Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFLASI DAN PENGANGGURAN DI INDONESIA

OLEH : MUNZIR PHONNA NIM : 0821886300048

PROGRAM STUDI ILMU EKONOMI

BAB I PENDAHULUAN Angkatan kerja yang bertambah dengan cepat tanpa diimbangi oleh tambahan kesempatan kerja yang memadai akan membawa beban bagi perekonomian, karena sebagian angkatan kerja baru akan menambah jumlah pengangguran yang sudah ada. Pengangguran merupakan persoalan mendasar ketenagakerjaan Indonesia. Pertambahan angkatan kerja baru lebih besar dibanding pertambahan kesempatan kerja yang dapat diciptakan setiap tahun Berdasarkan lapangan pekerjaan pada Februari 2009, dari 104,49 juta orang yang bekerja, paling banyak bekerja di Sektor Pertanian yaitu 43,03 juta orang (41,18 persen), disusul Sektor Perdagangan sebesar 21,84 juta orang (20,90 persen), dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 13,61 juta orang (13,03 persen). Selama satu tahun terakhir peningkatan jumlah penduduk yang bekerja tertinggi terjadi pada Sektor Perdagangan, Rumah Makan, dan Jasa Akomodasi yang mengalami peningkatan 1,15 juta orang diikuti oleh Sektor Jasa Kemasyarakatan dengan kenaikan 834 ribu orang. Konsentrasi penyerapan masih didominasi oleh Pulau Jawa, di mana peranan Sektor Pertanian, Industri maupun Perdagangan dalam penyerapan tenaga kerja tampak lebih tinggi dibandingkan dengan pulau-pulau lain.

Penduduk dan Tipe Kegiatan 2004-2010


No Jenis Kegiatan 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 1. Penduduk 15+ 2. Angkatan Kerja TPAK Pekerja Mencari Pekerjaan Tingkat Pengangguran 3. Bukan Angkatan Kerja Pelajar Pekerja Rumah Tangga Lain-lain 153,923,648 158,491,396 160,811,498 164,118,323 166,641,050 169,328,208 172,070,339 103,973,387 105,857,653 106,388,935 109,941,359 111,947,265 113,833,280 116,527,546 67.55 93,722,036 10,251,351 9.86 66.79 93,958,387 11,899,266 11,24 66.16 95,456,935 10932,000 10.28 66,99 67.18 67.23 67.72

99,930,217 102,552,750 104,870,663 108,207,767 10,011,142 9.11 9,394,515 8.39 8,962,617 7.87 8319779 7.14

49,950,261

52,633,749

54,422,563

54,176,964

54,693,785

55,494,928

55,542,793

11,577,230 30,877,274

13,581,943 30,619,529

13,530,160 31,977,973

13,777,378 31,989,042

13,226,066 32,770,941

13,810,846 33,346,950

14011778 32971456

7,495,757

8,432,271

8,914,430

8,410,544

8,696,778

8,337,132

8559559

Perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2009 relatif stabil walaupun masih dalam tahap pemulihan dampak melesunya perekonomian global. Kinerja perekonomian masih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal yakni krisis ekonomi global dan ketidakpastian yang tinggi seperti berbagai perubahan dinamis yang terjadi pada perekonomian dunia. Hal-hal seperti kenaikan harga pangan dan komoditi dunia dan fluktuasi harga minyak mentah di pasar internasional telah mendasari berbagai kebijakan perekonomian yang diambil baik oleh otoritas fiskal maupun otoritas moneter. Berbagai kebijakan tersebut telah memberikan dampak bagi sektor riil sebagai salah satu sektor pendorong pertumbuhan ekonomi. Terjadinya krisis financial yang melanda Amerika Serikat sehingga berdampak bagi Negara-negara sedang berkembang yang menyebabkan laju inflasi pada tahun 2008 sebesar 9,05 persen dengan IHK 921,08 persen. Inflasi sepanjang tahun 2010 hampir menyentuh kisaran 7 persen, tepatnya 6,96 persen. Tingkat inflasi ini diluar dugaan, dan meleset dari target pemerintah dalam APBN-P 2010, yang menargetkan inflasi 2010 sebesar 6 persen, penyebabnya adalah inflasi pada bulan desember 2010 yang cukup tinggi mencapai 0,92 persen.

