Anda di halaman 1dari 15

PRESENTASI STATISTIKA

Dosen Pengajar Bu Rita

Angka Indeks Nama Kelompok II: 1 . Bangkit wahyu 2. Istikhomah 3. M. siwanudinul 4. Nike cipta r (07102132) (09102187) (10102095) (10102147)

PENGERTIAN ANGKA INDEKS


Angka Indeks adalah perbandingan antara harga , kuantitas dan nilai antara tahun ini (tahun yang diinginkan) dengan tahun dasar

PEMBAGIAN ANGKA INDEKS


Angka Indeks 1. Angka indeks Sederhana 2. Angka indeks Agregat 3. Angka indeks Tertimbang 4. Angka indeks Berantai

CATATAN
1. Indeks Harga (IH) Angka indeks yang menunjukkan perbandingan antara jumlah harga kelompok barang dan jasa pada periode tertentu dengan periode dasarnya. Indeks Quantitas (IQ) Angka indeks yang menunjukkan perbandingan antara jumlah kuantitas kelompok barang dan jasa pada periode tertentu dengan periode dasarnya. Indeks Nilai (IN) Angka indeks nilai yaitu angka indeks yang menunjukkan perubahan nilai uang dari suatu periode ke periode lain.Nilai dapat diperoleh dengan cara melakukan perkalian antar harga dengan kuantitas.

2.

3.

CATATAN
Penentuan tahun dasar (0) Tahun dasar didasari dengan nilai 100% , Ex :2010 = 100 * Jadi 2010 menjadi tahun dasar Jika perolehan indeks 130% misalnya pada tahun tertentunya 2011,maka ada kenaikan 30% dari tahun dasarnya. (130%- 100% = 30%) * Jika Perolehan indeks 90%, misalnya pada tahun tertentu maka ada penurunan sebesar 10% dari tahun dasar . 90% - 100% = - 10%
Pemilihan tahun dasar dapat berdasarkan pada hal-hal berikut : -Tahun dengan kondisi perekonomian yang relatif stabil -Tidak terlalu jauh dengan tahun tahun tertentu -Tahun dimana terjadi perubahann penting

. METODE SEDERHANA
Menunjukkan perkembangan harga relatif suatu barang dan jasa pada tahun berjalan dengan tahun dasar, tanpa memberikan bobot terhadap kepentingan barang dan jasa. 1. Indeks Harga Rumus : Keterangan : IH = indeks harga Ht = harga tertentu Ho= harga dasar Keterangan : IQ = indeks kualitas Qt = Kualitas tertentu Qo= harga dasar Keterangan : IN = indeks nilai

IH = Ht x 100 % Ho

2. Indeks Quantitas Rumus :

IQ = Qt x 100 % Qo

3. Indeks Nilai Rumus :

IN = Ht Qt x 100 % Ho.Qo

Contoh
1. harga tomat dari tahun 2009 2012, berapa indeks harganya ? Tahun dasar = 2009 Tahun 2009 2010 2011 2012 Harga (H) 2000 1500 2100 2500 Perhitungan (2000/2000) x 100 = 100 (1500/2000) x 100 = 75 (2100/2000) x 100 = 105 (2500/2000)x 100 = 125 Indeks 100% 75 % 105% 125% Perubahan Tahun dasar 100 Penurunan 25% Kenaikan 5 % Kenaikan 25%

2. Kuantitas tomat tahun 2009 2012, berapa indeks kualitasnya? Tahun dasar = 2009 Tahun 2009 2010 2011 2012 Kuantitas (Q) 20 17 23 25 Perhitungan (20/20) x 100 = 100 (17/20) x 100 = 85 (23/20) x 100 = 115 (25/20) x 100 = 125 Indeks 100 % 85 % 115 % 125 % Perubahan Tahun dasar =100 Penurunan 15 % Kenaikan 15 % Kenaikan 25 %

3. Angka indeks relatif tahun 2009 2012, berapa indeks kualitasnya? Tahun Harga Kuantitas (H) (Q) 2009 2010 2011 2012 2000 1500 2100 2500 20 17 23 25 Nilai (H x Q) 40000 25500 48300 62500 Perhitungan (40000/40000) x 100 = 100 (25500/40000) x 100 = 63.75 (48300/40000) x 100 = 120.75 (62500/40000) x 100 = 156.25 Indeks 100% 63.75 % 120.75% 156.25%

