Anda di halaman 1dari 32

Jony Nur Pratomo Lutiana Dwi K Effi Setyowati Catur Fitri Anti R.

Tri Hardono K

C1C007051 C1C007052 C1C007053 C1C007054 C1C007055

Laporan untuk Manajemen Eksekutif dan Dewan

Tujuan laporan kepada manajemen seniordan dewan melalui komite audit bertujuan untuk:
y Mengkomunikasikan hal-hal yang telah

dicapai oleh audit internal (laporan aktifitas) y Menjelaskan apa-apa yang telah diamati oleh audit internal (laporan evaluasi)

Laporan untuk Manajemen Eksekutif dan Dewan

Para anggota dewan mungkin tidak akan dapat membaca seluruh laporan pemerikasaan audit internal, tetapi mereka akan sangat tertarik dengan laporan ringkasan dari seluruh kontrol perusahaan secara keseluruhan dan kinerjanya:
Ringkasan temuan-temuan audit dan kesimpulannya. Status dan kontrol internal perusahaan. Opini audit internal atas aktivitas yang telah ditelaah Temuan-temuan material yang belum diperbaiki. Tren keseriusan dan kepelikan penyimpangan yang dilaporkan . y Koordinasi antara auditor internal dengan auditor eksternal. y Resiko-resiko yang tetap tidak terjaga.
y y y y y

Faktor-faktor untuk Pelaporan kepada Komite

Serangkaian unsur-unsur yang dipercaya oleh para dirsktur dan manajemen senior seharusnya terdapat di dalam fungsi audit internal (Karen Grandstand):
y Struktur: penempatan sehingga memliki posisi yang

independen. y Manajemen, penempatan staf, dan kulitas audit: tanggung jawab seharusnya berada dibawah satu orang manajer. y Ruang lingkup: penelaahan dan pengujian seharusnya mencerminkan sifat, kerumitan dan risiko dari aktivitas yang terdapat di dalam dan di luar neraca. y Komunikasi: manajemen senior seharusnya mendukung perkembangan komunikasi secara terbuka dan pemeriksaan peramasalahan secar kritis, menciptakan kesadaran akan temuan-temuan auditora internal dan solusi dari manajemen operasional atas kecurangan kontrol internal yang diidentifikasi.

Komunikasi dengan Dewan

Persyaratan komunikasi dengan Komite Audit yang meliputi area berikut ini (SAS 61 AICPA):
y Penggelapan dan tindakan illegal. y Penyimpanagn kontrol internal. y Kebijakan-kebijakan akuntansi yang

signifikan. y Ketidaksepakatan dengan manajemen. y Kesulitan yang dihadapi dalam melaksanakan audit.

Laporan Aktivitas

Perbandingan anatara pekerjaan yang diprogramkan dengan pekerjaan yang tercapai. Jumlah dan keragaman dari aktivitas yang diaudit. Jumlah dan jenis laporan yang diterbitkan. Jumlah komunikasi lain yang dilakuakan dengan manajemen. Biaya pengoperasian departemen audit. Jmlah pengembalian dan penghematan yang dilakuakan. Status dari eksposur resiko. Jumlah dan jenis studi-studi manajemen khusus. Kuantifikasi, jika memeungkinkan, atas peningkatan jasa yang diberikan kepada unit-unit internal atau kepada orang-orang atau organisasi luar. Efektivitas dari pekerjaan audit. Kualitas dari aktivitas audit eksternal.

Produktivitas Audit
Produktivitas biasanya dianggap sebagai perbandingan antara input yang berasal dari sumber daya dan output yang berupa produk atau jasa. Hal ini mirip dengan konsep efisiensi. Tetapi, produktivitas dapat berajak lebih jauh daripada sekedar menghitung jumlah unit yang diproduksi atau jasa yang diberikan. Produktivitas juga dapat mengukur akibat dari sebuah usaha audit. Hasil merupakan output. Hasil tersebut merupakan peningkatan yang dicapai oleh organisasi atau masyarakat yang diperoleh melalui penerapan aktivitas audit.

