Anda di halaman 1dari 108

POLITIK HUKUM KENOTARIAT

Prof. DR. F Sugeng Istanto, S.H. Prof. DR. Sidjito, S.H., M.Si. Harry Purwanto, S.H., M.H.

I. PENDAHULUAN
A. Perkembangan Politik Hukum
1. Th. 1952 1961: - Lemaire (1952) - Bellefroid (1953) - Utrecht (1961) = tidak ada kelanjutannya dlm pengertian 2. Th. 1994 1998 - SK Dirjend Dikti No.165/DIKTI/Kep/1994 - SK Mendikbud RI No.002/U/1996 PH sbg salah satu MK wajib pada program pascasarjana ilmu hukum tdk mengatur ttg pengertian dan silabusnya. - SK Dirjend Dikti No.278/DIKTI/Kep/1998 PH sbg MK ujian Negara 3. Akibatnya: ada perbedaan dlm materi pengajaran. - Padmowahyono : Polt Hk = sistem pemerintahan neg. - Mochtar K : Polt Hk = pembangunan hukum - Soehardjo : Polt Hk = perubahan hukum

Pengertian Politik Hukum 1. Secara etimologis 2. Secara terminologis 3. Secara operasional

B. PENGERTIAN POLITIK HUKUM


1. Secara Etimologis Politiekrecht = Hk Tata Negara ( Belifonte) Rechtpolitiek = Politik Hukum (Bellefroid, Lamaire, Utrecht, Sugeng Istanto) Pol. Hk Legal Policy = Kebijakan Hukum (Padmo Wahyono, Satjipto Raharjo, Mahfud MD, Mohd. Radie) Public Policy = Kebijakan Publik (HD Laswell, CJ Frederick, David Easton)

ISTILAH/KATA-2:
Hukum (law) Politik (Politic) Kebijakan (Policy) Kebijaksanaan (Wisdom) Publik (Public)

PENGERTIAN ISTILAH/KATA-2

1.Hukum Oppenheim: a body of rules for human conduct within a community which by common consent this community shall be enforced by external power

Unsur-2 hukum: - aturan tingkah laku - dalam masyarakat - adanya kesepakatan - jaminan pelaksanaan berupa external power External power (=hukum) >< Internal power (=moral)

2. Politik (Politic): a. penentuan pilihan guna mencapai tujuan yang tlh ditetapkan b. Mathews : act of choice c. Kelsen: politik sbg etik=memilih dan menentukan tujuan Politik sbg teknik=memilih dan menentukan cara dan sarana mencapai tujuan Kaitan Politik dg Hukum - hukum merupakan produk (keputusan) politik - hukum mrpkn aturan permainan utk mencapai tujuan (kesepakatan politik) law as a political instrument - titik temu antara hukum dan politik ada pada HTN

KAITAN POLITIK DAN HUKUM (MAHFUD MD)


Konfigurasi Politik Karakter Hukum

Demokratis Responsif/Populistik

Otoriter Konservatif/Ortodoks

KAITAN POLITIK DAN KEKUASAAN KEHAKIMAN


Konfigurasi Politik
Karakter Keks. KehakimanHukum

Demokratis Independen/Otonom

Otoriter

Dependen/tdk Otonom

3. Policy = Kebijakan
-

KLEIN : Tindakan secara sadar dan sistematis, dengan menggunakan sarana yang cocok, tujuan yang jelas sebagai sasaran, dan dilaksanakan secara bertahap. KUYPERS: kebijakan adalah rangkaian dari tujuan yang dipilih, sarana yang dipilih, dan saat melakukan pilihan. CARL J FRIEDRICK: serangkaian yang disusulkan dalam rangka mencapai tujuan tertentu. JAMES E ANDERSON: serangkaian tindakan yang mempunyai tujuan tertentu guna memecahkan suatu masalah

- David Easton: sebuah proses pengalokasian nilai-2 secara paksa kepada seluruh masyarakat yg dilakukan oleh lembaga yang berwenang

KEBIJAKAN (POLICY) VS KEBIJAKSNAAN (WISDOM)


Kebijakan

(Policy): serangkaian tindakan atau kegiatan yang direncanakan (bidang hukum) guna mencapai tujuan dan sasaran yg dikehendaki (Wisdom): tindakan atau kegiatan seketika (instant decision), melihat urgensi situasi yg dihadapi berupa pengambilan keputusan di bidang hukum

Kebijaksanaan

HUKUM DAN KEBIJAKAN PUBLIK


Dua

konteks dasar hukum: Keadilan dan Legalitas saling berbenturan Hukum kurang menjamin Keadilan; rasa Keadilan sering tidak memiliki kepastian hukum kebijakan publik sbg instrumen dlm mengendalikan masyarakat Antara hukum dan kebijakan publik saling mengisi/tdk dpt dipisahkan. - produk hukum adalah hasil kebijakan publik - kebijakan publik memerlukan legalisasi

PERTANYAAN:
APAKAH SETIAP KEBIJAKAN PUBLIK HARUS DILEGALKAN

? JO. DYE (PUBLIC POLICY =


TO DO OR NOT TO DO) WHATEVER GOVERNMENTS CHOOSE

HUBUNGAN ANTARA HUKUM DAN KEBIJAKAN PUBLIK DPT DILIHAT DARI SEGI-2: 1. FORMULASI: PEMBENTUKAN HK DAN FORMULASI KEBIJAKAN PUBLIK BISA
SALING MEMPERKUAT

2. IMPLEMENTASI: MELIHAT PD PENERAPAN HUKUM DAN IMPLEMENTASI


DARI KEBIJAKAN PUBLIK

3. EVALUASI: MENILAI PELAKSANAAN KEBIJAKAN PUBLIK DG DUKUNGAN


HUKUM

HUKUM ETIMOLOGI POLITIK KEBIJAKAN POLITIEKRECHT


ARTI PH

TERMINOLOGIS RECHTPOLITIEK LEGAL POLICY

OPERASIONAL ISTANTO

SUGENG

2. SECARA TERMINOLOGIS
1.

PH = Politiekrecht:
- Belinfante: obyek Hk Tata Negara mencakup juga hal-2 yg diatur di luar hk (= dlm hal ini PH) - Hence van Maarseveen: Politiekrecht = hukum politik atau Hk Tata Negara

2.

PH = Rechtspolitiek
Bellefroid : polt hk adalah bagian dr ilmu hk yg mempelajari perubahan hk yg berlaku utk memenuhi tuntutan kehidupan masy. Lemaire: polt hk mempelajari bgmn penetapan hukum yg seharusnya (ius constituendum). = bagian dr ilmu pength hk positif = mrpk bagian dr kebijakan legislatif = mrpk bagian dr ilmu polt pd umumnya

Utrecht : polt hk mempelajari perubahan-2 yg hrs diadakan dlm hk spy sesuai dg kenyataan sosial. PH # Rechtspolitiek: - Moh Mahfud MD: polt hk mrpk konfigurasi politik yg melahirkan hukum = polt mengintervensi hukum = polt mempengaruhi hukum = sistem polt memngaruhi lahirnya hk hukum mrpk produk politik PH merupakan bagian dr ilmu hk - Mochtar K : polt hk mempelajari pembangunan hukum

3. POLITIK HUKUM = LEGAL POLICY


PADMO WAHYONO: kebijakan dasar yang menentukan arah, bentuk maupun isi dari hukum yang akan dibentuk. Atau menghukumkan sesuatu (membentuk, menerapkan, dan menegakkan hukum). Ius constituendum - MOHAMMAD RADHIE: pernyataan kehendak dari penguasa Negara mengenai hukum yang berlaku di wilayahnya (ius constitutum), dan arah perkembangan hukum yang dibangun (ius constituendum) - SATJIPTO RAHARDJO: aktivitas memilih dan cara yang hendak dipakai untuk mencapai suatu tujuan sosial dan hukum tertentu dalam masyarakat. Jadi kegunaan PH untuk mencapai tujuan sosial dan hukum tertentu.

