Anda di halaman 1dari 22

SEORANG LAKI-LAKI 48 TAHUN DENGAN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK DAN CONDUCTIVE HEARING LOSS SINISTRA

Disusun oleh: M. FAKHRI R.P. 22010110200100 Penguji: Dr. PUJO WIDODO , Sp. THT-KL

IDENTITAS PENDERITA

Nama : Tn. MC Tempat, tanggal lahir : Semarang, 12/2-1963 Usia : 48 tahun Jenis kelamin : Laki-Laki Agama : Islam Warga negara : Indonesia Suku : Jawa Alamat lengkap : Jalan Damarwulan I RT/RW 006/001, Kel. Karang ayu, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang Telepon (HP)/rumah : 085740190676 Pekerjaan : Pedagang Pendidikan tertinggi : SMA No. RM Irna : C336971

DAFTAR MASALAH
MASALAH AKTIF
1. Discharge mukopurulen AS 3 2. Perforasi membran tympani Sinistra 3 3. Otitis media supuratif kronik sinistra benigna 4. Conductive hearing loss Sinistra

MASALAH TIDAK AKTIF

ANAMNESIS
Autoanamnesis tanggal 1 Pebruari 2012 pukul 11.00 Keluhan utama: Keluar cairan dari telinga kiri Riwayat penyakit sekarang: 3 bulan yang lalu pasien mengeluh keluar cairan berwarna kuning kental berbau dari telinga kiri, terus menerus, gatal (+), Nyeri telinga (-) , nyeri belakang telinga (-), kurang pendengaran dan gembrebek (-/+), telinga berdenging (-/-), pusing berputar (-), nyeri kepala(-), demam (-), batuk (-), pilek (-), pasien sudah berobat ke RS Panti wiloso, diberi obat dan membaik. 3 hari yang lalu pasien mengeluh keluar cairan lagi dari telinga kiri warna kuning kental berbau, terus menerus, gatal (+), Nyeri telinga (-) , nyeri belakang telinga (-), kurang pendengaran dan gembrebek (-/+), telinga berdenging (-/-), pusing berputar (-), nyeri kepala(-), demam (-), batuk (-), pilek (-), merasa merot (-), gangguan pengecapan (-), Pasien kemudian memeriksakan diri ke RSDK.

ANAMNESIS
Riwayat penyakit lain / sebelumnya: Riwayat keluar cairan dari telinga + 2 tahun yang lalu Riwayat hipertensi, DM, alergi disangkal Riwayat sering batuk pilek disangkal Riwayat bersin-bersin pada pagi hari disangkal Riwayat penyakit keluarga: Riwayat Darah tinggi disangkal Riwayat kencing manis disangkal

ANAMNESIS
Riwayat sosial ekonomi:

Pasien bekerja sebagai pedagang di pasar, sudah menikah dan memiliki 2 orang anak yang belum mandiri. Pembiayaan pengobatan menggunakan Jamkesmas. Kesan sosial ekonomi: kurang

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Fisik: tanggal 1pebruari 2012 pukul 11.30 STATUS GENERALIS Kesadaran : composmentis Aktivitas : aktif Kooperativitas : baik Status gizi : normal Kulit : turgor cukup, kering (-) Konjungtiva : pucat (-) Nadi : 88 x / menit Tensi : 120 / 80 mmHg Nafas : 20 x / menit Suhu : 37 0C

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS GENERALIS
Jantung

:Dalam batas normal Paru : Dalam batas normal Hati : tidak teraba Limpa : tidak teraba Limfe : tidak ada pembesaran nnll Anggota gerak : dalam batas normal

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS LOKALIS (THT)
1. Telinga
Kanan Mastoid Pre-aurikula Aurikula Nyeri tekan (-), nyeri ketok (-) fistel (-), abses (-) Nyeri tarik (-), Nyeri tekan tragus (-), hiperemis (-) Edema (-), hiperemis (-), discaj (+), serumen (-) Kiri Nyeri tekan (-), nyeri ketok (-) fistel (-), abses (-) Nyeri tarik (-), Nyeri tekan tragus (-), hiperemis (-) Edema (-), hiperemis (-), discaj (+), serumen (-)

