Anda di halaman 1dari 22

ALKALOID

Pendahuluan
Tumbuhan yang mengandung alkaloid telah digunakan oleh manusia untuk berbagai keperluan semenjak adanya peradapan (4000 SM). - Teh dan Ephedra di Cina - Kopi dan Candu di Timur tengah - Koka dan Kina di daerah Andes (Amerika) - Lobelia di Yunani Wl yang digunakan hanya simplisia atau rebusan dan belum diket senyawa apa yang berkhasiat

Penelitian Alkaloid dari bahan alam :


- Derosene (1803) mdptkan senyawa semi murni utama aktif dari candu kasar yang diberi nama narkotin - Serturner (1805) berhasil mdapatkan alkaloid murni pertama dari candu yang diberi nama morfin (Morpheus = Dewa tidur Yunani) - Pelletier dan Caventou (Fak. Farmasi Paris) berhasil mengisolasi bahan obat penting (Striknin, emetin, brusin, piperin, kofein, kinin, colkisin dan konin (dari racun helmlock yang digunakan untuk membunuh Socrates) - Konin ini merupakan alkaloid pertama yang dikarakterisasi (1870) dan disintesa (1886)

Pengertian Alkaloid
Dulu Istilah alkaloid dig krn kelompok senyawa yang dikenal lb dulu adalah senyawa organik yang bersifat basa lemah. Alkali = Basa Oid = Mirip Dewasa ini diketahui banyak senyawa alkaloid yang tidak bersifat sebagai basa lemah tapi netral, bahkan ada yang sifat asam.

Alkaloid adalah senyawa yg mengandung atom nitrogen yang biasanya terdapat pada tanaman dan kebanyakan bersifat basa atau basa lemah, sebagian besar atom nitrogen ini merupakan bagian dari cincin heterosiklik.

Semua alkaloid mengandung 1 atau lebih atom nitrogen. Atom N ini dapat sebagai amin primer RNH2, amin sekunder R2NH atau siklis atau kwartener amonium hidroksida R4NOH

Selain bersifat basa, ikatan nitrogen dalam alkaloid dapat bersifat :

-Netral, Ex :

asam amida

- Asam, Ex :

O N H C

asam imida

Terdapatnya Alkaloid
Umumnya pada tumbuhan berbunga Terbesar pada Angiospermae, dan famili : - Apocynaceae (Rauwolfia, Catharanthus) - Rubiaceae (Kina, gambir, ipecac) - Solanaceae (Atropa, datura, Nicotiana) - Papaveraceae ( Papaver) - Compositae - Loganiaceae - Leguminosae

Terdapatnya Alkaloid
o Bisa terdapat pada seluruh bagian tumbuhan, tapi dengan konsentrasi yang berbeda (nikotin pada daun, kinin pada kulit batang, emetin pada akar). o Biji tembakau tidak mengandung nikotin, nikotin ditemukan pada saat biji mulai berkecambah. o Alkaloid juga ditemukan pada : - bakteri (piosianin dari Pseudomonas auroginosa) - jamur (likopodin dari Claviseps purpurea), - serangga (saksitoksin) - biota laut - mamalia (muskopiridin dari berang-beraang kanada)

Sifat Umum alkaloid


1. Alkaloid tidak larut atau sukar larut di dalam air, tetapi alkaloid yang berada dalam bentuk garam biasanya mudah larut dalam air. 2. Alkaloid bebas ( yang bersifat basa) biasanya larut dalam eter, CHCl3 atau pelarut organik lainnya, tapi garamnoya tidak larut. Sifat kelarutan ini dig sbg dasar untuk isolasi & pemurnian alkaloid Ex : isolasi/ ekstraksi alkaloid dg metode Culvenor-Fitzgerald 3. Kebanyakan alkaloid berbentuk kristal padat, bbrp berbentuk amorf. Alkaloid yang berbentuk cair tidak mpy atom O dlm molekulnya. Garam alkaloid tidak sama bentuk bentuk kristalnya dan ,bentuk kristal ini bguna utk identifikasi scr mikroskopik.

Sifat Umum alkaloid


4. Ikatan N dalam alkaloid biasanya berada dalam bentuk amin primer, sekunder, tersier, kuartener, amonium hidroksida dan semua ikatan N ini bersifat basa. Alkaloid umunya mempunyai sepasang elektron sunyi yang dapat mengikat proton secara kovalen sehingga membentuk garamnya yang umumnya larut dalam air.

