Anda di halaman 1dari 83

Kontrak Kerja No. IK.02.04/PPLP-NTB/22/2011 Tgl.

18 Mei 2011

Latar belakang
y Meningkatnya jumlah timbulan sampah seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan PDRB y Meningkatnya volume kerja subsitem pengelolaan sampah (TPA). y Larangan penanganan sampah metoda Open Dumping (Pasal 29 UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah) y Metoda Controlled Landfill untuk TPA pada kategori Kota Sedang (Pasal 21 PP N0. 16 Tahun 2005 tentang SPAM)

TPA Sampah
(Eksist. Open Eumping)

y Kurangnyapenanganan sampah y Alokasi anggaran sangat kecil (0,04% APBD) y Instansi yang masih bergabung dalam satu atap y Teknis penimbunan yang salah

Evaluasi

TPA BARU

Permasalahan Persampahan Ditinjau dari Berbagai Aspek


1. Aspek teknik operasional 2 . Aspek Kelembagaan & Organisasi 3. Aspek Keuangan dan Manajemen 4. Aspek Peraturan / Hukum 5. Aspek Peran serta Masyarakat

LANDASAN HUKUM
Undang-Undang RI No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria; Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air; Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; Undang-Undang RI No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang; Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah; Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat; 7. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup; 8. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan; 9. Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum; 10. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 11. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 11 Tahun 2006, tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib dilengkapi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan Hidup; 12. Peraturan Daerah Provinsi NTB No.5 Tahun 1996 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup; 13. Peraturan Daerah Provinsi NTB No. 03 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat; 14. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Retribusi Golongan Jasa Umum; 15. Peraturan Bupati Lombok Utara No. 20 Tahun 2010 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kebersihan dan Pertamanan pada Dinas PU Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Utara. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Gambaran Umum Wilayah Studi


y Kabupaten Lombok Utara (KLU) merupakan daaerah pemekaran baru y terdiri dari 5 kecamatan y luas wilayah 809,53 km2 y Jumlah penduduk di Kabupaten Lombok Utara, Sensus pada akhir th 2010 sebesar 199.904 jiwa y Hierarkhi tata ruang wilayah KLU ditetapkan ada 5 orde. y Kepadatan penduduk 295 jiwa/km y Luas TPA tahap I 4,1972 Ha

y Saat ini Kabupaten Lombok Utara hanya memiliki 1 lokasi untuk TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) sampah yang berlokasi di Bengkoang, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, yang berjarak 5,0 Km dari pusat kota Tanjung dengan lokasi berada di atas perbukitan dengan ketinggian 15 m dpl y Luas lahan TPA 2,0 ha dan jenis tanah permukaan yaitu lempung berpasir dan dekat dg kawasan permukiman sekitar 50-100

m dari lokasi.

y Metoda yang diterapkan Sistem Open

dumping y Sampai saat ini, TPA Bengkoang hanya melayani sampah pasar (3 pasar pada 5 kecamatan).

Gambaran Umum Wilayah Studi


Sarana dan Prasarana TPA Gondang (eksisting)

Papan nama Jalan akses Drainase

Tempat penimbunan (cekungan)

Instansi Pengelola Sampah

KEPALA UPTD

SUB.BAG. SUB.BAG. TATA USAHA

KEL. JABATAN JABATAN FUNGSIONAL

P E N G U M P U L A N D A N A N A L IS IS D A T A
Proyeksi jumlah penduduk & timbulan sampah (metode geometri) Kebutuhan luasan lahan pengembangan Kebutuhan luasan sel harian, tanah urug dan luasan lahan TPA Perhitungan volume tanah penutup Perhitungan debit lindi dan Kapasitas IPL Perhitungan potensi gas methan (yearly methan production) Komponen Prasarana TPA menuju sistem controle landfill Acuan : NSPM Persampahan Th. 2007

APBN APBD INVESTOR/SWASTA PINJAMAN /LOAN LAIN 2

NPV Positif IRR > Discount Faktor Kelayakan Investasi BCR BEP (Break Event Point) PBP (Pay back Period)

Analisis dan Evaluasi


y Cakupan pelayanan sampah saat ini 76,60 % y Mengacu pada target MDGs 2015, maka tingkat pelayanan sampah pada tahun 2015 tercapai pelayanan sampah sebesar 59,87 % 60 %. y Berdasarkan Analisis Mass Balance , terdapat sampah yang dapat dimanfaatkan lagi sebesar 56,8 % sehingga sampah yang ditimbun ke TPA adalah 43,20 %. Proyeksi Timbulan Sampah

Sumber : UPTD Kebersihan dan Pertamanan KLU

Volume tanah penutup setiap 7 hari sampai akhir tahun 2017 adalah sebesar 37.716 m3, jika dilakukan upaya reduksi tanah penutup yang dibutuhkan sebesar 18.166 m3.

Gambaran Umum Wilayah Studi

Hasil Pengukuran
y Hasil pengukuran densitas sampah yang masuk ke TPA Gondang sebesar 326 kg/m3 (densitas sampah di truk). y Jumlah kendaraan merupakan jumlah dump truck yang masuk ke TPA setiap hari sebanyak 3 unit. Volume timbulan sampah rata-rata adalah 94 M3/hari yang terangkut masuk ke TPA 73 M3/hari atau 76,60%. y Komposisi sampah kandungan terbesar adalah sampah organik mudah terurai, yaitu sebesar 79,53 %. Selanjutnya kertas sebesar 9,32 % dan plastik sebesar 9,18 %. y Kadar air pada musim penghujan adalah 60,66 % dan musim kemarau 44,95 %.

Area Penimbunan dan Pengaturan Lahan y Tahap I : area penimbunan dalam galian (pit) berkapasitas 95.326 m3, terdiri dari 2 zona tiap zone penimbunan. Jumlah lift rencana adalah 10, tinggi tiap lift 1,0 m. dengan perkiraan akan penuh dalam aktu 6 tahun. y Tahap 2 : area penimbunan dalam galian (pit) berkapasitas 4,129 Ha

Hasil Perhitungan dan Estimasi


Lindi

y y

Estimasi produksi lindi per hari adalah106,6 m 3, lindi ini akan diolah dengan 3 unit Kolam stabilisasi, masing-masing unit terdiri dari Kolam anaerobik dan Kolam fakultatif tersusun seri. Dimensi Pipa lindi yang digunakan bervariasi yaitu 2,3,4,5,6 dan 10 in

Gas (CH4 dan CO2)

y Estimasi produksi gas adalah 26,123,011 m3. Teknis penanganan gas adalah dengan flaring. y Pipa ventilasi gas yang digunakan yaitu pada 6 titik lokasi dengan jarak rata-rata 30 m.
Drainase

y y

Drainase tahap 1 ketika penimbunan tahap 1 beroperasi. Drainase tahap 2 ketika penimbunan tahap 2 beroperasi setelah tahap 1 penuh.

