Anda di halaman 1dari 14

RESTRUKTURISASI DAN PRIVATISASI BUMN

KELOMPOK 7 : WENDI REMOZA (0910112126) HABIBUL RAKHMAN (0910112116) ARIF FIRMAN D (0910112112) RENDY ARMEN (0910112111) RAFLES H ARITONANG (0910112080) HASANUL ARIFIN MARES (0910112122) FARID MIFTAHUL RAMDHAN (0910112120)

RESTRUKTURISASI
DEFINISI : RESTRUKTURISASI BUMN adalah upaya peningkatan kesehatan BUMN / perusahaan dan pengembangan kinerja usaha melalui sistem baku yang biasa berlaku dalam dunia korporasi.

TUJUAN RESTRUKTURISASI
Meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan Memberikan manfaat berupa dividen dan pajak kepada negara Menghasilkan produk dan layanan dengan harga yang kompetitif kepada konsumen Memudahkan pelaksanaan privatisasi

RUANG LINGKUP RESTRUKTURISASI


Restrukturisasi sektoral yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kebijakan sektor dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan Restrukturisasi perusahaan/korporasi yang meliputi : peningkatan intensitas persaingan usaha penataan hubungan fungsional antara pemerintah selaku regulator dan BUMN selaku badan usaha restrukturisasi internal yang mencakup keuangan, organisasi/ manajemen, operasional, sistem, dan prosedur.

DEFINISI PRIVATISASI BUMN Definisi Privatisasi ( Menurut UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN ) adalah penjualan saham Persero (Perusahaan Perseroan), baik sebagian maupun seluruhnya, kepada pihak lain dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan, memperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat, serta memperluas saham oleh masyarakat.

Privatisasi dilakukan pada umumnya didasarkan kepada berbagai pertimbangan antara lain sebagai berikut : Mengurangi beban keuangan pemerintah, sekaligus membantu sumber pendanaan pemerintah (divestasi). Meningkatkan efisiensi pengelolaan perusahaan. Meningkatkan profesionalitas pengelolaan perusahaan Mengurangi campur tangan birokrasi / pemerintah terhadap pengelolaan perusahaan. Mendukung pengembangan pasar modal dalam negeri. Sebagai flag-carrier (pembawa bendera) dalam mengarungi pasar global.

Privatisasi dilakukan dengan maksud :


Memperluas kepemilikan masyarakat atas Persero Meningkatkan efisiensindan produktivitas perusahaan Menciptakan struktur keungan dan manajemen keuangan yang baik/kuat Menciptakan struktur industri yang sehat dan kompetitif Menciptakan persero yang berdaya saing dan berorientasi global Menumbuhkan iklim usaha, ekonomi makro, dan kapasitas pasar

Prisip Privatisasi :
Transparansi Kemandirian Akuntabilitas Pertanggung jawaban Kewajaran

Kriteria Persero yang dapat diprivatisasi :

Industri/sektor usahanya kompetitif industri/sektor usahanya yang unsur teknologinya cepat berubah

Persero yang tidak dapat diprivatisasi :


Persero yang bidang usahanya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan hanya boleh dikelola oleh BUMN Persero yang bergerak di sektor usaha yang berkaitan dengan pertahanan dan keamanan negara Persero yang bergerak disektor tertentu yang oleh pemerintah diberikan tugas khusus untuk melaksanakan kegiatan tertentu yang berkaitan dengan kepentingan masyrakat Persero yang bergerak dibidang usaha sumber daya alam yang secara tegas berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dilarang untuk di privatisasi

Pelaksanaan Privatisasi :
Penjualan saham berdasarkan ketentuan pasar modal Penjualan saham langsung kepada investor Penjualan saham kepada manajemen dan/atau karyawan yang bersangkutan

TATA CARA PRIVATISASI


Privatisasi harus didahului dengan tindakan seleksi atas perusahaan-perusahaan dan mendasarkan pada kriteria yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah. Terhadap perusahaan yang telah diseleksi dan memenuhi kriteria yang telah ditentukan, setelah mendapat rekomendasi dari Menteri Keuangan, selanjutnya disosialisasikan kepada masyarakat serta dikonsultasikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat.

SELESAI