Anda di halaman 1dari 83

KELOMPOK I

Diskusi IKGA Plaque Control

Pembimbing : drg Angela Evelyna


Ketua Sekretaris Anggota : : Aninditagari : Dicha Yuliadewi R. 0912005 0912018

Aninda ayulestari 0912011 So, Laurentia Angelica H. 0912031 Alucia Victoria I. 0912024 Enan setisna 0912022 Antonio Chris S. 0912026

1.Plaque Index
a.OHI-S b.L e & Silness c.PHP Index

a.OHI-S

Greene dan Vermilion mengembangkan oral hygiene index (OHI) tahun 1960

Kemudian disederhanakan menjadi 6 permukaan gigi yang mewakili segmen anterior dan posterior dalam mulut

Modifikasi ini disebut simplified OHI (OHI-S)

OHI-S mengukur area permukaan gigi yang tertutup oleh debris dan kalkulus. Menentukan berat dan ketebalan deposit lunak, dilihat dari :
semakin besar permukaan gigi yang tertutup oleh debris semakin buruk OH semakin lama OH buruk , maka semakin besar permukaan gigi yang tertutup oleh debris.

Diperiksa menggunakan :
kaca mulut Sonde tidak menggunakan disclosing agent

6 permukaan gigi diperiksa pada OHI-S yaitu :


permukaan labial/facial gigi #3,8,14,24 permukaan lingual gigi #19 dan 30

Untuk DI-S, dental explorer diletakkan pada sepertiga incisal gigi dan dipindahkan ke bagian sepertiga gingiva Setiap permukaan gigi dibagi secara horizontal
bagian gingiva tengah bagian sepertiga incisal

Setiap komponen dinilai pada skala 0 sampai 3.

Nilai :
0 = tidak ada debris / stain 1 = tertutup soft debris <1/3 permukaan gigi / tampak ekstrinsik stain tanpa debris lainnya 2 = soft debris menutupi >1/3, tetapi <2/3 permukaan gigi 3 = soft debris menutupi permukaan gigi

Good : 0.0 Poor : 1.9

0.6 3.0

Fair : 0.7 - 1.8

Nilai DI-S per orang diperoleh dengan menjumlah total nilai debris tiap permukaan gigi dan dibagi jumlah permukaan yang diperiksa.

b.L e & Silness

Ditentukan dengan melihat keberadaannya perubahan warna dan keberadaan perdarahan ketika sebuah instrumen tumpul tumpul digunakan untuk palpasi dinding jaringan pada margin gingiva. Hal ini ditujukan untuk menunjukkan adanya inflamasi gingiva awal.

Korelasi antara inflamasi dengan kriteria GI (Gingival Index) lebih kuat dibandingkan dengan menghbungkan aliran cairan gingiva dengan SBI (Sulcus Bleeding Index)

Plaque Index
Merupakan indeks yang unik karena mengabaikan perluasan plak pada area permukaan gigi tetapi melihat ketebalan plak pada area gingival. Permukaan yang diperiksa : distofasial, fasial, mesiofasial dan permukaan lingual.

Pemeriksaan menggunakan kaca mulut dan juga sonde pada gigi yang sebelumnya telah dikeringkan. Gigi yang direstorasi dan menggunakan mahkota tetap diikutsertakan (dihitung) Cara menghitung : Total nilai 4 perm. tiap gigi 4 Total nilai tiap gigi Jumlah gigi yang diperiksa

Indeks Plak 0 = tidak ada plak pada area gingival 1 = terdapat lapisan plak melekat pada free margin gingiva . Plak dapat diketahui dengan menggoreskan probe pada permukaan gigi 2 = akumulasi plak pada poket gingival dan margin gingiva. Plak dapat dilihat dengan mata secara langsung 3 = teradapat akumulasi plak yang cukup besar pada poket gingiva dan margin gingiva

c.PHP Index

Indeks yang digunakan untuk menilai kemampuan individu dalam membersihkan debris setelah menyikat gigi. Dinyatakan dalam 1 atau 0 Lebih sensitif dibandingkan dengan dengan OHI-S karena membagi tiap permukaan gigi menjadi 5 bagian : 3 bagian sepertiga longitudinal, kemudian membagi sepertiga tengan menjadi 3 bagian lagi secara horizontal

Menggunakan disclosing agent. Mudah dan cepat dalam penggunaannya.

2.Plaque Control

1. Toothbrushes
Menyikat gigi dapat membersihkan area gigi secara efisien. Tetapi bila cara menyikat terlalu berlebihan dapat menyebabkan resesi gingival dan menyebabkan kerusakan berbentuk wedgeshape pada area servikal dari permukaan akar.

