Anda di halaman 1dari 82

KOMUNIKASI

Oleh : Dra. Ida Ayu Ratna Wesnawati, M.M. Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dwijendra Denpasar

KOMUNIKASI

I. PENDAHULUAN
Komunikasi tidak semudah bernapas. Karena ada kesan enteng tidak mengherankan sebagian orang enggan mempelajari bidang ini. Komunikasi bukan hanya ilmu pengetahuan tetapi juga seni bergaul. Komunikasi efektif adalah makna bersama (Verderber, 1978 :7) Komunikasi yang efektif membutuhkan kepekaan dan ketrampilan dapat dilakukan setelah mempelajari proses komunikasi dan sadar apa yang kita dan orang lain lakukan ketika kita berkomunikasi.

Tubbs dan Moss (1994:4), Komunikasi penting dipelajari karena kuantitas tidak menjamin kualitas. Sebuah survey atas 1000 manajer personalia di Amerika Serikat menunjukkan 3 ketrampilan terpenting bagi kinerja pekerjaan menyangkut Komunikasi (berbicara, mendengarkan dan menulis). Ketrampilan-ketrampilan tersebut melebihi pentingnya kecakapan teknis, pengalaman kerja, latar belakang akademik dan surat rekomendasi..

II. DEFINISI ATAU MAKNA KOMUNIKASI

Komunikasi : -proses penyampaian informasi, pesanpesan, gagasan-gagasan dengan menggunakan lambang-lambang yang mengandung arti verbal maupun non verbal tujuan untuk mencapai saling pengertian / kesepakatan (Drs.T.May Ruy,SH,MIR M.Sc).

III. TUJUAN KOMUNIKASI Tujuan komunkasi - mengetahui sesuatu - memberitahu sesuatu - mempengaruhi agar berbuat sesuatu - - Tercapainya saling pengertian - - pemahaman bersama - - kesepakatan timbal balik

IV. PROSES KOMUNIKASI


Proses komunikasi bermula dari komunikator yang menyampaikan pesanpesan melalui saluran atau media yang ditujukan kepada komunikan dan kemudian menimbulkan pengaruh (efek) yaitu umpan balik (feedback). Encoding adalah proses penyampaian/pengiriman pesan dari komunikator kepada komunikan. Sedangkan proses berikutnya yaitu penerimaan/penyerapan pesan dari komunikator oleh komunikan yang disebut Decoding

Dasar Proses Komunikasi

Proses komunikasi mempunyai 2 model : a.model linier. proses komunikasi berawal dari komunikator dan berakhir pada komunikan. Menurut formula Laswell dengan menjawab pertanyaan : who, say as what, in which channel, to whom, with what effect .

b. Model sirkuler Proses komunikasi sirkuler itu berbalik satu lingkaran penuh. Ciri dari model ini adanya umpan balik/feedback.

V. UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI

Unsur-unsur pada proses komunikasi 1) komunikator (sender ) 2) Komunikan (receiver), 3) pesan-pesan (messages), 4) saluran (medium/media), 5) pengaruh/akibat (effect) dan umpan balik (feedback).

VI. PRINSIP DAN KEWAJIBAN (TANGGUNG JAWAB) DALAM BERKOMUNIKASI

Komunikator dan komunikan berusaha menghindari kemungkinan timbulnya salah pengertian bagi salah satu pihak. Gail Boardman : Dalam melakukan komunikasi lazim dikenal prinsip 5W + 1H (what /apa isi pesan, who/siapa, when/bilamana, why/mengapa, untuk tujuan apa, how/bagaimana cara penyampaiannya)

kewajiban bagi komunikatorf yakni :

a. Jelas dan yakin mengenai tujuan berkomunikasi.


b.mengetahui siapa yang menjadi komunikan meliputi gender, usia, status sosial, jabatan dan profesi, asal-usul atau latar belakang budaya (misalnya orang asing) c. dalam menyusun pesan mempertimbangkan situasi atau keadaan komunikan misalnya santai, sibuk, tergesagesa, ragu,-ragu, buta aksara, kurang lancar berbahasa Indonesia, lelah, haus, lapar, sakit, sehat, sedih dsb. d.Memilih saluran atau media yang tepat e.Memilih waktu yang cocok dan tepat.