SUNARYATI HARTONO: PH merupakan alat atau sarana dan langkah yg dpt digunakan oleh pemerintah untuk menciptakan sistem hukum nasional (hk yang dikendakai=ius constituendum) utk mencapai cita-cita bangsa dan tujuan negara SUROJO WIGNJODIPURO: PH menyelidiki perubahanperubahan apa yg hrs diadakan dlm hukum supaya lbh sesuai kebutuhan masyarakat. MOH MAHFUD MD: PH adalah arah hukum yg akan diberlakukan oleh neg untuk mencapai tujuan negara. Bentuknya dpt berupa pembuatan hk baru dan penggantian hk lama

# Politik Hukum: Penetapan hukum oleh pemerintah untuk mencapai tujuan dan apa yg dicita-citakan (PH = sbg alat)

4. PENGERTIAN OPERASIONAL PH

Sugeng Istanto = bagian dr ilmu hukum positif (ius constitutum) yang mengkaji kebijakan pemerintah dlm rangka menetapkan hk yg seharusnya/ berlaku (ius constituendum) guna memenuhi perubahan kehidupan masy. Unsur-2 PH: 1. bagian dr ilmu hk positif Hk Positif tdk sama dg Positivisme 2. Kebijakan/aktivitas Pemerintah Kebijakan (policy) beda dg Kebijaksanaan (wisdom) = pertimbangan yg menjadi dasar pembenaran perbuatan (Politik mnrt Mathews=act of choice) Isi : tujuan & cara dan sarana utk capai tujuan (Politik mnrt H Kelssen arti etik dan teknik) = pemerintah dlm arti luas (legislatif, eksekutif, yudicatif)

3. Penetapan Hukum: = membuat keputusan yg menjadikan suatu ktt menjadi ktt yg berlaku tetap, mempunyai akibat hk ttu thd perstiwa ttu PH Kenotariatan: = bagian dr ilmu hukum positif (ius constitutum) yang mengkaji kebijakan pemerintah dlm rangka menetapkan hk yg seharusnya/ berlaku (ius constituendum) guna memenuhi perubahan kehidupan masy. unsur PH Kenotariatan: - hukum positif (ius constitutum=peraturan perundangan kenotariatan yg berlaku) - kebijakan/aktivitas pemerintah (pertimbangan yg menjadi dasar pembenaran perbuatan=isi) - dalam rangka menetapkan hk kenotariatan yg seharusnya (ius constituendum) - guna memenuhi perubahan kehidupan masy. - proses perubahan

LINGKUP KAJIAN PH
-

Isi kebijakan yg menjadi dasar pembenaran perbuatan pemerintah dalam menetapkan hk yg berlaku (PH Materiel) Cara pemerintah menentukan kebijakan dlm menetapkan hk yg berlaku (PH Formal)

Tujuan Kajian PH: - Guna memahami: 1). tujuan hk yg berlaku 2). sarana yg ditetapkan - Agar mampu memilih dan menetapkan: 1). tujuan yg hendak ditetapkan, 2). cara dan sarana utk mencapai tujuan Tujuan Kajian PH Kenotariatan.?

KEBIJAKAN (HUKUM) PUBLIK VS POLITIK HUKUM


Kebijakan publik: serangkaian tindakan yg dilakukan oleh


pemerintah sec sadar dan sistematis utk mencapai tujuan ttu.

Polt. Hukum: bagian dr ilmu hukum yg membahas


kebijakan pemerintah dlm menetapkan hk yg berlaku

# Arti sempit: Politik hukum = Kebijakan (penetapan) Hukum. Penetapan hukum yang berlaku: - pembentukan hukum baru

- perubahan hukum yg sudah ada


- merumuskan kebiasaan/kaidah hukum lain

II. KEDUDUKAN PH DALAM ILMU HUKUM


1.,

ILMU HUKUM: POLITIK HUKUM dan FILSAFAT HUKUM Kaitan Politik Hukum - Ilmu Hukum Filsafat Hukum = mengkaji HK dr dimensi Filsafat dan dimensi Politik Politik lbh mengarah pd perumusan konkrit ttg apa dan bagaimana hk yg akan datang Politik HK Filsafat, menekankan pada ide-ide yg abstrak dari pemikir-2 (hukum) Ilmu hukum berada diantara Filsafat dan ideologi politik (politik hukum) = dimensi politik menjadi dasar berlakunya ide2 = ide-2 supaya dpt dipahami perlu dirumuskan

FILSAFAT HK POLITIK HK

ILMU HK

= Ilmu Hk adl kajian ttg hk yg berada dalam kawasan antara PH dan FH. = ketiga-tiganya merupakan kerangka dasar ttg kajian Hukum Dapatkah dikatakan bahwa PH sbg dasar keberadaan hukum ? Dasar berlakunya hukum ?

ILMU:
Syarat

adanya Ilmu - ontologis: obyek bahasan membuahkan katahuan. - epitimologis: cara mendapatkan ketahuan, dhi. Pengalaman dan akal sehat dikaji secara ilmiah (penelitian) - aksiologis: nilai kegunaan atau untuk apa ketahuan itu. syarat-2 ilmu itu ada pd Hukum ?

Apakah

HUKUM SEBAGAI ILMU


Unsur-2

Ilmu pd Hukum: - ontologis: Hukum sbg obyek bahasan (hak dan kewajiban) - epitimologis: cara mendapatkan ketahuan, dhi. Pengalaman dan akal sehat dikaji secara ilmiah (penelitian) - aksiologis: Hukum dibutuhkan dlm masyarakat jo. tujuan hukum

BAGAIMANA BAGAIMANA

DENGAN POLITIK HUKUM ? DG POLITIK HUKUM KENOTARIATAN

Dapatkah dikatakan Politik Hukum (Kenotariatan) sebagai ilmu ? Apakah Politik Hukum (Kenotariatan) merupakan bagian dari ilmu hukum ?

POLITIK HUKUM SEBAGAI ILMU


Syarat ilmu (pengetahuan) bg PH: - obyek ontologis, yaitu PH. PH menelaah adanya hukum sbg hasil kebijakan (politik) pemerintah. - landasan epitimologis, bg PH, yaitu landasan kebijakan berupa pengalaman dan proses kebijakan dlm menetapkan hukum - landasan aksiologis, bhw PH diperlukan guna mengatahui kebijakan pemerintah dlm proses penetapan hukum PH = kebijakan di bidang hukum yg memenuhi syarat-2 ilmu PH sbg ilmu yg obyeknya hukum ilmu hukum

2. POSISI POLITIK HUKUM DALAM ILMU HUKUM


Bellfroid: dogmatika hukum sejarah hukum perbandingan politik hukum teori hukum umum

Ilmu Pength. Hukum

KUSUMADI PUDJOSEWOJO
Ilmu pengetahuan Hk Positif Ilmu Pengetahuan Sosiologi Hk Ilmu pengetahuan Sejarah Hk Ilmu Pengetahuan Hukum Ilmu Pengetahuan Perbandingan Hk Ilmu Hukum
Ilmu Pengetahuan Filsafat Hukum Ilmu Pengetahuan Politik Hukum

SATJIPTO RAHARDJO, RIDUAN SYAHRANI:


= ada 7 bidang studi hukum, yaitu: 1. Sosiologi hukum 2. Antropologi hukum 3. Perbandingan hukum 4. Sejarah hukum 5. Politik hukum 6. Psikologi hukum 7. Filsafat hukum

GIJSSELS:
FILSAFAT HK: PRESKEPTIF

= TTPKN HK YG BARU = JELASKAN DATA YG

ILMU HK
TLH DISUSUN

TEORI HK: EKSPLIKATIF

DOGMATIKA HK: DISKRIPTIF

= MENGGAMBARKAN SST YG
HENDAK DIKETAHUI

PERSAMAAN: - BAIK BELLEFROID MAUPUN GIJSSELS: PENETAPAN IUS CONSTITUENDUM PERBEDAAN: - BELLEFROID: BERTITIK TOLAK PD IUS CONSTITUTUM - GIJSSELS : TDK BERTITIK TOLAK PD IUS CONSTITUTUM, NAMUN
MENETAPKAN HK YG BLM ADA/KTT BARU

III. POLITIK HUKUM NASIONAL (INDONESIA)


1. Pengertian: Sugeng Istanto: bagian dr ilmu hukum positif (ius constitutum) yang mengkaji kebijakan pemerintah Indonesia dlm rangka menetapkan hk yg seharus-nya/berlaku di Ind. (ius constituendum) guna memenuhi perubahan kehidupan masy.
Abdul

Hakim Garuda Nusantara: PHN merupakan kebijakan hukum (legal policy) yg hendak diterapkan atau dilaksanakan secara nasional oleh pemerintah

AH GARUDA; PHN DLM ARTI LUAS MELIPUTI:


1. 2.