Sikat gigi ganti setiap 3 bulan sekali. Sikat gigi memiliki berbagai bentuk gagang, lurus /bersudut. Adapun berbagai bentuk sikat gigi spt electric/powered toothbrush.

2. Dentifrices
Sebagai alat bantu dalam membersihkan dan polishing permukaan gigi. Biasanya berbentuk pasta, meskipun powder dan gel juga tersedia.

Terbuat dari bahan abrasive sperti silicon oxide, alumunium oxide, dan granular polyvinyl chlorides,air, humectants, sabun atau detergen, agen perasa dan pelembut, terapeutik agen seperti fluoride, pewarna dan pengawet

Interdental Cleaning Aids


Tujuan interdental cleaning untuk menghilangkan plaque. Meskipun interdental cleaning menghalangi food fragment, impaksi makanan kronis harus dirawat dengan mengkoreksi kontak gigi proksimal dan plunger cusps.

Dental floss dan interdental cleaner seperti wooden atau plastic tips dan interdental brushes paling direkomendasikan.

Dental floss
Dental floss merupakan metode yang paling umum digunakan untuk menghilangkan plaque dari permukaan proximal gigi Sediaannya berupa benang multifilament nylon twisted /nontwisted, bonded /nonbonded, wax /nonwaxed, tebal atau tipis.

Terdapat juga monofilament flosses terbuat dari teflon type material yg dipilih oleh beberapa orang karena tidak dapat robek.

Terdapat beberapa cara penggunaan dental floss. Floss harus berkontak dengan permukaan proximal dari line angle ke line angle untuk membersihkan secara efektif.

Gunakan floss dengan panjang kurang lebih 12-18 inchi. Lilitkan ujung floss pada jari. Regangkan floss dengan kuat pada ibu jari dan telunjuk, atau kedua jari telunjuk, kemudian lewatkan secara halus pada area kontak dengan gerakan back and forth.

Letakkan floss di bawah area kontak, kemudian lingkari floss di sekeliling permukaan proksimal gigi, kemudian sisipkan di bawah margin gingiva. Gerakkan floss secara lembut dengan gerakan ke atas dan ke bawah. Kemudian gerakkan melewati gingiva interdental, ulangi prosedur pada gigi yang lainnya.

Flossing dapat lebih mudah digunakan jika menggunakan floss holder. Floss holder memiliki satu atau dua fork yg cukup rigid dan mekanisme pemasangan yg efektif dan simpel memegang floss dengan kuat.

SIKAT INTERDENTAL
Sikat yang berbentuk kerucut. Biasa digunakan untuk membersihkan permukaan gigi yang lebar, irreguler atau cekung yang berdekatan dengan jarak interdental yang lebar atau luas. Letakkan secara interproksimal dan aktivasi dengan gerakan back and forth strokes diantara gigi.

Interdental Brushes
berbentuk cone shaped brushes yg terbuat dari bristles interdental brushes

cocok untuk membersihkan permukaan gigi yang besar, irreguler atau konkaf yang berdekatan dengan ruang interdental yg luas.

Wooden Tips
Tersedia dengan atau tanpa pegangan

Ujung tusuk gigi dari kayu yang lembut berbentuk segitiga yang ditempatkan pada di interdental dengan basis segitiga bertumpu pada gingiva dan sisi-sisinya berkontak dengan permukaan aproksimal gigi.

PEMIJATAN GINGIVA (gingival massage)

Metode menyikat gigi yang di desain untuk memijat gingiva seperti rubber tip stimulator yang juga dapat menghilangkan plak sebagai efek tambahan selain memijat gingiva

ORAL IRRIGATION DEVICE


Oral irigator memebersikan bakteri nonadherent dan debris dari rongga mulut lebih efektif daripada sikat gigi dan mouthrinses Umumnya membantu untuk menghilangkan debris tidak terstruktur dari daerah yang tidak dapat diakses disekeliling pemakaian ortodontik dan prothesa cekat.

ORAL IRRIGATION DEVICE

2 tipe irrigator tip :


canulka type tip direkomendasikan untuk penggunaan di tempat praktek soft rubber tip untuk penggunaan di rumah.

