Anda di halaman 1dari 49

Modifikasi Gaya Hidup dan Diet Hipertensi

Yanti Ernalia, Dietisien, M.P.H

Definisi Hipertensi
Hipertensi: tekanan darah sistolik 140 mmHg tekanan darah diastolik 90 mmHg The Seventh (7th) Report of the Joint National Committee (JNC VII) (2004)
Kategori Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)

Normal

120

80 80-90 8090-99 90100

Prehipertensi 120-139 120Hipertensi derajat 1 Hipertensi derajat 2 140140-159 160

US Department of Health and Human Services (2004)

Tujuan klasifikasi JNC 7


identifikasi individu-individu individu penanganan awal berupa perubahan gaya hidup membantu menurunkan tekanan darahnya pada level yang sesuai dengan usia Pre hypertension : bkn mrpkn kategori penyakit tetapi tanda atau petunjuk dalam mengidentifikasi adanya risiko menuju tahap hipertensi, hipertensi,

Jenis Hipertensi
Hipertensi Primer: (esensial = idiopatik) Primer: belum diketahui penyebabnya (Multifaktor)
faktor genetik, faktor lingkungan, konsumsi garam&obesitas hiperaktivitas susunan saraf simpatis sistem renin angiostensin defek dalam eksresi Natrium sistem kardiovaskuler yang abnormal peningkatan intake natrium dan cairan intraseluler sodium serta kalsium, konsumsi alkohol yang berlebihan, merokok, polisitemia, dan obat steroid antiinflamatory

Jenis Hipertensi
Hipertensi Sekunder; oleh penyakit atau Sekunder; kelainan lain. Biasanya terjadi lebih cepat dan lain. lebih tinggi dibandingkan dengan hipertensi primer. primer.
Penyebab utama: kelainan ginjal, koartasio aorta, feokromositoma, sindrom cushing dan aldosteronisme, disfungsi tiroid, sumbatan pada arteri ginjal, preeklamsia, pengunaan obat-obat terlarang, obatserta penggunaan hormon estrogen

Mekanisme Hipertensi

Mekanisme Hipertensi
a.doc

Perjalanan Klinik Hipertensi


.

Sumber: Kaplan, 2006

Treatment of Hypertension
.

Faktor Resiko Hipertensi


Dapat Dikendalikan Tidak Dapat Dikendalikan Kegemukan (obesitas) Umur Stres psikososial Jenis kelamin Merokok Keturunan (Genetik) Kurang olahraga Konsumsi alkohol yang berlebihan Konsumsi garam berlebihan Hiperlipidemia/hiperkole sterolemia

Risk stratification and treatment (JNC VI(1997)


Blood Low Risk Group Pressure (no risk factors, Stage(mm Hg) TOD/CCD) Medium Risk Group (at least 1 risk factors,not including diabetes,no TOD/CCD) Lifestyle modifications High Risk Group (TOD/CCD and or diabetes with or without other risk factors Drug therapy

High normal Lifestyle 130-139/85130-139/85-89 modifications Stage I(140I(140159/90159/90-99) Stage II (160/100) Life style modifications up to 12 mo Drug therapy

Life style modifications Drug therapy up to 6 mo drug therapy Drug therapy Drug therapy

Lifestyle Modification
Cannot completely correct the blood pressure Help increase the efficay effect of pharmacologic agents Improve other cvd risk factors

Modifikasi Gaya Hidup


modifikasi gaya hidup Kaplan (2006): 2006) penurunan berat badan yang berlebih, berlebih, megurangi megurangi intake natrium, suplementasi natrium, kalium, kalium, kalsium dan magnesium, meningkatkan aktivitas fisik, pembatasan fisik, konsumsi alkohol, menghindari merokok, alkohol, melakukan relaksasi, bernafas secara perlahan dan teratur serta Istirahat yang cukup. cukup. Modifikasi gaya hidup yang direkomendasikan dalam JNC 7 (US Department of Health and (US Human Services, 2004 : Tabel Services,

