Anda di halaman 1dari 34

TRANSPLANTASI DAN REPLANTASI GIGI

Bagian Bedah Mulut FKG UGM - RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

TRANSPLANTASI
A. Auto transplantasi : Pencakokan organ dalam satu individu. B. Homo transplantasi : Pencakokan organ dari satu individu ke individu lain. 1. Alotransplantasi : tidak ada hubungan keluarga / darah. 2. Isotransplantasi : masih ada hubungan keluarga / darah. C. Hetero transplantasi : Pencakokan organ dari individu ke individu lain yang berbeda spesies.

REPLANTASI GIGI Penempatan kembali gigi yang lepas karena kecelakaan atau dicabut dengan tujuan tertentu.

REPLANTASI GIGI
Indikasi Replantasi
Jarum ekstirpasi dan sejenisnya patah Perforasi akar gigi Saluran akar gigi yang bengkok Saluran akar gigi buntu Perforasi apeks Gutta percha pengisi saluran berlebih sehingga sakit. 7. Gigi yang avulsi 8. Bila apikoektomi tidak mungkin bisa dilakukan. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kontra Indikasi Replantasi


1. Gigi yang sangat goyang 2. Tulang alveolus sudah tidak ada 3. Gigi yang sakit dicabut / dicabut utuh

Instrumen
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Alat diagnostik gigi Alat anestesi lokal Tang cabut gigi Elevator Bein dan / Cryer Bur-bur dan perlengkapannya Alat untuk pulpektomi dan tumpatan gigi Alat untuk splinting

Bahan dan Obat-obatan


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Larutan anestesi lokal Larutan NaCl fis. Bahan untuk pulpektomi Bahan untuk tumpatan Kawat untuk splinting Larutan desinfeksi Alkohol 70% Surgical Pack

Persiapan Operasi
1. Keadaan umum pasien baik 2. Kebersihan mulut pasien baik 3. Kumur obat kumur + 5 - 7 hari 4. Foto rontgen

Jalannya Operasi
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Dilakukan pencabutan gigi sesuai prosedur Soket gigi dibersihkan dengan NaCl fisiologi Tekan pendarahan dengan kasa NaCl fis. Dilakukan pulpektomi dan tumpatan Kembalikan gigi ke dalam soketnya Dilakukan splinting dan surgical pack Diberikan obat-obatan pasca bedah Kontrol pertama pada hari pertama Splinting dibuka pada minggu ke 6

Perawatan Pasca Operasi


1. 2. 3. 4. 5. Diet lemak / cair selama splinting Kumur-kumur obat kumur Antibiotik minimal 10 hari Kontrol seminggu sekali pada bulan pertama Kontrol 2 minggu sekali pada bulan kedua dan setengah tahun lagi. 6. Splinitng dibuka pada hari ke 6 dan baru boleh makan biasa.

Kriteria Keberhasilan
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Gigi melekat relatif kuat Tidak ada rasa sakit Gingiva sekitar normal Tidak ada resorbsi tulang Tidak ada poket periodontal Tidak ada fistel Tidak ada resorbsi akar gigi Tidak ada lesi periapikal Ada membran periodontalis

AUTOTRANSPLANTASI GIGI
Indikasi Autotransplantasi
1. Tak ada lesi periapikal dan periodontitis pada resipien. 2. Gigi yang diganti berindikasi dicabut 3. Gigi donor harus sudah ada akar minimal 3 mm. 4. Gigi donor sudah ada bifurkasio 5. Gigi donor besarnya sama atau sedikit lebih kecil daripada gigi yang diganti. 6. Keadaan umum pasien baik 7. Kebersihan mulut baik

Instrumen
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Alat diagnostik gigi Alat anestesi lokal Tang cabut gigi Elevator Bein dan / Cryer Bur-bur dan perlengkapannya. Alat untuk pulpektomi dan tumpatan gigi Alat untuk splinting Alat-alat untuk keperluan odontektomi

Bahan dan Obat-obatan


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Larutan anestesi lokal Larutan NaCl fis Bahan untuk pulpektomi Bahan untuk tumpatan Kawat untuk splinting Larutan desinfeksi Alkohol 70% Surgical Pack

Persiapan Operasi
1. Keadaan umum pasien baik 2. Kebersihan mulut pasien baik 3. Kumur obat kumur + 5 - 7 hari 4. Foto rontgen

Jalannya Operasi (misalnya M3 ke M1 bawah)