Produktivitas Audit

Produktivitas audit sering kali disalahartikan dalam pelaporan sebagai:


y Jumlah audit yang selesai dilaksanakan y Jumlah hari kerja yang digunakan untuk

mengaudit y Pernbandingan antara jumlah biaya audit yang terjadi dengan anggaran audit y Biaya yang dihapusakan (dihemat) atau uang yang diterima

Contoh Laporan Aktivitas


Laporan aktivitas dapat diterbitkan setiap enam bulan. Pada pembukaannya menjelaskan tujuan dari departemen audit internal. Kemudian menunjukan jumlah hari audit yang dianggarkan dan telah digunakan. Manajemen senior dan dewan juga akan mendapatkan penentuan gabungan atas fungsi-fungsi audit yang ditelaah. Penentuan ini didasarkan atas opini-opini audit yang dinyatakan di dalam segmen-segmen laporan audit, satu laporan audit mungkinmencakup beberapa segmen sekaligus.

Contoh Laporan Aktivitas

Beberapa organisasi audit memberikan tambahan informasi umum berikut ini kedalam ringkasan aktivitas mereka:
y y y y y

y y

y y y

Nama-nama dan latar belakang para auditor internal Sebuah daftar tujuan pekerjaan, termasuk aktivitas-aktivitas atau organisasi baru, area-area sensitif yang hendak di audit dan hal-hal lain diluar rutinitas normal Cara-cara meningkatkan koordinasi antara pekerjaan audit internal dan eksternal Pekerjaan yang dilakukan atas pembayaran-pembayaran dan praktik-praktik yang diragukan Pekerjaan yang dilakukan atas kontrol manajemen dan akuntansi internal untuk menjamin kepatuhan terhadap ketetapan-ketetapan yang terdapat dalam U.S. Foreign Corrupt Practices Act; ketetapan-ketetapan dari Committee of Supporting Organization (COSO) dari Treadway Commission dan organisasi yang sama dinegara selain Amerika Serikat Pekerjaan atas audit yang menyangkut kesempatan bekerja yang sama dan tindakan menyetujui Alasan untuk setiap penyimpangn yang terjadi dari jadwal audit internal jangka panjang seperti pada ketidakmampuan untuk merekrut karyawan, pelatihan yang lebih besar dari anggaran atau peningkatan permintaan dilakukannya studi-studi kasus Hasil peer review atas fungsi audit internal Komentar-komentar tentang filosofi audit dan perluasan ruang lingkup audit internal di dalam perusahaan seprti evaluasi resiko, aspek-aspek lingkungan dan etika Kepatuhan terhadap persyaratan-persyaratan profesional seperti Standar

Contoh Laporan Grafik

Sebagai pendukung grafik diberikan laporan status yang menguraikan hal-hal seperti:
y Perluasan penggunaan sistem informasi dan analisis kuantitatif y Perluasan penggunaan presentasi visual kepada manajemen y Penerapan teknik-teknik manajemen untuk menyelesaikan y y y y

permasalahan manajemen Hasil studi yang menunjukanbagaimana cara mengklasifikasikan dan menyelidiki temuan sehingga dapat mengungkapkan penyeban dan dampak yang diakibatkannya Sesi pelatihan staf Aktivitas-aktivitas profesional staf seperti konferensi, presentasi dan publikasi Konferensi dengan manajemen eksekutif dan komite audit dari dewan komisaris

Contoh Laporan Grafik


y Kontak dengan auditor eksternal y Penghematan biaya y Judul dari proyek audit yang telah selesai y y y y y y

dilaksanakan Komentar tentang produktivitas audit dan pencapaian tujuan audit Diterimanya proses audit oleh manajemen dan karyawan operasional umum Contoh aktivitas audit yang positif dalam situasi darurat Proses self-evalution Aktivitas konsultasi manajemen Aktivitas forensik

Contoh Laporan Grafik

Perbandingan antara Aktual terhadap Rencana


Menunjukan hasil yang telah dicapai oleh audit dalam jumlah hari audit dan perbandingannya dengan yang diprogramkan.