US Department of Health and Human Services, 2004

Obesitas


Klasifikasi IMT WHO

Kategori

obesitas adalah persentase abnormalitas lemak yang dinyatakan dalam Indeks Massa Tubuh (IMT) IMT = BB (kg) TB (m) x TB(m)

IMT (kg/cm2) <17 17,0 18,5

Keada an

Kekurangan Kurus berat badan tingkat berat Kekurangan berat badan tingkat ringan Normal

18,5 25,0 >25,0 27,0 >27

Kelebihan berat Gemuk badan tingkat ringan Kelebihan berat badan tingkat berat

Obesitas
Lingkar Pinggang:  Indikator Antropometri kegemukan  prediksi risiko penyakit lebih baik dibandingkan IMT pada orang IMTnormal/ overweight.  Resiko jika : >90cm(laki-laki) >80cm (perempuan)

Distribusi lemak tubuh

Gynoid (pear-shape)

Android (apple-shape) Ovid-shape

Kaitan Obesitas Terhadap Hipertensi .


aktivitas saraf simphatik sistem renin angiotensin, aldosteron, leptin, insulin, Free Fatty Acid/FFA (asam lemak bebas),endotelin
Nitrit Oksida

Retensi terhadap sodium dan air serta terjadi vasokontriksi yang akhirnya menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi (Kaplan, 2006)

Obesitas


meta analisis 25 RCT : penurunan 1 kg berat badan berhubungan dengan penurunan 1 mmHg TDS dan TDD pada individu dengan prahipertensi (Neter et al., 2003).Hypertension; 42;878-84. Obesitas abdominal berhubungan erat dengan peningkatan risiko pra-hipertensi (Okosun et al., 2004) J of Human Hypertension; 18:849-55. Lingkar pinggang & lingkar panggul: resiko o CVD, DM, Ht, dyslipidemia (Depress, 1994; Young & Gelskey; Oshough, 1995).
Obesitas sentral : >0.95 M; >0.85 F

Weight Management


KURANGI KALORI 500 KCAL/ HARI BB 0.5 KG / MINGGU Weight Loss More than low sodium/high potasium diet Weight ;oss and exercise increase insulin sensitivity, lower level of triglycerides,raise HDL colesterol Disyipedmic Hipertension

 

What is a MET?
1 MET = resting energy expenditure  1 MET = 3.5 ml O2 / kg / min  1 MET = 1 kcal / kg / hour


Concepts of Physical Fitness 14e

21

Range of Intensities for Lifestyle Physical Activity


Activity Level Rest Very Light Light Moderate Hard Very Hard Maximum MET Level 1 2 - 2.5 2.5 - 4 2/3 4 2/3 - 7 7 - 10 10 - 12 12+ Example Resting Typing Normal Walk Brisk Walk Run 5 mph Run 8.5 mph Run 10 mph

22

Exercise Continuum Exercise Continuum


Anaerobic
MAXIMUM MAXIMUM VERY HARD VERY HARD Intensity of Exercise HARD HARD MODERATE MODERATE LIGHT LIGHT VERY LIGHT VERY LIGHT REST REST

Aerobic

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 +

Managemen Stres
 Stress jangka panjang juga berhubungan dengan peningkatan risiko terhadap insiden penyakit kardiovaskuler dan hipertensi (Player et
al., 2007 )Annals of Family Medicine al. September/October. www.annfammed. September/October. www.annfammed.org Vol. Vol. 5,

 Faktor psikologi dan stress emosional meningkatkan tekanan darah melalui sistem saraf simpatik (Bazzano and He, 2007  Seringnya mengkonsumsi kopi atau kafein dapat meningkatkan level plasma pada beberapa hormon stress seperti hormon epinephrine dan nor ephinephrine, kortisol. Semua hormon kortisol. tersebut dapat mempengaruhi tekanan darah (winkelmayer et al, 2005). 2005)