3. 4.

Pelaksanaan hk secara konsisten Pembangunan hukum (pembaharuan dan penciptaan) Penegasan fungsi lembaga penegak hk Meningkatkan kesadaran hukum

# Wilayah kerja/lingkup politik hukum: - teritorial berlakunya PH - proses pembangunan hukum yg berdimensi ius constitutum menuju dimensi ius constituendum - jaminan atas berlakunya hukum

2. POLITIK HUKUM NASIONAL SEBAGAI KAJIAN HTN


Politik Hukum: kebijakan dasar pemerintah (penyelenggara negara) dalam bidang hukum yang akan, sedang dan telah berlaku, yg bersumber dari nilai-2 yg berlaku di masyarakat utk mencapai tujuan yg dicita2-kan Hence van Maarseveen: Politiekrecht = hukum politik = HTN ? Alfian: titik pertemuan antara hukum dan politik ada pada HTN Pemerintah: meliputi bdn legislatif, eksekutif, dan yudikatif Tujuan negara (pembukaan UUD 1945): - melindungi segenap bangsa Ind dan seluruh tumpah darah Ind - memajukan kesejahteraan umum - mencerdaskan kehidupan bangsa - ikut melaksanakan ketertiban dunia Kedua unsur tsb merupakan kajian HTN ?

3. KAJIAN POLITIK HUKUM NASIONAL

Polt. Hukum (S.I.): = bagian ilmu hk yg mengkaji kebijakan pemerintah dlm menetapkan hk yg seharusnya berlaku guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Termasuk tujuan hk dan cara dan sarana utk mencapai tujuan hk Kebijakan atau arah PHN (GBHN 1999): menyusun sistem hukum nasional yg menyeluruh dan terpadu dg mengakui dan menghormati hk agama dan hk adat serta memperbaharuhi perundang-undangan kolonial dan hk nasional yg diskriminatif

BAB V TAP MPR NO. IV/MPR/1999


1.

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Mengembangkan budaya hukum dlm kerangka hkm demi tegaknya hkm, Menata sistem hukum nasional Menegakkan hukum secara konsisten Melanjtkan ratifikasi konvensi internasional Meningkatkan integritas moral dan keprofesionalan aparat penegak hukum Mewujudkan lembaga peradilan yg mandiri Mengembangkan peraturan perundangan yg mendukung kegiatan ekonomi Menyelenggarakan proses peradilan secara tepat, mudah dan terbuka, bebas KKN Meningkatkan perlindungan HAM Menuntaskan proses peradilan.

Lingkup kajian Politik Hk. Nasional 1. Kebijakan yg menjadi dasar pembenaran dari pemerintah dlm menetapkan hukum yg berlaku di Ind. Isi = Politik Hukum Material Meliputi: - Tujuan negara - Pemikiran (ide/cita-2) yg melatar belakangi ditetapkan hukum - Keberadaan sistem hukum saat itu - arah kebijakan yg ditempuh dlm menetapkan hk

Semua itu dijadikan landasan pembentukan hukum yang seharusnya (ius Constituendum) Pembentukan Hukum harus mengindahkan kerangka dlm sistem hukum ( Friedmann): 1. Struktur Hukum = mekanisme yg terkait dg kelembagaan 2. Substansi hukum = landasan-2, aturan-2 dan tatanan yg mendasari 3. Kultur = konsisten dg pandangan filosofis yang mendasari sistem

2. Cara pemerintah menentukan kebijakan yg dipilih


dalam menetapkan hk yg berlaku Cara = Politik Hukum Formal Sejalan dg pengertian PH dari Bellefroid. dlm hal ini: proses perubahan ius constitutum (hk yg berlaku) menjadi ius constituendum (hk yg akan ditetapkan) utk memenuhi kebutuhan masyarakat. Meliputi: - ius constitutum - perubahan kehidupan masyarakat - ius constituendum - proses perubahan ius constitutum ius constituendum

IV. POLITIK HUKUM (NASIONAL) MATERIIL


Nasional: menunjuk wilayah berlakunya PH, dhi. wilayah yg tercakup dlm kekuasaan negara RI 1. Tujuan negara


 

PHN sbg alat utk mencapai tujuan/cita-2 negara Tujuan neg dirumuskn Pembukaan UUD 45: - melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Ind - memajukan kesejahteraan umum - mencerdaskan kehidupan bangsa - melaksanakan ketertiban dunia, bdsk kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial Cita-cita: lebih merupakan semangat yg bersemayam di hati masyarakat Tujuan: lebih bersifat formal kenegaraan/konstitutif yg dijadikan arah bg penyelenggara negara.

2. PEMIKIRAN YG MELATAR BELAKANGI (IDE/CITA-2) Dasar pijakan PHN Pembukaan & Pasal-2 UUD 45 (Pancasila dan Cita-2 Hukum)
berbasis moral (Sila 1) berbasis HAM dan non diskriminatif (Sila 2) mempersatukan bangsa (Sila 3) basis deokratis (Sila 4) berbasis keadilan (Sila 5)

Pancasila

Cita-2 Hukum: - mewujudkan integritas bangsa = hk sbg perekat bangsa - wujudkan keadilan sosial = menjembatani perbedaan sosial dan ekonomi - mewujudkan kedaulatan rakyat = menjamin ketrlibatan rakyat dlm penyelenggaraan negara - mewujudkan toleransi = saling menghormati

Pancasila Pembukaan & UUD 45 Cita-2 Hk Pandangan bangsa Nilai-2 sosial PHN Hk PS/ Hk Prismatik (FW Riggs)

Hoogvelt

Fred W Riggs

Nilai Sosial: Paguyuban (kebersamaan) Patembayan (individual)

Nilai Sosial Prismatik

HUKUM PRISMATIK, TERCERMIN:


1.

2.

Nilai Kepentingan dlm hukum - Kapitalis individualis - Komunis kebersamaan = hak milik mempunyai fungsi sosial = neg mengausai sumberdaya alam Negara Hukum - Rechtsstaat civil law (Eropa K): hukum = hk tertulis > kebenaran hk & keadilan ada pd hk tertulis > hakim yg baik bila dpt menerapkan bunyi UU > Lebih bersifat administratif kepastian hk - the Rule of Law common law (Anglo S) hk tdk tertulis > kebenaran & keadilan tdk terletak pd hk tertulis > putusan hakim lbh dianggap hukum sebenarnya > pemenuhan hk ditekankan utk memenuhi rasa keadilan = prinsip kepastian hk dan keadilan dipadukan ? = istilah Rechtsstaat dlm penjelasan UUD 45 pasca amandemen ditiadakan Neg Indonesia adalah negara hukum

3.

Fungsi Hukum dlm masyarakat - alat perubahan (a tool of social engineering) Hk = UU > hk sbg alat perubahan masyarakat (menegakkan ketertiban) > paham positivisme, Hk = UU - sebagai patokan/cermin living law > hk sbg cermin budaya (mengarahkan) masyarakat > mazhab sejarah, hk positif yg baik yi bila sesuai dg living law = pasal 18 B ayat 2 UUD 1945 pasca amandemen Negara mengakui dan menghormati hukum adat yg msh hidup Negara dan Agama > Indonesia bukan negara agama negara kebangsaan yg religius (religious nation state) > Negara menghormati/mengatur kebebasan beragama

4.

