhatian !! yang dimaksud halaman adalah halaman yang berisi rincian pertanyaan (tidak termasuk halaman penjelasan) 18. 18. Melakukan pengumpulan data primer sensus atau survei dengan objek rumah tangga menggunakan kuesioner: kuesioner: a. Terstruktur sederhana ( < 5 halaman) halaman) A b. Terstruktur sedang (5- halaman) (5-20 halaman) c. Terstruktur kompleks ( >20 halaman) halaman) d. In Depth Interview sederhana e. In Depth Interview sedang
73

19. 19. Melakukan pengawasan pelaksanaan sensus atau survei dengan objek rumah tangga (pengawasan terhadap pelaksanaan pengumpulan data primer sensus atau survei dengan objek rumah tangga yang menggunakan kuesioner) : kuesioner) a. Terstruktur sederhana ( < 5 halaman) halaman) A b. Terstruktur sedang (5- halaman) (5-20 halaman) c. Terstruktur kompleks ( >20 halaman) halaman) Catatan: Catatan: Jumlah objek yang diawasi sekitar 20 persen total yang dicacah 20. Melakukan pengawasan pelaksanaan sensus atau survei dengan objek Perusahaan/Lembaga/Usaha (pengawasan terhadap Perusahaan/Lembaga/Usaha (pengawasan pelaksanaan pengumpulan data primer sensus atau survei dengan objek erusahaan/Lembaga/Usahayang menggunakan kuesioner) : erusahaan/Lembaga/ kuesioner) a. Terstruktur sederhana ( < 5 halaman) halaman) A b. Terstruktur sedang (5- halaman) (5-20 halaman) c. Terstruktur kompleks ( >20 halaman) halaman) Catatan: Catatan: Jumlah objek yang diawasi sekitar 20 persen total yang dicacah
74

21. 21. Memeriksa hasil pengumpulan data primer sensus atau survei dengan objek Rumah tangga yang menggunakan kuesioner: kuesioner: a. Terstruktur sederhana ( < 5 halaman) halaman) b. Terstruktur sedang (5- halaman) (5-20 halaman) A c. Terstruktur kompleks ( >20 halaman) halaman) adalah melakukan pemeriksaan kuesioner untuk mengetahui kesahihan, konsistensi, kesahihan, konsistensi, dan kebenaran hasil pencacahan Perhatian !! Pemeriksa adalah bukan petugas yang melakukan pencacahan

75

22. Memeriksa hasil pengumpulan data primer sensus atau survei dengan objek Perusahaan/Lembaga/Usaha yang menggunakan Perusahaan/Lembaga/Usaha kuesioner: kuesioner: a. Terstruktur sederhana ( < 5 halaman) halaman) A b. Terstruktur sedang (5- halaman) (5-20 halaman) c. Terstruktur kompleks ( >20 halaman) halaman) adalah melakukan pemeriksaan kuesioner untuk mengetahui kesahihan, konsistensi, kesahihan, konsistensi, dan kebenaran hasil pencacahan Perhatian !! Pemeriksa adalah bukan petugas yang melakukan pencacahan 23. 23. Membuat sketsa peta wilayah objek statistik sensus atau survei (peta analog) adalah membuat sketsa peta secara manual dng pengamatan langsung ke wilayah yg akan digambar yang digunakan untuk membantu/ membantu/memudahkan pencacahan

76

24. Memeriksa hasil pembuatan sketsa peta wilayah objek statistik sensus atau survei (peta analog) adalah melakukan pemeriksaan apakah pembuatan sketsa peta sudah sesuai dengan kondisi wilayah keadaan terakhir Perhatian !! Pemeriksa adalah bukan petugas yang membuat sketsa peta 25. Mengelola peta analog sensus atau survei (manual) adalah kegiatan memelihara dan mendokumentasikan (membuat katalog, mencatat penggunaan peta oleh berbagai pihak) peta dalam media tertentu dan melakukan pemutakhiran (update) peta (update) dalam periode 1 tahun Catatan: Catatan: penilaian dilakukan berdasarkan jumlah peta yang dimutakhirkan (bukan sekedar menyimpan peta saja) saja)

77

26. Mengelola peta digital kegiatan sensus atau survei adalah kegiatan memelihara dan mendokumentasikan (membuat katalog, mencatat penggunaan peta oleh berbagai pihak) peta digital dalam media tertentu dan melakukan pemutakhiran (update) peta dalam periode 1 tahun update) Catatan: Catatan: penilaian dilakukan berdasarkan jumlah peta yang dimutakhirkan (bukan hanya menyimpan saja) saja) 27. Membuat peta tematik manual kegiatan sensus atau survei (peta analog) Peta tematik adalah peta wilayah kerja dg dilengkapi informasi A data hasil kegiatan. Informasi yang ditampilkan dapat berupa kegiatan. jumlah atau simbol dari penduduk atau hewan. hewan. Penilaian dilakukan berdasarkan jumlah tema, yaitu banyaknya tema, tema yang ditampilkan di dalam peta. peta.

78

28. 28.

Melakukan penandaan (marking), penyuntingan (editing), dan marking), editing), penyandian (coding) kuesioner kegiatan sensus/survei: coding) sensus/survei: a. Terstruktur sederhana ( < 5 halaman) halaman) A b. Terstruktur sedang (5- halaman) (5-20 halaman) c. Terstruktur kompleks ( >20 halaman) halaman) Penandaan, Penandaan, editing dan coding adalah kegiatan pengolahan manual yang dilakukan setelah pelaksanaan lapangan untuk mendapatkan validitas dan memudahkan data entry. entry.
Perhatian !! a. Kegiatan penandaan, editing dan coding adalah suatu kegiatan utuh. penandaan, utuh. Jika dilaporkan terpisah maka hanya dinilai satu kegiatan. kegiatan. b. Jumlah halaman yang memerlukan editing diperkirakan sekitar 20 persen dari halaman yang terisi data c. Nilai maksimal yang diperoleh dari kegiatan ini adalah 25 persen dari angka kredit yang harus dipenuhi untuk kenaikan pangkat (Angka kredit yang digunakan untuk kenaikan pangkat tidak boleh lebih dari 25 persen bersumber dari kegiatan ini) ini) d. Kegiatan batching dengan satuan hasil batch dinilai sebesar 0,002
79

29. Melakukan validasi pengolahan data sensus atau survei secara manual adalah validasi pengolahan data sensus/survei secara manual sensus/ terhadap kebenaran isian kuesioner Catatan: Catatan: Jumlah halaman yang memerlukan validasi sekitar 20 persen 30. Merancang dan membuat tabel hasil kegiatan sensus atau survei secara manual adalah membuat tabel yang akan dipublikasikan atau untuk keperluan dinas. dinas. Catatan: Catatan: Merancang dan membuat tabel dianggap satu kegiatan 31. Merancang/membuat grafik hasil kegiatan sensus atau survei Merancang/ secara manual adalah menyajikan data dalam bentuk grafik yang akan dipublikasikan atau untuk keperluan dinas. dinas. Catatan: Catatan: Merancang & membuat grafik dianggap satu kegiatan
80

32. Merancang/membuat monografi kegiatan sensus atau survei Merancang/ adalah penyajian hasil kegiatan dalam bentuk grafik/tabel melalui media dinding Catatan: Catatan: yang dimaksud satuan hasil tabel adalah monografi 33. Memindahkan data sensus atau survei ke media komputer (data entry) entry) dengan validasi adalah memindahkan data dg perlakuan silang antar isian Perhatian !! Yang dimaksud halaman dalam data entry adalah halaman yang setara 250 karakter 34. Memindahkan data sensus atau survei ke media komputer (data entry) entry) tanpa validasi adalah memindahkan data tanpa perlakuan silang antar isian Perhatian !! Yang dimaksud halaman dalam data entry adalah halaman setara 250 karakter
81

35. 35. Memeriksa tabel hasil sensus atau survei yang akan disajikan a. Tabel Data Kecamatan A b. Tabel Data Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota adalah memeriksa kelengkapan dan konsistensi antar sel dalam tabel atau antar tabel Perhatian !! Tabel yang diperiksa adalah tabel hasil kegiatan orang lain