Penamaan Alkaloid
Penamaan alkaloid dapat berdasarkan : 1. Genus, misal : hydrastin, atropin 2. Spesifik dari tumbuh-tumbuhan, ex. cocain, belladon 3. Nama umum : ex. Ergotoksin 4. Penemunya : ex. Pelletierin

Struktur inti yang penting yang terdapat dalam alkaloid

Klasifikasi alkaloid
(Menurut Hegnauer, berdasarkan biosintesisnya)
1. True Alkaloid - Memperlihatkan berbagai bioaktivitas - Mengandung N heterosiklik - dibiosintesa dari asam amino - dialam terdapat dalam bentuk garam dengan asam organik ( ex. Kinin, atropin, dll) Protoalkaloid - Berbentuk amin sederhana, N nya tidak dalam bentuk ikatan heterosiklik - dibiosintesa dari asam amino, bersifat basa - disebut juga amin biologis (ex. Efedrin, meskalin) Pseudoalkaloid - Tidak dibiosintesa dg prekursor asam amino - bersifat basa (ex. Kofein)

2.

3.

Klasifikasi alkaloid
(Menurut Hegnauer, berdasarkan biosintesisnya)
1. True Alkaloid - Memperlihatkan berbagai bioaktivitas - Mengandung N heterosiklik - dibiosintesa dari asam amino - dialam terdapat dalam bentuk garam dengan asam organik ( ex. Kinin, atropin, dll) Protoalkaloid - Berbentuk amin sederhana, N nya tidak dalam bentuk ikatan heterosiklik - dibiosintesa dari asam amino, bersifat basa - disebut juga amin biologis (ex. Efedrin, meskalin) Pseudoalkaloid - Tidak dibiosintesa dg prekursor asam amino - bersifat basa (ex. Kofein)

2.

3.

Pembagian Alkaloid Secara Umum


1. Alkaloid Alam, Ex : - Alkaloid opium - Alkaloid Solanaceae - Alkaloid Kina (radix ipecac, radix hydrastin, secale cornuti, folia coca, semen strychinin, radix rauwolfia) 2. Alkaloid sintesis, Ex : Turunan Pyrozolan, aminobenzoat, acridin, purin, anilin, ureum, amin alifatis) 3. Alkaloid golongan sisa, Ex : Alkaloid gol Xanthin & alkaloid peptida

Deteksi Alkaloid
1. Cara Walt 20 gram sampel direfluks dg EtOH, diuapkan, ditambahkan HCl 1 %, larutan dipisahkan, dideteksi dengan perekasi Mayer. 2. Cara Kiang Doughlas Sampel dibasakan dengan amonia, diekstrak denga eter, ditarik dengan asam, dideteksi dengan perekasi Mayer. 3. Cara Culvenor-Fizgerald Sampel segar (2 gr) dipotong halus, digerus dengan bantuan pasir, dibasahkan dengan 10 ml CHCl3, ditambhakan 10 ml kloroform amonia 0, 05 N, lapisan kloroform disaring, ditambahkan 1 ml H2SO4 2 N, dikocok, lapisan asam diambil dan dideteksi dengan penambahan pereaksi alkaloida.

Isolasi Alkaloid
1. Berdasarkan sifat kimia dan fisikanya metoda ekstraksi alkaloid ini sangat beragam, syaratnya : - kalau mungkin tidak mahal - Bisa mengekstrak dengan baik dan cepat - Memberikan pemisahan pendahuluan (fraksionasi) yang baik - Tidak merusak senyawa yang akan diisolasi - Biasanya digunakan pelarut polar (MeOH) atau (EtOH) - Kalau senyawa belum dikenal biasanya digunakan metoda maserasi atau - Kalau alkaloidnya stabil bisa juga dilakukan dengan Sokletasi 2. Fraksinasi Untuk menyederhanakan campuran biasanya dilakuka fraksinasi (berdasarkan keasaman, kelarutan, epolaran, dll) 3. Isolasi - Pemisahan dengan kromatografi - Pemurnian dengan kristalisasi/ pembuatan turunan/ kromatografi dll

Skema Isolasi Alkaloid

Pemurnian
1. 2. 3. 4. 5. Kristalisasi Langsung Kristalisasi-derivatisasi Gradient pH extraction Kromatografi (serapan, partisi) Filtrasi (Sephadex)

Karakterisasi
1. Titik lebur 2. UV (senyawa aromatik/ ikatan terkonjugasi) 3. IR (gugus fungsi) 4. MS (berat molekul) 5. 1 H RMI (untuk posisi & ikatan H) 6. 13 C RMI (untuk posisi & ikatan C)