KEWAJIBAN KOMUNIKAN a. mendengarkan dengan sungguh-sungguh, memberi perhatian kepada pembicara misalnya menghadap kearah komunikator, menatap wajah, tidak memalingkan muka, tidak sambil menelepon dsb untuk menghindari kemungkinan salah pengertian. b. peka terhadap kondisi serta situasi yang dialami oleh komunikator. (wajar, cemas, sedih, gembira, lelah, sakit dsb). Memberikan petunjuk mengenai saluran yang dikehendaki, misalnya memberi petunjuk sebaiknya komunikator menggunakan bahasa daerah, bahasa asing tertentu, atau menggunakan alat peraga seperti, OHP, slide, power point dsb. c.Memberikan atau menyiapkan umpan balik, dengan mengajukan pertanyaan, atau gerak mengangguk, mengiyakan, menggelengkan kepala, mengacungkan jempol.

VII. BENTUK, RUANG LINGKUP DAN JENIS KOMUNIKASI

Ada tiga bentuk komunikasi, yaitu komunikasi lisan, komunikasi tertulis dan komunikasi dengan menggunakan isyarat (symbol atau lambang, gerakan tubuh, kode morse, bunyi, warna dsb). Komunikasi dapat pula dibagi menjadi komunikasi verbal dan non verbal. Berdasarkan ruang lingkupnya, pelaksanaan kegiatan komunikasi dapat dibagi atas:

1.Komunikasi internal (alam lingkungan sendiri, rumah tangga, kantor, lembaga, organisasi, perusahaan) dan 2. Komunikasi eksternal khalayak/publik). (dengan pihak lain/luar, atau

Sedangkan berdasar pola hubungan ketika melakukan kegiatan komunikasi dapat kita bagi atas : Komunikasi vertical, horizontal dan diagonal. Jika ditinjau dari segi jenis, komunikasi dapat dibedakan dalam penggolongan jenis-jenis komunikasi sebagai berikut :

1. Komunikasi Interpersonal ( antar pribadi ) a. Jumlah orang yang berkomunikasi terbatas, tidak banyak, hanya sekitar 45 orang. b. Pesan yang disampaikan adalah hal-hal yang hanya menyangkut minat serta kepentingan orang per orang pribadi. c. Orang-orang yang terlibat dalam komunikasi interpersonal saling mengenal atau telah berkenalan lebih dulu beberapa saat sebelum melakukan Komunikasi. d. Sukar menerima keikutsertan /keterlibatan orang-orang/pihak lain dalam komunikasi yang sedang berlangsung. e. Media yang digunakan adalah : telephone, SMS, gerak tubuh, tulisan, papan tulis, surat , memo, telegram, telex , internet (chatting, e-mail)

2. Komunikasi Kelompok (organisasional) Ciri-ciri Komunikasi Kelompok adalah : a. Jumlah orang yang terlibat relative banyak bisa 50- 200 orang atau lebih (contoh : kelas perkuliahan, seminar, symposium, rapat perusahaan, dsb) b. Hal yang dibicarakan berkisar pada suatu tema atau topic tertentu yang menyangkut kepentingan bersama (kelompok tertentu). c. Terdapat minat dan kepentingan yang nyaris sama diantara anggota-anggota kelompok. d. Media yang digunakan surat (dalam arti selebaran, surat edaran, dsb), seminar, symposium, rapat, ceramah, kegiatan belajar mengajar/kuliah, majalah dinding, papan pengumuman , HT, radio local

3. Komunikasi massa Ciri-ciri Komunikasi Massa adalah : a. komunikan (public, khalayak, audiens) sangat banyak jumlahnya b. Audiences tersebar dimana-mana sangat beraneka ragam. c. Topic yang dibicarakan bersifat umum. d. Sebagian besar atau bahkan keseluruhan dari audience tidak saling kenal e. Media yang digunakan adalah : media cetak( surat kabar, jurnal, buku pelajaran, majalah tabloid , brosur dsb), media elektronik (radio, televise, film, internet). Media seni (patung, lukisan, graffiti , monument, lagu, konser musik, theatre rakyat, pertunjukkan wayang dsb ).

Model Komunikasi Media Massa

2. Hambatan Organisasional (Organizational Barriers)


a. b. Management levels (tingkatan manajemen) Number of people supervised (jumlah staff atau orang-orang yang berada dalam Kendali atau dibawah pengawasannya)

c.

The rank of position in the organization (jenjang kepangkatan, jabatan, dan status atau kedudukan dalam organisasi). Change in managers (pergantian manajer) Managers Interpretation (Penafsiran manajer)

d. e.