82

36. Menyusun publikasi statistik hasil sensus atau survei a. Publikasi Kecamatan A b. Publikasi Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota adalah kegiatan menyusun tata letak (lay out) tabel, ulasan dan out) tabel, grafik secara sistematis yang akan dipublikasikan Catatan: Catatan:Publikasi di atas level kabupaten/kota dinilai sama dengan publikasi kabupaten/kota Perhatian !! Analisis terhadap tabel-tabel dalam publikasi dilakukan penilaian tabelberdasarkan jumlah halaman hasil analisis dalam bentuk naskah Penilaian analisis harus disesuaikan persyaratkan analisis Executive summary termasuk dalam kegiatan ini nilainya 10%

Sub Menu
83

2. Kompilasi Administrasi

84

ButirButir-butir di kegiatan Kompilasi administrasi


1. Merancang dan membuat jadwal kegiatan kompilasi administrasi A adalah membuat rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan kegiatan kompilasi data administrasi yang akan dilakukan meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam periode tahunan 2. Melakukan penandaan (marking), penyuntingan (editing), dan marking), editing), penyandian (coding) hasil pengumpulan data sekunder coding) adalah kegiatan pengolahan manual hasil pengumpulan data sekunder yang dilakukan setelah pelaksanaan lapangan untuk mendapatkan validitas dan memudahkan data entry Perhatian !! Kegiatan penandaan, editing dan coding adalah suatu kegiatan penandaan, utuh. utuh. Jika dilaporkan terpisah maka hanya dinilai satu kegiatan. kegiatan. Jumlah dokumen yang memerlukan editing diperkirakan sekitar 20 persen dari seluruh dokumen
85

3.

Melakukan pengolahan Data Sekunder secara Manual adalah pengolahan secara manual terhadap kebenaran data hasil pengumpulan data sekunder. Catatan: Kegiatan ini berkaitan dengan kegiatan data entry (II.B.8), jika hanya melakukan kegiatan ini maka angka kredit yang diperoleh hanya kegiatan II.B.3, tetapi jika melakukan kegiatan II.B.3 dan II.B.8 maka angka kredit yang diperoleh adalah nilai kegiatan II.B.3.

4.

Melakukan validasi data sekunder secara manual adalah validasi pengolahan secara manual terhadap kebenaran hasil pengumpulan data sekunder. Catatan: Kegiatan ini berkaitan dengan kegiatan data entry (II.B.8), jika hanya melakukan kegiatan ini maka angka kredit yang diperoleh hanya kegiatan II.B.4, tetapi jika melakukan kegiatan II.B.4 dan II.B.8 maka angka kredit yang diperoleh adalah nilai kegiatan II.B.4.
86

5.

Merancang/membuat tabel hasil pengumpulan data sekunder secara manual adalah membuat tabel yang akan dipublikasikan Perhatian !! Merancang dan membuat tabel kegiatan dianggap sekaligus memeriksa Merancang/membuat grafik hasil pengolahan data sekunder secara manual adalah menyajikan data dalam bentuk grafik yg dipublikasikan Membuat monografi hasil pengolahan data sekunder adalah penyajian hasil kegiatan dalam bentuk grafik/tabel melalui media dinding Catatan: yang dimaksud satuan hasil tabel adalah monografi

6.

7.

87

8.

Memindahkan data sekunder ke media komputer (data entry) dengan validasi adalah adalah memindahkan data dg perlakuan silang antar isian. Yang dimaksud halaman dalam data entry adalah halaman setara 250 karakter Perhatian !! Yang dimaksud halaman dalam data entry adalah halaman yang setara 250 karakter Memindahkan data sekunder ke media komputer (data entry) tanpa validasi adalah memindahkan data tanpa perlakuan silang antar isian Perhatian !! Yang dimaksud halaman dalam data entry adalah halaman yang setara 250 karakter

9.

88

10. Melakukan pengumpulan data sekunder. adalah kegiatan pengumpulan data hasil kegiatan administrasi suatu instansi atau beberapa sumber data Catatan: yang dimaksud satuan hasil daftar adalah daftar unit kerja yang mnghasilkan data tersebut

11. Memeriksa tabel yang akan disajikan pada A a. Publikasi Kecamatan b. Publikasi Kabupaten/Kota adalah memeriksa kelengkapan dan konsistensi antar sel dalam tabel atau antar tabel dari hasil pengumpulan data sekunder Perhatian !! Tabel yang diperiksa adalah tabel hasil kegiatan orang lain
89

12. Menyusun publikasi statistik hasil pengumpulan data sekunder a. Publikasi Kecamatan A b. Publikasi Kabupaten/Kota adalah kegiatan menyusun tata letak (lay out) tabel, ulasan dan grafik secara sistematis yang akan dipublikasikan Catatan:Publikasi di atas level kabupaten/kota dinilai sama dengan publikasi kabupaten/kota Executive summary termasuk dalam kegiatan ini nilainya 10%

Sub Menu
90

3. Observasi/ Pengamatan

91

ButirButir-butir di kegiatan Observasi/Pengamatan Observasi/


1.

Merancang dan membuat jadwal kegiatan observasi adalah membuat rancangan jadwal yang disusun oleh A pejabat statistisi yang meliputi uraian kegiatan dan wkt pelaksanaan observasi dalam setahun Mengatur alokasi peralatan observasi adalah merancang dan membuat alokasi per jenis peralatan observasi di tingkat kecamatan/kabupaten/kota/ kecamatan/kabupaten/kota/provinsi a. Tingkat Kecamatan b. Tingkat Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota c. Tingkat Nasional
Catatan: Catatan: yang dimaksud satuan hasil peralatan adalah jumlah wilayah administrasi yang dialokasikan peralatan tersebut Angka kredit kegiatan di tingkat kecamatan berdasarkan jumlah desa yang menjadi wilayah penelitian

2.

92

3.

Merekrut/mengalokasikan petugas pelaksana observasi adalah mencari dan menyeleksi petugas yang akan terlibat langsung dalam proses pengumpulan data dengan cara pengukuran, penglihatan atau penghitungan (observasi) a. Tingkat Kecamatan b. Tingkat Kabupaten/Kota c. Tingkat Nasional Memberikan pelatihan kegiatan observasi bagi a. Pemeriksa/Pengawas A b. Petugas Observasi adalah melatih pemeriksa/pengawas/petugas kegiatan observasi untuk dapat melakukan suatu kegiatan observasi sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan Mengikuti pelatihan kegiatan observasi A adalah mengikuti pelatihan observasi sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan sebagai koordinator teknis/ pemeriksa atau pengawas/petugas observasi 93

4.

5.

6.

Membuat kerangka penarikan sampel objek observasi Kerangka penarikan sampel adalah daftar yang berisi populasi dari obyek observasi seperti daftar nomor urut obyek observasi/ observasi/ daftar rumahtangga dalam satu blok sensus/daftar nama badan sensus/ usaha sejenis, yang selanjutnya akan dipakai sebagai dasar sejenis, pemilihan sampel yang akan diobservasi Melakukan pengenalan wilayah objek observasi adalah kegiatan mengenali batas-batas wilayah observasi baik batasbatas alam maupun buatan agar tidak ada obyek observasi yang terlewat serta memudahkan pelaksanaan observasi Melakukan pendaftaran (listing) objek observasi listing) adalah kegiatan pengumpulan data langsung ke lapangan guna mendapatkan daftar obyek observasi yang masuk dalam wilayah kerja obyek observasi (daftar nomor urut obyek observasi/ daftar observasi/ nama dan lamat rumahtangga dalam satu blok sensus/ daftar sensus/ nama dan alamat badan usaha sejenis) sejenis)
94

7.

8.

9.