Analisis Finansial
Biaya Investasi Tahun 2010 Investasi
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 15 16 14 Uraian Pemindahan sampah eksisting Pengadaan Bulldozer Pembangunan Kolam lindi zona 1 Pemasangan Liner zona 1 Pembangunan Jalan operasi PembangunanTempat Manuver truk Pembangunan Jalan akses Pembangunan Drainase tahap 1 Pemasangan Pipa lindi zona 1 Pemasangan Pipa Ventilasi Gas Pembangunan Sumur pemantau Pembangunan kantor Pembangunan Garasi Alat Berat Pagar Kawat Pintu Gerbang Pengadaan Tanah Urug Sat. Unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit Volume 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Harga Satuan (Rp.) 98,317,000.00 650,000,000.00 120,179,000.00 103,360,000.00 163,096,000.00 100,821,000.00 105,193,000.00 65,111,000.00 5,662,000.00 11,638,000.00 1,487,000.00 48,700,000.00 56,014,000.00 20,500,000.00 3,000,000.00 37,831,763.19 Jumlah Harga (Rp.) 98,317,000.00 650,000,000.00 120,179,000.00 103,360,000.00 163,096,000.00 100,821,000.00 105,193,000.00 65,111,000.00 5,662,000.00 11,638,000.00 1,487,000.00 48,700,000.00 56,014,000.00 20,500,000.00 3,000,000.00 37,831,763.19 Jumlah 1,590,909,763.19

Biaya Operasional dan Pemeliharaan


y Biaya operasional dan pemeliharaan meliputi biaya operasional dan pemeliharaan dari sarana dan prasarana yang tersedia untuk pengelolaan TPA dengan metode controlled landfill yang dimulai pada tahun 2013. Besar biaya O & M pada tahun 2010 adalah Rp. 167.071.266,-

ZONA PENYANGGA
Kawasan sekitar TPA dibagi menjadi 1. Zona inti, 2.Zona penyangga, 3.Zona budi daya terbatas.
Lampiran B Pembagian Zona di Sekitar TPA

Gambar A. Potensi Bahaya TPA Terhadap Jarak


Pembagian Zona di Sekitar TPA Baru

TPA DENGAN SISTEM OPEN DUMPING

ALIRAN LINDI PADA SISTEM OPEN DUMPING

1.Cover vegetation Protective Layer 2.Top soil 3.Protective cover soil 4.Drainage Layer
Composit Cap system

5.Geomebrane

6.Compacted Clay 7.Daily cover 8.Waste


Working Landfill Working Landfill

Daily cover Waste 9.leachate colletion layer 10.Filter Geotekstile


Leachate Collection System 11.Leachate collection pipe

12. gravel

Composite Linear System

13.Geomembrane 14.Preared Subgrade

14.compacted clay

Detail Lapisan Struktur Landfil

Pendapatan
y Saat ini pendapatan yang diterima hanya berasal dari retribusi pelayanan kebersihan pasar dengan tingkat kenaikan rata-rata 3.14 % per tahun
y Untuk tahun selanjutnya, direncanakan pelayanan persampahan sudah mencapai pada pelayanan persampahan di permukiman penduduk pada enam kecamatan yang dilayani dengan besar retribusi Rp. 1000,- per rumah tangga ( Perda No. 11 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Kebersihan). Proyeksi Penerimaan Retribusi Pelayanan Kebersihan
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Tahun 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 Jumlah % Penduduk Layanan 167,119 26 168,081 33 169,049 40 170,022 47 171,001 53 171,985 60 172,975 67 173,971 73 Penduduk Terlayani
43,451 55,467 67,620 79,910 90,630 103,191 115,894 126,999

Rumah Jumlah Ret. Retribusi Total Penerimaan Terlayani RT. (Rp.) Pasar (Rp.) (Rp.)
8,690 11,093 13,524 15,982 18,126 20,638 23,179 25,400 104,282,438 133,120,437 162,287,009 191,784,979 217,513,176 247,658,888 278,144,476 304,797,545 35,636,830 36,755,826 37,909,959 39,100,332 40,328,082 41,594,384 42,900,448 44,247,522 139,919,268 169,876,263 200,196,968 230,885,311 257,841,258 289,253,272 321,044,924 349,045,067

Analisis Kelayakan
y Awal investasi bulan ke 3 tahun 2010, pelaksanaan proyek dari tahun 2010-2017. y Discount rate (i) yang digunakan 15 % y Biaya tenaga kerja sudah masuk di dalam Anggaran Belanja Rutin, sehingga tidak masuk dalam Anggaran Belanja Modal. y Penerimaan didapat dari 4 sumber yaitu :
Penerimaan retribusi kebersihan APBN pada awal investasi sebesar Rp. 1.000.000.000,-. Peran serta pihak swasta APBD Kabupaten

Berdasarkan kondisi diatas, diperoleh : y Net Present Value (NPV) : Rp.6.119.360,y Internal Rate of Return = 18,63 % y Benefit Cost Ratio (BCR) = 1,56 % y Break EVent Point (BEP) = y

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan
1. Pengelolaan sampah menuju controlled landfill dapat dilaksanakan di TPA Gangga di KLU, menyesuaikan dengan ketersediaan dana dan peningkatan kualitas serta pemantapan kualitas lingkungan. 2. Pengaturan areal penimbunan dilakukan dengan membagi penimbunan menjadi dua tahap, kapasitas total lahan 4.190 m3. 3. TPA Gangga di KLU, dengan sistem controll landfill perlu dan wajib menyiiapkan Instalasi Pengolah Air Lindi. Untuk itu perlu dibangun kolam pengolah lindi untuk mengolah lindi sebesar 106,6 m3/hari. Kolam pengolah lindi yaitu 3 unit Kolam stabilisasi yang masing-masing unit terdiri dari kolam anaerobik dan fakultatif. 4. Estimasi total timbulan gas yang dihasilkan sampah TPA Ladang Laweh adalah 26,123,011 m3, teknis penanganan gas adalah dengan flaring 5. Pencapaian NPV sampai dengan tahun 2017 sebesar Rp. 6.119.360,-, dengan IRR 18,63 % dimana kedua nilai ini berada diatas nilai standar kelayakan investasi. Investasi awal pada tahun 2010 sebesar Rp. 1.590.909.763,- dan awal biaya OP sebesar Rp. 167.071.266,- pendapatan berasal dari penerimaan retribusi, subsidi APBN, peran serta pihak swasta dan APBD Kabupaten Padang Pariaman. 6. Menyusun kelembagaan TPA sebagai pengelola operasional TPA secara khusus sesuai dengan NSPM Persampahan (2007), yaitu terdiri dari Kepala TPA, Pengawas operasi, Petugas registrasi, Teknisi, Sopir Alat berat dan Satpam.