3. Hambatan Komunikasi secara umum a. b. c. d. e. Kurang kecakapan berkomunikasi Sikap komunikator yang kurang tepat Kurangnya pengetahuan Kurang memahami system social Syakwasangka (prejudice) yang tidak mendasar.

f. Jarak fisik g. Kesalahan bahasa h. Penyajian yang hanya verbalitas (hanya kata-kata) i. Indera yang rusak j. Komunikasi yang berlebihan k. Komunikasi satu arah

4. Upaya Menanggulangi Hambatan


memerlukan keterbukaan, sikap lapang dada, rendah hati serta mempertimbangkan kondisi serta maksud pihak lainnya. (tingkat daya serap, kemampuan berbahasa, kemampuan mengekspresikan pikiran).

dapat membaca situasi apakah audiens serius, bersungguh-sungguh, atau ada kecenderungan ingin bercanda, sekedar berbasa-basi, ingin menghidupkan suasana dll

VIII. KOMUNIKASI EFEKTIF


Ada dua factor penting yang perlu dimiliki komunikator untuk dapat melaksanakan komunikasi secara efektif : 1. Kredibilitas seorang komunikator atau kepercayaan orang lain kepada komunikator ditentukan oleh derajat keahliannya (seperti gelar akademik, jabatan, pengalaman, ketrampilan) dan dapat tidaknya ia dipercaya (track record kejujuran dan konsistensinya).

Dasar Komunikasi efektif

2. Daya tarik komunikator


Memiliki kemampuan untuk mengubah sikap orang lain melalui mekanisme daya tarik. Daya tarik ini muncul apabila komunikator mampu memotivasi komunikan. Beberapa ciri Komunikasi yang efektif sebagai berikut : terjadi interaksi interpersonal positif. menunjukkan hubungan penuh keakraban adaya saling pengertian menunjukkan sikap saling terbuka saling menghargai pendapat orang lain dapat menimbulkan kepuasan

Aspek-aspek komunikasi efektif


1. Kejelasan Contoh : Masalahnya ininya belum dianukan ? Apa ini dan diapakan ? Seharusnya : Masalahnya, bukunya belum dibagikan. 2. Ketepatan ( accuracy ) Bahasa dan informasi yang disampaikan betul-betul akurat/tepat, sesuai dengan apa yang inginkan disampaikan. Informasi yang disampaikan memang benar-benar kita ketahui.

Contoh : Rasanya nilai tukar dollar hari ini Rp. 10.000, Seharusnya : Saya tidak tahu pasti berapa nilai dollar hari ini, coba kita cek di Bank Indonesia. 3. Konteks ( Context ) Bahasa dan informasi jelas dan tepat, konteks tidak tepat reaksi yang diperoleh tidak sesuai harapan.

Contoh : Dinda , tolong kanda berikan segelas air nan jernih, kanda haus sekali. Bahasa dan informasi jelas dan akurat, konteksnya tidak tepat. 4. Alur ( flow ) Keruntutan alur bahasa dan informasi sangat berarti agar komunikasi efektif. Contoh : Saat akan minta ijin tidak bekerja, saat akan pinjam uang.

5. Budaya ( culture ) Aspek ini tidak hanya menyangkut bahasa dan informasi , tetapi juga tatakrama dan etika.

Strategi Membangun Komunikasi efektif


1. Ketahui mitra bicara ( audiens) 2. Ketahui tujuan. Misalnya menyampaikan informasi, membeli, menjual, basa basi, membujuk, menghibur dsb.

3. Perhatikan konteks Konteks berarti keadaan atau lingkungan saat berkomunikasi, sangat berperan dalam memperjelas informasi yang disampaikan. Contoh : Ah . dasar gila ( nada tinggi cacian , nada datar kekaguman ) Gaya bicara atasan dan bawahan di kantor dan di mall berbeda .

4. Pelajari kultur Pelaku komunikasi harus memahami kultur mitra bicaranya sehingga timbul saling pengertian dan penyesuaian gaya komunikasi dapat terjadi. Contoh : orang Jawa atau Sunda beda dengan orang Batak.