Merokok
satu batang rokok mengakibatkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah selama 15 menit karena peningkatan kadar katekolamin dalam plasma yang kemudian menstimulasi sistem saraf simpatik (Sani,2008) Penelitian Martini dan Hendrati (2006) 10-20 batang rokok/hari risiko hipertensi 3,02 x dibandingkan <10 batang rokok/ hari. Merokok mulai usia 16-18 tahun berisiko 4,81x terhadap terjadinya hipertensi dibandingkan usia merokok mulai umur dari 19 tahun

Batasi Alkohol


Meta analisis pada orang yang mengkonsumsi alkohol rata-rata 3-6 kali perhari, dengan mengurangi 67% konsumsi alkoholnya maka TDS akan menurun 3,31 mmHg dan 2,04 mmHg pada TDD. RI. (Xin et al, 2001) Hypertension; 38:1112-7. Alkohol dalam darah merangsang pelepasan epinefrin (adrenalin) dan hormon-hormon lain yang membuat pembuluh darah menyempit atau menyebabkan penumpukan lebih banyak natrium dan air (Sheps, 2002).

Alcohol


Alcohol intake not more than 1 0z of ethanol daily in men (2 oz of 100-proof whiskey,8 oz of wine/24 oz of beer Alcohol intake not more than 0.5 0z of ethanol daily in women

Aktivitas Fisik


meta analisis yang 27 dari 50 penelitian melaporkan pada grup nonnon-hipertensi, dengan proporsi pra-hipertensi yang besar, pramenunjukkan bahwa aktivitas aerobik dapat menurunkan tekanan darah sebesar 3,84 mmHg utk TDS dan 2,58 mmHg untuk TDD. Whelton et al. (2002), TDD. al. 2002), aktivitas fisik yang teratur dapat menurunkan TDS 2-3 mmHg dan TDD 3-4 mmHg pada pra-hipertensi (Svetkey, 2005). pra2005) Mekanisme blm jelas. Aktivitas fisik yang dilakukan dengan jelas. teratur dapat meningkatkan fungsi endotelial, menurunkan lemak visceral abdomen. Pengurangan kadar lemak visceral abdomen. terutama bagian abdomen dapat menurunkan tekanan pada ginjal, aktivitas saraf simpatik, renin angiotensin (Davy and Gentile, 2007) 2007)

Aktifitas Fisik
Exercise for Hypertension  Moderate physical activity : 3030-45 minutes of brisk walking on most days of the weight  Overweight or obese hypertension should strive for 300 to 500kcal expended in exercise per day/1000 to 2000 kcal per week  Exercise with weigh management shild be encourage

Dietary guideline and physical actifity USDA

Moderate physical activities include:


Walking briskly (about 3 miles per hour) Gardening/ yard work Hiking

Golf (walking and carrying clubs) Dancing

Weight training (general light workout) Bicycling (less than 10 miles per hour)

Vigorous physical activities include:


Heavy yard work, such as chopping wood Running, jogging (5 miles per hour) Walking very fast (4 miles per hour) Aerobics Weight lifting (vigorous effort)

Swimming (freestyle laps)

Basketball (competitive)

Bicycling (more than 10 miles per hour)

Konsumsi garam


Berdasarkan hasil penelitian di Amerika, konsumsi DASH diet yang mengandung 2,3 g sodium dapat menurunkan tekanan darah (NHLBI, 2006). Garam : Na(sodium) + Cl (Chloride) : 40%Na

MSG :Monosodium Glutamat Cukup: 6 gram & Lebih: > 6 gram (Walker & Lupien, 2000) Penelitian Prawirohardjono et al. (2000) menghasilkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam tekanan darah, nadi dan kecepatan pernapasan antara yang diberi perlakuan (kapsul MSG 1,5 gram atau 3 gram) dan yang tidak (placebo).

Konsumsi Garam


Pembatasan Natrium perlu, hasil penelitian tingginya asupan natrium dapat meningkatkan tekanan sistolik dan diastolik masing-masing 33 dan 10 mmHg (Kotchen,2006) 500 mg natrium setiap hari di butuhkan, jumlahnya lebih sedikit dibandingkan sendok teh garam. Jumlah natrium dalam tubuh diatur oleh ginjal. (Sheps,2002). Ginjal terkadang tidak dapat membuang kelebihan natrium dan akan menumpuknya dalam darah. Oleh karena natrium bersifat menarik air dan menahan air, maka volume darah akan meningkat sehingga jantung harus memompa darah lebih kuat lagi untuk mengalirkan volume darah. Akibat dari pompa jantung yang semakin kuat, maka tekanan dalam arteri menjadi meningkat (Sheps,2002).