PANCASILA

HASIL KRISTALISASI NILAI-NILAI DLM MASYARAKAT

Nilai-nilai menurut Notonagoro: - nilai materiel - nilai vital - nilai rohaniah: - nilai kebenaran/kenyataan - nilai estetika/keindahan - nilai moral/etika mengan - nilai relegius/ketuhanan

baik ius cttm. maupun ius cttdm dung nilai-2

Hubungan Nilai-2, Realitas, dan Kebijakan

Nilai-nilai Dasar Pembenar Realitas Empiris Kebijakan

Nilai dioperasikan dlm bentuk Norma: - nilai positif diopersionalkan menjadi perintah - nilai negatif dioperasionalkan menjadi larangan - sanksi sbg sarana penegakan norma Apakah UUJN mengandung nilai-nilai tsb ?

# Kegunaan PHN: = sbg arah yg harus ditempuh dlm pembuatan dan penegakan hk guna mencapai cita-2 dan tujuan neg. # Kerangka dasar pemikiran PHN - mengarah pd cita-2 bangsa, yi masy adil dan makmur bdsk PS - mengarah pd pencapaian tujuan negara - berbasis pd nilai-2 PS - mengarah pd sistem hukum nasional (pancasila) - tidak menyimpang dr cita-cita hukum

3. SISTEM HUKUM

Politik Hukum: kebijakan dasar pemerintah dalam bidang hukum meahirkan sistem hukum nasional Sistem - Blacklaw Dictionary: an orderly arrangement of elements into a whole (komponen/bagian yang terjalin secara teratur dalam satu keseluruhan) = sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan satu keseluruhan (a whole) - Satjipto R: suatu kesatuan yg bersifat kompleks, terdiri dari bagian-bagian yg berhubungan dan bekerja secara aktif untuk mencapai tujuan.

Ada

2 hal: 1. adanya susunan/tatanan dari komponen-2 (dhi.: pemerintah, lembaga neg,masyarakat, alam semesta, dsb) 2. adanya jalinan atas komponen-2 tsb shg mrpk satu kesatuan yang saling taergantung (interrelationship between parts) (dhi.:perencanaan, metode, alat, dsb). 3. mengarah pd satu tujuan.

Hukum Nasional: peraturan perundangan yg dibentuk dan dilaksanakan utk mencapai tujuan, dasar, dan cita-2 hukum suatu negara - Hk nasional Ind. Dibentuk & ditegakkan bdsk PS dan UUD 45 (ideologi dan konstitusi negara) - Hukum nasional Ind.: merupkn suatu sistem hukum yg bersumberkan pada nilai-nilai bangsa. Sietem hukum nasional : sistem hukum yg berlaku di seluruh Indonesia yg meliputi semua unsur hukum yg antara yg satu dg yg lain saling bergantung yg bersumber pd Pembukaan dan UUD 1945 Sudah adakah sistem hukum nasional Indonesia ?

Unsur Hukum: - Friedman: substansi, struktur, dan budaya hukum - Dlm GBHN : isi, aparat, budaya, dan sarana-prasarana Unsur Sistem Hukum mnrt Sunaryati H Filsafat 10. Perangkat lunak Substansi 11. SIJDH Lembaga/struktur hukum 12. Kesadaran hukum Proses dan prosedur 13. APBN utk pelaks. Hk. Pendidikan hukum SDM Susunan dan sistem koordinasi antar lembaga Peralatan perkantoran Perangkat lunak

4. ARAH KEBIJAKAN

Politik Hukum

Hukum

tujuan neg, cita-2 hk

Prolegnas (disusun oleh DPR ber-sama-2 Pemth) = wadah PH (Ps.15 UU No.10-2004: perencanaan UU dilakukan dlm Prolegnas arah kebijakn rencana materi Potret PHN prioritas mekanisme/instrumen

PROLEGNAS SBG RENCANA MATERI PH


Penysunan Prolegnas: DPR Pemerintah DPD Keputusan DPR Prolegnas

Kepts. DPR RI No.01/DPR RI/III/2004-2009 : 248 Prolegnas Kepts. DPR RI No.02F/DPR RI/II/2004-2005 : 43 Prolegnas Dlm keadaan ttu DPR atau Pemerintah dpt ajukan RUU di luar Prolegnas

Arah kebijakan:
- membentuk peraturan perundangan sbg amanat UUD 45 - mengganti peraturan perundangan kolonial - mempercepat proses penyelesaian UU - membentuk peraturan perundangan guna mempercepat reformasi pemulihan ekonomi, perlindungan HAM, pemberantasan KKN - meratifikasi perjanjian internasional - memberikan landasan yuridis bg penegakan hukum - menjadikan hk sbg sarana pembaharuan dlm segala bidang yg mengabdi pd kepentingan bangsa, rakyat,dan negara guna mewujudkan prinsip keseimbangan antara ketertiban, legitimasi, dan kedilan

Prioritas:

RUU perintah UUD 1945 RUU perintah Tap MPR-RI RUU sbg pelaksanaan UU RUU yg mendorong reformasi RUU warisan Prolegnas 2000-2004 RUU yg mrpk revisi/amandemen antar UU yg kurang sinkron RUU ratifikasi perjanjian internasional RUU yg berorientasi pd HAM RUU yg mendukung pemulihan perekonomian RUU yg langsung menyentuh kepentingan rakyat

Prolegnas sbg mekanisme/instrumen: Prolegnas hasil kerjasama antara DPR dan Pemerintah dikoordinasikan oleh DPR Prolegnas di lingkungan DPR dikoordinasikan oleh alat kelengkapan DPR Prolegnas di lingkungan Pemerintah dikoordinasikan oleh Menteri yg tugas dan tanggung jawabnya meliputi bidang peraturan perundang-undangan

V. POLITIK HUKUM (NASIONAL) FORMIL


= Cara (proses) pemerintah menentukan kebijakan yg dipilih dalam menetapkan hk yg berlaku Politik Hukum Formal Sejalan dg pengertian PH dari Bellefroid. dlm hal ini: proses perubahan ius constitutum (hk yg berlaku) menjadi ius constituendum (hk yg akan ditetapkan) utk memenuhi kebutuhan masyarakat. Meliputi: - ius constitutum - perubahan kehidupan masyarakat - ius constituendum - proses perubahan ius constitutum ius
constituendum

1. IUS CONSTITUTUM:
Ada 3 hal yg perlu dilihat: 1. apakah suatu ktt mrpk ktt hk yg berlaku ? Kita berhadapan dg Sumber Hukum ada 2 arti: a. Ajaran ttg ukuran utk menentukan apakah suatu ktt mrpkn ktt hk atau bukan - dilihat dari isi ktt hukum (SH materiel) - dilihat dari proses pembentukan (SH formil) bisa melalui proses per-undang-2an, atau kebiasaan b. Kumpulan ktt yg dpt diterapkan oleh pengadilan: mis: ps. 38 ay 1 ICJ Keterkaitan satu sama lain: Prinsip-2 Proses Ktt Hukum

2.