1. Dilakukan odontektomi geraham tiga bawah sesuai prosedur. 2. Setelah tercabut, didiamkan dulu didalam soketnya. 3. Geraham satu bawah dicabut sesuai prosedur 4. Masukkan geraham tiga bawah ke dalam soket geraham satu bawah, sebaiknya di bawah garis oklusi. 5. Pasang splint dan surgical pack 6. Pasang kasa pada soket geraham tiga 7. Berikan obat-obatan pasca bedah

Perawatan Pasca Operasi


1. 2. 3. 4. 5. Diet lemak / cair selama splinting Kumur-kumur obat kumur Antibiotik minimal 10 hari Kontrol seminggu sekali pada bulan pertama Kontrol 2 minggu sekali pada bulan kedua dan setengah tahun lagi. 6. Splinitng dibuka pada hari ke 6 dan baru boleh makan biasa.

Kriteria Keberhasilan
1. Gigi melekat relatif kuat 2. Tidak ada rasa sakit 3. Gingiva sekitar normal 4. Tidak ada resorbsi tulang 5. Tidak ada poket periodontal 6. Tidak ada fistel 7. Tidak ada resorbsi akar gigi 8. Tidak ada lesi periapikal 9. Ada membran periodontalis 10. Ada pertumbuhan akar

ALOTRANSPLANTASI
Indikasi Alotransplantasi
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Tidak ada lesi periapikal pada resipien Tak ada peradangan akut periodontium Gigi yang diganti berindikasi dicabut Resipien bisa berupa soket baru, bisa juga berupa tulang edentolus yang ketinggian dan ketebalannya mencukupi. Donor bebas dari penyakit menular (hepatitis, AIDS). Gigi resipien sama atau lebih kecil dari pada gigi donor Keadaan umum pasien baik Kebersihan mulut pasien baik

Instrumen
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Alat diagnostik gigi Alat anestesi lokal Tang cabut gigi Elevator Bein dan / Cryer Bur-bur dan perlengkapannya. Alat untuk pulpektomi dan tumpatan gigi Alat untuk splinting Alat-alat untuk keperluan odontektomi

Bahan dan Obat-obatan


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Larutan anestesi lokal Larutan NaCl fis Bahan untuk pulpektomi Bahan untuk tumpatan Kawat untuk splinting Larutan desinfeksi Alkohol 70% Surgical Pack

Jalannya Operasi (M3 ke soket M1)


1. Baik donor meupun resipien didatangkan dalam waktu yang sama. 2. Pasien donor dilakukan odontektomi dulu 3. Gigi donor dilakukan pulpektomi dan tumpatan kemudian disimpan dalam larutan NaCl fis. 4. Dilakukan pencabutan geraham satu bawah 5. Geraham tiga bawah dimasukkan ke dalam soket geraham satu bawah. 6. Pasang splint dan Surgical Pack 7. Berikan obat-obatan pasca bedah, baik donor maupun resipien.

Perawatan Pasca Operasi


1. 2. 3. 4. 5. Diet lemak / cair selama splinting Kumur-kumur obat kumur Antibiotik minimal 10 hari Kontrol seminggu sekali pada bulan pertama Kontrol 2 minggu sekali pada bulan kedua dan setengah tahun lagi. 6. Splinitng dibuka pada hari ke 6 dan baru boleh makan biasa.

Kriteria Keberhasilan
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Gigi melekat relatif kuat Tidak ada rasa sakit Gingiva sekitar normal Tidak ada resorbsi tulang Tidak ada poket periodontal Tidak ada fistel Tidak ada resorbsi akar gigi Tidak ada lesi periapikal Terjadi perlekatan yang kuat dengan tulang.

KESIMPULAN
1. Jaringan periodontium pada gigi replantasi dan autotransplantasi bisa tumbuh normal, sedang pada gigi alotransplantasi akan terjadi ankilosis. 2. Gigi autotransplantasi bisa hidup 3. Tindakan pulpektomi bisa memperpanjang waktu keberadaan gigi replantasi maupun alotransplantasi di dalam tulang. 4. Baik gigi auto maupun allo ada yang bisa bertahan sampai 10 tahun.

lanjutan 5. Kerusakan jaringan periodontium pada gigi replantasi dan gigi autotransplantasi mempengaruhi hasil, sedang pada alotransplantasi tidak menjadi masalah. 6. Gigi alotransplantasi bisa berupa gigi segar maupun gigi yang disimpan dengan metode khusus. 7. Resipien gigi replantasi dan autotransplantasi harus berupa soket asli, sedang resipien gigi alotransplantasi bisa juga berupa soket buatan.

SARAN
Perlu bank gigi khususnya dipusat-pusat Institusi Pendidikan Dokter Gigi di Indonesia

Sekian terima kasih