Anda di halaman 1dari 53

PRESENTASI KASUS

STATUS MAHASISWA BAGIAN NEUROLOGI RSUD dr. SLAMET GARUT IDENTITAS


Nama Umur Jenis kelamin Alamat Pekerjaan : : : : : Tn. A 60 th Laki-laki Tarogong kidul Petani

Suku Bangsa : Status Perkawinan : Agama : Pendidikan : No. CM : Tanggal masuk RS: Tanggal keluar RS :

Sunda Menikah Islam SMA 01459951 27 12 - 11 11 -1 - 12

ANAMNESA

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG (rps)

Riwayat Penyakit Dahulu

OBJEKTIF
Status Praesens Kesadaran : GCS : Tekanan darah: Nadi : Heart Rate : Pernapasan : Suhu : Kepala : Leher : CM E4M6V5 140/90 mmHg 84 x/menit 84 x/menit 20 x/menit 36,5 C dbn dbn

Status Interna

Inspeksi: Datar Auskultasi: BU (+) Perkusi: Timpani di ke 4 kuadran abdomen, abdomen ps/pp : -/ Palpasi: NT/NL : /-, hepar, lien tidak teraba

STATUS NEUROLOGIS

Nervus kranialis

N. III (okulomotorius)

Sela mata : Simetris Pergerakan bulbus : Dalam batas normal Strabismus : (-) Nistagmus : (-) Eksoftalmus : (-) Pupil : Besarnya : 2 mm Bentuk : simetris bulat isokor Reflek cahaya : +/+ Reflek konsensual : +/+ Reflek konvergensi : Tidak dilakukan Melihat kembar : (-)

N. IV (troklearis)

Pergerakan mata Sikap bulbus Melihat kembar

: Ke bawah dan ke dalam (+) : Simetris : (-)

Anggota gerak atas

Motorik Pergerakan Kekuatan Tonus Atrofi Reflek Biceps Triceps Sensibilitas Taktil Nyeri Suhu Diskriminasi dua titik Lokalis Getar

: dbn : +/+ : 5/5 : Normal : (-) : / : / : Baik : Baik : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan

RESUME

riwayat terjatuh

riwayat memikul barang berat

Riwayat hipertensi (+),

Kesadaran GCS Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu Kepala Leher

: : : : : : : :

CM E4M6V5 140/90 mmHg 84 x/menit 20 x/menit 36,5 C dbn dbn

Jantung : BJ I & II murni reguler, Murmur (-), Gallop (-). Paru-paru: VBS kanan=kiri, rh (-/-), wh (-/-). Abdomen: dbn

Rencana diagnosis
Foto Rontgen vertebra lumbosakral AP / Lateral Pemeriksaan EMG (Repetitife stimulation test)

Rencana terapi
Terapi Umum

Rencana terapi 2
Therapi khusus

Rencana edukasi
Minum obat secara teratur

Pemberian infus RL A (Airway), B (Breathing), C (Circulation)

Analgetik

Hindari aktivitas fisik berat yang berlebihan

Pemeriksaan Laboratorium

Menjaga keseimbangan cairan elektrolit

Muscle Relaxan

Anti konvulsi Pemeriksaan MRI Keseimbangan nutrisi Istirahat yang cukup Operatif jika perlu

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Laboratorium 1. HEMATOLOGI Darah Rutin Hemoglobin 12,8 g.dL Hematokrit 41 % Lekosit 10.000/mm3 Trombosit 236.000/mm3 Eritrosit 4,54 juta/mm3 Laju Endap Darah 55/70 mm/jam 2. KIMIA KLINIK AST (SGOT) ALT (SGPT) Ureum Kreatinin Glukosa darah sewaktu

(13,0 -18,0) (40-52) (3.800-10.600) (150.000-440.000) (3,5-6,5) (0-10)

62 U/L 43 U/L 33 mg/Dl 0,87 mg/dL 108 mg/dL

(s/d 37) (s/d 40) (15-50) (0,7-1,2) (<140)

Rontgen

keadaan berhubungan dengan ggg fungsi n struktur radiks akbt proses patologik yg dpt mengenai 1/> radiks saraf dgn pola ggg bsft dermatomal

LUMBAL

RADIKULOPATI

TORAKAL

CERVICAL

Vertebra plg besar

Tdd 5 ruas Struktur padat

Arkus neuralis dan korpus

Pedikel, proc transversus Proc. Artikularis Proc. spinosus

Diskus intervertebralis

Shock absorber Bila ruptur menekan radiks

Gbr. Diskus intervertebralis pot. aksial

Verterbra

lumbalis
memiliki beban

Gerak vertebra L4/L5 dan L5/S1 lebih leluasa

degenerasi nucleus pulposus (posterolater al)

Neoplasma tulang

Spondilolisis dan Spondilolitesis

Tumor medula spinalis

Stenosis spinal

HNP

Radikulopati lumbalis

skoliosis

NYERI YG MENJALAR

REFL.TENDON

PARESTESIA POLA DERMATOM

GEJALA

KELEMAHAN OTOT

HIPESTESIA POLA DERMATOM

POLA DERMATOM

KARAKTER NYERI, DISTRIBUSI DAN PENJALARA N

GANGGUAN PENC,BERKE MIH

ANAMNESA

ADANYA PARESTESIA

GANGGUAN MOTORIK

PEMERIKSAAN FISIK

Gangguan sensorik (hipesthesia atau hiperesthesia) Gangguan motorik (pemeriksaan kekuatan otot, atrofi, fasikulasi, spasme otot). Perubahan refleks. Pemeriksaan panggul dan rektum

PEMERIKSAAN LAIN
TES PATRICK TES KONTRA PATRICK NERVE PRESSURE SIGN Test Viets dan Naffziger

Pem. penunjang

Rontgen

MRI/CT scan

Mielografi Nerve Concuction Study (NCS), dan Electromyography (EMG) LAB

INVASI NON BEDAH

Blok saraf dengan anestetik lokal. Injeksi steroid (metilprednisolon)

INDIKASI BEDAH
Skiatika dengan terapi konservatif selama lebih dari 4 minggu : nyeri berat / intractable / menetap / progresif. Defisit neurologik memburuk. Sindroma kauda. Stenosis kanal : setelah terapi konservatif tidak berhasil. Terbukti adanya kompresi radiks berdasarkan pemeriksaan neurofisiologik dan radiologik.