Memeriksa hasil pendaftaran (listing) objek observasi listing) adalah memeriksa kebenaran, kelengkapan dan kebenaran, konsistensi isian daftar listing

10. 10. Melakukan penarikan sampel objek observasi adalah obyek observasi yang didasarkan pada batasan wilayah yang pada umumnya sudah ditentukan A sebelumnya 11. 11. Memeriksa penarikan sampel objek observasi adalah memeriksa kebenaran penarikan sampel sesuai metode yang sudah ditentukan, seperti kelengkapan, ditentukan, kelengkapan, kebenaran nama dan alamat serta indikator lainnya yang diperlukan sebagai dasar pemilihan sampel berdasarkan wilayah kerja

95

12. 12. Melakukan kegiatan observasi adalah pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada suatu objek tertentu dengan pengukuran, penglihatan dan penghitungan, terbagi menjadi observasi A a. Mudah observasi secara sederhana b. Sedang observasi yang agak sulit oleh petugas yang telah mengikuti pelatihan khusus 13. Melakukan pengawasan observasi adalah pengawasan dalam rangka pengumpulan data yang dilakukan secara langsung a. Mudah pengawasan terhadap observasi mudah b. Sedang pengawasan terhadap observasi sedang 14. 14. Memeriksa hasil observasi adalah pemeriksaan terhadap hasil pengumpulan data yang dilakukan secara langsung a. Mudah pemeriksaan terhadap observasi mudah b. Sedang pemeriksaan terhadap observasi sedang

A
96

15. 15. Membuat sketsa peta wilayah objek observasi (peta analog) adalah membuat peta secara manual dgn mengamati langsung ke obyek observasi yang akan digambar, baik menggunakan peta dasar ataupun tidak 16. Memeriksa hasil pembuatan sketsa peta wilayah objek observasi (peta analog) adalah memeriksa kebenaran atau kesahihan peta yang dibuat secara manual dgn mengamati obyek observasi yang digambar, baik menggunakan peta dasar ataupun tidak 17. 17. Mengelola peta analog observasi (manual) adalah kegiatan memelihara & mendokumentasikan (membuat katalog, mencatat penggunaan peta oleh berbagai pihak) peta dalam media tertentu dalam periode 1 tahun. Catatan: Termasuk dalam kegiatan ini adalah meng-update peta. mengPeta yang dinilai adalah per kegiatan
97

18. 18. Mengelola peta digital kegiatan observasi adalah kegiatan memelihara & mendokumentasikan (membuat katalog, katalog, mencatat penggunaan peta oleh berbagai pihak) peta pihak) dalam media tertentu dan melakukan pemutakhiran (update) peta update) dalam periode 1 tahun
Perhatian !! Peta yang dinilai adalah peta yang dimutakhirkan

19. Membuat peta tematik manual kegiatan observasi Peta tematik adalah peta wilayah kerja dg dilengkapi informasi data hasil kegiatan observasi. Informasi yang ditampilkan dapat observasi. berupa jumlah atau simbol dari penduduk atau hewan, dll. hewan, dll.
Perhatian !! Angka kredit yang diperoleh adalah per tema

20. 20. Melakukan penandaan (marking), penyuntingan (editing), dan marking), editing), penyandian (coding) hasil observasi coding) adalah kegiatan pengolahan manual hasil observasi yang dilakukan setelah pelaksanaan lapangan untuk mendapatkan validitas dan memudahkan data entry.
Catatan: Catatan: Kegiatan penandaan, editing dan coding adalah suatu kegiatan penandaan, utuh. utuh. Jika dilaporkan terpisah maka hanya dinilai satu kegiatan. Penilaian kegiatan. hanya pada halaman yang berisi data.
98

21. 21. Melakukan validasi data observasi secara manual adalah kegiatan pemeriksaan konsistensi secara manual thd kebenaran hasil pengolahan isian kuesioner 22. 22. Merancang/membuat tabel hasil observasi secara manual adalah membuat tabel yang akan dipublikasikan atau untuk keperluan dinas Catatan: Catatan: Merancang dan membuat tabel dianggap satu kegiatan 23. 23. Merancang/membuat grafik hasil observasi secara manual adalah membuat grafik yang akan dipublikasikan atau untuk keperluan dinas Catatan: Catatan: Merancang & membuat grafik dianggap satu kegiatan

99

24. 24. Memindahkan data observasi ke media komputer (data entry) entry) dengan validasi adalah memindahkan data dengan konsistensi antar isian Perhatian !! Yang dimaksud halaman dalam data entry adalah halaman yang setara 250 karakter 25. 25. Memindahkan data observasi ke media komputer (data entry) entry) tanpa validasi adalah memindahkan data tanpa konsistensi antar isian Perhatian !! Yang dimaksud halaman dalam data entry adalah halaman yang setara 250 karakter 26. Melakukan validasi pengolahan data observasi hasil pengolahan komputer adalah melakukan validasi data observasi hasil pengolahan yang meliputi perbaikan kesalahan
100

27. 27. Memeriksa tabel hasil kegiatan observasi yang akan disajikan A a. Tabel Data Kecamatan b. Tabel Data Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota adalah memeriksa kelengkapan dan konsistensi antar sel dalam tabel atau antar tabel Perhatian !! Tabel yang diperiksa adalah tabel hasil kegiatan orang lain 28. Menyusun publikasi statistik hasil kegiatan observasi publikasi A a. Publikasi Kecamatan b. Publikasi Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota adalah kegiatan menyusun tata letak (lay out) tabel, ulasan dan out) tabel, grafik secara sistematis yang akan dipublikasikan Catatan: Catatan:Publikasi di atas level kabupaten/kota dinilai sama dengan publikasi kabupaten/kota Perhatian !! Analisis terhadap tabel-tabel dalam publikasi dilakukan penilaian tabelberdasarkan jumlah halaman hasil analisis dalam bentuk naskah Penilaian analisis harus disesuaikan persyaratkan analisis SM 101 Executive summary termasuk dalam kegiatan ini nilainya 10%

Penyediaan Data dan Informasi Statistik


1. Sensus/Survei 2. Kompilasi Administrasi 3. Observasi/Pengamatan

Menu Utama
102

1. Sensus / Survei

103

Sensus/ Sensus/Survei
Kegiatan penyediaan data dan informasi statistik dalam jabatan fungsional statistisi mencakup: 1. Sensus Cara pengumpulan data yg dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di suatu daerah tertentu utk mendapatkan karakteristik populasi. Contoh: sensus penduduk (SP), Sensus Ekonomi (SE), dan Sensus Pertanian (ST) yang dilakukan oleh BPS 2. Survei cara pengumpulan data yg dilakukan melalui pencacahan sampel untuk mendapatkan karakteristik populasi. Contoh: Survei Penangkap Kapal Ikan, Survei Pengusaha Perikanan oleh DKP, Survei Peternakan Nasional (SPN), Survei Industri Besar dan Sedang 3. Kompilasi Administrasi 4. Observasi
104

ButirButir-butir kegiatan di Sensus/Survei Sensus/


1.

Merancang dan membuat jadwal kegiatan sensus atau survei, Yaitu: Lihat AK1 membuat rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan kegiatan sensus/survei yang akan dilakukan T meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam periode tahunan. Contoh Jadwal
PerKa Hal 48

2.

Mengumpulkan bahan/informasi pendukung sensus atau survei dalam rangka A. Penyusunan daftar isian. isian. B. Penyusunan konsep dan definisi. definisi. Lihat AK2 C. Penyusunan sistem pengolahan. pengolahan. Bahan acuan dapat berupa studi literatur, pengamatan, opini atau hasil dari kegiatan sebelumnya. Penilaian dihitung menurut kegiatan bukan berdasarkan jumlah bahan acuan.
PerKa Hal 49 105

3. Menelaah bahan/informasi pendukung sensus atau bahan/ survei dalam rangka : A. Penyusunan daftar isian. isian. B. Penyusunan konsep dan definisi. definisi. C. Penyusunan sistem pengolahan. pengolahan.
Lihat AK3

Perhatian !! Jika mengumpulkan sekaligus menelaah bahan acuan dinilai sama dengan hanya menelaah.

PerKa Hal 49 106

4. Merancang dan membuat daftar isian/kuesioner/instrumen isian/kuesioner/ sensus atau survei: survei:
JenisJenis-jenis kuesioner: kuesioner: a. Kuesioner Sederhana, yaitu kues dg jml hal <5 hal Sederhana, b. Kuesioner Sedang, yaitu kues dg jml hal 5-20 hal Sedang, c. Kuesioner Komplek, yaitu kues dg jml hal lebih dr 20 hal Komplek, Contoh2 kuesioner Lihat AK4

5. Merancang dan membuat rencana tabulasi sensus atau survei


Jenis-jenis tabel: a. Tabel Sederhana: berupa tabel 1 arah b. Tabel Sedang : berupa tabel 2 arah c. Tabel Komplek : berupa tabel 3 arah atau lebih Contoh2 tabel
PerKa Hal 49 107

Lihat AK5

6. Merancang dan membuat pedoman pengisian daftar isian/ kuesioner/ isian/ kuesioner/instrumen sensus atau survei: survei: a. Sederhana Lihat AK6 b. Sedang c. Komplek
Hasilnya berupa Buku pedoman pengisisan kuesioner sederhana, sederhana, sedang atau komplek. komplek.