KEDUDUKAN KTT HUKUM YG BERLAKU

= melihat apakah suatu ktt hk itu mrpk suatu sistem Sistem: an orderly arrangement of elements into a whole


Kdd suatu ktt hk dlm kehidupan masyarakat tergantung pd kdd hk dlm sisitem hk yg berlaku dlm kehidupan masyarakat tsb. Kdd ktt hk dalam sisitem hukum ditentukan oleh: - hakikat ktt hk berisi: * prinsip hukum : bersifat umum/pokok. Lbh tinggi dr ktt hk biasa * hukum biasa : bersifat terinci (specified). Lebih siap utk diterapkan - sistem peraturan perundangan negara. mis.: Indonesia, Tap MPRS No.XX-1966 jo Tap MPR No.III-2000, ttg tata urutan peraturan perundangan

3. ARTI KTT HK YG BERLAKU


= memahami isi/arti ktt hk, mempunyai akibat hk atau tdk

Terkait disini masalah penafsiran Ktt Hk: Menurut Starke: - gramatikal - obyek dan konteks ktt hk - reasonable dan konsisten - prinsip efektivitas - penggunaan bahan ekstrinsik Menurut Sudikno M: = penafsiran hk mrpk salah satu metode penemuan hukum. Metode yg lain, yaitu metode argumentasi dan penemuan hukum bebas = metode penemuan hukum = pembentukan hukum. Atau proses konkritisasi atau indiviualisasi ktt hk pd peristiwa konkrit = politik hukum

MENURUT SUDIKNO M, MACAM-2 PENAFSIRAN/INTEPRETASI: - MENURUT BAHASA - TELEOLOGIS ATAU SOSIOLOGIS - SISTEMATIS ATAU LOGIS - HISTORIS - KOMPARATIF - FUTURISTIS - RESTRIKTIF DAN EKSTENSIF CATATAN: 1. METODE ARGUMENTASI: - ARGUMENTUM PER ANALOGIAM = MENCARI PERSAMAAN - ARGUMENTUM A CONTRARIO = PERBEDAAN PERISTIWA 2. METODE BEBAS : TDK BERPIJAK PD KTT HK YG ADA, NAMUN
MENGGALI KTT HUKUM YG ADA

2. PERUBAHAN KEHIDUPAN MASYARAKAT


Perubahan: = suatu keadaan yg berbeda dr keadaan semula. = masyarakat terdiri dari unsur-2. Perubahan masyarakat, berarti terjadinya perubahan unsur-2 dlm masyarakat. Perubahan dpt terjadi krn peristiwa alam atau krn keinginan manusia Kehidupan: = keberadaan yg dinamik, mungkin berkembang, atau berubah. Perubahan dlm kehidupan dpt berupa perubahan positif (menjadi lbh baik) atau dlm taraf ttu merpk perubahan yg negatif (surut menjadi lbh buruk).

Peran Hukum dlm Perubahan Droir: perubahan yg terjadi adalh perubahan yg diarahkan (directed social change). Hukum mrpk salah satu instrumen perubahan kehidupan masy. yg mempunyai kelebihan jika dibanding dg instrumen yg lain, yaitu mengandung paksaan.

Hubungan Hukum dg Perubahan: Masyarakat berubah. Hukum adakalanya juga berubah, bila ditetapkan hukum yg baru. Perubahan masyarakat dan perubahan hukum kadang tdk seimbang kesenjangan mis.: hukum ketinggalan dari perubahan masyarakat masyarakat ketinggalan dari perubahan hukum Solusi: - Berpegang pd hk yg ada, dg merubah tingkah laku - Merubah hk disesuaikan dg perubahan masy - Menerima sebagian ktt hk dg juga menerima perubahan (fivety-fivety)

MASYARAKAT: - OPPENHEIM: HUBUNGAN YG AJEG (CONSTANT) DARI PARA INDIVIDU/MAN. - LOGEMANN: MASYARAKAT ADALAH SUATU VERKEER TUSSEN MENSEN (SKEMA KOORDINASI HUB ANTAR MANUSIA YG AJEG). HUBUNGAN AJEG = INSTITUSI/LEMBAGA = SEKMPULAN PERBUATAN YG BERKAITAN DG AKIBAT TTU YG DITERIMA DAN DIPATUHI DLM KEHIDUPAN MASY. MIS.: JUAL BELI, GADAI, PERKAWINAN, WARISAN, DSB. LEMBAGA, BILA DIKAITKAN DG PERUBAHAN MAKA LEMBAGA (HUBUNGAN AJEG) ITU DAPAT MENGALAMI PERUBAHAN, TERUTAMA ADANYA PERUBAHAN
PERNILAIAN DALAM MENERIMA ATAU MEMATUHI

* MASYARAKAT MENGALAMI PERUBAHAN, KARENA ADANYA PERUBAHAN NILAI DAN INI SESUATU YG TAK DPT DIHINDARI (ASTRID SUSANTO) ATAU PENTA REI = MENGALIR.

3. IUS CONSTITUENDUM 1. Pengertian: - Arti Harafiah: hk yg hrs ditetapkan - Arti teknik (=polt Hk) : hasil analisis dari ius constitutum dan pertubahan kehidupan masy. 2. Bentuk ius constitundum: peraturan perundangan 3. Penetapan ius constituendum sahnya, menurut Van der Pot: i. organ neg yg berwenang (legislatif, eksekutif, yudikatif) ii. tanpa cacat kehendak iii. bentuknya sesuai dg ktt yg menjadi dasar iv. isinya sesuai dg ktt yg menjadi dasar 4. Kekuatan hukum: = mempunyai kekuatan hukum bila tlh mempunyai akibat hk yg definitif (materiel) dan telah dilalui proses pembentukannya (formil)

PROSES DARI IUS CONSTITUTUM CONSTITUENDUM


IUS

Proses: rangkaian kegiatan yg membentuk suatu kejadian atau utk mencapai tujuan. Dalam konteks Polt Hukum: rangkaian kegiatan menetapkan ius constituendum, yakni: 1. menguraikan unsur-unsur ius constitutum 2. menguraikan unsur-2 perubahan 3. menentukan trauble dlm ius constitutum 4. merumuskan permasalahan 5. menentukan data yg diperlukan 6. menganalisis data hingga menemukan alternatif penyelesaian 7. menetapkan filter utk memilih satu alternatif 8. menetapkan kesimpulan berupa ius constituendum

CONTOH PROSES PENETAPAN IUS CONSTITUENDUM: Indonesia menyatakan kemerdekaannya pd tgl.17 Agustus 1945. Dengan kemerdekaan tersebut telah merubah ketentuan hukum yg berlaku atas wilayah Hindia Belanda. Sebelum 17 Agustus 1945 ktt hukum yg berlaku bagi penyelenggaraan pemerintahan adalah Indische Staatsregeling (IS). Ps.1 ay.1 : pelaksanaan pemerintahan umum HB dilakukan oleh Gubernur Jendral atas nama Raja, dilakukan sesuai dg ktt IS dan dg memperhatikan petunjuk Raja. Setelah 17 Agustus 1945, ktt hukum yg berlaku adalah UUD 1945, ps.1 ay 2: kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR. Uraikan Proses penetapan UUD 1945 dari IS, sesuai dg bekerjanya Politik Hukum Formil

1.

Menguraikan unsur-2 ius Constitutum - IS mrpkn ktt hukum sbg pedoman dlm penyelenggaraan pemerintahan - pelaksanaan pemerintahan dilakukan oleh Gubernur Jendral atas nama Raja Kedaulatan ada di tangan Raja

2.

Menguraikan unsur perubahan - peristiwa proklamasi merupakan perubahan kehidupan yaitu adanya keinginan masyarakat Indonesia untuk merebut kedaulatan dari Belanda. - rakyat indonesia ingin menjalankan kedaulatannya sendiri

3.

Menguraikan ketidak sesuaian (truble) - berdasarkan IS Belanda berdaulat di Indonesia (HB). Sbg yang menjalankan roda pemerintahan - berdasarkan proklamasi, bangsa Indonesia berdaulat. Sbg yang menjalankan roda pemerintahan - tidak mungkin dlm satu wilayah ada dua pemegang pemerintahan

4.

Merumuskan permasalahan bagaimana pengaruh proklamasi terhadap berlakunya IS di Indonesia ? Data yang dicari - keputusan hukum (IS berikut pelaksanaannya dan Proklama si berikut pelaksanaannya) - fakta . Peristiwa proklamasi, keinginan rakyat atau bukan . Keberadaan Belanda di Indonesia Menganalisis data menemukan bagaimana seharusnya. Ada 3 kemungkinan - tetap memberlakukan IS (ius constitutum) - mengadakan perubahan sesuai dg tuntutan perubahan - mengadakan perubahan sebagian atas ius constitutum

5.

6.

7.

Menetapkan filter memilih salah satu alternatif dlm point 6 dg berlandaskan pd prinsip/ktt hukum mis; dipilih alternatif 1 krn faktor sejarah - dipilih alternatif 2 krn hak menentukan nasib sendiri - dipilih alternatif 3 krn hasil kompromi - filternya keadilan, kepastian hukum, kedaulatan, dsb Kesimpulan Memilih satu dari tiga alternatif dg menggunakan filter yang ada (ius constituendum) kemudian menetapkan pilihan

8.

