Anda di halaman 1dari 61

ABDOMEN

Dr. Ridwan Harrianto MHSc(OM).Sp.Ok

Abdomen
Cranial : Angulus infrasternalis, batas bawah costa XII, dan discus intervertebralis V.Th XII dan V.LI Caudal : Kedua Crista iliaca, lig. Inguinale, tuberculum pubicum dan symphisis pubis

Abdomen
Dinding abdomen Cavum abdomen / cavumabdominopelvicum Viscera abdomen

Regio Abdomen

Regio Abdomen
Letak Apendix Titik McBurneys Berada di 1/3 lateral garis spinoumbilical (garis yang membentang dari SIAS kanan ke umbilicus)

Dinding Abdomen
Lapisan-lapisan dinding abdomen : Kulit : Garis Langer Fascia superficialis Fascia otot dan otot Fascia transversalis Peritoneum

Fascia Camperi : lapisan luar berupa jaringan lemak yang tebal Fascia Scarpae : lapisan dalam berupa membran tipis Lanjut ke daerah perineum, labium mayus, scrotum, penis dan tungkai atas
SCROTUM FASCIA CAMPERI TUNICA DARTOS DAN OTOT POLOS IDEM

Fascia superficialis

PENIS FASCIA SUPERFISIALIS PENIS TANPA JAR. LEMAK

PERINEUM

PAHA JAR. SUBCUTIS FEMORIS

FASCIA SCARPAE DEEP FASCIA

IDEM

FASCIA COLLES

FASCIA LATA

FASCIA BUCK

Otot-otot Dinding Anterolateral


Otot-otot lateral : M. obliquus abdominis externus M. obliquus abdominis internus M. transversus abdominis Otot-otot ventral : M. rectus abdominis M piramidalis

Otot-otot Dinding Anterolateral (2)


M. Obliquus Abdominis Externus Merupakan otot yang paling besar Arah serabut dari craniolateral ke caudomedial Di linea midklavikularis berubah menjadi Aponeurosis Bila berkontraksi akan menarik dinding depan abdomen ke sisi yang berlawanan dan membantu flexi columna vertebralis

Aponeurosis M. Obl Abd Externus


Disebelah caudomedial aponeurosis membelah menjadi dua sebelum berinsersi pada tuberculum pubicum, yaitu :  Cruz medialis : sisi medial tuberculum pubicum  Cruz lateralis : sisi lateral tuberculum pubicum Di tengah-tengah kedua cruz, terbentuk celah Annulus Inguinalis Externus Di sebelah inferior, aponeurosis menebal, membentang dari SIAS ke Tuberculum pubicum Ligamentum Inguinale

Aponeurosis M. Obliquus Externus


Di sebelah inferior, aponeurosis menebal, membentang dari SIAS ke Tuberculum pubicum Ligamentum Inguinale

M. Obliquus Abdominis Internus


Lapis kedua yang lebih tipis Arah serabut : Seperti Kipas, bagian atas serabutnya tegak lurus dengan m. obliquus externus, dari caudolateral ke craniomedial Di bagian bawah, berjalan ke arah caudomedial Di garis midklavikula berubah menjadi aponeurosis

M. Obliquus Abdominis Internus


Serabut otot yang berorigo di bagian paling medial dari lig.inguinale, menyatu dengan aponeurosis dari m. transversus abdominis membentuk CONJOINT TENDON (Falx Inguinalis) Conjoint tendon berinsersio di crista pubica dan symphisis pubis, berada di belakang annulus inguinalis externus Bila berkontraksi akan menarik dinding anterior abdomen ke arah yang sama dan membantu flexi columna vertebralis Di regio inguinalis, melanjutkan diri menjadi m.cremaster dan fascianya

M. Transversus Abdominis
Lapis paling dalam dari otot-otot anterior dinding abdomen Arah : horizontal dari lateral ke medial Batas peralihan dari otot menjadi aponeurosis Linea Semilunaris Spigelli Aponeurosis di sebelah medial bawah jg membentuk Conjoint Tendon Fungsi : Tonus ototnya untuk menahan viscera abdomen tetap di tempat saat duduk atau berdiri

Neurovascular plane
Berada di antara m. obliquus abdominis internus dengan m. transversus abdominis Struktur yang terdapat di bidang ini a.l: Nervus : nn. Intercostales 7-11, n.subcostalis, n. iliohipogastica, n.ilioinguinalis Aa.dan vv. Intercostales 7-11, subcostalis, lumbalis, circumflexa iliaca profunda