Perumusan Masalah
Itulah sebabnya penelitian ini, mengajukan permasalahan yang dalam bentuk rumusan adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana perkembangan inflasi dan pengangguran di Indonesia. 2. Apakah pertumbuhan ekonomi yang direpresentasikan oleh pertumbuhan produk domestik bruto atas dasar harga konstan tahun 2003, laju pengeluaran pemerintah, laju suku bunga kredit dan laju jumlah uang beredar merupakan faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi inflasi di Indonesia. 3. Apakah pertumbuhan ekonomi yang direpresentasikan oleh pertumbuhan produk domestik bruto atas dasar harga konstan tahun 2003, laju pengeluaran pemerintah, dan laju upah merupakan faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi pengangguran di Indonesia

Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui perkembangan inflasi dan pengangguran di Indonesia. 2. Untuk mengetahui sejauh mana pertumbuhan PDB, laju pengeluaran pemerintah, laju suku bunga kredit dan laju jumlah uang beredar berpengaruh terhadap inflasi di Indonesia. 3. Untuk mengetahui sejauh mana pertumbuhan PDB, laju pengeluaran pemerintah dan laju upah berpengaruh terhadap pengangguran di Indonesia.

Kegunaan Penelitian
1. Memberikan masukan bagi pembuat kebijakan ekonomi makro Indonesia mengenai faktorfaktor yang mempengaruhi inflasi dan pengangguran. 2. Menemukan model sederhana dari inflasi dan pengangguran di Indonesia. 3. Menjadikan model alternatif bagi peneliti lainnya yang tertarik terhadap persoalan yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi dan pengangguran.

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN


Jumlah uang Beredar beredar

Suku Bunga

Permintaan Agregat Pengangguran Interaksi

Pengeluaran AS dan AD Pemerintah Penawaran Agregat Pendapatan Nasional Inflasi

Upah

Kerangka pemikiran faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi dan pengangguran di Indonesia

Tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam konsep inflasi adalah :

Adanya kecenderungan harga-harga untuk meningkat, yang berarti bisa saja tingkat harga yang terjadi pada waktu tertentu turun atau naik dibandingkan dengan sebelumnya, tetapi tetap menunjukkan tendensi yang meningkat. Bahwa kenaikan tingkat harga tersebut berlangsung secara terus menerus dalam beberapa waktu lamanya. Tingkat harga dimaksud adalah tingkat harga umum, berarti yang mengalami kenaikan itu adalah harga barang secara keseluruhan.

Hubungan pendapatan nasional dengan tingkat pengangguran

(+)
Tingkat Perubahan Upah Tingkat Perubahan Upah

(+)
W1

W1

o Un

o Y* Y1

U1

(-)

Tingkat Pengangguran

(-)

Pendapatan Nasional Riel

Hipotesis
Hipotesis dari penelitian adalah merupakan pengaruh dari variabel eksogen terhadap variabel endogen. Dari uraian di atas, dapatlah dirumuskan hipotesis penelitiannya adalah sebagai berikut: 1. Pertumbuhan ekonomi yang direpresentasikan oleh produk domestik bruto riil dengan tahun dasar 2003 , laju pengeluaran pemerintah, laju suku bunga kredit, dan laju jumlah uang beredar adalah merupakan faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi inflasi. 2. Pertumbuhan ekonomi yang direpresentasikan oleh produk domestik bruto riil dengan tahun dasar 2003, laju pengeluaran pemerintah, dan laju upah adalah faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi pengangguran.

BAB III METODE PENELITIAN


Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini mempunyai ruang lingkup pada sistem keseimbangan di pasar barang dan pasar tenaga kerja. Dalam proses keseimbangan kedua pasar ini dipengaruhi oleh kebijakan fiskal, kebijakan moneter dan kebijakan pendapatan. Kebijakan ini tentu dimaksudkan untuk mengatasi berbagai masalah makroekonomi, yang dalam hal ini adalah untuk mengatasi masalah pengangguran dan inflasi. Secara spesifik yang akan dianalisis adalah faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi dan pengangguran di Indonesia dengan menggunakan data runtun waktu (time series) tahun 2004-2010. Dengan melihat variablel-variabel mana yang berpengaruh secara signifikan terhadap inflasi dan pengangguran maka diharapkan diperoleh model sederhana dari faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi dan pengangguran. Sumber Data Data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data skunder, yaitu data yang diambil dari BPS, Departemen Tenaga Kerja, Bank Indonesia dan sumber-sumber lain, termasuk situs internet. Data yang dikumpulkan mencakup semua yang relevan untuk keperluan estimasi maupun untuk melihat fenomena arah pergerakan variabelvariabel yang penting