Tabel 4. Jenis Alat Berat dan Aplikasinya dalam Kegiatan Penimbunan


Jenis / Type Alat Berat Track Loader y Type D 31 S GP Bucket y Type D 32 Q GP Bucket y Type D 75 S GP Bucket Wheel Loader y Type W 70 GP Bucket y Type SD 23 GP Bucket Track Tractor Type D60P/D60E S Blade Land Fill Compactor 230 HP Landfill blade Excavator Type PC 120/K 930 GP Bucket Compactor tangan Dump truck Truk Tanki Aplikasi Penyebaran/pengangkutan/penimbunan sampah dan tanah penutup.Untuk jarak sekitar 60 m dan medan jelek.

Penyebaran/pengangkutan/penimbunan sampah dan tanah penutup.Untuk jarak sekitar185 m dan medan tidak terlalu jelek. Pembersihan/penggalian/penyebaran sampah dan tanah penutup. Untuk jarak kurang 90 m dan medan jelek (berlumpur). Memadatkan/meratakan sampah dan tanah penutup. Penimbunan/penggalian/pemindahan sampah dan tanah penutup. Untuk daerah yang tidak dapat dijangkau oleh alat berat lainnya, pembuatan saluran. Memadatkan tanah penutup pada daerah yang sulit dijangkau oleh alat berat. Membantu pengangkutan tanah penutup untuk jarak yang cukup jauh Memperlancar pekerjaan pemadatan

LATAR BELAKANG

Pengelolaan Sampah di TPA Gangga KLU

Prinsip Pengelolaan Sampah di TPA : V'No Leachate, No Odor, No Gas and No Disease V'Ramah Lingkungan

Acuan : Normatif
UU No. 4 Tahun 1992 tentang Perumahan Dan Permukiman UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah PP No. 16 Tahun 2004 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Peraturan Menteri No. 294/PRT/M/2005 tentang Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum SNI 19-2454-2002 tentang Tata Cara Teknik Operasional Pengelolaan Sampah Perkotaan SNI 19-3241-1994 tentang Tata Cara Pemilihan Lokasi TPA. SNI No. Petunjuk Teknis Dep. PU No. Pt S-07-200-C tentang Spesifikasi Area Penimbunan Sampah Sistem Lahan Urug Terkendali di TPA "NSPM Dept PU. Bidang Persampahan Th. 2007 diperbarui dengan Draft NSPM Dep. PU Th. 2008 tentang Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan TPA sistem Controlled Landfill dan Sanitary Landfill Perencanaan TPA dan beberapa petunjuk teknis dari Dep Pekerjaan Umum

Pengelolaan Sampah di TPA dengan Sistem Controle Landfill

Kriteria

Pemilihan Lokasi TPA

a. Kriteria regional,
yaitu kriteria yang digunakan untuk menentukan zona layak atau tidak layak sebagai berikut : 1 ) Kondisi geologi a. b. a. b. c. d. tidak berlokasi di zona holocene fault. tidak boleh di zona bahaya geologi. tidak boleh mempunyai muka air tanah kurang dari 3 meter. tidak boleh kelulusan tanah lebih besar dari 10-6 cm / det. jarak terhadap sumber air minum harus lebih besar dari 100 meter di hilir aliran. dalam hal tidak ada zona yang memenuffi kriteria-kriteria tersebut diatas, maka harus diadakan masuJkan teknologi. 3) kemiringan zona harus kurang dari 20%. 4) jarak dari lapangan terbang harus lebih besar dari 3.000 meter untuk penerbangan turbojet dan harus lebih besar dari 1.500 meter untuk jenis lain 5) tidak boleh pada daerah lindung / cagar alam dan daerah banjir dengan periode ulang 25 tahun

2) Kondisi hidrogeologi

Penilaian Kriteria Regional Lokasi TPA Gangga


NO PARAMETER RINCIAN TPA GANGGA TIDAK LAYAK LAYAK KETERANGAN

Kondisi geologi

Kondisi hidrogeologi

- tidak berlokasi di zona holocene fault; - tidak boleh di zona bahaya geologi - tidak boleh mempunyai muka air tanah < 3 meter

- Data sekunder - Data sekunder - Pengamatan visual di lapangan dan data sekunder

- tidak boleh kelulusan tanah > 10-6 cm/det - jarak terhadap sumber air minum harus > 100 m di hilir aliran; 3 Kemiringan zona harus < 20 % Jarak dari lapangan terbang >3.000 m untuk penerbangan turbo jet dan > 1.500 m untuk jenis lain Tidak boleh pada daerah lindung/ cagar alam dan daerah banjir dengan periode ulang 25 tahun

- Belum dilakukan uji

- Pengamatan visual di lapangan

- Pengamatan visual di lapangan dan data sekunder - Pengamatan visual di lapangan

- Pengamatan visual di lapangan dan data sekunder

b. Kriteria penyisih,
yaitu kriteria yang digunakan untuk memilih lokasi terbaik yaitu terdiri dari kriteria regional ditambah dengan kriteria berikut : 1) Iklim a) hujan intensitas hujan makin kecil dinilai makin baik b) angin : arah angin dominan tidak menuju ke pemukiman dinilai makin baik 2) Utilitas : tersedia lebih lengkap dinilai lebih baik 3) Lingkungan biologis : a) habitat : kurang bervariasi dinilai makin baik b) daya dukung : kurang menunjang kehidupan flora dan fauna, dinilai makin baik 4) Kondisi tanah a) produktivitas tanah : tidak produktif dinilai lebih tinggi b) kapasitas dan umur : dapat menampung lahan lebih banyak dan lebih lama dinilai lebih baik c) ketersediaan tanah penutup : mempunyai tanah penutup yang cukup dinilai lebih baik d) status tanah : makin bervariasi dinilai tidak baik 5) Demografi : kepadatan penduduk lebih rendah dinilai makin baik 6) Batas administrasi : dalam batas administrasi dinilai makin baik 7) Kebisingan : semakin banyak zona penyangga dinilai semakin baik 8) Bau : semakin banyak zona penyangga dinilai semakin baik 9) Estetika : semakin tidak terlihat dari luar dinilai makin baik 10) Ekonomi : semakin kecil biaya satuan pengelolaan sampah (per m3 / ton) dinilai semakin baik.

