Anda di halaman 1dari 18

WADUK

Ulfa Fitriati

PERENCANAAN WADUK
Fasilitas tampungan yang dibuat untuk menampung air selama debit tinggi dan mengeluarkan nya pada saat dibutuhkan Menampung air pada saat2 debit tinggi untuk digunakan pada saat2 debit rendah Modifikasi dari distribusi air menurut alam dan menciptakan distribusi air buatan

Definisi

Fungsi

Tugas

PERENCANAAN WADUK

Data

Sekunder: Data2dari instansi terkait Primer : Percobaan lapangan,pengukuran, sampling dan analisis laboratorium

Feasibility

Kelayakan teknik Kelayakan ekonomi Kelayakan sosial

PERENCANAAN WADUK
Kelayakan Teknik : 1. Lokasi bendungan untuk menciptakan waduk volume tampungan yang besar dengan bendungan yang pendek. 2. Kekuatan konstruksi bendungan bahan bendungan dan kondisi geologi maupun mekanika tanah, serta ketersediaan material setempat. 3. Kelayakan hidrologis Ketersediaan air di sungai dan kelayakan sedimentasi.

PERENCANAAN WADUK
Waduk ekaguna (single purpose)
Waduk khusus satu penggunaan

Waduk serbaguna (multi purpose)


Irigasi PLTA Pengendalian Banjir Tempat rekreasi

KARAKTER FISIK WADUK

Volume Hidup

Volume Mati

Tinggi Muka Air Minimum

Tinggi Mercu Bangunan Pelimpah

Tinggi Muka Air Maksimum

KARAKTER FISIK WADUK


Kurva hubungan antara elevasi, volume tampungan dan luas permukaan genangan sangat penting untuk perencaan misal menentukan elevasi mercu bangunan pelimpah dan elevasi kepala bendungan, juga untuk membuat penelusuran banjir melewati waduk bahkan untuk perhitungan ketersediaan air waduk untuk melayani kebutuhan musim kering. Besarnya tampungan yang diperlukan tergantung pada : 1.Variabilitas aliran sungai 2.Besarnya kebutuhan 3.Tingkat keandalan yang diinginkan

MENENTUKAN VOLUME WADUK


1. Mass Curve Diagram 2. Metode Waitt (1945) 3. Residual Mass Curve 4. Analisis Simulasi 5. Dincer 6. dll Ripple (1983)

MENENTUKAN VOLUME WADUK


Salah satu bentuk persamaan tampungan yang sering digunakan untuk simulasi operasi waduk dengan periode bulanan : Sj = S (j-i) + Q j + Rj (A) Ij Ej (A) Oj Spj (A)
Keterangan : Sj = tampungan waduk pada akhir bulan ke-j S(j-i) = tampungan waduk pada akhir bulan sebelumnya Qj = debit masukan ke waduk pada bulan ke-j Rj (A) = hujan yang jatuh ke waduk pada bulan ke-j sebagai fungsi luas permukaan air di waduk Ij = pengambilan air dari waduk pada bulan ke-j Ej (A) = penguapan dari waduk pada bulan ke-j sebagai fungsi luas permukaan air di waduk Oj = spill sebagai outflow melewati bangunan pelimpah, bulan ke-j Spj(A) = rembesan air keluar dari waduk dalam bulan ke-j sebagai fungsi luas permukaan air di waduk

SEDIMENTASI WADUK
Setiap sungai baik sedikit ataupun banyak akan mengangkut bahan sedimen. Bahan sedimen yang diangkut sungai dapat berupa lumpur tersuspensi (suspended sedimen), maupun butir-butir tanah, pasir, kerikil atau benda padat lain sebagai benda terangkut sepanjang dasar sungai (bed load). Benda padat yang terangkut aliran di sungai banyak yang memiliki berat jenis butiran di atas 2,0. Pada air yang mengalir dengan kecepatan tertentu, bahan-bahan sedimen dapat terangkut. Pada saat air yang membawa sedimen mencapai waduk, kecepatan air dan turbulensi aliran menjadi sangat berkurang. Akibat pengurangan kecepatan dan turbulensi, bahan-bahan sedimen yang diankut aliran air mengendap pada dasar waduk.

SEDIMENTASI WADUK
Pengendapan bahan sedimen pada dasar waduk terdistribusi menurut jenis sedimen dan pola gerakan air setelah memasuki waduk. Butir2 sedimen yang besar pada umumnya terendapkan pada bagian hulu waduk, sedangkan butir2 kecil masih tersuspensi dan terendapkan pada bagian hilir waduk. Bahkan butir2 yang sangat kecil melintasi waduk dan keluar dari waduk beserta aliran air yang memasuki sungai bagian hilir waduk.

