Anda di halaman 1dari 59

Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

disusun oleh: I s r i z a l

Belajar Psikoterapi

The rules is very simple, but to master is a long practice. At least how to practice it, you could train yourself. D. B. Lubis

2 asumsi dasar psikoterapi (1)


1. hanya dg memberikan terapi, dalam bentuk apapun, terapis membawa pengharapan bahwa terapi ini akan berfungsi, lalu menciptakan pengharapan yg menyerap pd diri pasien. 2. pasien kita mampu untuk berubah dan membuat pilihan tentang perubahannya.

2 asumsi dasar psikoterapi (2)


Ini adalah kepercayaan  mengenai keadaan alamiah dari manusia.  akan kemampuan manusia untuk: menjadi, belajar apa yg kita perlu ketahui dan mengambil pilihan yg bertanggungjawab berdasarkan pengetahuan itu.

Apakah tingkahlaku? (1)

Apa yg kita maksud dg perilaku? Bbrp orang menggunakan sinonim, mencakup  aktivitas,  aksi,  kinerja atau performan,  respons, dan  reaksi.

Apakah tingkahlaku? (2)

Tingkahlaku adalah apapun yang dilakukan atau dikatakan orang.  Apakah warna mata seseorang perilaku?  Apakah mengedipkan mata perilaku?  Apakah pakaian yang dikenakan seseorang tingkahlaku?  Apakah mengenakan pakaian tingkahlaku?  Jika anda menjawab:
tidak pada pertanyaan pertama dan ketiga dan ya untuk pertanyaan kedua dan ke empat, kita mempunyai pendapat yang sama.

Jenis Tingkahlaku

Perilaku overt Perilaku covert

Perilaku overt

Semua perilaku yang terlihat Ekspresi wajah, cara menirunya / mimicry Ekspresi tubuh, bahasa tubuh Bicara / speech

Perilaku covert

Cognitions Emotion

Perilaku Covert

Istilah tingkahlaku dapat juga merujuk pd Aktivitas covert (privat, internal) yang tidak dapat diamati dengan mudah atau dengan cepat oleh orang lain.


Semua tingkahlaku secara potensial dapat di observasi.

Aktivitas covert merujuk pada aktivitas yang terjadi di dalam diri seseorang dan


Oki memerlukan instrumen khusus bagi orang lain untuk mengobservasi. Berpikir dan merasa adalah tingkahlaku privat / covert

Komunikasi

2 jenis perilaku komunikasi:

perilaku verbal perilaku non-verbal

Perilaku verbal:

Kata-kata yang diucapkan (spoken words)

Perilaku non-verbal :

ketinggian (highness), kekerasan (loudness) dan intonasi suara tempo berbicara ekspresi wajah pergerakan dan bahasa tubuh

Kognitif (1)

Cognition = belief (kepercayaan), pikiran, persepsi Semua proses dimana input sensoris diubah, diturunkan, di elaborasi, disimpan, ditemukan kembali dan digunakan Proses kognitif yg dipelajari termasuk persepsi dan interpretasi tentang peristiwa lingkungan, sistem kepercayaan, sistem koding verbal dan imajinal, berpikir, perencanaan, pemecahan masalah, dll Proses ini penting untuk memahami saling hubungan antara kejadian individual dan lingkungan

Kognitif (2)

kemampuan berpikir dan memberi informasi, termasuk proses mengingat, menilai, orientasi persepsi dan memperhatikan.

Definisi Terapi Tingkahlaku / Modifikasi Perilaku


Aplikasi sistemik dari prinsip dan teknik-teknik belajar untuk mengevaluasi dan meningkatkan perilaku overt dan covert individu untuk memperkuat fungsi individu tsb.

Behaviorisme (John B. Watson,1878 1958)


Psikologi seperti dianggap oleh ahli psikologi tingkahlaku (behaviorist) adalah murni cabang eksperimental dari ilmu alam. Tujuan teoritisnya adalah prediksi dan kontrol tingkahlaku Fokus dominan psikologi berubah ke belajar daripada berpikir

Edward Thorndike (18741049)


Law of Effect: tingkahlaku yang diikuti oleh konsekuensi menyenangkan pada organisme akan diulangi, tingkahlaku yang diikuti oleh konsekuensi tidak menyenangkan akan mengecilkan hati atau membuat putus asa Law of exercise: respons apapun terhadap satu situasi, akan lebih kuat berhubungan dalam proporsi jumlah terjadinya hubungan itu dengan situasi itu, dan dengan rata-rata kekuatan dan durasi dari hubungan.