POLITIK HK NASIONAL ATAS KONSTITUSI (UUD 1945)


= kajian terhadap kebijakan pemerintah dalam penetapan Konstitusi (UUD 1945) pasca reformasi guna memenuhi kebutuhan masyarakat (masyarakat berubah).

UUD asli (ius consttum) baru)

reformasi (perubahan)

UUD kemdian (ius constitdum)

UUD amndmn (ius consttum

UUD ASLI
1. Kedltn ada di tangan rakyat dan dilakukan oleh sepenuhnya MPR 2. MPR melakukan sepenuhnya Kedltn Rakyat: - menetapkan UUD (Ps.3) - menetapkan GBHN (Ps.3) - memilih Presidan dan Wk Presiden (Ps. 6 ay. 2) - merubah UUD (Ps. 37) 3. Presiden memegang kekuasaan: - pemerintahan (Ps. 4 ay1) - membentuk UU (Ps. 5 ay1) - Kepala Negara (Ps.10 15) = selaku Kepala Neg dibantu DPA, Menteri, Pemth Da 4. DPR dibantu BPK mengawasi Presiden: - membentuk UU (Ps.5 ay 1) - menetapkan Perpu (Ps.22 ay 2) - menetapkan APBN (Ps.23) 5. Kekuasaan kehakiman ada pd MA (Ps.24) dibantu bdn lain.

KEADAAN MASYARAKAT PD MASA REFORMASI


Pd masa Orba terjadi penyalahgunaan wewenang negara (KKN) yg dilakukan oleh organ negara tertinggi sampai organ negara rendahan, di segala bidang Keinginan masyarakat : mengembalikan kehidupan bernegara bdsk hukum yg berlaku dan menghapuskan KKN. Tuntutan reformasi, yi pembaharuan disegala bidang, sistem kenegaraan yg demokratis, hapuskan sentralisasi kekuasaan, penegakan hukum

IUS CONSTITUENDUM
Merubah UUD - sistem kenegaraan yg demokratis - hapuskan sentralisasi kekuasaan > antar organ di pusat > antar organ pusat dan daerah - penegakan hukum (jaminan penghormatan & perlindungan HAM) - penegasan negara hukum - menambah peran DPR (realisasi kedaulatan rakyat) - pelaksanaan otonomi daerah - pengambangan kekuasaan kehakiman Cara dan sarana yg dipilih utk mencapai tujuan negara adalah merubah UUD. Perubahan dilakukan sebagian demi sebagian

AMANDEMEN I TH.1999

Intinya: - mengurangi kekuasaan Presiden: ~ sbg pembentuk UU ~ sebagai kepala negara ~ sbg kepala pemerintahan - memperkuat kekuasaan DPR menghapus supremasi eksekutif menjadikan supremasi parlemen Pasal-Pasal yg diamandemen: - Ps. 5 ay 1; 13 ay 2 & 3; 4 ay 1 & 2, dan Ps 20 ay 1, 2, 4 UUD

AMANDEMEN II
Intinya:

TH. 2000

- mengurangi kekuasaan pemerintah pusat - memperkuat supremasi parlemen - pertegas pengakuan & penghormatan HAM - memperluas & meningkatkan partisipasi rakyat (Daerah, DPD, HAM)
Pasal-pasal

yg diamandemen: Ps. 18 ay 1- 6; Ps. 18 A 1; Ps. 18 B 1 & 2; Ps. 20 A 1 & 2; Ps. 28 A-J UUD

AMANDEMEN III

TH.2001

Intinya: - menghapus wewenang MPR sbg pemegang Kedaltn rakyat - memperkuat demokrasi (Presiden dan Wkl Presiden dipilih langsung) - mengurangi wewenang Presiden sbg Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan - memperkuat kedudukan DPR (tak dpt dibekukan) - penetapan DPD sbg perwakilan propinsi - penetapan BPK sbg badab yg mendiri. Hasil pemeriksaannya diserahkan pd DPR, DPR, DPRD utk ditindak lanjuti - Pengembangan Kekuasaan kehakiman menjadi MA, MK, dam KY Pasal-pasal yg amandemen: Ps. 1 ay 2 3; Ps. 3 ay 1, 3, 4; Ps. 6 A 1; Ps. 7 A; Ps. 7 B 1; Ps. 7 C; Ps. 17 C 1-2; Ps. 22 D 1-3; Ps. 23 E 1 3; Ps 23 F 1; Ps 24 2;Ps. 24 A 3; Ps. 24 B 1, 3; Ps. 24 C 1 2 UUD

AMANDEMEN IV

TH. 2002

Intinya: - MPR terdiri dari DPR dan DPD - bila Presiden dan Wapres berhalangan dilakukan oleh Menlu, Mendagri, dan Men Han - Pembentukan Dewan Pertimbangan oleh Presiden - Penetapan Bank sentral Pasal-pasal yg diamandemen: Ps. 2; Ps. 8; Ps. 11 1; Ps. 16; Ps. 23 D

VI. POLITIK HUKUM KENOTARIATAN


Politik Hukum = bagian dr ilmu hukum yang mengkaji kebijakan pemerintah dlm menetapkan hk yg berlaku. Materiel: yg menjadi dasar kebijakan - tujuan - pemikiran (ide/cita-2) - Keberadaan sistem hukum saat itu - arah kebijakan yg ditempuh Formil: Cara atau proses penetapan hk - ius constitutum - perubahan kehidpn masy - ius constitendum - proses perubahan

Politik Hukum

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP HK. KENOTARIATAN


= orang yg menjalankan pekerjaan menulis = orang yg mencatat dg tulisan cepat = sebutan bg penulis pribadi Raja (Notarii) = sebutan untuk pegawai istana yg melaksanakan pekerjaan administratif pejabat yg menjalankan tugas utk pemerintah namun - Notarii tdk melayani umum (publik) - Tabelliones: yg menjalankan pekerjaan sbg penulis utk publik yg membutuhkan keahliannya tdk mempunyai sifat jabatan Negeri surat yg dibuatnya tdk mempunyai sifat otentik di bawah pengawasan Kehakiman. Latar Belakang sejarah - Pada masa Pemerintahan Paus: - Tebelliones, mengalami kemunduran - Notarii, mengalami kemajuan. Tugasnya, bekerja utk gereja dan diangkat oleh gereja utk melayani publik.

Istilah: - Notarius

Pd masa Lombardia (Itali): - Notarii kerajaan dipilih dari tabelliones

tabellio diganti notarius

- notarius = cancellarius = scabini ditempatkan pd Pengadilan derah Graaf (Bupati), dg tugas pokok mencatat sgl sesuatu di pengadilan Syarat pengangkatan: - nama baik - cakap hukum - tdk akan membuat surat rahasia/palsu - Notarii dan tabellanot tergabung dlm Corporatie yg diangkat oleh Pemerintah mrk diberi wewenang membuat akta-2 pengadilan maupun akta-2 di luar pengadilan. - kekuatan pembuktian akta-2 tsb didasarkan pd hk kebiasaan (= ada klausula bahwa akta-2 tsb hrs dipercaya dan didasarkan atas kesaksian di bawah sumpah), tdk diatur dlm peraturan perundangan, sampai di buatnya peraturan ttg notariat di Perancis

Latar belakang sejarah di Indonesia - Perancis: Loi organique du notariat, 1810

jadi sumber De Wet

op het Notarisambt, 1842 (Nederland) asas concordantie melahirkan Reglement op het Notarisambt 1860 (Stb. 1860 No.3), untuk HB atau Indonesia - Sejarah Notariat di Indonesia mengikuti Hukum Notariat di Nederland (asas concordantie). Sdgkn hukum Notariat di Nederland mengoper hukum notariat dari Perancis. - Notariat di Indonesia dikenal sejak jaman Belanda, bg mrk yg tunduk pd hk Eropa (B.W). - bg pribumi yg buat perjanjian di hadapan notaris, berarti tunduk pd BW. - setelah Indonesia merdeka, lembaga notariat secara diam-diam telah dioper oleh dan menjadi lembaga hukum Indonesia