SEDIMENTASI WADUK
Ilmu transport sedimen digunakan untuk pedoman pengumpulan data dan melakukan hitungan perkiraan laju sedimentasi pada waduk. Karena endapan sedimen secara akumulasi makin lama makin banyak, waduk akhirnya dapat penuh dengan endapan sedimen. Sebelum waduk benar2 penuh dengan endapan sedimen, akumulasi sedimen pada suatu saat telah menyebabkan waduk tidak berfungsi secara memadai. Pada keadaan inis ering dikatakan waduk telah mati.

SEDIMENTASI WADUK
Dalam perencanaan waduk, tinjauan usia fungsional waduk dari segi tinjauan laju sedimentasi harus dianalisis. Analisis ini akan membuat perkiraan dan menyimpulkan usia fungsional waduk sebagai landasan analisis ekonomi pembuatan waduk, atau landasan evaluasi waduk-waduk yang telah dibangun. Untuk penyelesaian masalah sedimentasi pada waduk, hal yang umum dilaksanakan adalah menyediakan sebagian dari volume tampungan waduk untuk tampungan endapan. Laju sedimentasi pada waduk dipengaruhi kondisi tangkapan daerah hulunya. Laju sedimentasi tersebut dipengaruhi oleh tipe tanah, kemiringan daerah, penutupan vegetasi, karakter hujan dan tata guna lahan.

ROUTING (PENELUSURAN)
Routing hidrograf banjir melewati waduk dengan keluaran air dari waduk berupa buangan air melalui bangunan pelimpah. Rumus dasar yang digunakan adalah rumus kontinuitas : dt dt = ds = inflow rerata pada periode dt = outflow rerata pada periode dt dt = periode (waktu) sebagai interval untuk dekritisasi hitungan ds = perubahan tampungan selamaperiode dt yang sedang ditinjau Hitungan routing hidrograf banjir melalui bangunan pelimpah biasanya dilakukan dengan suatu prosedur yang menggunakan iterasi cara Newton Raphson.

BEBERAPA ASPEK DALAM MASALAH WADUK


1. Aspek gelombang air di permukaan waduk Gelombang air timbul akibat tiupan angin, hal ini perlu dipertimbangkan dalam membuat hitungan stabilitas perlingdungan tebing di tepi waduk 2. Pembersihan waduk pasca pembangunan Sebelum diadakan pengisian tampungan perlu diadakan pembersihan waduk, yaitu penebangan dan pengambilan pohon2 serta semak2 di daerah genangan. Secara ekonomi, pekerjaan pembersihan ini cukup mahal dan tidak boleh diabaikan. 3. Rembesan dan bocoran dari waduk Pada keadaan tertentu, selain kerugian akibat kehilangan air tampungan, bocoran juga dapat merusak kestabilan bebrapa konstruksi banguan sekitar waduk.

PEMILIHAN LOKASI WADUK


1. Tempat yang cocok harus ada dan kerap kali tergantung pada faktor-faktor ekonomi, sosial, dan politik (pemerataan pembangunan). 2. Biaya pemindahan penduduk, pemindahan jalan, jalan kereta api, dan sebagainya haruslah tidak teramat mahal. 3. Kapasitas waduk harus memenuhi suatu sasaran yang akan dicapai. 4. Waduk yang dalam lebih disukai dari pada yang dangkal dan luas, sehingga biaya pembebasan tanah murah. 5. Sedapat mungkin tidak memilih tempat yang memiliki laju sedimentasi yang tinggi. 6. Kualitas air harus memenuhi kriteria yang ditentukan.

PERSOALAN PEMBANGUNAN WADUKWADUK BESAR


1. Memerlukan lahan luas di hulu, baik untuk bangunan waduk sendiri beserta jaringan saluran induknya, maupun kawasan lindungnya. 2. Masalah berkaitan dengan pemindahan penduduk secara besar-besaran. 3. Timbulnya ketimpangan daerah hulu dan hilir. 4. Waduk dapat menimbulkan dampak yang merugikan lingkungan hidup. 5. Pembuatan waduk telah menghilangkan sebagian hutan di daerah hulu.

AMDAL WADUK
EI (Environmental Inventory)

EIA (Environmental Impact Assestment)

EIS (Environmental Impact Statement)