7. Merancang dan membuat pedoman pemeriksaan daftar isian/ kuesioner/ isian/ kuesioner/instrumen sensus atau survei: survei: a. Sederhana Lihat AK7 b. Sedang c. Komplek
Hasilnya berupa Buku pedoman pemeriksaan kuesioner sederhana, sederhana, sedang atau komplek. komplek.

PerKa Hal 50 108

8. Mengikuti pembahasan materi kuesioner dan instrumen lainnya dari kegiatan sensus atau survei sebagai: sebagai:
a. penyaji b. nara sumber c. peserta

Lihat AK8

Perhatian! Perhatian! Membahas materi pertanyaan yang akan dituangkan dalam kuesioner. kuesioner. Termasuk di dalamnya adalah pembahasan organisasi lapangan, lapangan, metode analisis, pengolahan, dan finalisasi publikasi. Rapat yang tidak analisis, pengolahan, publikasi. membahas materi sensus/survei tidak termasuk dalam penilaian. sensus/ penilaian.

PerKa Hal 50 109

9. Merancang dan membuat pedoman pelaksanaan kegiatan sensus atau survei.


Penjelasan: Pedoman pelaksanaan kegiatan sensus/survei meliputi rangkaian suatu kegiatan sensus/survei yang dituangkan dalam satu pedoman mulai dari maksud dan tujuan, organisasi lapangan, pencacahan, pengolahan sampai dengan pelaporan. Lihat AK9 Termasuk dalam kegiatan ini adalah menyusun materi untuk supervisi lapangan. Angka kredit yang diperoleh adalah 10% x 1,38 = 0,138.

110

10. Merancang dan menentukan sampel wilayah kerja survei di bidang: a. Penentuan metode penarikan sampel Lihat AK10 b. Penyusunan kerangka sampel T Penjelasan: +
Menentukan metode penarikan sampel dan estimasi yang sesuai dengan rancangan survei dan menggunakan metode statistik. Menyusun kerangka sampel sesuai dengan metode penarikan sampel. Kegiatan monitoring dan evaluasi penerimaan daftar sampel kegiatan sensus/survei termasuk dalam kegiatan ini dengan angka kredit sebesar 10% dari 0,46 dengan satuan hasil bahan acuan permasalahan dari daerah. Kegiatan pengelolaan dan penyempurnaan master file desa (MFD) termasuk dalam kegiatan ini dengan angka kredit sebesar 1% dari 0,46 dengan satuan hasil jumlah desa yang dimutakhirkan.
PerKa Hal 51 111

11. Menghitung tingkat kesalahan penarikan sampel.


Yaitu: Menghitung sampling error yang terjadi dalam penerapan metode sampling pada suatu survei. Lihat AK11

12.Merancang dan membuat klasifikasi, konsep dan definisi objek sensus atau survei. Lihat AK12

Penjelasan: Pembuatan konsep dan definisi yang merupakan bagian dari kegiatan pembuatan buku pedoman atau analisis tidak dimaksukkan dalam rincian ini. Penjelasan: Penimbang atau faktor pengali yang dimaksud adalah suatu bilangan yang digunakan sebagai pengali untuk memperkirakan nilai parameter sesuai dengan metode penarikan sampel yang digunakan. Lihat AK13
PerKa Hal 52 112

13.Menghitung penimbang dalam penarikan sampel.

14. Merancang dan membuat pedoman pengolahan sensus atau survei di bidang : a. Penyuntingan dan penyandian hasil pengumpulan data b. Validitas data

Lihat AK14 Penjelasan:  Pedoman penyuntingan dan penyandian data adalah pedoman tentang tata cara melakukan penyuntingan dan penyandian.  Pedoman validasi data sensus/survei adalah pedoman tentang tata cara melakukan validasi data.

15. Merekrut petugas pelaksana sensus atau survei tingkat T+ provinsi. provinsi. Yaitu: Yaitu: mencari dan menyeleksi petugas yang akan terlibat langsung dalam proses pengumpulan data tiap kegiatan survei. survei. Lihat AK15
PerKa Hal 52 113

16. Memberikan pelatihan sensus atau survei terstruktur bagi: bagi: a. pelatih/instruktur pelatih/ b. koordinator teknis
Lihat AK16

17. 17. Memberikan pelatihan survei in depth interview bagi: bagi: a. pelatih/instruktur (TOT) pelatih/ T b. koordinator teknis c. Pemeriksa/pengawas Pemeriksa/ Lihat AK17
Penjelasan: Penjelasan: Memberikan pelatihan kepada pelatih atau instruktur (TOT)/ koordinator teknis/ pemeriksa atau pengawas in depth interview teknis/ sehingga menguasai teknik pengembangan pertanyaan sesuai dengan tujuan. tujuan.

18. Mengikuti pelatihan sensus atau survei terstruktur sebagai Lihat AK18 pelatih/ pelatih/instruktur (TOT). Yaitu: Yaitu: mengikuti pelatihan sebagai pelatih/instruktur agar bisa pelatih/ T
memberikan pelatihan kepada instruktur sesuai dengan pedoman yang ditentukan. ditentukan. PerKa Hal 53
114

19. Mengikuti pelatihan survei in depth interview sebagai: a. Pelatih/instruktur (TOT) Lihat AK19 b. Koordinator teknis T Penjelasan:
Mengikuti pelatihan sebagai pelatih/instruktur agar bisa memberikan pelatihan kepada instruktur sesuai dengan pedoman yang ditentukan.

20. Melakukan pengumpulan data primer sensus atau survei dengan objek rumah tangga in depth interview komplek. komplek. in depth interview adalah. adalah.

Lihat AK20

21. Melakukan pengumpulan data primer sensus atau survei dengan objek perusahaan/lembaga/usaha in depth perusahaan/lembaga/ interview komplek. komplek.

Lihat AK21
PerKa Hal 54 115

22. Melakukan pengawasan pelaksanaan sensus atau survei dengan objek rumah tangga in depth interview kompleks. kompleks.
Perhatian!! Perhatian!! 1. Jumlah rumah tangga yang diawasi lebih kecil dari jumlah rumah tangga yang disurvei yang jumlahnya sekitar 20%. Begitu juga yg objeknya perusahaan. perusahaan. 2. Semua in depth interview dianggap kompleks dengan nilai yang berbeda menurut jenjang. jenjang. Lihat AK22

23. Melakukan pengawasan pelaksanaan sensus atau survei dengan objek perusahaan/lembaga/usaha: perusahaan/lembaga/usaha: a. In depth interview sederhana. sederhana. Lihat AK23 b. In depth interview sedang. sedang. c. In depth interview kompleks. kompleks.
Perhatian!! Jumlah perusahaan/ lembaga/usaha yang diawasi lebih kecil dari jumlah perusahaan/lembaga/usaha yang disurvei yaitu sekitar 20%. Semua in depth interview dianggap kompleks dengan nilai yang berbeda menurut jenjang.
PerKa Hal 54 116

24. Memeriksa hasil pengumpulan data primer sensus atau survei dengan objek rumah tangga: tangga: a. In depth interview sederhana. Lihat AK24 b. In depth interview sedang. c. In depth interview kompleks. T Perhatian! Perhatian! Jumlah pertanyaan yang diperiksa lebih kecil dari jumlah keseluruhan pertanyaan yang diperkirakan sebesar 20%. Berlaku juga utk objek perusahaan. perusahaan. 25. Memeriksa hasil pengumpulan data primer sensus atau survei dengan objek perusahaan/ lembaga/usaha: Lihat AK25 a. In depth interview sederhana. b. In depth interview sedang. T c. In depth interview komplek Perhatian!! Jumlah pertanyaan yang diperiksa lebih kecil dari jumlah keseluruhan pertanyaan yang diperkirakan sebesar 20%. Semua in depth interview dianggap komplek dengan nilai yang berbeda menurut jenjang.
PerKa Hal 55 117

26.Meneliti peta analog (manual) kegiatan sensus atau survei.