Kriteria penetapan yaitu kriteria yang digunakan oleh Instansi yang berwenang untuk menyetujui dan menetapkan lokasi terpilih sesuai dengan kebijaksanaan instansi yang berwenang setempat dan ketentuan yang berlaku;
Rencana Lokasi Pemerintah daerah Kabupaten Lombok Utara telah menetapkan lokasi rencana pembangunan TPA Sampah berada di dusun Jugil, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga tahap I, seluas 41.972 m2 Adapun penetapan lokasi tersebut dituangkan dalam SK Bupati No. 134/46/DPPKAD/2011 tanggal 07 April 2011, tentang Penggunaan tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Di Kabupaten Lombok Utara.

Proyeksi jumlah penduduk & timbulan sampah (metode geometri)


DATA SENSUS DAN TIMBULAN SAMPAH
2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2020 2025

174,433

176,450

178,480

180,536

182,619

184,726

204,559

207,998

213,300

219,173

199,904

202,828

205,794

208,804

211,858

214,957

231,144

248,549

DATA DAN PREDIKSI TIMBULAN SAMPAH DI KLU M /hr

DATA DAN PREDIKSI TIMBULAN SAMPAH DI KLU M3 /hr


2000
-

2001
-

2002
-

2003
-

2004
-

2005
-

2006
-

2007
-

2008
-

2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

2020

2025

47

94

95.39

96.66

97.94

98.79

100.57

107.49

114.96

1 Tahun =
2000
11,222

300
2001
11,352

hari
2002
11,482

DATA DAN PREDIKSI TIMBULAN SAMPAH DI KLU M3 /Thn


2003
11,614

2004
11,748

2005
11,884

2006
13,160

2007
13,381

2008
13,722

2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

2020

2025

DATA TIMBULAN SAMPAH

14,100

28,200

28,618

28,997

29,382

29,636

30,170

32,247

34,487

------ DATA TIMBULAN SAMPAH

Data Sensus Dan Timbulan Sampah Kabupaten Lombok Utara


DATA SENSUS DAN TIMBULAN SAMPAH KLU
Tahun Berjalan
DATA TIMBULAN I DATA TIMBULAN II

2009 0 0

2010 28,200 0

2011 0 0

2012 0 0

2013 29,377 29,821

2014 59,157 60,202

2015 89,346 91,154

2016 119,949 122,688

2017 150,972 154,816

2018 182,421 187,547

2019 214,301 220,893

2020 246,619 254,866

2021 279,380 289,478

2022 312,591 324,741

2023 346,258 360,667

2024 380,386 397,268

2025 414,983 434,557

Alter. I Asumsi I Asumsi II Alter. II Asumsi I Asumsi II

0 0 0 0

0 0 0 0

0 0 0 0

0 0 0 0

198,243 234,288 190,932 225,647

401,100 474,027 384,480 454,385

608,676 719,345 580,679 686,257

821,082 970,370 779,567 921,306

1,038,431 1,260,837 1,488,418 1,227,237 1,490,080 1,759,039 981,179 1,185,553 1,392,727

1,721,294 2,034,257 1,602,739 1,894,146

1,959,589 2,315,878 1,815,629 2,145,743

2,203,429 2,604,052 2,031,435 2,400,787

2,452,942 2,898,932 2,250,198 2,659,325

2,708,261 3,200,672 2,471,957 2,921,404

2,969,521 3,509,434 2,696,755 3,187,074

1,159,575 1,401,108 1,645,950

4,000,000

PREDIKSI TIMBULAN SAMPAH KLU S/D 2025


3,500,000 3,000,000 2,500,000 2,000,000 1,500,000 1,000,000 500,000 0
%,

Alt I. Ass I Alt I, AssII Alt. II, Ass I Alt. II, Ass. II Data Actual ALT I Data Actual Alt. II
Keterangan ; 1. Altternati I, Assumsi I ;
Data SUSENAS, 2006 - 2009, r = 2,33 %, Ass. I. Timb. 1 hr = 0,00275 M3/org/hr

SATUAN M3

2. Altternati I, Assumsi II

Data SUSENAS, 2006 - 2009 r = 2,33 %, Ass. II. Timb. 1 hr = 0,00325 M3/org/hr

3. Altternati II, Assumsi I

Data BPS + SUSENAS, 2000 - 2010, r = 1,37 Ass. I. Timb. 1 hr = 0,00275 M3/org/hr

4. Altternati II, Assumsi II


%,

Data BPS + SUSENAS, 2000 - 2010, r = 1,37 Ass. I. Timb. 1 hr = = 0,00325 M3/org/hr 5. DATA AKTUAL, TIMBULAN SAMPAH Data SENSUS, 2000 - 2009, r = 1,37 %, Timb. 1 hr = 94 M3/hr, 6. DATA AKTUAL, TIMBULAN SAMPAH

2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2020 2025

TAHUN BERJALAN

PREDIKSI SAMPAH KLU BERDASARKAN TIMBULAN SAMPAH SNI

r1 - angka pertumbuhan ekonomi KLU = r2 - angka pertumbuhan penduduk KLU =


timbulan sampah untuk kota sedang = Assumsi 1 tahun =

0.0248 0.0188 0.00275 M3/org/hari 300 hari

T.Sampah R T.Sampah E

60% 40%

( Alternative I) * data sensus KLU 2010

PREDIKSI SAMPAH KLU BERDASARKAN TIMBULAN SAMPAH SNI r1 - angka pertumbuhan ekonomi KLU = r2 - angka pertumbuhan penduduk KLU = timbulan sampah untuk kota sedang = Assumsi 1 tahun = 0.0248 0.0188 0.00325 M3/org/hari 300 hari T.Sampah R 60% T.Sampah E 40% ( Alternative II) * data sensus KLU 2010

PREDIKSI SAMPAH KLU BERDASARKAN AKTUAL TIMBULAN SAMPAH BPS r - angka pertumbuhan penduduk KLU = timbulan sampah harian KLU th 2009 = timbulan sampah tahunan KLU th 2010= Assumsi 1 tahun = 0.0188 47
(Alternative III)

M3/org/hari * data sensus KLU 2000-2010

94 M3/org/tahun 300 hari

SATUAN M3
3,500,000

TIMBULAN SAMPAH KLU

ALERNATIVE I ALTERNATIVE II timbulan actual

3,000,000

2,500,000

2,000,000

1,500,000

1,000,000

500,000

ALTERNATIVE I
JUMLAH SENSUS PENDUDUK 2010 DAN PREDIKSI SAMPAH No
19 26

Tahun
2018 2025

Penduduk BPS
259,172 295,264

Penduduk SENSUS
232,024 264,336

T.Sampah RT Harian/M3
383 436

T.Sampah EK Harian/M3
255 291

Keterangan TPA GANGGA TOTAL HARIAN TOTAL Tahunan /M3 /M3 /M3
654 745 196,167 223,485 1,124,022 2,604,428

