Anda di halaman 1dari 35

Siri Keperibadian Muslim II

Rasulullah s.a.w Peribadi Unggul


Oleh Ustaz Suhaimi bin Jairi

Penjelasan tentang pentingnya Maulid Nabi oleh

IMAM HASAN AL-HUDHAIBY


Mursyid Am Ikhwanul Muslimin Ke-2 dalam risalah FII DZIKRIL MAULID

KENAPA
Umat Islam terdahulu tidak melakukan peringatan Maulid, Isra Miraj, Nuzulul Quran, dan sebagainya?

Kerana
MEREKA TIDAK MEMERLUKANNYA. Kenapa? 1. Mereka HIDUP sehari-hari bersama seluruh manusia yang merealisasikan kebaikan risalah Nabi SAW 2. Mereka MEMAHAMI makna ayat (33:45-46)

3. Mereka MEMAHAMI makna hadits:

Kita?
KITA benar-benar sudah 1. MELUPAKAN misi Nabi SAW 2. MELUPAKAN bahwa Nabi SAW adalah rahmat dan petunjuk untuk seluruh manusia Maka KITA MEMERLUKAN untuk mengadakan peringatan-peringatan hari besar Islam, termasuk maulid

Siapa rasul?
Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (AtTaubah [9]: 128).

Tugas kita
Mari kita melihat dan mengkaji:

Keperibadian Rasulullah yang unggul.

Apa kata bukan Islam


MAHATMA GANDHI (YOUNG INDIA) Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad;

Sir George Bernard Shaw (The Genuine Islam, Vol. 1, No. 8, 1936.) Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang diperlukan dunia:

MICHAEL H. HART (THE 100: A RANKING


OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS IN HISTORY, New York, 1978) Jika keagungan

sebuah tujuan, kecilnya fasiliti yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi ukuran kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad?

Apa kata Islam


Demi sesungguhnya, adalah bagi kamu pada diri Rasulullah itu contoh ikutan yang baik. (Al-Ahzab: 21)

Dan bahawa sesungguhnya engkau mempunyai akhlak yang amat mulia. (AlQalam: 4),

Apa kata isteri


Kata Khadijah r.ha: Bergembiralah. Allah sekali-kali tidak akan mengsengsarakan engkau, kerana engkau seorang yang menghubungkan silaturrahim, engkau benar dalam berkata-kata, engkau memberi makan orang yang kelaparan, engkau melayani tetamu dan engkau menolong orang dalam perkara yang baik.

Kata Aisyah r.ha:

"Bahawa akhlak Nabi ialah AlQuran . "

Kata musuh
Walid al-Mughirah: Kata-katanya demikian murni dan indah, membuat berkesan di hati, sehingga seorang anak rela berpisah dari orang tuanya, orang tua rela berpisah dari anak-anaknya, seorang isteri rela berpisah dari suaminya dan seseorang rela berpisah dari saudaranya.

Mencontohi Keperibadian

Katakanlah (wahai Muhammad): "Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutilah daku, nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. (Ali-Imran: 31)

Seruan Rasulullah
"Wahai orang-orang yang beriman, sebarkanlah salam, berilah makan, hubungkanlah silaturrahim, tunaikanlah solat pada waktu malam pada ketika orang sedang tidur, nescaya anda akan masuk syurga dalam keadaan aman. "

Tawadhu
Dari Umar bin Kaththab: Rasululloh saw pernah bersabda, : Janganlah kamu sanjung aku sebagaimana kaum Nasrani menyanjung Isa bin Maryam as secara berlebihan. Aku hanyalah seorang hamba Allah, maka panggillah aku dengan sebutan: hamba Allah dan Rasul-Nya. (HR: Abu Daud)

Tawadhu
Dari Anas bin Malik:Suatu hari seorang
wanita datang menemui Rasululloh SAW ia mengadu kepada beliau sambil berkata: Wahai Rasululloh, saya memerlukan sesuatu dari Anda. Rasululloh SAW berkata kepadanya: Pilihlah di jalan mana yang kamu kehendaki di kota Madinah ini, tunggulah aku di sana, niscaya aku akan menemuimu (melayani keperluanmu). (HR: Abu Daud)

Sabar
Rasulullah SAW bersabda:

"Sungguh menghairankan orang yang beriman, karena segala perkara adalah kebajikan. Jika dia mendapatkan kenikmatan, dia bersyukur dan jika dia ditimpa musibah, dia sabar." (HR. Muslim)

Sabar
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang muslim menderita sakit kerana suatu penyakit dan juga lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya". (HR Bukhari dan Muslim)

Sabar
Suatu hari Aisyah RA menceritakan bahwa orang-orang Yahudi datang kepada Rasulullah SAW, lalu mereka berkata, Kehancuran atas kalian. Aisyah lalu membalasnya, Begitu juga atas kalian. Mudah-mudahan Allah melaknat dan memurkai kalian. Rasulullah SAW lalu bersabda, Tenanglah wahai Aisyah! Hendaknya kamu berlemah lembut dan jauhilah kekerasan dan ucapan kotor. Aisyah menjawab, Apakah engkau tidak mendengar apa yang mereka katakan, wahai Rasulullah? Rasulullah bersabda, Apakah engkau juga tidak mendengar apa yang aku katakan? Aku pun sudah menjawabnya, (doaku) kepada mereka dikabulkan, sedangkan (doa mereka) kepadaku tidak dikabulkan. (HR Bukhari-Muslim).