Yaitu: meneliti dan memeriksa batas-batas dan legenda peta yang dibuat secara manual pada kegiatan sensus/survei. Penilaian dilakukan untuk setiap jenis kegiatan. Lihat AK26

27. Membuat peta indeks kegiatan sensus atau survei.


Penjelasan: Membuat peta yang menampilkan urutan sistematik wilayah sesuai dengan kode wilayah administrasi dari hasil pengumpulan data melalui sensus atau survei. Lihat AK27

28. Meneliti peta indeks kegiatan sensus atau survei.


Yaitu: meneliti dan memeriksa urutan kode wilayah, batas-batas, dan legenda dari peta indeks pada kegiatan sensus/survei. Lihat AK28

PerKa Hal 55 118

29.Membuat peta tematik digital kegiatan sensus atau survei. survei.


Peta tematik adalah peta wilayah kerja dengan dilengkapi informasi data hasil kegiatan. Informasi yang ditampilkan dapat berupa jumlah kegiatan. atau simbol dari penduduk atau hewan, dll. Angka kredit yang hewan, dll. diperoleh adalah per tema. tema. Lihat AK29

30. Membuat program data entry dan validasi pengolahan data sensus atau survei. survei.
Yaitu membuat program komputer yang dipakai untuk memindahkan (memasukkan) data ke dalam media komputer yang disertai dengan memasukkan) konsistensi antar isian kuesioner. kuesioner. Lihat AK30

31. Membuat program tabulasi kegiatan sensus atau survei.


Yaitu program yang digunakan untuk memperoleh hasil olahan data dalam bentuk tabel-tabel. Lihat AK31
PerKa Hal 56 119

32. Melakukan penandaan (marking), penyuntingan (editing), dan penyandian (coding) kuesioner/daftar isi kegiatan sensus atau kuesioner/ survei : In depth interview Lihat AK32 Perhatian !! T Penandaan, editing dan coding adalah kegiatan pengolahan Penandaan, manual hasil sensus/survei yang dilakukan setelah pelaksanaan sensus/ lapangan untuk mendapatkan validitas dan memudahkan data entry. entry. Kegiatan penandaan, editing dan coding adalah suatu kegiatan penandaan, utuh. utuh. Jika dilaporkan terpisah maka hanya dinilai satu kegiatan. Angka kegiatan. kredit yang diperhitungkan hanya halaman yang terisi data. 33. Melakukan reformat data sensus atau survei dari satu format ke format lainnya dalam media komputer. Lihat AK33 Perhatian !! Jika dalam satu kegiatan terdapat lebih dari satu file yang diconvert, maka tetap dihitung sebagai satu file.
PerKa Hal 56 120

34. Memeriksa tabel hasil sensus atau survei yang akan disajikan pada : T a. Publikasi Provinsi + Lihat AK34 b. Publikasi Nasional
Perhatian !! Memeriksa tabel hasil sensus/survei adalah memeriksa kelengkapan sensus/ dan konsistensi antar sel dalam tabel atau antar tabel. tabel. Tabel yang diperiksa adalah tabel hasil kegiatan orang lain.

35. Menyusun publikasi statistik hasil sensus atau survei berupa: Lihat AK35 a. Publlikasi Provinsi T b. Publikasi Nasional
Perhatian!! + Kegiatan menyusun publikasi secara sistematis tabel-tabel ulasan tabel, dan grafik yang akan dipublikasikan agar memudahkan pengguna data. Termasuk dalam kegiatan ini adalah membuat Executive Summary PerKa Hal 57 dengan angka kredit 10% dari kegiatan tersebut. Sub Menu
121

2. Kompilasi Administrasi

122

2. Kompilasi Administrasi
Cara pengumpulan data melalui pemungutan data administrasi pada satu/beberapa instansi pemerintah/ lembaga. Data Administrasi adalah catatan administrasi yang ada pada pemerintah atau swasta, lembaga atau perorangan

Contoh:
Kompilasi data Statistik Kriminal (sumber: Mabes Polri, Polda, Stat. Podes) Kompilasi data Statistik Angkutan Darat (sumber Dishub Prop/Kab/Kota, Dilantas Polri, PT KAI) Kompilasi data Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir (sumber: DKP, Bapedal, Bappeda, dll)

3. Observasi
Pengumpulan data yg dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran, penglihatan dan penghitungan.
123

ButirButir-butir kegiatan di Kompilasi Administrasi


1. Merancang dan membuat jadwal kegiatan kompilasi data administrasi. Lihat Ak1ka
Penjelasan: membuat rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan kegiatan kompilasi data administrasi yang akan T dilakukan meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam periode tahunan.

2.

Mengumpulkan dan menelaah bahan/informasi data administrasi. Lihat Ak2ka perhatian!!


Mengumpulkan/menelaah bahan/ informasi data administrasi adalah mengumpulkan atau menelaah informasi dari sumber lain berupa studi literatur, hasil kajian/penelitian atau media komunikasi. Termasuk dalam kegiatan ini adalah mengumpulkan/ inventarisasi kegiatan statistik untuk keperluan metadata. Angka kredit yang diperoleh adalah 10% x 0,15 = 0,015 dengan satuan hasil jenis kegiatan.
PerKa Hal 58 124

3. Merancang dan membuat pedoman pengolahan data sekunder untuk : a. Penyuntingan dan penyandian hasil pengumpulan data
adalah membuat buku pedoman tentang tata cara melakukan penyuntingan dan penyandian.

Lihat ak3ka b. Validitas data adalah membuat buku tentang tata cara melakukan validasi data.
c. Tabulasi adalah membuat buku tentang tata cara membuat tabulasi.

4. Membuat program data entry dan validasi pengolahan data sekunder. Lihat ak4ka Perhatian!
Jika dalam satu kegiatan terdapat lebih dari satu program entri data dan validasi maka tetap dihitung sebagai satu file
PerKa Hal 58 125

5. Membuat program tabulasi pengolahan data sekunder.


yaitu: program yang digunakan untuk memperoleh hasil olahan data dalam bentuk tabel-tabel.Jika dalam satu kegiatan terdapat lebih dari satu file program tabulasi, maka tetap dihitung sebagai satu file.

Lihat ak5ka

6. Memeriksa tabel yang akan disajikan pada: a. Publikasi Provinsi b. Publikasi Nasional

Lihat ak6ka

Perhatian!! Seseorang yang membuat dan memeriksa tabel dihitung dalam kegiatan membuat tabel saja.

PerKa Hal 59 126

7. Menyusun publikasi statistik hasil pengumpulan data sekunder berupa: a. Publikasi provinsi b. Publikasi nasional Lihat ak7ka
Penjelasan:

 Kegiatan menyusun publikasi secara sistematis tabel-tabel, ulasan tabel dan grafik yang akan dipublikasikan agar memudahkan pengguna data.  Termasuk dalam kegiatan ini adalah membuat Executive Summary dengan angka kredit 10% dari PerKa Hal 59 kegiatan menyusun publikasi.

Sub Menu

127

3. Observasi/ Pengamatan

128

3. Observasi atau Pengamatan


Pengumpulan data yg dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran, penglihatan dan penghitungan.

ButirButir-butir kegiatan di Observasi


1. Merancang dan membuat jadwal kegiatan observasi.
Penjelasan: T adalah membuat rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi yang meliputi uraian kegiatan dalam satu kegiatan Lihat AK1ob observasi.

2. Mengumpulkan bahan/informasi pendukung observasi untuk:


a. Penyusunan klasifikasi konsep dan definisi b. Penyusunan sitem pengolahan Lihat AK2ob Penjelasan: Bahan/informasi pendukung dapat berupa studi literatur, pengamatan, opini atau hasil dari kegiatan sebelumnya.
PerKa Hal 60
129

3. Menelaah bahan/informasi pendukung observasi : a. Penyusunan klasifikasi konsep dan definisi b. Penyusunan sitem pengolahan Lihat AK3ob Perhatian!!
Menelaah bahan pendukung berarti harus membuat laporan hasil telaah (kajian literatur). Jika mengumpulkan sekaligus menelaah bahan pendukung maka nilai yang diperoleh sama dengan jika hanya mengumpulkan atau menelaah saja.