ALTERNATIVE II
JUMLAH SENSUS PENDUDUK 2010 DAN PREDIKSI SAMPAH TOTAL Keterangan TOTAL TPA Penduduk Penduduk T.Sampah RT T.Sampah EK HARIAN Tahunan GANGGA BPS SENSUS Harian/M3 Harian/M3 /M3 /M3 /M3 259,172 232,024 452 302 773 231,834 1,328,389 295,264 264,336 515 344 880 264,119 3,077,961

No 19 26

Tahun 2018 2025

ALTERNATIVE III

PREDIKSI
Tahun Penduduk

JUMLAH TIMBULAN SAMPAH M3 T.Sampah/ha ri T.Sampah/ tahun

SAMPAH

2018
2025

232,024
264,336

109
124

32,731
37,289

187,547
434,557

Tabel 5.4 Karakteristik Fisik Tanah Sebagai Bahan Lapisan Kedap Pada Dasar Landill Di TPA Gangga Di Kabupaten Lombok Utara. Persyaratan Bahan Pelapisan MH,ML,CH,CL > 50 % 35 - 60 > garis A < 4 x 10 -5 (cm/detik)

Parameter Jenis tanah Persentase butiran halus Liquid limit Indeks plastisitas vs liquid limit Koefisien permeabilitas

Karakteristik Tanah Lokasi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi

Sumber : Parametrix, Inc Keterangan : Jenis tanah berdasarkan Unified Solid Classification.

Kebutuhan luasan lahan pengembangan


BEBERAP ALTERNATIP GALIAN TIMBUNAN RENCANA TPA
ALTERNATIVE I
Volume s ampah yang dapat di tampung galian yang disiapkan di Rencana TPA
6 2 3 3 54 3 48 6 2 3

dari

panjang lebar dalam tinggi s lope 15 Jumlah

1 1

: :
2

90 60 3 2 1 3

meter meter meter meter Galian Timbunan

2*((((54+60)/2)*3)+(((60+48)/2)*2))*90 =

50,220
ALTERNATIVE II
Volume s ampah yang dapat di tampung galian yang disiapkan di Rencana TPA
15 5 3 3 54 3 30 15 5 3

meter

dari

panjang lebar dalam tinggi s lope Jumlah

1 1

: :
2

90 60 3 5 1 3

meter meter meter meter Galian Timbunan


=

2*((((60+54)/2)*3)+((60+30)/2)*5))*90

71,280
ALTERNATIVE II
Volume s ampah yang dapat di tampung galian yang disiapkan di Rencana TPA
15 5 5 5 50 5 30 15 5 5

meter

dari

panjang lebar dalam tinggi s lope Jumlah

1 1

: :
2

90 60 5 5 1 3

meter meter meter meter Galian Timbunan

2*((((60+50)/2)*5)+((60+30)/2)*5))*90 =

90,000
NO. PANJANG (M )

meter

LEBAR (M)

GALIAN (M)

TIMBUNAN (M )

VOLUME ( M3 )

[1] I II III

[2] 90 90 90

[3] 60 60 60

[4] 3 3 5

[5] 2 5 5

[6] 50,220 71,280 90,000

Kebutuhan luasan lahan pengembangan


NO. PANJANG (M)

LEBAR (M)

GALIAN TIMBUNAN ZONE (M) (M) 2

VOLUME ( M3 )

[1] I II III

[2] 90 90 90

[3] 60 60 60

[4] 3 3 5

[5] 2 5 5

[6] 2 2 2

[7] 50,220 71,280 90,000

OPERASI DIATAS BLOK

Kebutuhan luasan sel harian, tanah urug dan luasan lahan TPA

Volume sampah yang dapat di tampung dari


15 M

galian yang disiapkan di Rencana TPA


50 M 15 M lapisan 5 4 5M 3 2 1 1 2 3 4 5M 5

5M

5M

50 M

5M

POTONGAN MELINTANG TIMBUNAN TPA GANGGA ZONE I

POT MELINTANG ZONE I

RENCANA T PA GANGGA

PENAMPAKAN AKTUAL POTONGAN MELINTANG SEL

3.0 M 1,00 M 1,00 M 1,50 M 20 M 20 M


ZONE I Timbulan sampah 1 hr ~ 100 M3 Ditebarkan dalam 1 Cell Lebar Tinggi Panjang Cel Cel Cel 20 M 1,00 M 5,00 M

20 M

TPA GANGGA TERBAGI 2 ZONE ZONE I ZONE II UKURAN UKURAN 60 M x 90 M 60 M x 90 M

Tiap Zone terdiri atas 2 Lift 1 Lift terdiri atas 4,50 Blok 1 Blok terdiri atas 12 Cell Cell sampah ~ Strip ~ Working Face

Blok 1 diisi dalam 60 M : 5,00 M = 12 hari /blok Zone I dalam 1 lapis tinggi 1,00 M, 90 M ; 20 = 4,50 Blok. Waktu pengisian 4,50 x 12 hari = 54 hari Dalam 5,00 M dan Tinggi 5,00 M = 10 x 54 = 540 hari Dalam 1 Zone dapat diiisi 4,50 x 12 x 10 = 540 M3

OPERASIONAL PENGISIAN CELL SAMPAH


JALAN MASUK

JALAN MASUK

Pot. A

JALAN MASUK

BLOK 5

ZONE I

BLOK 4

ZONE II
90 M 90 M 90 M BLOK 3
ZONE I

BLOK 2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
Lebar sel harian

BLOK 1

20 M
Strip1 Strip2 Strip3 Strip4 Strip5

Pot. A

Strip 12

POT MELINTANG ZONE I

RENCANA T PA GANGGA

Perhitungan volume tanah penutup

Volume sampah yang dapat di tampung dari


15 M

galian yang disiapkan di Rencana TPA


50 M 15 M lapisan 5 4 5M 3 2 1 1 2 3 4 5M 5

5M

5M

50 M

5M

POTONGAN MELINTANG TIMBUNAN TPA GANGGA ZONE I

Kebutuhan tanah penutup. Tebal tanah penutup antara = 0,30 m. Tebal tanah penutup final = 1,00 m. Rasio tanah penutup = 15 - 20 %. Jumlah tanah penutup yang diperlukan =( (( 2 x 7 x 15 + 90 ) x 60 x 0,30 ) + 915 x 60 x 1,00)) x 1,20 = 12.960 M . Volume tanah penutup tersebut diperkirakan sekitar 12.960/100.000 = 13 % dari total tanah hasil galian Zone I dan Zone II.
3

