Anda di halaman 1dari 41

ANESTHESIA EPIDURAL

Disusun Oleh: Deasy Fatimah Aulia Pembimbing: dr. Sylvana M.K, SpAn

BAB I LAPORAN KASUS

IDENTITAS
Nama No CM Umur Jenis kelamin BB Agama Alamat : Ny. S : 11 64 16 : 48 tahun : Perempuan : 76 kg : Islam : Jakarta Timur

ANAMNESIS
Keluhan Utama Nyeri lutut kiri

RPS

Nyeri pada lutut kiri sejak 7 bulan lalu Nyeri memberat saat berjalan aktivitas sehari-hari terbatas Batuk, pilek, demam, mual, muntah. disangkal Gigi palsu dan gigi goyang disangkal. Riwayat operasi sebelumnya , alergi makanan/obat disangkal

Riwayat Penyakit Sebelumnya


Alergi obat : disangkal Hipertensi : riwayat hipertensi 20 tahun lalu, tidak konsumsi obat-obatan Diabetes mellitus : disangkal Asma : disangkal

Penyakit paru Penyakit jantung Penyakit ginjal Penyakit hati

: disangkal : disangkal : disangkal : disangkal

KEBIASAAN Merokok Alkohol

: Disangkal : Disangkal

PEMERIKSAAN FISIK
KU/Kesadaran Tinggi Badan Berat Badan
Tekanan darah Nadi RR Suhu

: Baik/Compos Mentis : 155 cm : 76 kg (BMI= 31,6 obesitas)


: 140/100 mmHg : 72 x/menit, reguler, isi dan tegangan cukup : 18 x/menit : 36, 5 rC

Pemeriksaan fisik TTV :


TD :140/100 mmHg, N:72 x/m, RR:18 x/m, S: 36,7 C BB= 76 kg BMI 31,6 (obesitas) Mata : Konj. Pucat -/-, SI -/Hidung :Deviasi septum (-), secret (-), darah (-)
Jantung: Ictus cordis tidak tampak, teraba tidak kuat angkat, Thrill (-), batas jantung dbn, BJ I-II regular, murmur (-), gallop (-) Abdomen : Datar, Supel, hepar tidak teraba, lien tidak teraba, NT (-), Timpani Bising usus (+) normal

Kepala : normocephal, distribusi rambut merata Telinga : bentuk N, sekret -/Mulut: Bibir tidak sianosis, Tonsil T1-T1 tidakParu : hiperemis, Simetris, statis mallampati I & dinamis
Vokal fremitus kanan = kiri sonor di kedua lapang paru, SN vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-

Ekstremitas : Akral hangat, edema (-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan HEMATOLOGI Hemoglobin Hematokrit Eritrosit Leukosit Trombosit MCV MCH MCHC Bleeding Time Clotting Time Hasil 10/12/2011 14,5 44 4,9 6100 255000 90 30 33 1'00" 3'00" 12 - 16 g/dL 37 - 47% 4.3 - 6.0 juta/uL 4800 - 10800/uL 150000 - 400000/uL 80 - 96 fl 27 - 32 pg 32 - 36 g/dL 1 - 3 menit 1 - 6 menit Nilai rujukan

IMUNOSEROLOGI HBsAg Rapid KIMIA SGPT (ALT) SGOT (AST) Ureum Kreatinin GDS Glukosa 2pp 36 28 18* 0.9 94 131 <40 U/L <35 U/L 20 - 50 mg/dL 0.5 - 1.5 mg/dL 70 - 100 mEq/L <140 mEq/L non-reaktif non-reaktif

Px. EKG : dbn Px. Fungsi Paru :dbn, risiko operasi ringan Pemeriksaan Radiologi Foto Thorax : Cor pulmo dalam batas normal MRI genu sinistra :
Kedudukan tulang normal OA genu kiri Tear meniscus medialis anterior horn grade 2-3 dan meniscus lateralis posterior horn grade 2 Partial tear ACL di tibia attachment disertai fluid collection disekitarnya dan bursa suprapatella Celah sendi femoro tibia maupun femoro patella normal

