Anda di halaman 1dari 19

PRESENTASI HIDROPONIK KELOMPOK 4

M. Huda Mustawa Meiliansyah Seto Hardiansyah Rendi Agita Rajimin


C51109069 C51109053 C51109057 C51109072 C51109080

HIDROPONIK
BAHASA YUNANI:
-

HYDRO

AIR MENGERJAKAN

PHONOS

BERKEMBANG MENJADI BUDIDAYA TANAMAN BUDIDAYA DENGAN MEDIA BUKAN TANAH DENGAN MENGGUNAKAN

MEDIA AIR

KLASIFIKASI HIDROPONIK
Kultur

Air : Hidroponik Terapung dan ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Nutrient Film Technic (NFT) Kultur Pasir : Pasir perlit dan pasir butiran Kultur Kerikil : Kerikil, Batu apung, ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Batu karang, Batu bata, .dan lain-lain. Vermikulaponik : Serbuk gergaji, Tanah ...gambut dan Arang sekam. Rockwool Culture Aeroponik

MANFAAT HIDROPONIK
-

Manfaat penerapan hidroponik secara umum Manfaat dalam Produksi Sayuran dan Buah
-

Manfaat dalam Produksi Tanaman Hias

A)

MANFAAT PENERAPAN HIDROPONIK SECARA


UMUM

Hasil dan kualitas tanaman lebih tinggi Lebih terbebas dari hama dan penyakit Penggunaan air dan pupuk lebih hemat Dapat untuk mengatasi masalah tanah Dapat untuk mengatasi masalah keterbatasan lahan

B)

MANFAAT DALAM PRODUKSI SAYURAN DAN BUAH


Penggunaan lahan lebih efisien Hasil sayuran dan hasil buah memiliki kualitas tinggi Tidak tercemar pestisida, limbah dan kotoran Tersedia segar saat diperlukan

C)

MANFAAT DALAM PRODUKSI TANAMAN HIAS

Prospek cukup baik Untuk keperluan sendiri, diperdagangkan maupun disebarkan Wadah berupa pot khusus hidroponik Media pasir, pecahan batu apung, atau kerikil sintetis.

MACAM MEDIA HIDROPONIK


Media Organik Media Non-Organik

MEDIA ORGANIK
Contoh: arang sekam, serbuk gergaji, sabut kelapa, akar pakis, vermikulit, gambut dll 1. Kelebihan Organik Media Kemampuan menyimpan air dan nutrisi tinggi Baik bagi perkembangan mikroorganisme bermanfaat (mikroriza dll) Aerasi optimal (porus) Kemampuan menyangga pH tinggi Sangat cocok bagi perkembangan perakaran Digunakan pada tipe irigasi drip Lebih ringan 2. Kekurangan Organik Media Kelembaban media cukup tinggi, rentan serangan jamur, bakteri, maupun virus penyebab penyakit tanaman Sterilitas media sulit dijamin Tidak permanen, hanya dapat digunakan beberapa kali saja, secara rutin harus diganti

CONTOH :

MEDIA NON-ORGANIK

Non-Organik Media, Contoh : perlit, rockwool, clay granular, sand, gravel, batu apung, batu bata, batu karang, dll

1. Kelebihan Non-Organik Media Permanen, dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama Porus, aerasi optimal Cepat mengatuskan air, media tidak terlalu lembab Sterilitasnya lebih terjamin Jarang digunakan sebagai inang bagi jamur, bakteri, dan virus 2. Kekurangan Non-Organik Media Bukan media yang baik bagi perkembangan organisme bermanfaat seperti Mikoriza Media lebih berat, karena umumnya berupa batuan Kurang baik bagi perkembangan sistem perakaran

CONTOH:

WADAH HIDROPONIK
a) Kegunaan wadah Sebagai penampung media dan nutrisi hidroponik Sebagai penguat tegaknya tanaman Sebagai pembatas sistem Sebagai pengendali tingkat efisiensi penggunaan prasarana terutama nutrisi b) Model Dasar Hidroponik dan Tipe Wadahnya Wick system: bak air (reservoir) dan talang (wadah growing media) Water culture: bak air (sebagai penampung air yang sekaligus digunakan sebagai growing media) Ebb and flow (flood and drain): reservoir (penampung nutrisi dan air) dan wadah growing media Drips system: reservoir (penampung nutrisi dan air) dan wadah media tumbuh Nutrient Film Technic (NFT): reservoir (penampung nutrisi dan air), bak plastik (penampung limpasan air+nutrisi dari talang), dan talang (wadah tanaman) Aeroponic: bak plastik yang bagian dasarnya sebagai wadah air + nutrisi sedangkan permukaan atasnya diberi papan sebagai tempat tumbuh tanaman

NFT:

PERALATAN HIDROPONIK
penetes dalam drips irrigation Springkle Selang Penghubung (Reservoir dengan Media Tumbuh) Stick Penopang Penetes Filter Penunjuk Tekanan Aliran Air pada Drips Irrigation Timer Pompa (Udara dan Air)

GREEN HOUSE
a) Fungsi

Menghindari terpaan air hujan yang dapat merusak tanaman Menghindarkan lahan dari kondisi yang becek Mencegah masuknya air hujan ke dalam media tumbuh (karena dapat mengencerkan larutan hara) Mengurangi intensitas cahaya yang masuk sehingga daun tidak terbakar pada saat terik Mengurangi tingkat serangan OPT Fotosintesis dapat berlangsung sempurna

b) Type (Berdasarkan Bahan Atapnya)


Plastik UV Net Kasa Kaca

c) Type (Berdasar Bentuknya)


Lean to Tunnel house Piggy back

PEMELIHARAAN TANAMAN
a) Penyiraman/pemberian air Interval pemberian air disesuaikan dengan kondisi lingkungan dalam sistem produksi hidroponik Lingkungannya panas, berawan, hujan Panas: evapotranspirasi tinggi, pemberian air intervalnya lebih sering Berawan: intensitas cahaya rendah, evapotranspirasi rendah, interval pemberian air lebih jarang Hujan: intensitas cahaya tidak ada, tidak terjadi evapotranspirasi, interval pemberian air sangat rang

b) Pemupukan Interval aplikasi: berapa kali pupuk diberikan selama satu siklus hidup tanaman Konsentrasi pupuk yang diberikan disesuaikan dengan umur tanaman, kebutuhan tanaman akan hara berbeda pada setiap fase pertumbuhan tanaman, jenis nutrisi juga berbeda pada setiap fase Jenis nutrisi yang diberikan juga tergantung apakah tanaman dalam fase vegetatif ataukah reproduktif. Vegetatif: lebih banyak diperlukan N sedangkan Reproduktif: lebih banyak diperlukan P dan K Aplikasi pupuk melalui media tanam dapat dilakukan kapan saja, lebih baik pagi/sore hari saat suhu media cukup rendah, berkaitan dengan respirasi perakaran dan konsentrasi oksigen dalam media Aplikasi pupuk melalui daun: konsentrasi tidak boleh terlalu tinggi, lebih utama dilakukan pada siang hari saat transpirasi maksimal, berkaitan dengan bukaan stomata, arah aplikasi dari permukaan bawah helaian daun

SEKIAN

Terima kasih