Contoh Laporan Grafik

Jumlah Komunikasi Tertulis


Menunjukan jumlah komunikasi tertulis yang dilakukan, baik formal (laporan audit internal) maupun informal (memorandum audit internal), sebagai indikator pencapaian audit.

Laporan evaluasi
Apa yang dibutuhkan oleh manajemen senior adalah evaluasi yang objektif, berpendidikan dan profesional dari seluruh usaha yang telah dilakukan auditor untuk mengungkapkan pelaksanaan dari segala urusan perusahaan.

Meringkas Opini Audit


Laporan audit hendaknya menyajikan opini audit secara keseluruhan. Opini opini ini juga sebaiknya diringkas sehingga dapat memberikan indikasi kapada manjemen dan dewan mengenai kualitas kontrol maupun kinerja perusahaan menurut pandangan auditor internal.

Meringkas Opini Audit

Informasi mengenai status penyelesaian dari opini tidak wajar juga hendaknya dicantumkan. Manajemen sebaiknya diberikan penjelasan tentang:
y Persetujuan ataupun penolakan klien atas

temuan dan opini tidak wajar y Posisi klien atas koreksi dari kondisi yang menyebabkan diberikannya opini tidak wajar y Situasi dimana kondisi kondisi yang menyebabkan diberikannya opini tidak wajar telah diselesaikan y Situasi dimana terdapat kejadian kejadian yang memberatkan.

Meringkas Temuan

Ringkasan dari temuan temuan yang menyebabkan dikeluarkannya opini yang tidak memuaskan akan menunjukan dimana tindakan perbaikan sebaiknya dilakukan. Temuan dapat dibagi menjadi dua klasifikasi yaitu:
y Temuan yang berat y Temuan yang ringan

Pemetaan Tren
Tren dalam opini dan temuan temuan penyimpangan hendaknya dipetakan sehingga dapat memberikan sebuah indikasi yang bermanfaat tentang tentang kesehatan administratif perusahaan.

Meringkas Penyebab
Sistem yang baik yang dapat menentukan dan melaporkan penyebab terjadinya penyimpangan dapat memberikan bantuan yang sangat besar bagi eksekutif untuk mengambil tindakan perbaikan secara menyeluruh.

Meringkas Penyebab

Dibawah ini adalah beberapa kumpulan penyebab yang dapat dikaitkan dengan hierarki kontrol manajemen:
y Tujuan dan perencanaan yang sesuai tidak dibuat y Sumbar daya manuiusia dan bahan baku yang sesuai tidak y y y y y y y y y

diberikan Standar atau kriteria lainnya tidak ditentukan Karyawan tidak dilatih Tidak adanya sistem persetujuan Tidak adnya kontrol utama Kepatuhan terhadap standar tidak dijamin Proses yang sedang berjalan tidakl diawasi Sistem pencatatan dan pelaporan yang memadai tidak dibuat atau dipelihara Tidak ada tindakan yang dilakukan oleh manajemen saat menerima laporan Tidak ada tindak lanjut atas implementasi tindakan berkenaan dengan kekurangan kekurangan sebelumnya.

Penyebab lain yang meliputi usaha-usaha yang telah dilakukan oleh organisasi, manajer, dan masyarakat

Penyebab-penyebab ini menurut empat fungsi manajemen:


A. Perencanaan dan Pengorganisasian Kebutuhan akan adanya kontrol tidak diakui. Wewenang yang tepat tidak berkaitan. Karyawan yang memadai tidak diberikan. Prioritas yang tepat tidak diberikan. Peralatan yang memadai tidak diberikan. Cara-cara melakukan koordinasi tidak diberikan. Tanggung jawab tidak diberikan. Pelatihan yang memadai tidak diberikan. Strategi operasional tidak dirancang.

