Anda di halaman 1dari 26

PEMBARUAN PEMIKIRAN ISLAM DI MESIR:

JAMALUDDIN AL-AFGHANI, ALMUHAMMAD ABDUH, RASYID RIDHA & QASIM AMIN

I. JAMALUDDIN AL-AFGHANI (1839-1897) AL(1839-

A. Biografi


Ia adalah pemimpin pembaruan Islam yg tempat tinggal&aktivitasnya berpindah dari satu negara ke negara lain. Awalnya sbg pembantu Pangeran Dost Muh. Khan di Afganistan, menjd penasehat Sher Ali Khan (1964), bbrp th kmudian diangkat oleh Muh.Azam Khan mjd Perdana Mentri. Krn alasan keamanaan ia pindah ke India (1869). Krn di India tdk bebas ia pindah ke Mesir, ia giat berikan ceramah2&diskusi2, diantara murid2nya, ada Muh.Abduh,Saad Zaghlul dll.

Ketika ide2 Tahthawi tersebar luas di kalangan masyarakat Mesir, Afghani merasa tiba saatnya utk pembentukan Partai politik (1879), Partai Nasional (Hizbul Wathan). Dengan slogan Mesir untuk Wathan). orang Mesir. Selama 8 th di Mesir, ia telah memberikan pengaruh yg besar & telah membangkitkan gerakan berfikir sehingga negara ini dpt mencapai kemajuan. Mesir Modern adalah hasil usaha AlAfghani
(Ibrahim Madzkur,seorang filsul Mesir)

Dari Mesir, ia pindah ke Perancis dan dirikan perkumpulan alUrwah al-Wusqa, yg ber7an perkuat alrasa persaudaraan Islam, membela Islam dan membawa umat Islam ke kemajuan. Atas undngan Sultan Abdul Hamid, ia pindah ke Istanbul (1892), tetapi kerjasama antara Afghani yg berpikiran demokratis dan Sultan Hamid yg masih pertahankan otokrasi, tdk dapat dicapai. Krn takut terhdp pengaruh Afghani yg begtu besar, mk ia dibtasi Sultan dan tdk boleh keluar dari Istanbul, hingga ia wafat pd 1897. Kegiatan politik Afghani didasarkan pd ide2nya ttg pembaruan dlm Islam. Ia pempimpin politik sklgus pemimpin pembaruan.

B. Aktivitas Politik dan Pemikirannya


Berdasar pengamatannya mulai dari India, Mesir& negara Islam lainya, ia berkesimpuln bahwa yg menyebabkan umat Islam mundur:
1.

Bersifat politik - Intervensi asing terhdp negara2 Islam - Pemerintahan Absolut - Perpecahan yg terdpt di kalangan umat Islam

2.

Bersifat Agama
Umat Islam meninggalkan ajaran agama yang sebenarnya&mengikuti ajaran yg berasal dari luar Islam Faham Qadha dan Qadar dirusak menjadi Fatalisme Salah faham terhdp hadits, yg menyatakan bahwa umat Islam akan mundur di akhir zaman

C. Strategi Utk Mengatasi Kemunduran: - Bidang Politik 1. Konsep Pan Islamisme yaitu semua negara Islam tetap mempertahankan identitas negerinya, tetapi diikat oleh suatu kesatuan di bawah naungan al-Quran & Hadits al2. Corak pemerintahan Otokrasi harus dirubah dengan corak pemerintahan Demokrasi. Demokrasi. Kepala negara harus mengadakan syura dgn pemimpin2 masyarakat yg byk mempunyai pengalaman.

-Bidang Agama
1.

2.

3.

Islam adalah agama yg universal yg sesuai dgn zaman & tempatnya Memperbarui pemahaman qadha dan qadar sebagai sesuatu yg terjadi menurut ketentuan sebab dan akibat Jalan utk memperbaiki keadaan umat adalah kembali kpd ajaran dasar Islam yang sebenarnya, yakni al-Quran & Hadits al-

III. MUHAMMAD ABDUH (1849-1905) 1849A. Biografinya  Ia lahir di Mesir. Awalnya ia disuruh belajar baca& tulis agar dpt membaca& menghafal alalQuran. Dlm wkt 2 th ia hafal alQuran. Ia juga disuruh orgtuanya pelajri bhs Arab. Krn tdk puas dg metode menghafal, ia lari dari Tanta. Bahkan smpat berniat mjd petani.  Niatnya tdk kesampaian dan dipaksa orgtuanya ke Tanta, tetapi ia menuju ke rumah pamannya, disinilah ia bertemu Syekh Darwisy Khadr (paman dari ayahnya) yg mengubah jalan hidupnya.