Peraturan perundangan yg (pernah) ada di bidang Notariat: - 1822, Instructie voor de Notarissen = notaris adalah Pejabat umum (publiek ambtenaar) yg bertugas utk membuat akta-2 dan kontrak-2 - Stb. 1860 No.3 Reglement op het notarisambt=Peraturan Jabatan Notaris - Ordonantie 16 September 1931 ttg Honorarium Notaris - UU No. 33 1954, ttg Wakil Notaris dan Wakil Notaris Sementara - UU No.5 Th. 2004 ttg perubahan atas UU No.14 Th.1985 ttg MA - UU No.8 Th.2004 ttg perubahan atas UU No.2 Th.1986 ttg Peradilan Umum - PP No.11 Th.1949 ttg Sumpah/janji Jabatan Notaris

PENGERTIAN HUKUM NOTARIAT


Arti sempit (Soegondo Notodisoerjo): = pd dasarnya mengatur kekuatan pembuktian dari akta Notaris, sebagaimana trdpt dlm pasal 1868 dan pasal 1870 BW

Psl. 1868: Akta otentik adl akta dlm bentuk yg dittkn UU, dibuat oleh atau dihadapan pegawai-2 umum yg berkuasa utk itu di tempat dmn akta dibuatnya. Psl. 1870: akta otentik memberikan di antara para pihak beserta ahli warisnya atau orang yg mendapat hak dr mrk, suatu bukti yg sempurna ttg apa yg dimuat di dlmnya

Arti luas: keseluruhan dari ketentuan/peraturan yang mengatur tugas dan kewenangan Notaris Bagaimana dg ke-PPAT-an: = pada dasarnya bukan mrpk bagian tugas notaris (PPAT khusus utk jualbeli dg obyek tanah)

POLITIK HK (KENOTARIATAN) MATERIEL


A.

Tujuan:
= guna menjamin kepastian hukum ttg kedudukan, tugas, wewenang, hak dan kewajiban, formasi, serta produk dari Notaris > Kedudukan: sbg pejabat umum negara > tugas: melaksanakan sebagian tugas negara/pemerintah dlm bidang hukum > wewenang : membuat akta otentik dan kewenangan lainnya sebagaimana diberikan oleh UU (Ps.1 ay.1 jo. Ps. 15 UUJN) akta Otentik: - dibuat dan diresmikan dlm bentuk hk/uu (Ps.1868 BW) - dibuat oleh dan dihadapan pejabat umum yg berwenang - di tempat pejabat umum yg berwenang akta Otentik alat bukti yg sempurna (Ps.1870 BW)

Sifat otentik Akta Notaris

krn dibuat oleh pejabat umum

Beda antara Akta Otentik dg Akta di bawah tangan: - Akta otentik, dijamin kepastian tanggalnya Akta di bawah tangan, tdk ada kepastian tanggalnya, kecuali bila tlh dilegalisir oleh notaris - Akta otentik, memiliki minute akta. Bila salinan hilang, notaris bisa membuatkan salinannya. Akta di bawah tangan, yg tlh dilegalisir bila hilang, notaris tdk bisa membuatkan salinannya

KEWENANGAN NOTARIS (PASAL 15 UUJN)


Ayat 1: wenang membuat akta otentik mengenai: - semua perbuatan, perjanjian, dan - ketetapan sebagaimana diharuskan undang-2 atau atas kehendap para pihak - menjamin kepastian tanggal pembuatan akta, - menyimpan akta - memberikan grosse, salinan dan kutipan akta Ayat 2 semuanya itu sepanjang tidak ditugaskan atau dikecualikan kpd pejabat lain, sbgmn ditetapkan UU

PASAL 15 AYAT 3: UUJN




 

mengesahkan tanda tangan dan menetapkan kepastian tanggal surat di bawah tangan, dg mendaftar dlm buku khusus, Membukukan surat di bawah tangan dg mendaftar dlm buku khusus, Membuat kopi dari asli surat-2 di bawah tangan berupa salinan Mengesahkan kecocokan fotokopi dg surat aslinya Memberikan penyuluhan hukum sehubungan pembuatan akta Membuat akta berkaitan dg pertanahan (khusus SKMHT ?) Membuat akta risalah lelang

Legalisasi: pengesahan oleh pejabat umum yg berwenang (Notaris) thd. Akta di bawah tangan Pengesahan meliputi: - kebenaran tanda tangan para pihak - kebenaran ttg tanggal yang tertera - jaminan bhw pihak-2 tlh mengetahui isi surat tsb. - Notaris ikut bertanggung jawab atas isi surat tsb

Akta di bawah tangan yg telah dilegalisir akankah berubah menjadi akta otentik ? Akta yg tdk dilegalisir: - tetap dpt sbg alat bukti, sepanjang tdk disangkal kebenarannya - masih dibutuhkan adanya pengakuan dr para pihak

Waarmerking (pendaftaran): - Notaris hanya mendaftar surat yang diajukan padanya - Surat tersebut sudah dibuat dan ditanda-tangani oleh pihak-2 - Notaris tdk bertanggung jawab atas apa yg telah didaftar (isi surat, pihak-2, dan tanggal pembuatan) Arti pentingnya: - pembuktian, sbg alat bukti yg kuat - bila belum didaftar dapat disangkal keberadaannya

> Produk: akta notaris (akta verbal dan akta partij)


Relaas Acte/Akta Pejabat: - akta yang dibuat oleh notaris, bdsk keterangan, kesaksian atau alat bukti yg ada - sah, apabila ada salah satu pihak yg tdk tanda-tangan dan disebutkan alasannya oleh notaris Yg bertanda tangan dibawah ini . (Surat keterangan waris). SayaNotaris di berada ditempat.atas permintaan dr (berita acara dlm RUPS). Partij Acte/Akta partij: - akta yang dibuat dihadapan notaris, bdsk keterangan dan kemauan para pihak dan kesepakatan para pihak - tdk sah, apabila salah satu pihak tdk menanda tangani, dg alasan yg tdk kuat Menghadap kepada saya, ..Notaris di.bertempat di tempat(akta dading/perdamaian)

B.

Ide/Cita-cita: Ide/Cita-2 Hukum kenotariatan harus sejalan dg citacita hukum, yaitu: - mewujudkan integritas bangsa - wujudkan keadilan sosial - mewujudkan kedaulatan rakyat - mewujudkan toleransi = terciptanya alat bukti (dlm hal ini akta otentik) yang kuat dalam lalu lintas hukum = terciptanya kepastian hukum, ketertiban masyarakat, dan terpenuhi perlindungan hukum = terciptanya kepastian hak dan kewajiban para pihak

C. KEBERADAAN SISTEM HUKUM Politik Hukum: kebijakan dasar pemerintah dalam bidang hukum melahirkan sistem hukum nasional Sistem: an orderly arrangement of elements into a whole Hukum Nasional: UUJN mrpk peraturan perundangan yg dibentuk dan dilaksanakan utk mencapai tujuan, dasar, dan cita-2 hukum suatu negara Sietem hukum nasional : sistem hukum yg berlaku di seluruh Indonesia yg meliputi semua unsur hukum Hk Kenotariatan (akta notaris) bagian sistim HN: - UUJN mrpkn bagian dr HN (dlm kerangka sistem HN) - keberadaan/pengangkatan sesuai dg HN - melaksanakan sebagian tugas neg di bidang hk - aktanya berlaku di seluruh wilayah Ind

Fakta yang ada dalam masyarakat: - adanya dualisme hukum Anglo-Saxon: notaris hanya sbg legalisator saja Eropa Kontinental : notaris dibekali dg pengetahuan hukum - pluralisme hukum: hukum adat, hukum islam, hukum barat terdapatnya berbagai peraturan perundangan di bidang kenotariatan, yg sebagian produk kolonial perlu diciptakan unifikasi hukum kenotariatan Hk nasional, yang dewasa ini adalah UU No.30 Th.2004 Ttg Jabatan Notaris # Peraturan perundangan di bidang kenotariatan mrpkn bagian dr Hukum Nasional Hukum Prismatik