5. Pahami bahasa - Gunakanlah kalimat yang sederhana dan tepat. - Kalimat panjang dan kompleks seringkali mengaburkan makna

Efektifitas Komunikasi Verbal


Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata baik lisan maupun tertulis, bahasa memegang peranan penting. Kualitas komunikasi verbal ditentukan oleh tonalitas suara atau tinggi rendahnya dan lemah lembutnya suara, keras tidaknya suara dan perubahan nada suara dan dibarengi dengan ekspresi atau raut muka. Keberhasilan dalam komunikasi verbal ditentukan oleh 55 % dari bahasa tubuh( body language ) , postur, isyarat dan kontak mata dan simbol

- 38 % berasal dari nada, tempo dan volume suara kita. - 7 % dari kata-kata aktual yang kita gunakan.

Bahasa tubuh menempati sebagian besar dari semua pesan lisan (55 %). Kelolalah bahasa tubuh anda SO CLEAR S ( sit , stand, space ) duduk atau berdirilah dengan sudut yang tepat

Ada 3 hal yang harus diingat tentang cara anda duduk atau berdiri : 1. Duduk atau berdiri persis berhadapan dengan seseorang diartikan konfrontatif. Untuk pembahasan tentang pemecahan masalah dan dalam situasi komunikasi yang tegang bersikaplah terbuka berdiri berdampingan untuk menciptakan situasi yang kooperatif.

Berdiriliah dengan jarak selengan dalam pertemuan bisnis dan sosial ( 120 cm sampai 150 cm )

2. Tinggi memberi makna, memberi gengsi dan otoritas. Semampu anda duduklah atau berdiri pada tingkatan yang sama dengan orang yang diajak bicara.

3. Perhatikan pemanfaatan ruang pribadi anda. Umumnya orang akan mudah tersinggung, merasa kesal bahkan marah jika ruang mereka diganggu. Ada 3 hal yang harus anda hindari : - memasuki wilayah ruang pribadi seseorang. - meletakkan benda-benda kita di ruang oranglain ( kertas, buku-buku, tas ). - menggunakan peralatan orang lain, ruang orang lain seolah-olah semua milik kita.

O ( OPENNES)/ keterbukaan dari ekspresi dan gerakan anda. Bukalah bahasa tubuh anda untuk membuka pkiran anda.

C ( centre ) seberapa eksklusif anda memusatkan perhatian pada orang lain. Memfokuskan atau memusatkan perhatian kita pada pembicara akan meningkatkan komunikasi. Buatlah pembicara dan topiknya menjadi pusat perhatian. Perhatian adalah sanjungan secara diam-diam.

L ( LEAN), bagaimana anda mencondongkan posisi duduk untuk menunjukkan perhatian.

E ( EYE CONTACT ), pertahankan kontak mata yang benar sambil mendengarkan untuk mendorong pembicara

A ( APPROPRIATE ), bagaimana merespons. Untuk merespons secara benar, , perluas atau perjelaslah apa yang telah dikatakan pembicara.

R ( RELAXED AND BALANCED ) santai dan tenang saat berkomunikasi. Jangan menggoyang-goyangkan kaki, menggigit jari/pensil atau ekspresi lain yang mengesankan /menginterpretasikan sebagai Saya tidak tertarik , Saya bosan .

Efektifitas Komunikasi non verbal


Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang pesannya dikemas tanpa kata-kata. Komunikasi nonverbal lebih sulit dipelajari sebab perbendaharaan kata, tata kalimat, dan tata bahasanya sulit ditunjuk

Bagaimana membangun efektifitas komunikasi non verbal antara lain : 1. cara berpakaian telah mengkomunikasikan siapa dan apa status seseorang. Pakailah pakaian yang tepat untuk suasana yang tepat pula. 2. waktu. Dalam berkomunikasi manfaatkan waktu sebaik-baiknya

3. Tempat Sama seperti waktu , tempatpun sangat menentukan efektifitas komunikasi. Dalam berkomunikasi perlu memperhitungkan tempat yang tepat , jeli tentang suasana lingkungan kerja, rekan kerja, bahkan beban kerja.

Dalam komunikasi non verbal kita harus memahami fungsi-fungsi yang menunjukkan ke nonverbalan komunikasi antara lain : - repetition ( pengulangan ) Pengulangan pesan dari individu dilakukan dengan verbal.

- Contradiction (pertentangan/penyangkalan ) Contoh : mengangkat bahu berarti tidak tahu, menggelengkan kepala berarti tidak, di India berarti ya - Substitution ( pengganti pesan ) Contoh : seseorang berkomunikasi dengan fire in his eyes ( mendelik), berkomunikasi dengan mengepalkan tangan.