Syekh selalu bujuk Abduh agr baca buku bersamanya. Tiap slesai baca satu kalimat, sykeh berikan penjelasan panjang lebar ttg maksud kalimat itu. Cara ini dpt beruba Abduh mjd senang baca Syekh ajarkan cara bersihkan hati&cara fahami agama Islam dg ikuti alQuran&sunnah yg shahih, tdk fanatik kpd pimpinan madzhab, tafsir, dll. Kemudian ia meneruskan belajar ke AlAzhar, disinilah ia bertmu dg Afghani, ia mjd murid setianya.

B. Ide2 Pembaruan:
1. Kembali ke Ajaran Dasar Islam & Urgensi Ijtihad


Umat Islam hrs kembali ke ajaran Islam yg murni, seperti pada zaman salaf, yang disesuaikan dgn keadaan modern. Ia mengutip pendapat Ibn Taimiah, bhw ajaran Islam dibagi mjd 2 kategori; Ibadah (bersifat tegas dan terinci) dan Muamalah (yg hanya mrpkan dasar2 dari prinsip umum yg tdk terinci). Aspek muamalah inilah yg dpt disesuaikan dg tuntutan zaman lewat interpretasi baru. Untuk ini ijtihad perlu dibuka.

2. Ilmu Pengetahuan & Sunnatullah




Ilmu Pengetahuan modern byk berdasar pd Sunnatullah. Sunnatullah adlh ciptaan Tuhan dan Wahyu berasal dari Tuhan. Shg antara keduanya tdk bisa & tdk mgkin bertentabertentangan Utk capai kemajuan, umat Islam hrs pelajari & pentingkan ilmu Pengetahuan.

3. Bidang Pendidikan


Universitas Al-Azhar, perlu dimasukkan ilmu2 Almodern & modenrnisasi sistem pendidikannya.

Pengajaran ilmu Modern; Sekolah2 modern


perlu dibuka& diajarkan ilmu pengetahuan modern, disamping ilmu agama. Di Sekolah militer, kesehatan, perindustrian dll perlu diberikan pendidikan agama yg kuat. Pengajaran bahasa Arab Baku; Merubah dan perbaiki terhdp uslub bahasa Arab yg amat sulit dg mempermudah utk difahami dg digunakan bahasa pengantar Arab Fushha.

Salah satu faktor kemerosotan ilmu2 keagamaan keagamaan adalah krn kerancuan dlm pemakaian bahasa. Dalam artikelnya di alalWaqai al-Mishriyyah, ia menyampaikan al-Mishriyyah, pernyataan sugestif: Sesungguhnya perbaikan bahasa merupakan satu jalan untuk perbaikan aqidah. Kebodohan berbahasa dapat menghambat pemahaman umat Islam terhadap kitabkitab-kitab agama (Abdul Munim Hammadah,
Lamhat min Hayat al-Imam Muhammad Abduh) alAbduh)

Tujuan Pendidikan adalah utk membentuk kepribadian moral agama, yg dihrpkan mampu menumbuhkan sikap politik, sikap sosial, jiwa gotong royong dan semangat ekonomis.
(Muh. Al-Thahir ibn Asyur, Ushul al-Nidham al-Ijtimai fi al-Islam).

Rasionalisasi Aqidah Pengajaran aqidah didasarkan pada argumen yg masuk akal dan mudah dimengerti.

4. Bidang Tafsir
Penafsiran al-Quran harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi zaman (konstektual).

5.

Bidang Sosial Budaya Dlm masy, jiwa kebersamaan umat sgt penting, guna menekan individualistik& sparatisme.Maka caranya dgn pendidikan dan terapkan ajaran Islam ttg ukhuwah. Abduh kemukakan konsep: Mengubah topik perbincangan masyarakat Mesir yg cenderung pesimistis kpd hal2 yg bermanfaat, kreatif dan praktis. Menganjurkan monogami & bolehkan poligami dgn syarat mampu berbuat adil scr lahir & bathin

6. Ketatanegaraan  Kekuasaan hrs dibatasi dgn konstitusi, Mesir telah mempunyai konstitusi  Usahanya utk bangkitkan kesadaran rakyat akan hak2 mereka  Pemerintah hrs bersifat adil terhdp rakyat, dan kpd pemerintah seperti ini rakyat harus patuh dan setia.  Kesadaran rakyat dpt dibngun dg pendidikan di sekolah, penerangan surat kabar, dst.

Pengaruh Abduh: Pemikiran Abduh mempengaruhi dunia Islam lewat jalur: Lewat karyanya yg byk diterjemahkan ke dlm bhs Turki, Urdu, Indonesia, dll. Melalui tulisan murid2nya; seperti Rasyid Ridha (tafsir al-Manar), Qasim Amin (tahrir (tafsir al-Manar), (tahrir almarah), almarah), Farid Wajdi (dairah al-Maarif), (dairah al-Maarif), dll. Modernis Al-Azhar sbg Pusat pendidikan AlIslam.

1.

2.

3.