4. Membuat pedoman observasi.

Perhatian!! Pedoman observasi adalah buku yang memuat tentang tata cara pelaksanaan observasi termasuk maksud dan tujuan observasi tersebut. Termasuk dalam kegiatan ini adalah menyusun materi untuk supervisi lapangan. Angka kredit yang diperoleh adalah 10% x 1 = 0,1.

Lihat AK4ob

PerKa Hal 60
130

5. Merancang dan menentukan metode penarikan sampel observasi.


Penjelasan: Merancang dan menentukan metode dimaksud adalah menentukan metode penarikan sampel observasi dengan mempertimbangkan kemampuan dan tujuan survei serta kendala yang dihadapi.

Lihat AK5ob 6. Merancang dan membuat pedoman pelaksanaan kegiatan observasi.


Penjelasan: Pedoman pelaksanaan kegiatan observasi meliputi rangkaian suatu kegiatan observasi yang dituangkan dalam satu pedoman mulai dari maksud dan tujuan, organisasi lapangan dan pencacahan.

Lihat AK6ob

131

7. Membuat kerangka penarikan sampel wilayah kerja observasi.

Penjelasan: Kerangka penarikan sampel dimaksud adalah daftar yang berisi unit penarikan sampel objek observasi seperti daftar nomor urut objek observasi/daftar blok sensus yang selanjutnya akan dipakai sebagai dasar penarikan sampel yang akan diobservasi.

Lihat AK7ob

8. Melakukan penarikan sampel wilayah kerja observasi.


Penjelasan: Objek observasi berdasarkan wilayah kerja yang dimaksud adalah objek observasi yang didasarkan pada batasan wilayah yang pada umumnya sudah ditentukan sebelumnya.

Lihat AK8ob
PerKa Hal 60
132

9. Memeriksa hasil penarikan sampel wilayah kerja observasi.


Penjelasan: Memeriksa penarikan sampel objek observasi berdasarkan wilayah kerja yang dimaksud adalah memeriksa kebenaran penarikan sampel sesuai metode yang sudah ditentukan, seperti kelengkapan, kebenaran nama dan alamat serta indikator lainnya yang diperlukan sebagai dasar pemilihan sampel berdasarkan wilayah kerja.

Lihat AK9ob 10. Menghitung tingkat kesalahan penarikan sampel observasi.


Penjelasan: Menghitung tingkat kesalahan dimaksud adalah menentukan sampling error yang terjadi akibat penerapan metode sampling dalam pelaksanaan observasi.

Lihat AK10ob
PerKa Hal 61
133

11. Merancang dan membuat klasifikasi, konsep dan definisi kegiatan observasi. Lihat AK11ob Penjelasan:
Merancang dan membuat klasifikasi dimaksud adalah menentukan klasifikasi, konsep dan definisi kegiatan dari aspek yang terkait dengan kegiatan observasi agar terdapat keseragaman dan kesamaan pandang sehingga dapat menghindari multi interpretasi.

12. Menghitung penimbang dalam penarikan sampel observasi.


Penjelasan: Penimbang atau faktor pengali yang dimaksud adalah suatu bilangan yang digunakan sebagai pengali untuk memperkirakan nilai parameter sesuai dengan metode penarikan sampel yang digunakan.

Lihat AK12ob
PerKa Hal 62
134

13. Merancang dan membuat pedoman pengolahan data observasi untuk : a. Penyuntingan dan penyandian hasil pengumpulan data. b. Validasi data Lihat AK13ob c. Tabulasi
Penjelasan:  Pedoman penyuntingan dan penyandian data adalah membuat buku pedoman yang membuat tentang tatacara melakukan penyuntingan dan penyandian.  Pedoman validasi data observasi adalah membuat buku yang memuat tentang tatacara melakukan validasi data.  Membuat pedoman tabulasi hasil pengolahan data observasi adalah tatacara membuat tabel pokok yang telah direncanakan dari hasil observasi baik secara manual maupun dengan komputer.
PerKa Hal 62
135

14. Memberikan pelatihan kegiatan observasi bagi: a. Pelatih/instruktur (TOT) b. Koordinator teknis
Penjelasan: Memberikan pelatihan kepada pelatih/instruktur (TOT)/ koordinator teknis, kegiatan observasi sehingga menguasai teknik pengembangan pertanyaan sesuai dengan tujuan.

Lihat AK14ob

15. Mengikuti pelatihan kegiatan observasi bagi pelatih/ instruktur (TOT). Lihat AK15ob
Penjelasan: Mengikuti pelatihan kegiatan observasi sebagai pelatih/instruktur (TOT) adalah mengikuti pelatihan yang selanjutnya akan bertugas sebagai pelatih/instruktur dalam pengumpulan data melalui pengamatan atau T observasi.
PerKa Hal 63
136

16. Memeriksa penarikan sampel objek observasi berdasarkan non wilayah kerja. Lihat AK16ob
Penjelasan: Memeriksa penarikan sampel objek observasi berdasarkan non wilayah kerja adalah memeriksa kebenaran penarikan sampel sesuai metode yang sudah ditentukan, seperti kelengkapan, kebenaran nama dan alamat serta indikator lainnya yang diperlukan sebagai dasar pemilihan sampel berdasarkan non wilayah kerja. Satuan hasil jam adalah daftar sampel.

17. Melakukan kegiatan observasi sulit.


Penjelasan: Melakukan kegiatan observasi sulit adalah kegiatan pengumpulan data melalui pengukuran, penglihatan atau penghitungan terhadap objek observasi yang sulit yang dilakukan oleh petugas yang telah memiliki/ mengikuti pendidikan khusus (seperti pengukuran tingkat kesehatan dari dampak mengkonsumsi rokok, mengukur dampak polusi pabrik).

Lihat AK17ob

PerKa Hal 63
137

18. Melakukan pengawasan observasi sulit. Penjelasan: Lihat AK18ob


Melakukan pengawasan kegiatan observasi sulit adalah pengawasan dalam rangka pengumpulan data atau informasi yang dilakukan secara langsung pada suatu objek tertentu dengan pengukuran, penglihatan dan penghitungan dengan menggunakan rumus-rumus matematis dan atau menggunakan alat bantu/penunjang observasi di medan penelitian yang sulit.

19. Memeriksa hasil observasi pada tingkat sulit. Lihat AK19ob Penjelasan: Melakukan pemeriksaan kegiatan observasi sulit adalah pemeriksaan terhadap hasil pengumpulan data atau informasi yang dilakukan secara langsung pada suatu objek tertentu dengan pengukuran, penglihatan terhadap objek observasi yang sulit.
PerKa Hal 64
138

20. Meneliti peta analog observasi (manual).

Penjelasan: Meneliti peta analog observasi (manual) adalah meneliti batas-batas dan legenda dari peta yang dibuat secara manual apakah sudah benar atau belum.

Lihat AK20ob

21. Membuat peta indeks kegiatan observasi. Lihat AK21ob Penjelasan: Membuat peta indeks kegiatan observasi adalah membuat peta yang menampilkan urutan sistematik wilayah sesuai dengan kode wilayah administrasi dari hasil pengumpulan data melalui pengamatan atau observasi. 22. Meneliti peta indeks kegiatan observasi.
Penjelasan: Lihat AK22ob Meneliti peta indeks observasi adalah meneliti batas-batas, legenda dan kelengkapan lainnya dari peta yang dibuat apakah sudah benar atau belum. Peneliti peta adalah bukan yang membuat peta. PerKa Hal 64
139

23. Membuat peta tematik digital kegiatan observasi. Lihat AK23ob Penjelasan:
Peta yang dinilai adalah per kegiatan. Peta tematik adalah peta wilayah kerja dengan dilengkapi informasi data hasil kegiatan. Informasi yang ditampilkan dapat berupa jumlah atau simbol dari penduduk atau hewan, dan lain-lain. Angka kredit yang diperoleh adalah per tema. T

24. Membuat program data entry dan validasi data observasi. Lihat AK24ob Penjelasan:
Membuat program data entri dan validasi adalah membuat program komputer yang dipakai untuk memindahkan (memasukkan) data ke dalam media komputer yang disertai dengan konsistensi antar isian kuesioner.