Diet hipertensi
  

DASH DIET DIET RENDAH GARAM DIET IG

Diet Hipertensi
 

Perhatikan apakah individu penderita hipertensi murni atau di sertai penyakit lain The American Heart Association (AHA) membuat daftar 4 komponen diet spesifik : 1) dua komponen diet yang dapat meningkatkan tekanan darah (garam dan alkohol) dan 2) dua komponen diet lain yang dapat menurunkan tekanan darah (potassium dan asam lemak omega-3). omegaSelain itu, berkaitan dengan berat badan, badan, dua jenis diet yaitu diet DASH dan diet vegetarian diketahui dapat menurunkan tekanan darah (Pickering, 2006).

Diet Hipertensi


konsumsi serat, lemak, minyak ikan dan asam lemak omega 3, intake protein, antioksidan serta mengurangi konsumsi kopi (Kaplan, 2006). Hasil analisis multivariat penelitian longitudinal 8 tahun dari Western Electric Study menyatakan adanya hubungan yang signifikan pada perubahan TDS dengan konsumsi kolesterol (Appel et al., 2006). Hypertension; 47:296-308. al., Hypertension; 47:296Kolesterol merupakan faktor penting dalam terjadinya aterosklerosis yang mengakibatkan peninggian tahanan perifer pembuluh darah sehingga tekanan darah meningkat (Kaplan & Flynn, 2006).

Diet Rendah Garam


Produk Garam Rendah Natrium = 60%Na Cl Garam mengandung: 40 % sodium (Na). Na garam biasa:produk garam rendah Na = 5:3  Yg di batasi: Roti, biskuit, cake dan kue lain yang dimasak dengan garam dapur atau soda kue. Dendeng, abon, kornet, daging asap, ikan asin, ikan pindang, ebi, udang kering, telur asin, telur pindang. Keju, keju kacang tanah.Margarin, mentega.Acar, asinan sayuran, sayuran dalam kaleng, kecap, terasi, petis,tauco, saos tomat, MSG (Mono Sodium Glutamat yang lebih dikenal dengan nama bumbu penyedap masakan), pengawet makanan atau natrium benzoat (biasanya terdapat di dalam saos, kecap, selai, jelli).  penelitian lain yang melakukan intervensi dengan menurunkan asupan sodium sebesar 44 mmol/L menunjukkan hasil dapat menurunkan 38% insiden hipertensi (Svetkey, 2005).

DIET RENDAH GARAM




Berdasarkan hasil penelitian yang ada, American Heart Association menyarankan untuk mengkonsumsi garam maksimum 1 sendok teh perhari (5-6gram) supaya terhindar dari risiko tekanan darah tinggi.(moderate salt restriction (1 gram garam = 400 mg Na).CHF=3g salt Menurut penelitian Bibbins-Domingo et al. (2010) yang didukung oleh Appel & Anderson (2010) menghasilkan bahwa mengurangi konsumsi garam setiap hari sekitar tiga gram (1200 mg sodium) dapat mengurangi angka kejadian baru penyakit jantung koroner 60.000 sampai 120.000, stroke 32.000 sampai 66.000 dan myocardial infarction 54.000 sampai 99.000 dimana penyakit tersebut bisa menghemat biaya sebesar 10 milyar sampai 24 milyar dollar. Bahkan meskipun hanya satu gram yang dikurangi tiap hari manfaatnya sangat bermakna dan memerlukan tindakan.