- Complementing (melengkapi pesan verbal ) Contoh : mengatakan bagus sambil menunjukkan ibu jari, mengatakan seseorang tidak waras dengan menunjuk kening dengan jari telunjuk miring. - Accenting ( penekanan).Penekakan disini mengaris bawahi pesan verbal. Contoh : menekan kaki.

Ciri-ciri komunikasi efektif


- langsung , tidak ragu - tidak takut mengatakan apa yang diinginkan dan mengapa - ramah dan bersahabat - jelas mudah dimengerti - terbuka ( tidak ada pesan atau makna yang tersembunyi )

- secara lisan ( menggunakan kata-kata untuk menyampaikan gagasan dengan jelas - dua arah ( seimbang antara berbicara dan mendengarkan ) - responsif ( memperhatikan keperluan dan pandangan orang lain ) - nyambung ( menginterpretasi pesan dan kebutuhan orang lain dengan tepat. - jujur ( menyatakan gagasan, perasaan dan kebutuhan yang sesungguhnya)

IX.BAHASA DAN KOMUNIKASI


Bahasa itu arbitrari artinya satu kata mempunyai banyak arti sesuai persetujuan si pemakai. Bahasa dapat dibedakan menjadi dua pengertian : 1.Bahasa dalam arti luas berupa katakata, gerak-gerik dan panto mimik , diam, sopan santun ( perbuatan)

2. Bahasa dalam arti sempit : yaitu hubungan antara suara dengan kata-kata

Fungsi bahasa : A. sebagai alat untuk mengekspresikan berbagai macam perasaan misalnya rasa senang, kagum, heran, sedih dsb. Contoh : wah, indah sekali, cek-cek-cek, aduh, hore.

B. sebagai alat komunikasi dengan masyarakat : - memperlancar pergaulan, memperluas hubungan, melahirkan gagasan, ide, isi hati, kreatifitas, menambah pengetahuan, menyampaikan informasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kelancaran dan hambatan berkomunikasi : Faktor pengetahuan Makin luas pengetahuan makin banyak perbendaharaan kata makin lancar berbicara.

Faktor pengalaman Makin banyak pengalaman , makin lancar berbicara dimuka umum. Faktor Inteligensi Makin tinggi inteligensinya , makin lancar berbicara karena kaya akan perbendaharaan kata.

Faktor kepribadian Orang yang mempunyai sifat pemalu dan kurang pergaulan, biasanya kurang lancar berbicara Faktor biologis Kelumpuhan pada organ bicara, karena kelainan pada rahang, bibir, gigi, bibir sumbing, lidah tidak aktif, gagap.

X. Macam-macam bicara
Komunikasi dengan cara berbicara digolongkan menjadi beberapa macam sbb : - dari segi jarak ( langsung, tidak langsung), - dari segi sarana/media yang digunakan, - dari segi tujuan( seminar, rapat kerja, penataran , wawancara

- dari segi kedinasan(komunikasi membahas soal kedinasan) - dari segi bahasa yang digunakan( nada suara keras/lembut, bahasa lisan, ucapan kata-kata). - dari segi lawan berbicara ( satu lawan satu, satu lawan banyak)

Dari segi hierarchi terdiri dari : - Downward communication, atasan dituntut mampu mengadakan komunikasi, memberi informasi dan ide-idenya kepada bawahan baik perorangan maupun kelompok. misalnya kebijakan, program kerja, peraturan, pengarahan, kinerja dsb.

Upward communication atau komunikasi keatas yaitu dengan atasan berfungsi menyampaikan umpan balik atas kebijaksanaan, menyampaikan laporan hasil kerja, usulan, permintaan informasi. Horizontal communication/lateral communication yaitu komunikasi antar teman kerja, sesama orang tua,muda, bawahan dst.

Diagonal communication yaitu komunikasi yang memotong rantai perintah organisasi dari tingkat kedudukan yang berbeda, tugas berbeda wewenang berbeda. Dari segi isi. Komunikasi egosentris, isi pembicaraan lebih mengutamakan persoalan dirinya sendiri.

Dari segi pertumbuhan bicara ( pada anak). Mengeluarkan suara yang belum mengandung arti.

XI.TEKNIK BERBICARA
Teknik berbicara efektif 1. mengatur volume berbicara agar lebih keras dari biasanya. 2. menggunakan kata- kata sehari-hari, jelas dan runtut tepat sasaran. Hindari kata-kata kiasan. 3. layangkan pandangan ke kiri-kanantengah, rata keseluruh pendengar.