CAE Membran timpani Warna Refleks cahaya Perforasi

Putih mengkilat -

Putih suram (+) SubTotal

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS LOKALIS (THT)
2. Hidung a. Pemeriksaan luar Hidung : simetris, deformitas (-) Sinus : nyeri tekan pipi -/ -, nyeri tekan dahi -, nyeri tekan pangkal hidung b. Rinoskopi anterior
Kanan Dscaj Mukosa Konka Tumor (-) (-) Kiri

Hiperemis (-), edema (- Hiperemis (-), edema (-) ) Hiperemis (-), edema (- Hiperemis (-) , ), hipertropi (-) Hipertropi (-), edema (-) (-) (-)

Septum Deviasi (-) c. Diafanoskopi : tidak dilakukan

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS LOKALIS (THT)
3. a. Faring 1) Orofaring: Palatum : bombans (-) Arkus faring : simetris, Mukosa : hiperemis (-) Tonsil :
Ukuran Warna Permukaan Kripte Detritus Membran T1 rata Tidak melebar (-) (-)

Kanan T1 rata

Kiri

Hiperemis (-) Hiperemis (-) Tidak melebar (-) (-)

Peritonsil

: abses (-)

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS LOKALIS (THT)
3. a. Faring Nasofaring (rinoskopi posterior) : sulit dilakukan karena pasien tidak kooperatif 2) Laringofaring (laringoskopi indirek) : sulit dilakukan karena pasien tidak kooperatif 3. b. Laring (laringoskopi indirek) : tidak dilakukan karena pasien tidak kooperatif

PEMERIKSAAN FISIK
4.

Kepala dan Leher Kepala : mesosefal Wajah : simetri Leher anterior : pembesaran kelenjar tiroid (-) pembesaran nnll (-) Leher kanan : pembesaran nnll (-) Leher kiri : pembesaran nnll. (-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pemeriksaan Patologi Klinik a) Darah rutin : tidak dilakukan b) Urin rutin : tidak dilakukan c) Lain-lain : tidak dilakukan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
2. Tes Pendengaran a) Tes bisik: Kanan dalam batas normal Kiri tidak mendengar pada jarak 3 m a) Tes garputala
Kanan Konvensional Rinne Schwabach Weber Kesan normal Tidak dilakukan AC > BC normal AC < BC Memanjang Lateralisasi ke kiri CHL Kiri Tidak dilakukan

b) Audiometri: tidak dilakukan c) Timpanometri: tidak dilakukan 3. Tes Keseimbangan & Vestibuler: tidak dilakukan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
4. Pemeriksaan Radiologi : tidak dilakukan 5. Pemeriksaan Endoskopik : tidak dilakukan 6. Tes Alergi: tidak dilakukan : tidak dilakukan 7. Pemeriksaan Patologi Anatomi : tidak dilakukan 8. Pemeriksaan Mikrobiologik : tidak dilakukan 9. Fungsi N. Fasialis: tidak dilakukan : tidak lakukan

RINGKASAN
Seorang pasien Laki-Laki usia 48 tahun datang ke RSUP Dr. Kariadi dengan keluhan keluar cairan dari telinga kiri sejak 3 bulan yang lalu, terus menerus, warna kuning kental berbau, sejak 2 bulan yang lalu pasien mengeluh keluar cairan lagi dari telinga kiri terus menerus, warna kuning kental, gatal, kurang pendengaran dan gembrebek (-/+) PF : AS : Discharge (+) Mukopurulen, perforasi (+) SubTotal, CHL

1. 2.

DD : OMSK benigna sinistra OMSK maligna sinistra

DIAGNOSA
1. 2.

Otitis media supuratif kronik benigna sinistra Conductive hearing loss sinistra

1. Pemeriksaan Diagnostik: Audiometri , Kultur sekret dan tes sensitifitas, x foto mastoid 2. Terapi: Ear toilet Ciprofloxasin 2x 500mg Metronidazol 3x 250mg Ambroxol 3x30mg

RENCANA PENGELOLAAN
3.

4.

Pemantauan:Discharge telinga, Nyeri belakang telinga, kurang pendengaran, komplikasi N VII Penyuluhan: y Menjelaskan kepada pasien mengenai larangan agar telinga tidak kemasukan air y Menjelaskan jangan mengkorek-korek telinga y Menjelaskan kepada pasien untuk menkonsumsi obat dan kontrol

Quo ad vitam Quo ad sanam Quo ad fungsionam

: ad bonam : Dubia ad Bonam : Dubia ad malam