B.F. Skinner (1904 1990)(1)


Memperkenalkan konsep discriminative stimulus untuk menunjukkan bahwa kejadian eksternal, dalam pengaruhnya, mengatakan pada organisme bahwa jika ditunjukkan tingkahlaku tertentu, konsekuensi tertentu akan mengikuti. principle of reinforcement,  positive reinforcement: perkuatan kecenderungan untuk bereaksi dg berdasarkan adanya peristiwa atau kejadian (positive reinforcer)

B.F. Skinner (1904 1990) (2)


Negative reinforcement: memperkuat reaksi, tapi terjadi dg pengalihan peristiwa,sp penghentian electric shock (negative reinforcer) Tujuan positive reinforcer dan negative reinforcer: untuk meramalkan dan mengontrol tingkahlaku

Kondisioning Operan (Operant Conditioning)


Hukum Thorndike adalah sebuah contoh dari apa yg kemudian disebut operant conditioning or learning Seekor binatang membuat beberapa respons, & jika diberi hadiah dalam contoh Thorndike dg melarikan diri dan makanan respons itu adalah belajar Jika respons itu tidak diberi hadiah , respons itu berangsur-angsur akan menghilang

Kondisioning Operan (1)

Konsekuensi positif (dan negatif) yang dipersepsikan dari penggunaan heroin bervariasi sangat luas dari individu ke individu.

orang dengan riwayat keluarga penyalahgunaan zat, sebuah kebutuhan yang tinggi untuk pencarian sensasi, atau orang dengan gangguan psikiatrik yg terjadi bersamaan mungkin menemukan heroin secara khusus bersifat memperkuat.  klinisi penting memahami bahwa individu menggunakan heroin untuk alasan khusus dan penting.

Kondisioning Klasik (Classical Conditioning)


Sekali mulai dengan sebuah refleks dibangkitkan oleh bbrp stimulus innate, seperti saliva/air liur dikeluarkan oleh adanya makanan. Hubungan ini adalah antara unconditioning stimulus (US) & unconditioned response (UR) Ketika menghadirkan US sso juga menghadirkan stimulus yg tidak menimbulkan refleks disebut conditioned stimulus (CS), setelah bbrp kali dipasangkan dg US, stimulus itu juga akan menimbulkan respons yg sama, skr disebut conditioned reponse (CR)

Kondisioning Klasik (1)

Pavlov mendemostrasikan bahwa


 mengulangi

pasangan dari satu stimulus (misalnya, bel berbunyi) dengan yang lain (misalnya, menghadirkan makanan), akan mengeluarkan respons yang reliabel (misalnya seekor anjing mengeluarkan air liur).

Kondisioning Klasik (2)

Penyalahgunaan heroin mungkin dipasangkan dengan  uang atau peralatan,  tempat tertentu (bar, tempat untuk membeli zat),  orang tertentu ( teman penyalahguna zat, penjual zat),  waktu dari hari atau minggu (setelah bekerja, akhir minggu),  kondisi perasaan (kesepian, bosan) dst.

Kondisioning Klasik (3)

Akhirnya, pemaparan pada tanda-tanda itu saja mencukupi untuk mengeluarkan rasa nagih yang sangat kuat atau dorongan yang sering diikuti dengan penyalahgunaan zat.

Modeling (Bandura)

jenis ketiga dari belajar: modeling, Observational Learning / Participant Modeling belajar dg memperhatikan dan meniru orang lain Orang belajar keterampilan baru dengan mengamati orang lain dan kemudian mencoba melakukannya sendiri.

Paradigma belajar mediasional (O. Hobart Mowrer dan Neal Miller)


stimulus lingkungan tidak memulai reaksi nyata secara langsung, tapi stimulus itu melakukannya melalui proses perantara atau mediator, seperti ketakutan atau berpikir, yg disebut sbg respons internal

Penerapan paradigma belajar thd tingkahlaku menyimpang


Asumsi: tingkahlaku abnormal dipelajari dg cara yg sama dg tingkahlaku manusia yg lain Meminimalkan pentingnya faktor biologis, & memusatkan perhatian pada menjelaskan proses belajar yg dianggap membentuk tingkahlaku maladaptif. Kritik: abnormalitas belum dg meyakinkan menemukan pengalaman belajar tertentu

Albert Ellis

Ia adalah seorang psikolog Amerika terkenal yang mengembangkan Rational Emotive Therapy (RET) di tahun 1950 an; dan tahun 1994, Ellis mengganti nama RET menjadi Rational Emotive Behavior Therapy (REBT). Menurut pendekatannya, kecenderungan manusia sedemikian bahwa seseorang selalu ingin untuk tetap bahagia dan gembira, tapi kehidupan tidak mengizinkan hal ini.

Albert Ellis

Ellis lebih jauh menyatakan bahwa bukan hanya kejadian dan keadaan, tapi proses berpikir dan kepercayaan dari orang itu terhadap kejadian yang membawa perasaan sedih atau dukacita.

