Anda di halaman 1dari 22

SOLUBILITY

maximum grams of solute that will dissolve in 100 g of solvent at a given temperature varies with temp based on a saturated solution

Solubility

Not all Ionic Compounds are water soluble Not all molecular compounds are insoluble!

The Solubility of Ionic Compounds in Water


The solubility of Ionic Compounds in water depends upon the relative strengths of the electrostatic forces between ions in the ionic compound and the attractive forces between the ions and water molecules in the solvent. There is a tremendous range in the solubility of ionic compounds in water! The solubility of so called insoluble compounds may be several orders of magnitude less than ones that are called soluble in water, for example: Solubility of Solubility of Solubility of Solubility of Solubility of Solubility of NaCl in water at 20oC = 365 g/L MgCl2 in water at 20oC = 542.5 g/L AlCl3 in water at 20oC = 699 g/L PbCl2 in water at 20oC = 9.9 g/L AgCl in water at 20oC = 0.009 g/L CuCl in water at 20oC = 0.0062 g/L

Solids are more soluble at...


high temperatures.

Gases are more soluble at...


low temperatures & high pressures (Henrys Law). EX: soda

Solids dissolved in liquids

Gases dissolved in liquids

Sol.

Sol.

To

To

As To

, solubility

As To , solubility

8 Simple Rules For Common Ionic Compounds

ARGENTOMETRI

Titrasi argentometri merupakan titrasi presipitasi (pengendapan) yang menyangkut penggunaan larutan AgNO3

Jenis Titrasi Argentometri


Titrasi Argentometri dibedakan menjadi 3 (tiga) macam berdasarkan indikator yang digunakan untuk penentuan titik akhir titrasi

A. Cara MOHR

AgNO3

Indikator K2CrO4

NaCl

Indikator K2CrO4, titrant AgNO3. Terutama untuk penentuan garam klorida dengan cara titrasi langsung, atau menentukan garam perak dengan titrasi kembali setelah ditambah larutan baku NaCl berlebih. pH larutan antara 6 dan 10.

Titrasi dihentikan apabila endapan yang terbentuk berwarna merah bata berdasarkan tahap reaksi sebagai berikut : mula-mula Cl- bereaksi dengan Ag+ Ag+ + ClAgCl Pada titik akhir CrO42- bereaksi dengan Ag+ menurut reaksi : 2Ag+ + CrO42Ag2CrO4 Konsentrasi CrO42- yang ditambahkan sebagai indikator tidak boleh sembarang tetapi harus dihitung berdasar Ksp AgCl dan Ksp Ag2CrO4

Kelemahan cara titrasi MOHR


1. 2. Jika pH terlalu basa > 10 maka akan terbentuk endapan AgOH, selanjutnya terurai menjadi Ag2O yang menyebabkan kelebihan titrant. Jika terlalu asam maka indikator K2CrO4 akan berubah menjadi Cr2O72- : 2H+ + 2CrO42Cr2O72- + H2O Selama titrasi berlangsung harus diaduk dengan baik, bila tidak maka secara lokal terjadi kelebihan titrant yang menyebabkan indikator mengendap sebelum titik ekivalen tercapai dan akan dioklusi oleh endapan AgCl yang terbentuk kemudian menyebabkan titik akhir menjadi tidak tajam.

3.

B. Cara VOLHARD
Garam halida yang akan dianalisa AgNO3 Diketahui konsentrasi dan volumenya

Titrant KSCN atau NH4SCN

Indikator Fe3+

Indikator Fe3+, titrant KSCN atau NH4SCN. Cara Volhard digunakan Untuk menentukan garam perak dengan titrasi langsung, atau garam-garam klorida, bromida, iodida, tiosianat, dengan titrasi kembali setelah ditambah larutan baku AgNO3 berlebih.

Reaksi-reaksi pada titrasi cara VOLHARD AgX Ag+ (berlebih) + XAgSCN Ag+ (kelebihan) + SCNSetelah Ag+ berlebih habis bereaksi dengan SCN- , kelebihan titrant (SCN- )bereaksi dengan indikator Fe3+membentuk ion kompleks berwarna merah. Reaksi : SCN- + Fe3+ FeSCN2+

Kelemahan cara titrasi VOLHARD


Titrant selain bereaksi dengan Ag+ mungkin juga bereaksi dengan endapan AgX. Bila hal ini terjadi tentu saja terdapat kelebihan titrant. Reaksi yang terjadi : AgCl (s) + SCNAgSCN(s) + Cl-

C. Cara FAJANS

Titrant AgNO3

Indikator Adsorpsi (fluorescein)

Garam halida

Indikator adsorbsi adalah zat asam lemah atau basa lemah yang dapat diserap pada permukaan endapan dan menyebabkan timbulnya warna

Cara Kerja Indikator Adsorbsi

Ionisasi indikator Fluorescein HFl H+ + Cl-

Kelemahan cara titrasi FAJANS


Indilkator fluorescein dalam larutan akan mengion (untuk mudahnya ditulis) : HFl H+ + FlDari reaksi kesetimbangannya dapat dilihat bahwa konsentrasi Fl- sangat dipengaruhi oleh pH. Makin rendah pH kesetimbangan akan bergeser kekiri, maka konsentrasi Fl- akan semakin kecil.Bila jumlah Fl- kecil, maka perubahan warna akan kurang jelas dan titik akhir terlambat

Contoh Soal

Soal-soal
1. Berapa persentase perak yang terdapat pada sampel uang logam seberat 0,200 g yang memerlukan 39,60 mL KCNS (di mana setiap 100 mLnya mengandung 0,4103 g KCNS) 2. Sampel yang mengandung stronsium klorida seberat 0,500 g ditambahkan 50,0 mL 0,210 M AgNO3. Endapan AgCl yang terbentuk disaring. Filtrat (kelebihan AgNO3) dititrasi dengan KCNS 0,280 M memerlukan 25,50 mL. Berapa persentase SrCl2 dalam sampel.

Sampel seberat 1,5 g yang mengandung KCl dan NaClnya 0,1801 g. Kloridanya dilarutkan dalam air, kemudian ditambahkan 50 mL 0,08333 M AgNO3. Endapan disaring, filtrat memerlukan 16,47 mL 0,1 M KCNS. Berapa persentase KCl dan NaCl dalam sampel. 4. Berapa volume 0,1233 M AgNO3 yang diperlukan untuk mengendapkan semua Cl- dari 0,2280 g BaCl2.2H2O ?. 5. Suatu sampel sebanyak 0,5 g hanya mengandung NaOH dan NaCl. Dititrasi dengan 0,09 M HCl, dengan menggunakan indikator pp, diperlukan 33,00 mL HCl. Kemudian ke dalam larutan ditambahkan K2Cr2O4 dan klorida yang ada dititrasi dengan AgNO3 0,2 M. Berapa mL AgNo3 yang diperlukan ?.

3.