Murah hati
Tidak ada suatu haripun yang dilalui oleh seorang hamba kecuali (hari-hari) didatangi oleh dia Malaikat lalu salah satu darinya berdoa:"Ya Allah! Berikanlah ganti kepada si hamba yang menafkahkan hartanya". Manakala Malaikat yang kedua pula berdoa: Ya Allah! Berikanlah kebinasaan kepada si hamba yang bakhil in. (HR. Bukhari dan Muslim)

Pemurah
Sabda Rasulullah s.a.w.: Kunci syurga ialah menyintai orang-orang miskin. Daripada Anas katanya, Rasulullah s.a.w. adalah orang yang paling cantik, paling berani dan paling pemurah. (al-Bukhari dan Muslim)

Lemah lembut
Sabda Rasulullah s.a.w:

Sesungguhnya seorang hamba itu akan mencapai darjat orang-orang yang berpuasa serta bersembahyang malam dengan sifat lemahlembutnya.
(Hadith riwayat Tirmizi daripada Aishah

Lemah lembut
Pada suatu ketika datang seorang Yahudi menuntut hutang daripada Rasulullah s.a.w dengan berkata: "Kamu dari Bani Abd.Manaf adalah bangsa yang suka melambat-lambatkan pembayaran hutang". Ketika itu Umar bin AlKhattab ada bersama dan dia hampir-hampir memenggal leher Yahudi itu, lalu Rasulullah s.a.w berkata kepadanya: "Wahai Umar! Sepatutnya engkau menyuruhnya meminta kepadaku dengan cara yang baik dan menuntut aku juga membayar dengan baik."

Benar dan jujur


Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orangorang yang benar.(At-Taubah [9]: 119).

Benar dan jujur


Sifat benar membawa kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu membawa ke syurga. Seseorang yang sentiasa bersifat benar hinggalah dicatat di sisi Allah sebagai seorang yang benar. Dan sifat dusta itu membawa kepada kezaliman (kejahatan) dan kejahatan itu membawa ke neraka. Seorang lelaki yang sentiasa berdusta sehinggalah dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta". (Muttafaqun Alaih).

Memelihara lidah
Tidaklah dihumbankan muka manusia ke dalam neraka itu sebagai hasil tuaian (jelek) lidahnya. (HR.Tirmizi) Bukanlah dia seorang mukmin (jika) dia suka menuduh, suka melaknat, bercakap kotor dan keji. (HR. Tirmizi).

Pemalu
Iman itu mempunyai tujuh puluh cabang atau enam puluh cabang, maka yang paling utama ialah ucapan Lailaha Illallah (Tidak ada tuhan yang sebenarnya melainkan Allah) dan yang paling rendah ialah membuang duri dari jalan dan sifat malu ialah satu cabang dari iman. (HR. Baihaqi)

Pemalu
Dari Abu Said al-Khudri r.a katanya:Rasulullah s.a.w adalah seorang yang sangat pemalu, lebih pemalu dari gadis pingitan. Apabila baginda tidak menyenangi sesuatu, kami dapat mengetahuinya dari wajah baginda. (Muslim)

Pemalu
Nabi SAW bersabda: Orang yang malu kepada Allah dengan sepenuh malu adalah orang yang menjaga kepalanya dari isinya, menjaga perutnya dari segala rezeki tidak halal, selalu mengingati kematian, meninggalkan kemewahan dunia dan menjadikan perbuatan akhirat sebagai hal yang lebih utama. Sesiapa yang melakukan semua itu, maka ia telah malu kepada Allah dengan sepenuh malu.

Berani (Syajaah)
Sabda Rasulullah saw: Bukanlah dinamakan pemberani itu orang yang kuat bergusti, sesungguhnya pemberani itu ialah orang yang sanggup menguasai dirinya di waktu marah. (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Berani
Ali bin Abi Thalib ra menceritakan : "Apabila dua pasukan sudah saling bertemu dan peperangan sudah demikian sengit, kamipun berlindung di belakang Rasulullah saw, tidak ada seorangpun yang paling dekat kepada musuh daripada beliau." (HR. Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah , Shahih Muslim III / no.1401)

Berani
Al-Abbas bin Abdul Muththalib ra menceritakan perang Hunain. Ia berkata: "Ketika pasukan kaum muslimin tercerai berai, Rasulullah saw memacu bighalnya ke arah pasukan kaum kafir, sementara aku terus memegang tali kekang bighal tersebut supaya tidak melaju dengan cepat. Saat itu beliau berkata: "Aku adalah seorang nabi bukanlah pendusta. Aku adalah cucu Abdul Muththalib." (HR. Muslim)

WALLAHU ALAM
SEKIAN TERIMA KASIH
http://zadud-duat.blogspot.com