Disclosing Agents

pewarnaan deposit bakteri pada permukaan gigi, lidah dan gingiva yang merupakan alat bantu kebersihan mulut

CHEMOTHERAPEUTIC PLAQUE CONTROL


Karakteristik
spesifik hanya untuk bakteri patogen substantivitas, kemampuan untuk menempel dan dipertahankan oleh permukaan oral dan kemudian dilepaskan dari waktu ke waktu tanpa kehilangan potensi stabilitas kimia selama penyimpanan Tidak adanya efek samping, seperti noda atau mukosa interaksi toksitologi keamanan ekologis agar tidak merugikan mikrobiotik flora Mudah digunakan

CHEMOTHERAPEUTIC PLAQUE CONTROL

Belum ada agen telah dikembangkan yang memiliki semua karakteristik ini

CHEMOTHERAPEUTIC PLAQUE CONTROL

3.Teknik Penyikatan Gigi


a.Metode Bass b.Metode Charter c.Metode Modified Stillman d.Metode Roll e.Metode Horizontal Scrubbing f.Metode Sirkuler Fone s

a.Metode Bass
Teknik : tempatkan kepala dari sikat halus parallel dgn occlusal plane.dimulai dari gigi paling distal pada arkus. Bulu sikat tempatkan pada gingival margin 450 dari sumbu axis gigi. Lakukan pula pada daerah buccal dan lingual.

Untuk gigi anterior diaplikasikan sikat gigi secara vertical. Metode ini dianjurkan untuk pasien dengan atau tidak adanya keterlibatan periodontal. Lakukan 20x penyikatan membersihkan permukaan gigi, terutama sepertiga apikal makhkota dan sulcus gingiva juga daerah interproksimal.

Untuk membantu mencapai permukaan lingual gigi anterior, jika sikat dirasa terlalu besar, posisikan sikat secara vertikal, tekankan pada bagian sulkus gingiva dan permukaan aproksimal 45 terhadap sumbu panjang gigi, lakukan sebanyak 20x gerakan.

Untuk mencapai permukaan distal dari gigi yang terakhir pada setiap kuadran, buka mulut dengan lebar dan vibrasi ujung sikat terhadap permukaan tersebut, 20 kali pada setiap gigi.

b.Metode Charter
Gerakan membentuk lingkaran kecil atau maju mundur bulak balik. Sebuah sikat lunak ditempatkan pada gigi dengan bulu menunjuk atau mengarah ke arah mahkota pada sudut 450 terhadap sumbu panjang gigi. Metode ini cocok untuk menghilangkan plak dan memijat lembut gingiva.

Sisi bulunya menekuk ke gingiva dan bagian belakangnya untuk menghasilkan getaran yang digunakan untuk memijat gingiva, dengan gerakan back and forth vibratory. Untuk membersihkan permukaan oklusal, letakkkan ujung sikat pada bagian pit dan fissure dengan gerakan short back and forth strokes.

c.Metode Modified Stillman


Sikat gigi diletakan pada bagian servikal dari gigi dan sebagian pada perbatasan gingival. Dengan sudut oblique pada sumbu axis gigi. Untuk menjangkau daerah lingual mandibula dan maksila insisivus gagang sikat diletakan dalam arah vertikal.

Daerah occlusal P dan M sikat gigi diletakan tegak lurus dari occlusal plane dan penetrasi pada grooves dan interproximal embrasure. Dianjurkan untuk membersihkan area yg memiliki perkembangan gingival resesi dan root exposure untuk mencegah terjadinya abrasive tissue destruction

d.Metode Roll
Sikat ditempatkan di vestibulum, ujung bulu sikat ditempatkan searah apikal, dengan sisi bulu sikat menyentuh jaringan gingiva. Pasien menekan bagian lateral dengan sisi bulu dan sikat digerakkan secara oklusal. Sikat ditempatkan lagi di vestibulum dan gerak rolling diulang. Permukaan lingual digosok dengan cara yang sama, dengan dua gigi disikat secara bersamaan.

e.Metode Horizontal Scrubbing


Sikat ditempatkan secara horizontal pada permukaan bukal dan lingual dan digerakkan dgn gerakan scrubbing back and forth.

f.Metode Sirkuler Fone s


Metode ini berguna untuk anak-anak kecil atau seseorang dengan ketangkasan manual yang buruk. Pertama, oklusikan gigi. Kemudian, tekan bulu lembut pada gigi posterior dan gingiva. Putar kepala sikat dengan cepat, gerakan melingkar, dengan menggunakan lingkaran diameter besar.

Lanjutkan gerak melingkar, dan perlahanlahan memindahkan kepala sikat ke arah anterior sampai semua permukaan telah menyentuh facial. Dengan mulut terbuka, gunakan gerakan melingkar yang sama pada permukaan lingual rahang atas dan bawah.