DIAGNOSA ACL + Meniscus Fear Sinistra DIAGNOSA ANESTESI Status fisik ASA kelas II, perempuan, usia 48 tahun, dengan obesitas dan hipertensi grade 1. RENCANA PEMBEDAHAN ACL + Meniscus Sinistra Repair RENCANA ANESTESI Anestesia Epidural

BAB II PERSIAPAN

Persiapan Pasien
Informed Surat persetujuan Pasien dipuasakan 8 jam sebelum operasi. Pengosongan kandung kemih dilakukan sesaat sebelum operasi. Pembersihan wajah dan kuku pasien dari kosmetik Pasien memakai pakaian operasi

Persiapan Alat dan Obat


Epidural Set Jarum epidural no. 18 G Kateter epidural Spuit 10 cc + spuit 20 cc + spuit 1 cc Catheter connector Epidural filter 0.2 Mesin anestesi Monitor EKG Sfigmomanometer digital + pulse oximetry Infus set Cairan bethadine 10 % + alkohol 70% Kateter urin + urine bag Kain kassa steril Salep kloramfenikol Plester

Persiapan alat Anestesi Umum Laringoskop + blade Stetoskop ETT No. 7; 7,5 ; 8 Oropharyngeal airway (OPA/Guedel) Plester Mandrin Conector Suction

Persiapan Obat Anestesi Epidural Bupivakain 0,5% Lidokain 2% Morfin

Persiapan Obat Anestesi Umum Midazolam Fentanyl Propofol Notrixum (atrakurium) Neostigmin (prostigmin) Persiapan Obat Emergency Sulfas atropine Epinefrin Efedrine Lidokain Naloxon

Kortikosteroid Antihistamin Antiaritmia (amiodarone) Calcium glukonas Calcium klorida Digitalis Bicarbonat natrikus Antihipertensi Persiapan Obat-Obat Lain

BAB III PELAKSANAAN

07.45

Pasien ke kamar operasi Pasien dipasang IVFD, EKG, sfigmomanometer, dan pulse oximeter. TD: 173/110 mmHg; nadi: 94 x/menit; saturasi O2: 100%.

08.00

Pasien posisi duduk Desinfeksi betadine dan alkohol. anestesi lokal dengan lidokain 2% sebanyak 4 mg Penusukan jarum epidural (Tuohy) no. 18 di median setinggi L3-L4 menembus ligamentum flavum (+ 6 cm) loss of resistance udara dalam spuit 10 cc, dengan hasil (+).

08.00

Kateter epidural dipasang sepanjang + 10 cm fiksasi Test dose lidocain sebanyak 3 cc dan menunjukkan hasil (-).

08.10

Bupivakain 0,5% sebanyak 25 mg dimasukkan secara titrasi tiap 10 menit melalui kateter epidural. Nasal kanul dipasang di hidung pasien untuk mengalirkan O2 2 L/menit. Kateter urin dipasang

08.20

Pasien diberikan premedikasi dengan Miloz 2,5 mg dan Ondansetron 4 mg.

Cairan Selama Anestesi


Cairan yang diberikan selama anestesi: RL I 500 cc RL II 500 cc RL III 500 cc + Total 1500 cc Cairan yang keluar selama operasi: Urin + 250 ml Perdarahan + 100 ml + Jumlah + 350 ml

RECOVERY ROOM
11.15

TD 143/83 mmHg, nadi 78 x/menit, Napas 14 x/menit

Pernafasan : Dangkal, namun adekuat (1) Warna Kulit : Merah (2) Aktivitas pergerakan : Tidak mampu menggerakkan ekstremitas atas dan bawah (0) Kesadaran : Tidak dapat dibangunkan (0) Tekanan Darah : Menyimpang 20-50% dari normal (1) NILAI = 4