Penyebab lain yang meliputi usaha-usaha yang telah dilakukan oleh organisasi, manajer, dan masyarakat
B. Pengarahan dan Kontrol Jadwal tidak dibuat atau dipenuhi. Instruksu-instruksi yang memadai tidak diberikan. Standar-standar tidak dipenuhi. Umpan balik mengenai proses yang sedang berjalan tidak diperoleh. Tindakan perbaikan segera tidak dilaksanakan. Perhatian manajemen yang tidak memadai.

Penyebab lain yang meliputi usaha-usaha yang telah dilakukan oleh organisasi, manajer, dan masyarakat
Perhatian supervisor yang tidak memadai. Sikap manajemen atau supervisor (penolakan kontrol) Sikap karyawan. Kesalahan manusia. Kurangnya komunikasi. Keputusan manajemen untuk tidak mengambil tindakan yang diminta. Kontrol tidak diperbarui. Pelatihan dasar yang memadai tidak diberikan.

Penyebab lain yang meliputi usaha-usaha yang telah dilakukan oleh organisasi, manajer, dan masyarakat
Penyebab utama yang membuat manajemen operasional kerepotan yaitu adalah penyebab yang setelah dihilangkan akan paling lansung memperbaiki kondisi yang terjadi. Oleh karena itu mencari penyebab utama sangatlah penting untuk melihat baik tindakan yang telah diambil oleh manajemen lini untuk menghindari kondisi tersebut, memperbaiki kondisi yang dilaporkan, atau mengidentifikasikan sifat dari kekurangan yang terjadi.

Penggunaan formulir membantu auditor mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam analisis kekurangan-kekurangan bagi manajemen. Formulir ini memberikan tempat mengidentifikasikan kekurangan yang terjadi pada tujuan kontrol.

Contoh Formulir
Penyebab-penyebab Kekurangan Catatan Klasifikasi Def No Proyek No. Tanggal Laporan Area Fungsional Kekurangan: Judul Supervisor A/C

Tindakan Perbaikan:

Pernyataan Auditor tentang Penyebab yang Mendasari:

Berat Kontrol Kinerja

Ringan

Sifat

Penyebab

Komunikasi Khusus
Situasi yang tidak dapat ditoleransi mungkin terjadi jika seorang auditor internal menghadapi situasi yang serius dan tidak memperoleh dukungan dari seluruh manajemen. Jika auditor tetap yakin bahwa diperlukan suatu tindakan maka auditor harus langsung pergi ke komite audit, yapi hal ini dapat membahayakan pekerjaan auditor. Tetapi resiko ini telah menjadi resiko auditor. Di sisi lain komite audit harus sepenuhnya mendukung usaha audit dan menyatakan dengan jelas bahwa auditor adalah bagian dari manajemen perusahaan dan adanya inteervensi, baik lansung atau tidak langsung tidakdapat ditoleransi.

Laporan audit Satu Halaman


Dirancang untuk menghematwaktu para eksekutif dan anggota dewan komisaris yang sibuk, dan dapat dirancang menjadi presentasi powerpoint atau dalam bentuk tercetak.

Contoh laporan 1 halaman


Judul Audit Periode yang Diaudit Tanggal Laporan Judul Audit Organisasi Status Area yang diaudit Laporan Baik(hijau) Cukup baik(Kuning) Komentar Referensi

Auditor Kepala

Direktur Audit Internal

Beberapa peringatan
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Jumlah dan keragaman penugasan audit Jumlah laporan yang dikeluarkan. Jumlah bentuk komunikasi lain. Saran yang dilaksanakan. Konsultasi. Investigasi.

Beberapa peringatan
Peringatan-peringatan tersebut tidak berarti bahwa laporan-laporan tersebut diatas tidak valid. Yang dimaksud adalah agar auditor internal berhati-hati dalam membuat lapporan aktivitasnya sehingga justru tidak memberikan kesan yang kontraproduktif. Aktivitas mereka juga sebaiknya dipandu oleh implikasi-implikasi yang telah dijelaskan