M. Rectus Abdominis
Arah : Lurus dari bawah ke atas Ditandai oleh 3-5 pita horizontalis yang disebut Inscriptiones/intersections tendinaae (1buah inscriptio tendinosus) Inscriptio tendinosus melekat erat dengan lapis anterior dari Rectus Sheath Fungsi : mengurangi hiperextensi dari columna vertebralis akibat kontraksi dari m.erector spinae M. rectus abdominis di bungkus oleh Rectus Sheath atau vagina m. recti abdominis

Rectus Sheath; dibentuk oleh aponeurosis ketiga otot-otot lateral abdomen Linea Arcuata / Linea Semicircularis Douglassi terbentuk akibat peralihan aponeurosis yang membentuk lapis posterior ke anterior Letak linea kira-kira setinggi pertengahan symphisis pubis ke umbilicus / linea interspinosus (yang menghubungkan kedua SIAS ki dan ka )

M. Rectus Abdominis

M. Pyramidalis
Otot ventral yang kecil,tidak selalu ada Ikut dibungkus oleh Rectus Sheath

Fungsi otot-otot anterolateral


Flexi columna vertebralis Menahan viscera abdomen pada tempatnya saat berdiri / duduk ( dengan meningkatkan tonus otot) Bila berkontraksi akan meningkatkan tekanan intraabdominal Pengeluaran gas/substansi dari organ thorax dan abdominopelvic co: Miksi, Defekasi, Vomitus dan Partus

Fungsi otot-otot anterolateral (2)


Membantu Expirasi paksa, bersin dan batuk Melindungi viscera abdomen : secara reflex berkontraksi bila ada aksi terhadap dinding abdomen Organ-organ yang rapuh dan mudah terkena trauma juga dilindungi oleh : Costae dan Vertebrae lumbales co : Lien dan Hepar Extraperitoneal fat yang tebal co : Ren

Linea Alba
Berkas jaringan ikat di bidang tengah abdomen Vertikal dari proc.xiphoideus sampai symphisis pubis Terbentuk dari persilangan aponeurosis-2 otot-2 dinding lateral kanan dan kiri abdomen Di setinggi V.L4 / di pertengahan terdapat Annulus Umbilicalis

Fascia Transversalis
Merupakan Deep Fascia atau pembungkus otot Melapisi bagian dalam m.transversus abdominis Fascia transversalis Bersinambung dengan fascia otot-otot abdomen lainnya Defek/lubang pada fascia transversalis Annulus Inguinalis Internus/Abdominis

Peritoneum
Merupakan membran serosa yang transparan dan kilat Terdiri dari :
Peritoneum parietalis : yang melapisi bagian dalam dinding abdomen Peritoneum visceralis : yang melapisi viscera abdomen

Peritoneum (2)
Peritoneum parietalis, perdarahan dan persarafannya sesuai dengan area dinding abdomen yang ditempelnya Peritoneum visceralis, menerima darah dan persarafan sesuai dengan viscera yang diselubunginya Ruang yang dibatasi peritoneum parietalis disebut Cavum Peritoneal

Cavum abdomen

Cavum abdomen

Cavum abdomen

Cavum abdomen

Cavum abdomen

Pendarahan Dinding Abdomen


Dilakukan oleh : Aa.intercostales 7-11 A. subcostalis Aa.lumbales (terutama a.lumbalis 1) Lanjutan a.thoracica interna Cabang-cabang a.iliaca externa Cabang-cabang a. femoralis

Pendarahan Dinding Abdomen


A. Epigastrica Superior Merupakan lanjutan dari a. thoracica interna Masuk ke bagian superior lapis posterior dari Rectus Sheath dan beranastomosis dengan a. epigastrica inferior Memperdarahi m.rectus abdominis, bagian atas dinding anterolateral abdomen dan peritoneum

Pendarahan Dinding Abdomen


Cabang A. iliaca Externa : 1. A. Epigastrica inferior Menembus fascia transversalis dan masuk ke lapis posterior Rectus Sheath sebelah inferior, beranastomosis dengan a.epigastrica superior kira-kira di setinggi umbilicus Memperdarahi m. rectus abdominis, bagian tengah dinding anterolateral abdomen dan peritoneum

Pembuluh Balik
Bagian Superficial : Sesuai dengan perjalanan arterinya Saling beranastomosis membentuk jala di bawah fascia superficialis V.circumflexa iliaca superficialis beranastomosis dengan v. thoracoepigastrica bermuara ke v. axillaris

Persarafan Dinding Abdomen


Dilakukan oleh cabang nn.spinalis T7T12 dan cabang nn.spinalis L1-L2 Cabang dari nervi spinalis thoracalis berupa: Nn. Intercostalis T7-T11 dan N. Subcostalis Sedangkan cabang dari nervi spinalis lumbalis : N. Ilioinguinalis, N. Iliohypogastrica dan N. Genitofemoralis

Gambar Persarafan dinding abdomen (1)

Regio Inguinalis
Ligamentum Inguinalis Jaringan ikat yang membentang dari SIAS ke tuberculum pubicum Dibentuk oleh bagian bawah aponeurosis m. obliquus abdominis externus.