Perhitungan debit lindi dan Kapasitas IPL


Jan 25.20 11.57 84.38 1.12 94.51 228.32 0.08 18.27 210.06 115.55 0.00 100.00 0.00 94.51 115.55 Feb 25.20 11.57 81.54 0.98 79.91 377.61 0.08 30.21 347.40 267.49 0.00 100.00 0.00 79.91 267.49 Mar 25.70 11.92 89.62 1.05 94.10 275.48 0.08 22.04 253.44 159.34 0.00 100.00 0.00 94.10 159.34 Apr 25.80 11.99 102.06 0.98 100.02 163.81 0.08 13.10 150.70 50.68 0.00 100.00 0.00 100.02 50.68 May 26.10 12.21 102.89 0.98 100.83 85.41 0.08 6.83 78.58 -22.25 -22.25 80.00 -20.00 100.83 0.00 Jun 26.00 12.13 83.43 0.94 78.42 56.53 0.08 4.52 52.01 -26.42 -48.67 60.00 -20.00 78.42 0.00 Jul 25.60 11.85 98.61 0.97 95.65 24.39 0.08 1.95 22.44 -73.21 -121.88 29.00 -31.00 95.65 0.00 Aug 25.60 11.85 105.25 1.00 105.25 16.04 0.08 1.28 14.76 -90.49 -212.37 0.00 -29.00 105.25 0.00 Sep 25.90 12.06 111.99 1.00 111.99 26.70 0.08 2.14 24.56 -87.43 -299.79 0.00 0.00 111.99 0.00 Oct 26.40 12.42 108.41 1.07 116.00 70.23 0.08 5.62 64.61 -51.38 -351.18 0.00 0.00 116.00 0.00 Nov 26.10 12.21 89.58 1.07 95.85 162.90 0.08 13.03 149.87 54.02 0.00 100.00 100.00 95.85 154.02 Dec 25.40 11.71 83.58 1.12 93.61 201.46 0.08 16.12 185.34 91.74 0.00 100.00 0.00 93.61 91.74

14

tor

ed

Perhitungan potensi gas methan (yearly methan production)

Dari hasil estimasi kasar tersebt diatas dapat dihasilkan timbulan Gas sebanyak = 0,12 m
3

x 1.080.000 x

32.400

Gas yang dihasilkan merupakan turunan pertama dari Gt Gt = 16,62 x10-0.03t x berat ( ton/tahun) sampah yang masuk.

Komponen Sarana & Prasarana TPA pada sistem controle landfill yang dibutuhkan berdasarkan kelayakan teknis, ekonomis dan lingkungan, meliputi:

1. Fasilitas umum (jalan masuk, pos jaga, saluran drainase, pagar, listrik, alat komunikasi) 2. Fasilitas perlindungan lingkungan (lapisan dasar kedap air, pengumpul lindi, pengolahan lindi, ventilasi gas dan sumur uji) 3. Fasilitas penunjang (air bersih, jembatan timbang dan bengkel). 4. Fasilitas operasional (buldozer, escavator, wheel/track loader, dump truck pengangkut tanah).

Jenis Alat Berat yang Diperlukan dalam Operasi Penimbunan


Jumlah Sampah (ton/hari)
0 -20

Truck Loader HP
< 70

Tractor HP
< 80

Wheel Loader HP
< 100

Berat (lb)
< 20.000

Berat (lb)
< 15.000

Berat (lb)
< 20.000

21 - 50

70 - 100

20.000 - 25.000

80 - 110

15.000 20.000

100 120

20.000 25.000

51 - 130

100 - 130

25.000 32.500

110 - 130

20.000 25.000

120 - 150

22.500 27.5000

130 - 150

150 - 190

32.500 45.000

150 - 180

30.000 35.000

150 - 190

27.500 35.000

Sumber : Pengkajian Lapangan TPA Bantar Gebang, 2001

Jenis Alat Berat dan Aplikasinya dalam Kegiatan Penimbunan


Jenis / Type Alat Berat Track Loader y Type D 31 S GP Bucket y Type D 32 Q GP Bucket y Type D 75 S GP Bucket Wheel Loader y Type W 70 GP Bucket y Type SD 23 GP Bucket Track Tractor Type D60P/D60E S Blade Land Fill Compactor 230 HP Landfill blade Excavator Type PC 120/K 930 GP Bucket Compactor tangan Dump truck Truk Tanki Aplikasi Penyebaran/pengangkutan/penimbunan sampah dan tanah penutup.Untuk jarak sekitar 60 m dan medan jelek.

Penyebaran/pengangkutan/penimbunan sampah dan tanah penutup.Untuk jarak sekitar185 m dan medan tidak terlalu jelek. Pembersihan/penggalian/penyebaran sampah dan tanah penutup. Untuk jarak kurang 90 m dan medan jelek (berlumpur). Memadatkan/meratakan sampah dan tanah penutup. Penimbunan/penggalian/pemindahan sampah dan tanah penutup. Untuk daerah yang tidak dapat dijangkau oleh alat berat lainnya, pembuatan saluran. Memadatkan tanah penutup pada daerah yang sulit dijangkau oleh alat berat. Membantu pengangkutan tanah penutup untuk jarak yang cukup jauh Memperlancar pekerjaan pemadatan

Kegiatan Penutupan oleh Tanah

Jenis Tanah Fungsi Penutupan CG Mencegah berlubangnya Tikus Pencegahan pemunculan gas Media untuk vegetasi tumbuhan b j j CSG C c-b b CS b j c CSS j b-sb sb S j sb b C j sb b

J = Jelek, b = baik, sb = sangat baik, c = cukup baik, Jelek, baik, baik, baik, CG = Clean Gravel, CSG = Clay Silty Gravel, CS = Clean Sand, CSS = Clay Silty Sand, S = Silty, C = Clay, Silty, Kondisi tanah di TPA Gangga

Konstruksi Landfill
Pembentukan Muka Tanah Pelapisan Kedap Air Pengumpulan Air Lindi Jumlah air Lindi sangat tergantung pada fktor berikut : Curah Hujan 1. Kemiringan dan Jenis lapisan tanah penutup sanitary landfill 2. Kepadatan sampah 3. Kelembaban sampah 4. Kondisi lingkungan sanitary Sarana dan Prasarana dalam pengolahan air lindi adalah sebagai Berikut : 1. Bangunan Pengolahan Air Lindi daan 2. Bangunan Instalasi Pengolah Air Lindi Bangunan Pengolahan Tanah terdiri dari : 1. Kolam An aerob 2. Kolam Fakultatif 3. Kolam Maturasi 4. Kolam Aerator 5. Kolam Polishing

III. Tahap Pasca Operasi


Tahap pasca Operasi adalah tahap dimana TPA sampai pasca tahap penutupan, karena sudah tidak mampu lagi memberikan daya dukung dalam menampung sampah. Kegiatan yang trjadi dalam TPA adalah sebagai berikut : a. Poses pembentukan air lindi tetap berlangsung begitu juga aliran air lindi kedalam kolam pengolahan Lindi akan terus berjalan b. Tempat sampah menjadi terbuka

