Anda di halaman 1dari 28

GANGUAN PSIKOSEKSUAL

Dr Yenny DP, SpKJ FKUPN / RSPAD 2003

SEKSUALITAS NORMAL
 Perilaku

Seksual dipengaruhi oleh hubungan seseorang dengan orang lain,oleh lingkungan seseorang,oleh kultur dimana seseorang tinggal.

Seksualitas seseorang adalah terlibat dengan faktor kepribadian lain, dengan susunan Biologis, dengan rasa umum tentang diri sendiri. Ini termasuk Persepsi sebagai Laki Laki atau Wanita dan mencerminkan perkembangan dengan Seks selama siklus kehidupan  Jadi Seksualitas yang Normal agak sulit untuk didefinisikan.


SEKSUALITAS ABNORMAL
 Perilaku

Seksual yang Destruktif bagi diri sendiri maupun diri orang lain, yang tidak dapat diarahkan kepada seorang pasangan, yang diluar stimulasi organ seks primer, dan yang disertai rasa bersalah dan kecemasan yang tidak sesuai atau yang kompulsif

 Seks

diluar Perkawinan, Masturbasi, dan berbagai bentuk stimulasi Seksual terhadap organ selain organ Seksual Primer, mungkin masuk ke dalam batas normal, tergantung pada konteks keseluruhan.

KELOMPOK GANGGUAN PSIKOSEKSUAL


I.

GANGGUAN IDENTITAS JENIS


Ditandai oleh perasaan tidak senang dan tidak sesuai terhadap alat kelaminnya dan perilaku yang menetap yang mirip dengan perilaku lawan jenisnya

TRANSEKSUALISME 2. GANGGUAN IDENTITAS JENIS MASA KANAK 3. GANGGUAN IDENTITAS TIDAK KHAS
1.

II. PARAFILIA
Ditandai oleh kegairahan seksual terhadap benda ( obyek ) atau situasi seksual, yang tidak merupakam bagian dari pola aktifitas rangsang seksual yang lazim dan dalam berbagai taraf dapat menghambat kemampuan untuk aktifitas seksual mesra secara timbal balik.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

ZOOFILIA PEDOFILIA TRANSVESTISME EKSHIBISIONISME FETISHISME VOYEURISME MESOKISME SEKSUAL SADISME SEKSUAL

III. DISFUNGSI PSIKOSEKSUAL


Ditandai oleh hambatan selera Seksual atau perubahan Psikofisiologik yang khas dari siklus respons Seksual. Hambatan Selera Seksual Hambatan Gairah Seksual Hambatan Orgasme Wanita Hambatan Orgasme Pria

1. 2. 3. 4.

5.Ejakulasi Prematur 6. Dispareuni Fungsional 7. Vaginismus Fungsional IV. GANGGUAN PSIKOSEKSUAL LAIN. . Homoseksual Ego - Distonik

TRANSEKSUALISME
Terdapat perasaan tidak senang dan tidak sesuai dengan alat Kelaminnya  Keinginan untuk menghilangkan alat kelaminnya dan hidup sebagai lawan jenisnya.  Ganguan terjadi terus menerus ( tidak terbatas dalam Periode Stres ), 2 tahun


Tidak ada Abnormalitas Genetik  Tidak disebabkan oleh ganguan mental yang lain , Misalnya Skizofrenia


GANGUAN IDENTITAS JENIS MASA KANAK


Untuk Wanita:  Keinginan kuat dan mantap untuk jadi pria atau bersikeras bahwa dirinya Pria  Menolak struktur anatomi Wanita dengan menyatakan : . Dirinya akan jadi Pria yang nyata. . Secara biologis tidak akan hamil.

. Bahwa Payudaranya tidak akan berkembang . Bahwa ia tidak mempunyai Vagina. . Bahwa padanya akan tumbuh kelamin Pria


Usia timbul sebelum Pubertas

Untuk Pria Keinginan kuat dan menetap untuk jadi wanita menolak struktur anatomi pria dengan mengatakan : - Dirinya akan tumbuh menjadi Wanita - Bahwa; Penis dan Testisnya menjijikkan dan akan menghilang - Bahwa; Lebih baik tidak punya Penis dan Testis sama sekali.

Terdapat preokupasi dengan ektifitas Stereotipik Wanita dalam bentuk kesenangan memakai baju Wanita, meniru pakaian Wanita, ikut dalam permainan Wanita Usia timbul sebelum Pubertas.

PARAFILIA
Gambaran utama : diperlukan khayalan atau perbuatan yang tidak lazim atau aneh untuk mendapat gairah seksual  Keadaan ini baru disebut Parafilia apabila benda benda itu merupakan satu-satunya syarat agar timbul kegairahan seksual.


1. ZOOFILIA


Terdapat perbuatan atau fantasi mengadakan aktifitas seksual dengan hewan yang berulang kali lebih disukai sebagai satu-satunya cara untuk menimbulkann gairah seksual

2. PEDOFILIA


Perbuatan atau fantasi untuk melakukan aktifitas seksual dengan anak prapubertas, berulang kali, dan satusatunya cara untuk mendapatkan gairah seksual.

3. TRANSVESTISME
   

Pemakaian pakaian wanita secara berulang dan menetap oleh Pria Heteroseksual. Tujuan pemakaian pakaian Wanita untuk mendapatkan gairah seksual Timbul frustasi yang mendalam bila terjadi halangan dari upaya memakai pakaian wanita Tidak memenuhi kriteria Transeksualisme

4. EKSHIBISIONISME


Perilaku berulang dengan mempertunjukan alat kelaminnya secara tidak terduga kepada orang yang tidak dikenal dengan tujuan untuk mendapatkan gairah seksual tanpa upaya lanjut untuk mengadakan aktifitas seksual dengan orang yang tidak dikenal tersebut.

5. FETISHISME


Penggunaan benda ( Fetish ) berulang kali lebih disukai sebagai satu-satunya cara untuk mendapatkan gairah seksual.

6. VOYEURISME


Perilaku berulang dengan cara melihat ( mengintip ) orang lain telanjang, membuka pakaian atau melakukan aktifitas seksual tanpa sepengetahuan mereka, dan tidak ada usaha lanjut untuk melakukan aktifitas seksual dengan orang yang diintip Perilaku mengintip ini merupakan satusatunya cara yang disukai untuk mendapatkan gairah seksual.

7. MASOKISME SEKSUAL
1.

2.

Cara yang disukai atau satu-satunya cara untuk mendapat kegairahan seksual dengan cara dilukai, di ikat, dipukul, atau penderitaan lain. Indifidu dengan sengaja turut dalam aktifitas dimana ia mendapat perderitaan atau ruda paksa jasmani, demi tercapainya kegairahan seksual.

8. SADISME SEKSUAL
Dengan pasangan yang menginginkan, indifidu dengan sengaja dan berulang, menimbulkan penderitaan psikologi atau fisik, agar timbul gairah seksual.  Dengan pasangan yang menginginkan, melakukan kombinasi penghinaan dan penderitaan yang dibuat-buat atau penderitaan fisik dengan cedera ringan.


Dengan pasangan yang menginginkan , bisa timbul cedera fisik berat, luas, permanen, atau bahkan berakhir dengan kematian, agar tercapai gairah seksual

9. PARAFILIA TIDAK JELAS


KOPROFILIA --- Dengan Faeces  FROTEURISME --- Dengan menggosok  KLISMAFILIA --- Dengan Enema  MISOFILIA --- Dengan kotoran  NEKROFILIA --- Dengan Mayat  SKATOLOGIA --- Dengan Telepon  UROFILIA --- Dengan Urine.