DASH DIET
DASH : Dietary Approaches to Stop Hypertension

DASH DIET : dengan cara mengatur Pola Makan (JNC VII, 2004) Tabel Pola makan berdasarkan metode DASH

Memperbanyak seperti :
-Sayur-sayuran Sayur-

jenis

Mengurangi dan membatasi makanan konsumsi makanan dengan kandungan :

dan buah-buahan -Lemak jenuh buah(masing(masing-masing empat atau lima -Kolesterol porsi per hari) -Garam -Serat (tujuh atau delapan porsi per hari) -Produk susu rendah lemak (dua atau tiga porsi per hari) -Daging tanpa lemak (dua porsi per hari) -Kalsium -Magnesium -Kalium

DASH DIET


DASH dapat menurunkan TDS sekitar 5,5 mmHg dan TDD sekitar 3,0 mmHg (p<0,001). Pada orang dengan pra-hipertensi, TDS dapat praturun sekitar 3,5 mmHg (p<0,001) dan TDD 2,1 mmHg (p=0,003). DASH diet terbukti dapat mengatasi praprahipertensi pada populasi yang berbeda : laki-laki lakidan perempuan, tua dan muda, serta berkulit hitam dan non hitam. Secara keseluruhan praprahipertensi dapat diturunkan menjadi normotensi pada 62% subyek penelitian yang mengikuti pola konsumsi DASH diet di Amerika (Svetkey,
2005).Hypertension; 45;10562005).Hypertension; 45;1056-61.

Tabel Jenis2 lemak




  

DASH DIET : membatasi konsumsi SAFA (Lemak jenuh), seperti: asam laurat, asam palmitat, asam stearat. Seseorang dengan penyakit pembuluh darah umumnya harus membatasi konsumsi lemak jenuh berlebihan terutama dari sumber hewani seperti daging merah, lemak babi, juga minyak kelapa, cokelat, keju, krim, susu krim, mentega. Beda:lemak Nabati, omega 3, dll Praktis pemilihan minyak untuk menggoreng/menumis Beda butter/margarin

DASH DIET


Potasium dan magnesium yang terdapat dalam banyak buah dan sayur dapat membantu mengontrol tekanan darah (NHLBI, 2006).

Asupan buah dan sayur yang tinggi berhubungan dengan penurunan resiko metabolic sindrome,CVD, resiko yang rendah ini bisa disebabkan dari adanya penurunan konsentrasi CRP. esmailzadesh, 2006)

Tambahan


Simplesia Hipertensi

(SIMPLESIA)Tanaman obat yang memp. Khasiat menurunkan tekanan darah

Pisang:
hampir semua jenis pisang mempunyai potensi menurunkan tekanan darah tinggi  pisang kaya kalium yang mempunyai potensi peredam hipertensi dan strok  Pisang rendah Na yang diketahui bahwa retensi Na mrpk salah satu penyebab timbulnya hipertensi


Buah Zaetun Olive): - mengandung lemak tak jenuh tunggal

- kaya akan campuran fenolik : oleuropein - diet tinggi minyak olive menurunkan tekanan darah dan mengurangi efek dari penyumbatan pembuluh darah * Labu siam (Sechium edule (Jacq) Swartz: (Sechium

- mengandung alkaloid (yang dpt menormalkan tekanan


darah), saponin, tanin, flavonoid, polifenol * Daun kumis kucing (Orthosiphon aristatatus): aristatatus): - untuk diuretika, infeksi ginjal, menurunkan tekanan darah - senyawa yang dikandungnya; sesquiterpen, fenolik, flavonoid (sinensetin, eupatorin, scutellarin, tetrametileter, salviginin, rhamnazin), glikosida flavonol, saponin, gr. kalsium

Apel:
- banyak mengandung Mg dan Ca
- melarutka garam dan mencegah retensi air - mengandung pektin (serat alam), flavonoid (quersetin), asam glukarat, asam elegat, asam kofeat,glutation, dll.

Tumbuhan lain
-

Seledri (Apium graveolens Linn) (Apium Bawang putih (Allium sativum L) Pepaya (Carica papaya Murbei (Morus alba L.) Cincau (Cylea barbata Miers) Belimbing asam (Averhoa bilimbi) Ketimun (Curcumis sativus L.)