4. tidak memposisikan diri lebih tinggi dari lawan bicara. 5.mampu mengunakan bahasa tubuh dengan sempurna.

Ketrampilan berbicara : 1. percaya diri 2. Ucapkan kata-kata dengan jelas dan perlahan 3.Bicara dengan wajar 4. Atur irama dan tekanan suara, dan jangan monoton

5. Menarik nafas dalam-dalam 6. Hindari sindrom EM, AH, ANU, APA 7. Membaca paragraf yang dianggap penting dari teks tulisan. 8. Siapkan air minum

Gaya berbicara : 1. Menggunakan gaya bahasa 2. Dengan gerak air muka tidak dengan kata-kata, pucat, muka merah. 3. Dengan gerak anggota badan, mengangguk, menggeleng. 4.Dengan gerak-gerik.

Mendengarkan dengan aktif : Ada 6 unsur yang dikenal dengan HURIER MODEL : - Hearing (paying careful attention to what is being said) - Understanding ( comprehending the messages being sent ) - Remembering ( being able to recall the message being sent )

- Interpreting( mampu memberikan arti ) - Evaluating (menerapkan ketrampilan berpikir kritis untuk menilai isi pembicaraan) - Responding ( respon awal dalm bentuk tepuk tangan, tawa, diam ) - Tidak memotong pembicaraan orang lain, sabar, mampu menahan diri

XII. KOMUNIKASI RESPEKTIF


Prinsip-prinsip komunikasi respektif : - positive thinking - solution oriented - being honest ( spontanitas dan jujur ) - emphaty( gunakan perasaan dalam mendengarkan tidak acuh tak acuh )

- feeling ( merasakan apa yang orang lain rasakan ) - communicate ( gunakan komunikasi bila orang lain mencoba ide-idenya )

KESIMPULAN 1. Komunikasi adalah perjalanan yang tidak pernah usai dari suatu penemuan, dari diri kita dan orang lain. 2. Komunikasi merupakan bagian sentral dari kehidupan kita. 3. Komunikasi verbal atau tertulis, simbolis, non verbal, dengan maksud atau tanpa maksud, aktif atau pasif diperlukan untuk hampir semua yang kita lakukan. 4. Komunikasi penting bagi kesuksesan kita. 5. Berkat komunikasi kita dapat mencapai tujuan dan ambisi kita.

XII. KESIMPULAN :

6. Berkomunikasi harus
a. Complete, correct and current (Lengkap,tepat dan kini) b. Clear, coherent and comprehensible, not confusing, cursory or cloudy (jelas , coherent/logis dan dapat dipahami, tidak membingungkan , sambil lalu atau kabur) c. Credible, consistent and considered, not coy, counterfeit or clichd (credible, konsisten dan matang, bukan pura-pura atau klise)6. BERKOMUNIKASI

d. Courteous, constructive and considerate, not crotchety, crude or cruel (sopan, konstruktif dan penuh pertimbangan bukan yang aneh, kasar atau kejam) d. Cooperative, cordial and complimentary, not curt, cranky or critical (kooperatif, ramah dan penuh penghormatan, bukan yang kaku, lekas marah atau kritis ) d. Comfortable and conversational in tone, not cramped, callous or cowardly (nyaman dan bernada percakapan, tidak kaku , tak berperasaan atau pengecut )

d.Candid not crufty (terus terang tidak dibuat-buat) e.Crisp but not curt or cross (ringkas tetapi tidak kaku atau berlawanan) f. Cheerful, calm and composed, not crazy or crass (menyenangkan, tenang dan sabar, tidak gila atau sangat dungu)

DAFTAR PUSTAKA

Teuku May Rudy ( 2005 ). Komunikasi dan Humas Internasional, PT.Refika Aditama. Kris Cole ( 2005 ). Crystal Clear Communication . Prentice Hall. Sudibyo Setyobroto ( 2004 ). Psikologi Komunikasi.Percetakan Universitas Negeri Jakarta. Onong Uchjana Effendy ( 2003 ). Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, PT.Citra Aditya Bakti Stewart L.Tubbs- Sylvia Moss ( 2001 ).HumanCommunication, Mc.Graww-Hill, Inc, Singapore.

OM SANTHI, SANTHI, SANTHI, OM