Pengelolaan Lingkungan TPA GANGGA KLU


Tabel 7. Perkiraan Jenis Dampak Penting di LPA Gangga KLU
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Penurunan Kualitas Udara Peningkatan kebisingan Penurunan kualitas air permukaan (Sungai Ciketing dan Sungai Sumur Batu) Penurunan Kualitas Air Tanah Komponen Biologi. Meliputi jumlah taxa, jumlah individu, serta keanekaragaman plankton. Peluang usaha dan kesempatan kerja Penurunan kesehatan dan Kesempatan kerja Peningkatan kepadatan lalu lintas dan kemacetan akibat kegiatan pengangkutan sampah ke TPA Timbulnya keresahan dan konflik sosial terutama masyarakat pemulung Peningkatan peluang terjadinya kecelakaan kerja akibat aktivitas pemulung di TPA Berkurangnya nilai estetika akibat adanya aktivitas pemulung sampah yang membangun gubukgubuk dan menumpuk sampah disekitar tempat pemukinan mereka dan di sepanjang jalan masuk ke TPA Jenis Dampak Penting

Sumber : Rencana Pengelolaan Lingkungan LPA Gangga KLU 2013

Kegiatan galian landfill

Pemasangan Geomembran pada lapisan penutup

ZONA PENYANGGA
Kawasan sekitar TPA dibagi menjadi 1. Zona inti, 2.Zona penyangga, 3.Zona budi daya terbatas.
Lampiran B Pembagian Zona di Sekitar TPA

Gambar A. Potensi Bahaya TPA Terhadap Jarak


Pembagian Zona di Sekitar TPA Baru

Analisis Finansial
Biaya Investasi Tahun 2010 Investasi
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 15 16 14 Uraian Pemindahan sampah eksisting Pengadaan Bulldozer Pembangunan Kolam lindi zona 1 Pemasangan Liner zona 1 Pembangunan Jalan operasi PembangunanTempat Manuver truk Pembangunan Jalan akses Pembangunan Drainase tahap 1 Pemasangan Pipa lindi zona 1 Pemasangan Pipa Ventilasi Gas Pembangunan Sumur pemantau Pembangunan kantor Pembangunan Garasi Alat Berat Pagar Kawat Pintu Gerbang Pengadaan Tanah Urug Sat. Unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit Volume 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Harga Satuan (Rp.) 98,317,000.00 650,000,000.00 120,179,000.00 103,360,000.00 163,096,000.00 100,821,000.00 105,193,000.00 65,111,000.00 5,662,000.00 11,638,000.00 1,487,000.00 48,700,000.00 56,014,000.00 20,500,000.00 3,000,000.00 37,831,763.19 Jumlah Harga (Rp.) 98,317,000.00 650,000,000.00 120,179,000.00 103,360,000.00 163,096,000.00 100,821,000.00 105,193,000.00 65,111,000.00 5,662,000.00 11,638,000.00 1,487,000.00 48,700,000.00 56,014,000.00 20,500,000.00 3,000,000.00 37,831,763.19 Jumlah 1,590,909,763.19

Biaya Operasional dan Pemeliharaan


y Biaya operasional dan pemeliharaan meliputi biaya operasional dan pemeliharaan dari sarana dan prasarana yang tersedia untuk pengelolaan TPA dengan metode controlled landfill yang dimulai pada tahun 2013. Besar biaya O & M pada tahun 2010 adalah Rp. 167.071.266,-

TPA DENGAN SISTEM OPEN DUMPING

ALIRAN LINDI PADA SISTEM OPEN DUMPING

DENAH LINDI
TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR TPA Gangga KLU

Kolam [1] Anaerobik 1 Anaerobik 2 Fakultatif 1 Fakultatif 2 Maturasi 1 Maturasi 2 Wetland1 W etland2

Panjang (m) [2] 5,5 5,5 16 16 19 19 17 17

Lebar (m) [3] 5,5 5,5 5 5 5 5 10,5 10,5

Tinggi (m) [4] 1,5 1,5 1,5 1,5 0,8 0,8 2 2

Free board (m) [5] 0,5 0,5 0,2 0,2 0,2 0,2 0,4 0,4

Kegiatan operasi landfill :


Sistem penimbunan : sampah dikeluarkan dari truk dan disebar diatas tanah dengan tebal 45-60 cm Pemadatan sampah dengan buldozer (working face) : Tinggi 1 cell : 1,0 m Lebar 1 cel : 5,0 m Penutupan sampah dengan tanah penutup mingguan ( 30 cm) Saluran gas dipasang apabila timbunan sampah sudah 1 lift. Pemasangan pipa gas (plastik berporforasi) dilakukan dalam media kerikil. Pipa saluran leachate dipasang drngan model Penutupan dengan lapisan tanah penutup akhir dan vegetasi Kegiatan pasca operasi : monitoring dan perawatan : Pengawasan dan pemeliharaan kondisi drainase Sistem pengendalan gas dan leachate/lindi

Mempersiapkan lokasi Landfill :


Mengatur kondisi drainase : memungkinkan run off menuju daerah luar landfill Konstruksi jalan masuk, jembatan timbang dan pagar Penggalian dan persiapan bagian dasar landfill, tanah galian ditimbun untuk persediaan tanah penutup Instalasi fasilitas untuk monitoring kualitas air tanah Pembentukan permukaan dasar landfill untuk drainase leachate, dilanjutkan dengan pemasangan liner. Pipa saluran leachate dipasang didalam atau diatas liner. Liner dipasang hingga mencapai dinding landfill Pipa saluran gas untuk pemanfaatan dipasang di dasar landfill Sebelum operasi landfill dimulai, tanggul menentang arah angin. Fungsinya untuk mengendalikan sampah yang berterbangan.