D. ARAH KEBIJAKAN YG DITEMPUH


Politik Hukum

Hukum

tujuan neg, cita-2 hk

Prolegnas (disusun oleh DPR ber-sama-2 Pemth) = wadah PH (Ps.15 UU No.10-2004: perencanaan UU dilakukan dlm Prolegnas arah kebijakn rencana materi Potret PHN prioritas mekanisme/instrumen

Arah

kebijakan yang di tempuh dlm PH Kenotariatan:

- mewujudkan unifikasi hukum di bidang kenotariatan, yaitu mengadakan pembaharuan dan pengaturan kembali ttg jabatan notaris - menggantikan peraturan perundangan produk kolonial dg produk hukum nasional UUJN - mengatur secara rinci tentang kedudukan notaris sebagai pejabat umum - mengatur secara rinci tentang tugas dan wewenang notaris - mengatur secara rinci tentang bentuk, sifat, dan macam akta notaris

Untuk selanjutnya bisa dipelajari UU No.30 Th.2004 ttg UUJN

POLITIK HUKUM FORMIL KENOTARIATAN


Cara atau proses pemerintah menentukan kebijakan yg dipilih dalam menetapkan hk yg berlaku Sejalan dg pengertian PH dari Bellefroid. dlm hal ini: proses perubahan ius constitutum (hk yg berlaku) menjadi ius constituendum (hk yg akan ditetapkan) utk memenuhi kebutuhan masyarakat. Meliputi: - ius constitutum - perubahan kehidupan masyarakat - ius constituendum - proses perubahan ius constitutum ius constituendum

IUS CONSTITUTUM
= ketentuan hukum yang berlaku

- 1822, Instructie voor de Notarissen = notaris adalah Pejabat umum (publiek ambtenaar) yg bertugas utk membuat akta-2 dan kontrak-2 - Stb. 1860 No.3 Reglement op het notarisambt = Peraturan Jabatan Notaris - Ordonantie 16 September 1931 ttg Honorarium Notaris - UU No. 33 1954, ttg Wakil Notaris dan Wakil Notaris Sementara - UU No.5 Th. 2004 ttg perubahan atas UU No.14 Th.1985 ttg MA - UU No.8 Th.2004 ttg perubahan atas UU No.2 Th.1986 ttg Peradilan Umum - PP No.11 Th.1949 ttg Sumpah/janji Jabatan Notaris RUU ttg Jabatan Notaris sblm th 2004 mrpkn ius constituendum, namun saat ini mrpk ius constitutum.

PERUBAHAN KEHIDUPAN
Sejak jaman HB kemerdekaan Berkaitan dg: Proklamasi atau reformasi Kebutuhan akan kepastian hukum Kebutuh alat bukti yang kuat Kebutuhan jaminan perlindungan hk Perkembangan dalam bidang dunia usaha

IUS CONSTITUENDUM
1. Pengertian:

- Arti Harafiah: hk yg hrs ditetapkan - Arti teknik (=polt Hk) : hasil analisis dari ius constitutum dan pertubahan kehidupan masy. 2. Bentuk ius constituendum: Rancangan peraturan perundangan 3. Penetapan ius constituendum sahnya, menurut Van der Pot: i. organ neg yg berwenang (legislatif, eksekutif, yudikatif) ii. tanpa cacat kehendak iii. bentuknya sesuai dg ktt yg menjadi dasar iv. isinya sesuai dg ktt yg menjadi dasar 4. Kekuatan hukum: = mempunyai kekuatan hukum bila tlh mempunyai akibat hk yg definitif (materiel) dan telah dilalui proses pembentukannya (formil)

IUS CONSTITUENDUM KENOTARIATAN


Pada masa HB Stb. 1860 No.3 Reglement op het notarisambt=Peraturan Jabatan Notaris Pada masa kemerdekaan:
Stb. 1860 No.3 (ius constitutum) - Bentuknya - Yg menetapkan - Statusnya - Akibat Hukum Perubahan RUUJN (ius constituendum) : R Undang-Undang (RUU JN) : organ negara yg berwenang (Legs & Ekstf) : Peraturan-perundangan yg sah : dipenuhi syarat materiel dan formil : UU No.30 Th.2004 = UUJN UUJN

Ius Constitutum

PROSES PERUBAHAN IUS CONSTITUTUM CONSTITUENDUM


IUS

Proses: rangkaian kegiatan yg membentuk suatu kejadian atau utk mencapai tujuan. Dalam konteks Polt Hukum: rangkaian kegiatan menetapkan ius constituendum, yakni: 1. menguraikan unsur-unsur ius constitutum 2. menguraikan unsur-2 perubahan 3. menentukan trauble dlm ius constitutum 4. merumuskan permasalahan 5. menentukan data yg diperlukan 6. menganalisis data hingga menemukan alternatif penyelesaian 7. menetapkan filter utk memilih satu alternatif 8. menetapkan kesimpulan berupa ius constituendum

CONTOH PH KENOTARIATAN FORMIL Patrio adalah notaris senior di kota X, di Indonesia. Banyak kegiatan Patrio yang tidak bisa dilakukan berdasarkan Peraturan Jabatan Notaris yg ada (Stb.1860 No.3), karena peraturan tsb sdh tdk sesuai lg dg keadaan dan kondisi Indonesia saat ini. Seperti adanya jabatan Gubernur Jendral, nilai uang menggunakan Golden, Pengawasan Notaris oleh Pengadilan, dsb. Untuk menampung kepentingan Patrio tsb dan berdasarkan kebutuhan dari notaris pada umumnya di Indonesia, maka pada menjelang akhir tahun 2004 ditetapkanlah UU No.30 Th.2004, ttg UUJN. Dalam UUJN tsb pemberian ijin cuti dan pengawas notaris diberikan dan dilakukan oleh Majelis Pengawas, nilai mata uang adalah Rupiah, dsb.

1.

Menguraikan unsur-2 ius Constitutum - Stb. 1860 No. 3 mrpkn ktt hukum dlm penyelenggaraan tugas-tugas notaris - Stb. 1860 No. 3 mrpkn ktt hukum produk HB Menguraikan unsur perubahan - peristiwa proklamasi merupakan perubahan kehidupan yaitu adanya keinginan masyarakat Indonesia untuk membentuk hukum sendiri di bidang kenotariatan. - pemerintah Indonesia ingin membentuk peraturan kenotariatan disesuaikan dg sistem hukum Indonesia Menguraikan ketidak sesuaian (truble) - beberapa ketentuan dlm Stb.1860 No.3 tidak sesuai dg sistem hk nasional - beberapa ketentuan dlm Stb.1860 No.3 tdk sesuai dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia

2.

3.

4.

Merumuskan permasalahan bagaimana pengaruh reformasi/proklamasi terhadap berlakunya Stb.1860 No.3 di Indonesia ? Data yang dicari - keputusan hukum (Stb.1860 No.3 berikut pelaksanaannya berikut pelaksanaannya) - fakta, misal . Pengawasan terhadap notaris oleh pengadilan dirasa kurang efektif, kurang bisa menampung aspirasi masyarakat . Usia dewasa kurang mencerminkan keadaan yg senyatanya Menganalisis data menemukan bagaimana seharusnya. Ada 3 kemungkinan - tetap memberlakukan Stb.1860 No.3 (ius constitutum) - mengadakan perubahan sesuai dg tuntutan perubahan - mengadakan perubahan sebagian atas ius constitutum

5.

6.

7.

Menetapkan filter memilih salah satu alternatif dlm point 6 dg berlandaskan pd prinsip/ktt hukum mis; dipilih alternatif 1 krn faktor sejarah - dipilih alternatif 2 krn disesuaikan dg tuntutan/kebutuhan masyarakat - dipilih alternatif 3 krn hasil kompromi - filternya keadilan, kepastian hukum, kedaulatan, dsb Kesimpulan Memilih satu dari tiga alternatif dg menggunakan filter yang ada (ius constituendum) kemudian menetapkan pilihan

8.

Anda mungkin juga menyukai