Albert Ellis

Ide ini diucapkan kira-kira 2000 tahun lalu oleh Epictetus filsuf Yunani, yang kata-kata terkenalnya memberi ilustrasi kepercayaan ini,  "Men are disturbed not by events, but by the views which they take of them". Albert Ellis lebih jauh menyatakan bahwa proses berpikir kognitif dari seorang manusia dikontrol lebih oleh kepercayaan, yang paling banyak ia percaya menjadi irasional.

Albert Ellis
Kepercayaan ini juga dikenal sebagai The Three Basic Musts, yang mencakup perasaan akan:

bagaimanapun juga harus melakukan dengan baik (must do well at any cost" (membawa pada simtom ansietas dan depresi), harus diperlakukan secara jujur seperti diharapkan oleh tabiat atau sifat menusia (must be treated fairly as expected by human nature) (membawa pada kemarahan dan perilaku pasif agresif lain) dan harus memperoleh apa yang diharapkan (must get what is expected) (membawa pada penundaan / procrastination dan kasihan pada diri sendiri/ self pity).

Albert Ellis

Tambahan ia juga menyatakan tentang rasa akan perselisihan/percekcokan pikiran, tilikan / insight dan penerimaan terhadap situasi sebagai segi-segi perilaku dari kepribadian manusia.

Aaron Beck

Di tahun 1960 an, Aaron Beck, seorang psikiater terkenal dengan latarbelakang pendidikan di training psikoanalitik, lebih jauh mengeksplorasi arena yang tidak tersentuh dari kepribadian manusia, seperti depresi dan procrastination.

Aaron Beck

Jika Ellis dianggap pendiri dari teori perilaku kognitif, Aaron Beck mengambil satu langkah lebih dulu dan mengeksplorasi lebih banyak ke dalam teori ini dan memajukan terapi perilaku kognitif untuk mengobati pasien dari depresi dan ansietas.

Aaron Beck

Ia menyataan bahwa kerapkali, orang cenderung untuk menderita dari depresi dan gangguan ansietas karena asesmen negatif mengenai diri mereka sendiri yang terbentuk lebih dulu. Asesmen seperti itu dapat dihubungkan pada berbagai alasan seperti trauma mental, berjarak secara sosial, tidak ramah, berjarak dalam perasaan, dan harga diri rendah.

Aaron Beck

Teori nya telah digunakan untuk menemukan terapi perilaku kognitif modern. Untuk memperoleh pemahaman komprehensif pada teori Beck, harus membaca The Cognitive Theory of Depression oleh Aaron Beck. Anda dapat juga memperoleh sebuah ide singkat tentang hal yang sama dengan memeriksa teori perilaku kognitif Aaron Beck.

Albert Bandura
Sejarah dari teori perilaku kognitif tetap tidak lengkap tanpa menyebutkan Albert Bandura, psikolog dari Canada yang telah memberi input yang berharga pada teori perkembangan kognitif. Teori perilaku kognitif pada manusia sebagian besar berkisar disekitar observasi, perhatian dan memori. Ia lebih jauh menyatakan bahwa seseorang mengembangkan instinknya, inteligensi dan kepercayaan dari pemetaan pikiran kognitif (cognitive mind mapping) termasuk observasi dari lingkungan di sekitar nya.

Albert Bandura

Katakan, seseorang mengobservasi sebuah kejadian. Jika ini menarik, ia memberikan perhatian penuh pada kejadian itu dan lalu menyimpan kejadian itu di memorinya jika ia menemukan hal itu menarik. Melalui observasi terjadi peniruan perilaku. Teori Albert Bandura pada perilaku kognitif telah terbukti realistik. Di tahun 1977, Albert Bandura di hormati sebagai bapak teori kognitif.

Paradigma Kognitif

kognitif:
    

merasa (perceiving), mengenal, mengakui (recognizing), memahami/ menyusun (conceiving), menilai/mempertimbangkan (judging), & penalaran, pemikiran, pertimbangan (reasoning).

memusatkan perhatian pada cara orang menyusun pengalamannya, bgm memberi pengertian tentang itu, mengubah stimulus lingkungan ke dalam informasi yg dapat berguna

Paradigma Kognitif

Tingkahlaku = stimulus + interpretasi Kritik: memusatkan perhatian pada penentu saat ini, bukan riwayat yg mendahuluinya. memberi keterangan sedikit pd etiologi gangguan mental