ICU

Instruksi Post Operasi


Awasi tekanan darah, nadi, pernafasan tiap 15 menit Pengobatan analgetik: Bupivakain 0,125% + mo 1 mg diberikan 10 ml/jam Pengobatan antiemetik: Ethiferan 3 x 10 mg (IV) Pengobatan antihipertensi: Perdipine 10 mg/ 50 cc diberikan 10 cc/jam (target 130/90) Cairan RL diberikan 30 tpm Infus boleh dihentikan sesuai TS bedah Pasien diperbolehkan makan atau minum bila tidak ada mual atau muntah Maintenance selama 2 hari: Bupivakain 0,5% 100 mg + mo 8 mg + NaCl 0,9% 60 cc dimasukan 10 cc

BAB IV PEMBAHASAN

Pasien perempuan, Ny. S, usia 48 tahun dengan diagnosis bedah ACL + Meniscus Tear Sinistra rencana tindakan ACL + Meniscus Sinistra Repair

anamnesis, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang

Pembedahan abdomen bawah Pembedahan dg durasi yang lama Analgesia post operatif

ASA II

Anestesi Epidural

Kontraindikasi Anestesi epidural ABSOLUT Pasien menolak RELATIF Sepsis KONTROVERSIAL Kurang pengalaman dan keahlian Hipovolemia berat Pasien tidak kooperatif Ada tato pada daerah penyuntikan jarum Peningkatan TIK Abnormalitas anatomis berat pada tulang belakang Infeksi pada tempat penusukan jarum Lesi demielinisasi Pemposisian pasien dapat mempengaruhi pernapasan Ketidakmampuan berkomunikasi dengan pasien koagulopati Gangguan katup jantung Riwayat pembedahan punggung Stenosis aorta berat Stenosis mitral berat Defisit neurologi Perdarahan hebat

ANESTESI EPIDURAL
teknik blok neuroaksial sentral dengan menempatkan obat di ruang epidural

dapat dilakukan di berbagai tingkat tulang belakang

Ruang Epidural
Ruang epidural bag kanalis vertebralis yang tidak terisi oleh duramater dan isinya antara duramater dan ligamentum flavum. berisi pleksus,lemak paravertebra, cabang saraf spinal, arteri spinalis, dan pembuluh limfe

Teknik Anestesi Epidural


Persiapan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang Peralatan dan obat-obatan

Pengenalan Ruang Epidural


POSISI

LOKASI TUSUKAN

MENEMUKAN RUANG EPIDURAL

TES DOSIS Yakin di ruang epidural tes dosis lidokain 3 cc observasi CARA PENYUNTIKAN setelah diyakini posisi jarum dan kateter benar bupivakain 25 mg bertahap setiap 10 menit

UJI KEBERHASILAN EPIDURAL


Perubahan suhu Tes pin-prick Skala bromage
Melipat Lutut Blok tidak ada Blok parsial Blok hampir lengkap Blok lengkap ++ + Melipat Jari ++ ++ +

Lokasi

Dosis, Volume, Konsentrasi

Faktor yg mempengaruhi

Posisi

Usia, TB, BB

Obat yang digunakan


Bupivakain 0.5% Golongan amida toksisitasnya rendah, potensi tinggi Konsentrasi efektif minimal 0.125% Onset 10-20 menit, durasi 120-240 menit Setelah suntikan kadar plasma puncak dicapai dalam 45 menit menurun perlahan-lahan dalam 3 8 jam Metabolisme utama di hepar, ekskresi lewat urine

Cairan yang diberikan selama anestesi: RL I 500 cc RL II 500 cc RL III 500 cc + Total 1500 cc

Cairan yang keluar selama operasi: Urin + 250 ml Perdarahan + 100 ml + Jumlah + 350 ml Total kebutuhan cairan Total cairan yang diberikan Jumlah cairan yang belum diberikan :2644 cc :1500 cc : 1144 cc

KESIMPULAN
Anestesia yang digunakan sudah sesuai dengan indikasi Teknik yang dilakukan pada kasus ini sudah sesuai Dosis yang diberikan juga sudah sesuai efek analgesik dan anestesi yang adekuat Tidak didapatkan efek samping/komplikasi tekanan darah pasien tidak stabil dan tinggi serta pasien sangat gelisah selama intraoperatif. Post op mengontrol tekanan darah ruang perawatan intensif.

TERIMA KASIH