Tindakan yang harus dilakukan untuk menjaga OH (menurut usia)

PRENATAL COUNSELING

Untuk pencegahan Konseling orangtua tentang pencegahan penyakit dental anak Dilakukan sebelum anak lahir. Orangtua harus waspada dengan nutrisi dan keperluan kesehatan anak. Membicarakan tentang pregnancy gingivitis dan beberapa mitos tentang kelahiran anak dan kesehatan anak

INFANTS
(0 TO 1 YEAR OLD)

Prosedur dasar home oral hygiene mulai pada tahun pertama kehidupan. Aktivitas pembuangan plak dimulai dari gigi sulung pertama erupsi. Dianjurkan pembersihan gusi oleh orangtua menggunakan kasa lembab/ basah dan memijat dengan lembut pada gigi dan jaringan gingiva.

Posisi biasanya dengan merangkul anak di satu sisi lengan dengan tangan satunya memijat gusi dan menyeka gigi. Prosedur ini dapat dilakukan sehari sekali. Memperkenalkan pelembab, soft-bristled, sikat gigi ukuran bayi atau anak-anak disarankan.

Menggunakan dentifrice tidak disarankan karena flouride dapat tertelan. Dilakukan kunjungan pertama anak ke dokter gigi atau paling lambat pada usia 12 bulan. asupan makanan yang berhubungan dengan nursing bottle caries dan masalah kesehatan yang lain juga harus diperhatikan.

TODDLERS
(usia 1 sampai 3 tahun)

Balita sikat gigi harus diperkenalkan harus menggunakan pasta gigi nonfluoridasi karena anak belum mampu berkumur dapat tetelan. Kebanyakan anak suka meniru orang tua mereka dan siap untuk berlatih menyikat gigi. Tetapi, anak tidak dapat menghlangkan plak secara efektif sehingga orang tua tetap menjadi pengasuh utama dalam prosedur kebersihan ini.

Penggunaan instrumen tambahan untuk kontrol plak umumnya tidak diperlukan flossing mungkin diperlukan jika ada kontak interproksimal yang dekat

Posisi lap to lap memungkinkan orang dewasa mengontrol pergerakan tubuh anak, sementara orang dewasa lain menyikat gigi anak. orang tua duduk dengan kaki di depan dan anak diposisikan antara kaki. Kepala anak ditempatkan di antara paha orang tua, dengan lengan dan kaki anak-anak dikontrol oleh kaki orangtua.

PRASEKOLAH
(3 6 TAHUN)

Terjadi peningkatan yang signifikan dalam kemampuan mereka untuk memanipulasi sikat gigi, namun masih merupakan tanggung jawab orang tua untuk menjadi penyedia utama dari OH prosedur. Seringkali, orang tua dari anak-anak merasa bahwa anak tersebut telah mencapai keterampilan yang memadai yang diperlukan untuk membersihkan gigi.

Pasta gigi berfluoride dapat diperkenalkan pada usia 3 tahun, meskipun kemungkinan menelan fluoride tetap merupakan kekhawatiran untuk kelompok usia ini. orangtua terus menggunakan pasta gigi untuk anak sejumlah ukuran kacang polong pada sikat gigi anak

Posisi yang tepat dari anak berguna untuk kelompok usia ini dalam melakukan kebersihan mulut. Satu metode yang dianjurkan adalah di mana orangtua berdiri belakang anak dan keduanya menghadap arah yang sama. Anak-anak menumpukan kepalanya ke terletak kepalanya kembali kelengan orang tua secara tidak dominan.

SCHOOL AGED CHILDREN


6-12 TAHUN

Anak-anak dapat memulai untuk memikul tanggung jawab untuk OH. Campur tangan orang tua masih dibutuhkan. Tetapi, bergeser dari melakukan kebersihan mulut menjadi pengawasan aktif

ADOLESCENTS
12-19 TAHUN

Griffin dan Goepferd menunjukkan bahwa memotivasi pasien dewasa untuk bertanggung jawab terhadap personal OH yang mungkin menulitkan karena adanya reaksi pemberontakan terhadap otoritari eksternal dan ketidak mampuan terhadap konsekuensi jangka panjang

Buruknya dietary habits dan perubahan hormon pubertas akan meningkatkan resiko terkena karies dan inflamasi ginigva pada pasien adolesecent. Untuk itu, penting bagi dokter gigi dan orang tua untuk terus membantu dan membimbing untuk melalui tahap sulit ini

Meningkatkan pengetahuan tentang plak kotrol dan penyakit mulut yang dapat membuat penampilan mereka menarik sehinga pasien termotivasi.

Terima Kasih