Sistem Controll Landfill


1. Jenis Methode trench (galian) : sampah ditimbun pada lubang galian : sesuai untuk lahan dengan lapangan tanah yang dalam, dengan muka air tanah yang dalam pula.> 3M saat musim hujan. Sampah ditimbun pada lubang : tanah yang dipakai dijadikan lapangan tanah penutup dasar dan dinding lubang galian dilapisi liner ukuran galian : P Dalam L T = = = = 90.0 5.0 60.0 5.0 m m m m

PENGOLAHAN LINDI

Jenis No. Pengolahan


[1]

Q l/dtk m3/hari 0.53 0.61 0.61

V m3

As m2 341.86 393.70 367.46 1,063.80 1,063.80 992.88

Pa m

Pb m

La m

Lb m 8.46

H m 4.00 2.00 1.00 4.00 2.00 1.00

Free board m 0.50 0.50 0.50 0.50 0.50 0.50

1 2 3 4 5 6

1.Anaerobik (zona 1) 1.Fakultatif (zona 1) 1.Maturasi (zona 1) 1.Anaerobik (zona 2,3) 1.Fakultatif (zona 2,3) 1.Maturasi (zona 2,3)

45.58 1,367.45 52.49 52.49 787.41 367.46

26.15 21.53 13.07

28.06 25.75 14.03 11.72 27.11 25.95 13.55 12.40 46.13 41.51 23.06 18.44 46.13 43.82 23.06 20.75 44.56 43.41 22.28 21.13

1.64 141.84 4,255.18 1.64 141.84 2,127.59 1.64 141.84 992.88

HASIL ANALISIS DATA


Hasil Pengukuran dan Perhitungan Aspek Teknis Sampah :
1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. 5. Proyeksi Jumlah Penduduk = Pertumbuhan 1,5%, Geometri (Proyeksi Data Sekunder) Periode Pengembangan / Rencana Masa Pakai TPA 10 Th (Proyeksi Data Sekunder), Densitas Sampah yang masuk ke TPA = 320,59 kg/m3 (Pengukuran) Densitas Sampah di TPA = 600 kg/m3 (Petunjuk Teknis:CT/S/Re-TC/004/98*) Tingkat reduksi sampah di TPA = 6,7 % (Hasil Pengukuran) Tahapan Peningkatan Pelayanan = 3,56 % (Hasil Perhitungan) Kadar air dalam sampah di TPA = 59,82 % (Hasil Pengukuran) Komposisi Sampah di TPA = 78,53 % mudah terurai (Hasil Pengukuran) Estimasi Timbulan Gas (dengan Metode Segitiga) : a. Hasil estimasi timbulan gas. (CH4dan CO2, th. 2020 12,84 jt m3 (/tahun) b. Perbandingan CH4 dan CO2 : - Sampah Mudah Terurai = 52% ; 48 % - Sampah Tidak Mudah Terurai = 59% ; 51% a Hsletmsi b lnln imk 4 m3/hari( ia a dt .2 2 sa ei az n eo eai . ai si aitm ua i d a s1 2 dcpip h 0 6atktg o abr prs) Keterangan : Tata Cara Perencanaan TPA Sampah*) Perhitungan :

KESIMPULAN (2) Berdasarkan kajian penetapan lokasi TPA tahap I dan penerapan sistem controll landfill dalam penerapan TPA Gangga dapat diterapkan dengan pertimbangan : 1. Aspek teknis, perlu pengaturan lahan efektif pada areal penimbunan sampah seluas 4,2 Ha menjadi : Zona I : 5.400 m2 (90 m x 60 m) Zona II : 5.400 m2 (90 m x 60 m) Zona III : persiapan 1. Perlu pengadaan Instalasi Pengolah Air LIndi dengan memanfaatkan kolam lindi yang ada dan penyesuaian kapasitas instalasi dengan debit air lindi maksimal sebesar 1,64 liter/detik 1. Analisis aspek lingkungan dengan pengujian terhadap sampling air tanah disekitar lokasi TPA menunjukkan bahwa kegiatan pengelolaan sampah di TPA Gunung Panggung sampai saat ini tidak memberikan dampak negatif terhadap air tanah setempat.
15

ANALISIS ASPEK PEMBIAYAAN


1. 2. Biaya Investasi = Rp. 3.294.018.769 Biaya Operasional dan Pemeliharaan = Rp. 445.665.287/tahun - 30 % dari hasil retribusi jasa perdagangan (Non Rumah Tangga) - 30 % dari hasil retribusi pelayanan rumah tangga - Subsidi APBD Kab Tuban, dari pos Belanja Langsung Sharing dengan APBN, Rp. 600 juta (Dokumen RPIJM Kab Tuban Tahun 2010-2014) 1. Hasil perhitungan :

3. Sumber Pembiayaan :

SNI-03-3242-1994 tentang Tata Cara Pengelolaan Smademk a) a phi r ui n p m

No 1 2 3 4 5

Uraian BCR NPV IRR BEP PBP

Kelayakan IRR > DF = 15,00*) Positif Kembalinya Modal Lamanya proyek

Hasil Perhitungan 16,34 > 15,00 *) HSPK KLU Th 2010 Rp. 44.947.565 Rp /kompos Tahun 12

KESIMPULAN (2) 4. Hasil analisis pembiayaan menunjukkan bahwa NPV sebesar Rp. 44.947.565,00 dicapai pada akhir tahun investasi (2019) dengan biaya investasi pada tahun 2011 sebesar Rp. 3.294.018.769,00, biaya Operasional dan Pemeliharaan sebesar Rp. 445.665.287,00 / tahun dengan sumber pendapatan retribusi, dana APBD Kabupaten Tuban dan sharing APBN. 1. Dengan nilai discount factor 15 %, tercapai nilai Internal rate of return (IRR) sebesar 16,34 %, menunjukkan bahwa pengelolaan TPA Gunung Panggung menuju sistem Sanitary Landfill dapat dilaksanakan.

15

Lokasi TPA Gangga ditetapkan berdasar SK Bupati No. 134/46/DPPKAD/2011 tanggal 07 April 2011 terletak di Dusun Jugil, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga seluas 41.972 m2.

Zona inti - Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) adalah tempat untuk memroses dan
mengembalikan sampah ke media lingkungan secara aman bagi manusia dan lingkungan

Zona budi daya terbatas adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk
dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan.

Zona penyangga adalah zona yang berfungsi sebagai penahan untuk mencegah atau
mengurangi dampak keberadaan dan kegiatan-kegiatan TPA terhadap masyarakat yang melakukan kegiatan sehari-hari di kawasan sekitar TPA, dalam segi keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan. akibat dan gangguan-gangguan misalnya bau, kebisingan, dan sebagainya.

KEBUTUHAN DATA DAN TAHAPAN PERENCANAAN TPA


KEBUTUHAN DATA: DATA UMUM KONDISI LOKASI PEKERJAAN DATA SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH SECARA UMUM DATA PEMEROSESAN SAMPAH AKHIR EKSISTING DATA LOKASI RENCANA TPA
PERENCANAAN: 1. Tapak TPA 2. Konstruksi Dasar TPA 3. Metode Pemerosesan Akhir 4. Kapasitas Lahan 5. Sarana & Prasarana TPA meliputi: meliputi: a) Fasilitas umum b) Fasilitas perlindungan lingkungan Pengumpulan dan pengolahan lindi Ventilasi gas Penutupan tanah Kebutuhan alat berat Sumur uji Zona penyangga Fasilitas penunjang