Ligamentum inguinalis
Ruang Osteofibrotik : Anterior : Ligamentum inguinalis Posterior : Bagian dari os.coxae (SIAS-SIAIEminentia iliopectinea-Ramus ossis pubis sampai Tuberculum pubicum) Di bagi oleh ligamentum iliopectineum menjadi :
Di medial : Lacuna vasorum Di lateral : Lacuna musculorum

Ligamentum Inguinalis
Isi lacuna vasorum :
A. femoralis, V. femoralis, Nn.ll.Rossenmulleri (Anulus Femoralis)

Isi lacuna musculorum : M.iliopsoas dan N.femoralis Alat-alat tersebut berjalan dari daerah pelvis ke regio femoris melalui lacuna tersebut

Gambar lig. inguinalis

Canalis Inguinalis
Merupakan suatu saluran di regio inguinalis kiri dan kanan yang berjalan obliq ke arah caudomedial Mulai dari medial ligamentum inguinales Panjang + 4 cm Isi :
Pada Laki-laki : Funiculus spermaticus Pada Perempuan : Ligamentum teres uteri

Canalis inguinalis (2)


Mempunyai dua pintu :
Annulus inguinalis internus/abdominis : merupakan pintu masuk ke canalis, berupa celah kecil/defek di fascia transversalis, letak lateral dari a,v epigastrica inferior Annulus inguinalis externus/subcutaneus : merupakan pintu keluar dari canalis, berada di aponeurosis m.obliquus abdominis externus

Canalis Inguinalis (3)


Batas batas canalis inguinalis : Dinding posterior : Fascia transversalis dan Conjoint tendon (hanya di medial) Dinding anterior : m. obliquus abdominis externus dan m. obliquus abdominis internus (hanya di lateral) Atas : lengkungan m. transversus abdominis dan m. obliquus abdominis internus Dasar : Ligamentum inguinalis

Canalis inguinalis (4)


Terbentuk pada masa embrio oleh Processus Vaginalis Processus vaginalis adalah penonjolan peritoneum Tonjolan tersebut kemudian mendesak fascia transversalid dan otot-otot lateral abdomen di depannya untuk turun ke kantong labioscrotal,sehingga terbentuk suatu jalur yaitu canalis inguinalis

Canalis inguinalis (5)


Hal tersebut mendahului desensus testiculorum (lihat di Embriologi) Setelah testis sampai ke scrotum (saat bayi lahir) maka processus vaginalis yang berada di canalis akan berobliterasi kecuali yang berada di depan testis, membentuk tunica vaginalis yang melapisi permukaan anterior testis

Dinding Posterior Abdomen


Bila semua viscera abdomen diangkat, maka akan terlihat dinding posterior terdiri dari :
Tulang : Costae XII ki dan ka, Vv. Lumbares I-V, Bagian Iliaca dari os coxae, Promontorium Otot : bagian dari diaphragma (Crura diaphragma), M. Quadratus lumborum, M. Iliacus, M. Psoas Mayor dan M. Psoas Minor

Dinding Posterior Abdomen


M. Quadratus Lumborum : Berbentuk segiempat Origo : Pertengahan medial batas inferior costa 12 dan ujung-ujung proc. Transversalis L1-4 Insersio : Fascia thoracolumbaris dan crista iliaca Fungsi : Extensi columna vertebralis dan fiksasi costa 12 saat inspirasi

Dinding Posterior Abdomen


M. Iliacus : Berbentuk kipas Origo : 2/3 atas fossa iliaca dan os sacrum Insersio : melalui lacuna musculorum ke Trochanter minor femoris Fungsi ; flexi tungkai atas

Dinding Posterior Abdomen


M. Psoas Mayor : Origo : Proc. Transversus semua vv. Lumbales, discus intervertebralis v.th12 L5 Insersio : melalui lacuna musculorum ke trochanter minor femoris Fungsi : flexi tungkai atas, saat duduk untuk flexi truncus

Dinding Posterior Abdomen (5)


M. Psoas Minor : Berada di sebelah ventral M. psoas mayor Origo : Corpus vertebrae T12-L1 Insersio : Pecten ossis pubis Fungsi : membantn flexi trunkus