25. Membuat program tabulasi data observasi.

Lihat AK25ob Penjelasan: Membuat program tabulasi adalah program yang digunakan untuk memperoleh hasil olahan data dalam bentuk tabel-tabel.
PerKa Hal 65
140

26. Memeriksa tabel hasil kegiatan observasi yang akan disajikan pada: Lihat AK26ob a. Publikasi Provinsi b. Publikasi Nasional T Perhatian!!
Seseorang yang membuat dan memeriksa tabel dihitung dalam kegiatan membuat tabel saja.

27. Menyusun publikasi statistik hasil kegiatan observasi: a. Publikasi Provinsi Lihat AK27ob b. Publikasi Nasional T Penjelasan:
Kegiatan menyusun publikasi secara sistematis tabel-tabel, ulasan tabel dan grafik yang akan dipublikasikan agar data. Termasuk dalam kegiatan ini adalah membuat Executive dengan angka kredit 10% dari kegiatan tersebut.
PerKa Hal 65

Sub Menu
141

IV. ANALISIS DAN PENGEMBANGAN STATISTIK

Menu Utama
142

A. ANALISIS STATISTIK

143

DEFINISI


Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Analisis Statistik adalah penelaahan dan penguraian atas data hingga menghasilkan kesimpulan.
144

DEFINISI


Analisis Statistik Sederhana adalah penelaahan dan penguraian atas tabel dan atau grafik sederhana hingga memberikan gambaran yang jelas. Contoh : analisis tabel atau grafik.
Analisis Statistik Mendalam adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian dengan menggunakan metode statistik inferens untuk memperoleh gambaran yang tepat.
145

DEFINISI


Analisis Statistik Deskriptif Satu Sektor adalah penguraian suatu sektor atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri untuk memperoleh gambaran yang lebih tepat. Analisis Statistik Deskriptif Lintas Sektor adalah penguraian beberapa sektor dan berbagai bagiannya serta penelaahan sektor itu sendiri maupun hubungan antar sektor untuk memperoleh gambaran yang tepat.
146

DEFINISI


Analisis Statistik/Analitik mendalam Satu Sektor adalah penelaahan dan penguraian secara mendalam dengan menggunakan metode statistik inferens atas data satu sektor hingga menghasilkan kesimpulan. Analisis Statistik/Analitik mendalam Lintas Sektor adalah penelaahan dan penguraian secara mendalam dengan menggunakan metode statistik inferens atas data lintas sektor (beberapa sektor/sudut pandang) hingga menghasilkan kesimpulan.
147

DEFINISI


Pengamatan atau Observasi adalah pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada suatu objek tertentu dengan pengukuran, penglihatan dan penghitungan. Data Administrasi adalah catatan administrasi yang ada pada pemerintah atau swasta, lembaga atau perorangan. Mengkaji adalah mengupas atau menelaah suatu kegiatan/ permasalahan secara lebih mendalam, dengan tujuan mendapatkan atau menemukan suatu formulasi untuk meningkatkan mutu dari kegiatan yang sedang dikaji.
148

PENJELASAN


Besaran angka kredit tergantung dari jumlah halaman tidak termasuk cover, kata pengantar, daftar isi dan lampiran. Besarnya angka kredit disesuaikan dengan tabel pada anak lampiran 1.a. (hal. 81) dan anak lampiran 1.b. (hal. 82). Kolom (7) pada unsur Analisis dan Pengembangan Statistik diabaikan. Bukti fisik (naskah/buku/laporan) minimal oleh pejabat eselon III. harus dilegalisasi

 

Kegiatan analisis statistik/kajian hanya meliputi kegiatan penulisan analisis. Kegiatan pengumpulan data, pengolahan data, pembuatan tabel yang digunakan untuk analisis dihitung tersendiri.

149

PENJELASAN


Jika penulisan analisis dilakukan oleh beberapa orang, maka nilai diproporsikan sbb: penulis utama 60 persen dan penulis pembantu 40 persen Jika terdapat lebih dari satu orang penulis dg porsi yang sama, maka angka kredit dibagi jumlah penulis Termasuk dalam kegiatan ini adalah ulasan tabel dalam publikasi. Dalam hal ini yang dihitung hanya tulisan saja.
150

Contoh Penilaian Kegiatan Analisis Statistik


Tanpa metode statistik ( > 100 hal):
 

Tanpa saran : analisis deskriptif (angka kredit 4) Dengan saran : kajian hasil (angka kredit 7.5) Analisis Mendalam Satu Sektor (angka kredit 8.0) Analisis Mendalam Lintas Sektor (angka kredit 12.0) Statistisi Ahli diarahkan untuk melakukan analisis statistik mendalam. Sehingga jika Statistisi Ahli menganalisis statistik diskriptip akan memperoleh nilai yang lebih rendah dibanding Statistisi Terampil (anak lampiran 1a tabel 1 (kolom (4) dan kolom (6))
151

Dengan metode statistik ( > 100 hal)


  

Kegiatan Analisis Statistik


(Terampil) Terampil)
Melakukan analisis statistik sederhana: Deskriprif satu sektor Deskriptif lintas sektor Analisis satu sektor

152

Kegiatan Analisis Statistik Ahli




Mengkaji hasil kegiatan survei/kompilasi data administrasi/ observasi. Contoh 1 Mengkaji/mengevaluasi metode penarikan sampel dalam rangka penyusunan kegiatan sensus, survei dan observasi Contoh 2 Membuat metode estimasi dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan. Contoh 3 Inovasi metode statistik dalam rangka penyusunan kegiatan sensus, survei, dan observasi. Contoh 4
153

Statistik Ahli


Membuat estimasi parameter dalam penyusunan statistik kelembagaan. Contoh 5

rangka

Menentukan kerangka kegiatan analisis data. Contoh 6 Melakukan analisis statistik sederhana analitik lintas sektor. Contoh 7 Melakukan analisis statistik secara mendalam. Contoh 8 Merancang dan membuat metode analisis hasil sensus, survei, kompilasi data administrasi dan Sub Menu observasi. Contoh 9
154

B. Pengembangan Statistik

155

Pengembangan Statistik
Yaitu upaya memajukan statistik yang meliputi:
   

Konsultasi statistik; Pengarahan statistik; Penyebarluasan statistik; dan Pengembangan metode atau sistem statistik
156

Penjelasan (1)


Konsultasi statistik adalah suatu kegiatan memberikan masukan atau input dalam penerapan ilmu statistik dengan tujuan penyempurnaan dan pengembangan statistik kelembagaan. Statistik kelembagaan adalah statistik yang diselenggarakan oleh badan, instansi pemerintah maupun swasta

Pengarahan statistik adalah suatu kegiatan memberikan arahan atau petunjuk dalam suatu kegiatan statistik dengan materi yang sudah disiapkan sebelumnya.
157

Penjelasan (2)


Penyebarluasan statistik adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk mensosialisasikan suatu kegiatan statistik baik yang akan dilaksanakan maupun yang telah dilaksanakan. Inovasi metode statistik adalah melakukan suatu terobosan/penemuan baru metode statistik yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya dimana hasil inovasi tersebut diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas metode statistik
158

Kegiatan yang Dinilai


Terampil
   

Memberikan konsultasi statistik Pertemuan (T&A) (AK = 0,1; 0,2) Menyiapkan materi pengarahan (AK = 0,15; 0,3) Naskah (T&A) Memberikan pengarahan statistik (AK = 0,03; 0,06) Pertemuan (T&A) Menyebarluaskan hasil pengumpulan Pertemuan data (AK = 0,03; 0,06) (T&A)

Dasar Menengah

159

Memberikan konsultasi


Tingkat dasar adalah kegiatan memberikan masukan atau input dalam penerapan ilmu statistik yang meliputi antara lain pengumpulan data, pengolahan dan analisis secara sederhana. Contoh Termasuk dalam kegiatan ini adalah rapat/koordinasi KSK dengan instansi lain