Paradigma belajar dan paradigma kognitif


Pertumbuhan bidang terapi perilaku- kognitif menyebabkan kita ragu, karena peneliti atau terapis mempelajari saling mempengaruhi yg kompleks antara kepercayaan, harapan, persepsi, dan sikap di satu pihak dan tingkahlaku nyata di pihak lain. Terapis yg memihak terapi perilaku- kognitif bekerja pd taraf perilaku dan kognitif dan, dan menggunakan konsep kognitif dan mencoba mengubah kepercayaan dg makna verbal, juga menggunakan prosedur perilaku untuk mengubah tingkahlaku secara langsung

Terapi Kognitif (1)

Tujuan:  Perubahan mendasar pd kognisi pasien  Mencapai perubahan yg diinginkan pd tingkahlaku pasien dg mengubah pola berpikir, kepercayaan, sikap, dan opini  Menolong pasien mengatasi kesulitannya dg menghapuskan cara berpikir dan tingkahlaku lama yg tidak diinginkan dan menggantinya dg tingkahlaku serta proses berpikir baru yg lebih konstruktif.

Terapi kognitif (2)

Menggambarkan perkembangan tingkahlaku adaptif dan tingkahlaku tidak adaptif dalam pengertian proses kognitif.
   

Usaha terapeutik: proses kerjasama dan pendidikan Menggunakan bbg prosedur, disebut kognitif dan perilaku Relatif berlangsung dalam jangka pendek Berusaha menjelaskan perubahan dalam terapi terutama sbg proses kognitif Melakukan pengujian akademis dari teori dan prosedur, termasuk evaluasi empiris

Asumsi teoritis utama terapi kognitif


Individu menafsirkan dan bereaksi pada peristiwa dipandang dari segi arti atau makna yang dirasakannya. Tingkahlaku manusia dihubungkan oleh kognisi Kepercayaan, pengharapan, dan sikap mempengaruhi perilaku kita.

Asumsi teoritis kedua terapi kognitif


Defisiensi kognitif dapat menyebabkan kekacauan emosional. Mengikuti asumsi ini maka fokus utama terapi adalah perubahan mendasar pada kognisi pasien. Peterapi kognitif mempercayai bahwa kesalahan dalam berpikir merupakan penyebab dari masalah-masalah perilaku dan emosional, dan fokus utama dari terapi kognitif adalah mengubah berpikir yang salah.

3 proses kognitif (Craighead & Craighead)


Atribusi (attribution) Terapi kognitif Pemecahan masalah

Atribusi

Menunjuk pada penjelasan dan persepsi tentang penyebab dari peristiwa tertentu Peran atribusi dalam perubahan klnis sangat menarik karena ini menunjukkan pentingnya kognisi atau pikiran berkenaan kejadian yg diobservasi Pentingnya kognisi tampak ketika sst kejadian lingkungan khusus menerima interpretasi berbeda dari orang yg berbeda

Coping

Cara-cara yg digunakan untuk beradaptasi thd stres kehidupan sehari-hari, mencakup keseluruhan penyimpanan kemampuan manusia perubahan tingkahlaku, pikiranpikiran, perasaan-perasaan, pengolahan informasi, belajar, mengingat, dll.

Konsep penting dalam Cognitive Behaviour Therapy (CBT)


Sebuah konsep penting dalam CBT adalah bahwa anda merasa sesuai dg cara anda berpikir. Oleh karena itu, CBT berfungsi pd prinsip bahwa anda dapat hidup lebih bahagia dan produktif jika anda berpikir dg cara yg sehat.

Menekankan makna yang anda beri pada kejadian


Makna yang anda berikan pada kejadian mempengaruhi respons emosional anda pd kejadian itu. Kejadian positif secara normal membawa pd perasaan positif ttg kebahagiaan atau kegembiraan. Kejadian negatif secara khusus membawa pd perasaan negatif sp kesedihan atau kecemasan.

Memahami bagaimana pikiran anda membawa pada emosi dan perilaku

Gambar 1 Model CBT


Kejadian
Pikiran mempengaruhi mempengaruhi

Perilaku mempengaruhi Hasil

Perasaan (emosi dan fisik)

Triad - 123

2 Apa yg kita katakan pd kita sendiri (berdasarkan pd kepercayaan atau pengalaman masa lalu)

Persepsi

1 Kejadian atau situasi

3 Respons emosional & Respons perilaku

Contoh bicara pada diri sendiri (1)

Bicara pd diri Anjing saya adalah teman yg bisa dipercaya bahagia Anjing selalu senang melihat saya

Perasaan Senang,

Perilaku Kris

Ada seekor anjing Perasaan takut

Bicara pd diri

Contoh bicara pd diri sendiri (2)


Anjing jahat. Anjing menggonggong dan menggigit mencakar, mengais-ngais, menjilat anda. Saya belum pernah mempunyai pengalaman baik dengan seekor anjing. Saya ingat saya pernah digigit seekor anjing yang besar. Perilaku Robin

Pergi menjauh