III. Rasyid Ridha ( 1865-1935) 1865 

Ia adalah murid Muh.Abduh yg terdekat Menurut keterangan ia masih keturunan dari Imam Husein, cucu Nabi Muhammad SAW. Krn itu, ia memakai gelar Sayyid. Ia byk dipengarui ide2 Afghani dan Abduh lewat majalah alUrwah al Wusqa. Ada 3 hal yg sebabnya dunia Islam mundur: mundur: Umat Islam lagi menganut ajaran islam yg sebenarnya. Faham fatalisme subur di tengah2 umat Islam Perpecahan yg terjadi di kalangan umat Islam (politis)

1.

2. 3.

Ide2 Pembaruan:
1.

Pendidikan; perlu ditambahkan kurikulum mata pelajaran ilmu2 modern, spt sosiologi, ilmu bumi, sejarah, ekonomi, ilmu hitung kesehatan, bsa asing, ilmu kesejahteraan keluarga, dan teologi. Th 1912 dirikan madrasah al-Dawah wa al-Irsyad alalutk kebutuhan umat Islam dan mengimbangi sekolah2 misionaris Umat Islam hrs terima peradaban Barat, mengambil ilmu peng.modern berarti memambil kembali ilmu pengetahuan yg pernah dimiliki oleh Islam.

2. Bidang Agama
Kembali kpd ajaran Islam yg sebenarnya b. Toleransi bermadzhab c. Perlunya Ijtihad (dinamika) 3. Politik; Khilafah dan kesatuan umat Islam
a.

IV. QASIM AMIN (1865-1908): (1865EMANSIPASI WANITA


 

Riwayat Hidup Qasim Amin dilahirkan dari keluarga penguasa negara dan keluarga kaya. Karena dari keluarga secara ekonomi berkecukupan sehingga ia bisa mengembangkan kegiatan akademiknya secara maju. Ketika di al-Azhar, guru yang dikaguminya adalah alMuh. Abduh. Kendatipun Abduh, termasuk pengajar yang tidak disukai oleh Syaikh al-Azhar al-

 

 

Pemikirannya: Masy Mesir mendiskreditkan (meminggirkan) kaum wanita Wanita sbg mainan, spt barang Qasim melihat wanita2 di Barat bebas aktivitas di luar rumah shg maju, ia ingin Mesir spt Perancis Di Barat kungkungan wanita hampir tdk ada dan bisa maju Di Mesir wanita terkungkung akibat salah dlm penerapan hukum

Atas semua itu lahir karyanya tahrr al-mar`ah tahrr al-mar`ah (emansipasi wanita), sebagai terapi atas kondisi wanita Mesir. Qasim mengkritik ulama Mesir, terutama ahl alalFiqh (Fuqaha) dari kelompok tradisionalis. Ia juga mengkritik adat-istiadat dan nilai2 yg berlaku dlm adatmasyarakat yg dipandang tdk memiliki landasan dari alalQur`an &Hadits, khususnya ttg kebebasan & hak kaum wanita. Setelah karya itu mendpt reaksi keras dari ulama, lalu lahir karyanya al-Marah al-Jaddah (Wanita Modern). alalGagasannya diulas dgn dasar teori ilmu modern dan filsafat Barat. Dijelaskan bahwa kemajuan itu bukanlah berdiri di atas landasan ibadah dan akidah, melainkan di atas penemuan2 ilmiah dan telah dicapai ummat. (hal. 199).

1. Pendidikan:  Perlu adanya pembaruan sistem pendidikn di al-Azhar, ilmu pengetahuan harus diajarkn alatas dasar2 ketentuan ilmiah.  Wanita Mesir hrs diberi kesempatan belajar, spt kaum laki-laki. Ditegaskan, bhw separoh lakidari setiap penduduk negara adalah wanita. Membiarkan mereka dalam kebodohan berarti membiarkan potensi separoh bangsa tanpa manfaat. Konsisi seperti itu jelas sangat merusak dan menghambat cita-cita bangsa cita(Tahrir al-Marah, hal. 22). al22).

2. Bidang Perkawinan.  Qasim mengkritik definisi nikah menurut fuqaha: Nikah: Nikah: sebuah transaksi yang membuat laki-laki dapat lakimenikmati kehormatan wanita)  Qasim melihat, di Mesir selama 18 tahun (1298-1315) (1298tingkat perceraian cukup tinggi yaitu 3:1, berarti dalam setiap 4 pasangn perkawinan terjadi 3 pasangan yg cerai dan hanya satu pasang yang tetap utuh perkawinannya.  Sampai penghujung abab 19, angka perceraian terhitung masih tinggi. Hasil sensus 1898, menunjukkan jumlah perceraian capai lebih dari 1/3 jumlah pernikahan, dgn perbandingan 120.000 angka perkawinan dan 33.000 angka perceraian. Kondisi demikian tentu tidak terlepas dari tanggung jawab kaum laki-laki. laki-