Tingkat menengah adalah kegiatan memberikan masukan atau input dalam penerapan ilmu statistik yang meliputi antara lain pengumpulan data, pengolahan dan analisis dengan menggunakan metode statistik deskriptif. Contoh
160

Menyiapkan Materi Pengarahan Statistik




Tingkat dasar adalah kegiatan penyiapan dan pembuatan naskah materi pengarahan yang akan digunakan untuk memberikan arahan atau petunjuk dalam suatu kegiatan statistik tingkat dasar, antara lain meliputi tata cara pengumpulan data, pengolahan dan analisis sederhana. Contoh Tingkat menengah kegiatan penyiapan dan pembuatan naskah materi pengarahan yang akan digunakan untuk memberikan arahan atau petunjuk dalam suatu kegiatan statistik tingkat menengah antara lain meliputi tata cara pengumpulan data, pengolahan dan analisis dengan metode statistik deskriptif. Contoh
161

Memberikan Pengarahan Statistik




Tingkat dasar (deskriptif) adalah suatu kegiatan memberikan arahan atau petunjuk dalam suatu kegiatan statistik pada suatu lembaga tertentu dengan materi statistik tingkat dasar yang sudah disiapkan sebelumnya. Contoh Tingkat menengah suatu kegiatan memberikan arahan atau petunjuk dalam suatu kegiatan statistik pada suatu lembaga tertentu dengan materi statistik tingkat menengah yang sudah disiapkan sebelumnya. Contoh

162

Penyebarluasan Hasil Pengumpulan Data Statistik




Tingkat dasar suatu kegiatan yang bertujuan untuk mensosialisasikan hasil suatu kegiatan statistik kelembagaan dengan tingkat dasar dalam rangka evaluasi terhadap kegiataan yang telah dilaksanakan. Contoh Tingkat menengah kegiatan yang bertujuan untuk mensosialisasikan hasil suatu kegiatan statistik kelembagaan dengan tingkat menengah dalam rangka evaluasi terhadap kegiataan yang telah dilaksanakan.

163

Kegiatan yang Dinilai


Ahli
1. Mengembangkan metode penarikan sampel dalam rangka penyusunan kegiatan sensus, survei dan observasi. 2. Mengembangkan sistem administrasi dalam rangka pembaharuan sistem administrasi. 3. Mengembangkan metode observasi dalam rangka penyempurnaan kegiatan observasi. 4. Mengembangkan sistem informasi data administrasi dalam rangka penyebarluasan data statistik.
164

Kegiatan yang Dinilai


Ahli
5. Mengembangkan sistem informasi hasil sensus/survei dan observasi dalam rangka penyebarluasan data statistik. 6. Memberikan konsultasi statistik dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan pada tingkat lanjutan dan khusus (T&A) 7. Menyiapkan materi pengarahan statistik (lanjutan dan khusus) (T&A) 8. Memberikan pengarahan statistik dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan pada tingkat lanjutan dan khusus (T&A)
165

Kegiatan yang Dinilai


Ahli
9. Melakukan penyebarluasan hasil pengumpulan data statistik dalam rangka evaluasi kegiatan kelembagaan dalam bidang statistik (lanjutan dan khusus) (T&A) 10. Menentukan indikator dan ukuran-ukuran statistik

Sub Menu
166

V. PENGEMBANGAN PROFESI STATISTISI

167

Pengembangan Profesi Statistisi


A.

Pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang statistik Penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan kegiatan statistik Penerjemahan/penyaduran buku atau karya ilmiah di bidang statistik

B.

C.

168

A. Pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang statistik (1)


Membuat karya tulis/karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei dan atau evaluasi di bidang statistik yang dipublikasikan
a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan/diedarkan scr nasional : 12,5 (Kajian komoditas padi, Kajian pola panen padi, Konsistensi luas lahan baku, Pola migrasi di Jawa Timur, dsb) Penjelasan b. Dalam bentuk majalah ilmiah yang diakui LIPI : 6 Contoh

Membuat karya tulis/karya ilmiah, hasil penelitian, pengkajian survei dan atau evaluasi di bidang statistik yang tidak dipublikasikan
a. Dalam bentuk buku (kalangan internal) : 8 b. Dalam bentuk makalah : 4
Penjelasan Contoh

169

A. Pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang statistik (2)


Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri (bukan atas dasar pengumpulan data lapangan) di bidang statistik yang dipublikasikan
a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan/diedarkan scr nasional : 8 (Misalnya : Teknik Pemilihan Metode Sampel dalam berbagai ciri populasi, dsb) Penjelasan

b. Dalam bentuk majalah ilmiah yang diakui LIPI : 4

Contoh

Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri (bukan atas dasar pengumpulan data lapangan) di bidang statistik yang tidak dipublikasikan
a. Dalam bentuk buku (kalangan internal) : 7 b. Dalam bentuk makalah : 3,5

Penjelasan Penjelasan
170

A. Pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang statistik (3)


Membuat karya tulis/karya ilmiah populer di bidang statistik yang disebarluaskan melalui media masa: 2,5.
Misal : Dampak Inflasi terhadap Kemiskinan, dsb
Penjelasan

Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah : 2,5.
Misal : Indikator Penyimpangan Subsidi BBM Sektor Industri, dsb
Penjelasan

171

B. Penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan kegiatan statistik


Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan kegiatan statistik: 3 Misalnya : - Pedoman Pengumpulan Data Statistik Tanaman Pangan dan Hortikultura - Petunjuk Teknis Pengelolaan Survei Industri Besar dan Sedang

Penjelasan

172

C. Penerjemahan/penyaduran buku atau Penerjemahan/ karya ilmiah di bidang statistik


Menerjemahkan / menyadur buku atau karya ilmiah dibidang statistik yang dipublikasikan
a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan/diedarkan scr nasional : 7 Penjelasan

b. Dalam bentuk majalah ilmiah yang diakui LIPI : 3,5

Penjelasan

Menerjemahkan/menyadur buku atau karya ilmiah di bidang statistik yang tidak dipublikasikan
a. Dalam bentuk buku (kalangan internal) : 3,5 b. Dalam bentuk makalah : 1,5
Penjelasan Penjelasan

Membuat abstrak tulisan yang dimuat dalam majalah ilmiah : 1


Misal : Partisipasi Angkatan Kerja Hasil SP2000, Metode Penghitungan Angka Kemiskinan, dsb
Penjelasan

Menu Utama
173

VI. Pendukung Kegiatan Statistisi


(Semua Jenjang)

174

A. Pengajaran/ Pelatihan Dibidang Statistik


Neng Arniati, MA., Statistisi Madya di BPS (Pusat) Mengajar mata diklat Metode Sampling pada diklat Statistisi Tingkst Ahli (STA) Sebanyak 6 JP Bukti Fisik : Surat tugas dan surat keterangan mengajar Nilai yang diperoleh : 6 x 0,03 = 0,18
175

B. Peran Serta Dalam Seminar/ Loka Karya/ Konferensi


1. Pemrasaran : 3

2. Moderator/ Pembahasan/ : 2 Nara sumber 3. Peserta : 1


Yang dapat dinilai hanya 2 kali dalam setahun Materi dalam bidang statistik
176

C. Keanggotaan Dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Statistisi


Harsendo S.Si, Statistisi Muda Sebagai wakil ketua merangkap anggota Tim Penilai Angka Kredit, masa jabatan 2007 2010 Pada tahun 2009 mengajukan penilaian Nilai yang diperoleh 2 ((2007 = 1) + (2008 = 1))
177

D. Keanggotaan Dalam Organisasi Profesi


TINGKAT NASIONAL/ INTERNASIONAL Pengurus
(1)

TINGKAT PROVINSI/ KABUPATEN/ KOTA Pengurus


(3)

Anggota
(2)

Anggota
(4)

0,5

0,25

0,15

Ikatan Statistisi Indonesia


178

E.

Perolehan Piagam Kehormatan


1. Satya lencana karya satya : 10 tahun : 1 20 tahun : 2 30 tahun : 3 2. Gelar Kehormatan Akademis : 15

179

F. Gelar Kesarjanaan Lainnya


(Sarjana Non Statistik/ Matematika) S3 S2 S1 = = = 15 10 5

Menu Utama
180

Terima Kasih

Selesai
181

Anda mungkin juga menyukai