2. METODE AGREGAT (BANYAK)


Angka indeks yang menekankan agregasi yaitu barang dan jasa lebih dari satu

rumus :
1. Indeks agregat harga
IH = Ht Ho 2. Indeks agregat kuantitas IQ = Qt x 100% Qo 3. Indeks agregat nilai IN = Qt.Ht x 100% Qo.Ho x 100% Keterangan: IH = indeks harga Ht = harga tertentu Ho = harga dasar Keterangan: I Q = indeks kualitas Qt = harga tertentu Qo = harga dasar

Tahun dasar = 2011 Barang (Kg) Beras Gula Telur Kentang Wortel Jumlah Ho (2011) 7500 10200 14000 6500 3000 41200 Qo (2011) 10 15 20 20 10 75

contoh
Ht (2012) 8500 11000 15500 7000 3300 45300 Qt (2012) 15 20 17 18 13 83 Ho x Qo 75000 153000 280000 130000 30000 668000 Ht x Qt 127500 220000 263500 126000 42900 1166000

Berapa indeks agregatnya ? IH = Ht x 100% = 45300 41200 Ho x 100% = 109.95 %

IQ = Qt x 100% = 83 x 100% = 110.67 % 75 Qo IN = Qt x 100% = 1166000 x 100% = 174.55 % 668000 Qo

3. INDEKS TERTIMBANG
A.METODE LASPEYRES
untuk menentukan sebuah indeks tertimbang dengan menggunakan bobot sebagai kualitas penimbang adalah periode dasar Rumus: IL = HtQo x 100 HoQo

B. METODE PAASCHE
Menggunakan kualitas bobot tahun berjalan dan bukan kualitas tahun dasar sebagai bobot Rumus: IP = HtQt x 100 HoQt

C. METODE FISHER
Indeks Fisher merupakan akar dari perkalian kedua indeks. Indeks Fisher menjadi lebih sempurna dibandingkan kedua indeks yang lain baik Lasypeyres maupun Paasche. Rumus : IF = IL x IP

D. METODE DROBISH
*Digunakan apabila nilai Indeks Laspeyres dan Indeks Paasche berbeda terlalu jauh. Indeks Drobisch juga merupakan jalan tengah selain Indeks Fisher. *Indeks Drobisch merupakan nilai rata-rata dari kedua indeks. Rumus ID = IL + IP 2
Ket : IL = indeks Laspeyres IP = indeks Paasche

E. METODE MARSHALL- EDGEWORTH


*Formula Marshal-Edgeworth relatif berbeda dengan konsep Laspeyres dan Paasche. Menggunakan bobot berupa jumlah kuantitas pada tahun t dengan kuantitas pada tahun dasar. Pembobotan ini diharapkan akan mendapatkan nilai yang lebih baik. Rumus :
IME = Ht (Qo+Qt) x 100 % Ho (Qo+Qt)

F. METODE WALLS
Menggunakan pembobot berupa akar dari perkalian kuantitas tahun berjalan dengan kuantitas tahun dasar. Rumus : IW = HtQoQt x 100% HoQoQt

4. INDEKS BERANTAI
Susunan keseluruhan angka indeks, Yang diperoleh dengan melakukan perubahan secara dari waktu dasarnya. Misalnya dalam 1 th, 2th, atau lebih. Rumus : 1. Indeks Harga Berantai sederhana It,t-1 = Ht x 100% Ht-1 2. Indeks kuantitas Berantai sederhana It,t-1 = Qt x 100% Qt-1 3. Indeks Nilai Berantai sederhana It,t-1 = Ht.Qt x 100% Ht-1.Qt-1

4. B INDEKS BERANTAI AGREGAT


Rumus : 1. Indeks Harga Berantai Agregat It,t-1 = Ht . x 100% Ht-1 2. Indeks kuantitas Berantai Agregat It,t-1 = Qt. x 100% Qt-1 3. Indeks Nilai Berantai Agregat It,t-1 = (Ht.Qt). x 100% Ht-1.Qt-1

TERIMA KASIH