Anda di halaman 1dari 72

EKONOMI MIKRO-2

PRODUKSI
PRODUCTION POSSIBILITY CURVE
Rate of Product Transformation

FAKTOR
LABOR - KAPITAL

CONSUMER
INDIFFERENCE CURVE
Budget Constraint

Wage Ratio

OPPORTUNITY COST

PEMBENTUKAN HARGAHARGA EKUILIBRIUM EDGEWORTH BOX


2

General Equilibrium
y Mengasumsikan hanya ada 2 jenis barang (x dan y). y Semua individu diasumsikan memiliki preferensi

identik.
y Diwujudkan dalam suatu indifference map

y Kurva kemungkinan produksi (production

possibility curve) dapat digunakan untuk menunjukkan kaitan antara input dan output.

Diagram Edgeworth Box


3

Diagram Edgeworth Box


y Konstruksi kurva kemungkinan produksi barang x

dan y, dengan jumlah tertentu faktor produksi sebanyak k and l. y Edgeworth box menunjukkan setiap kemungkinan tertentu penggunaan k dan l untuk memproduksi x dan y
y Setiap titik pada EB menunjukkan alokasi semua

sumber daya yang tersedia untuk membuat barang x dan y

Pembentukan Harga Equilibrium (1)


y Umpamakan PPF bersamaan dengan sejumlah

indifference curves, untuk menunjukkan mekanisme pembentukan harga keseimbangan


y IC menunjukkan preferensi individu untuk kedua

barang.

Pembentukan Harga Equilibrium (2)


Jumlah brg y
C y1

Jika harga-harga x dan y adalah px dan py, dan budget constraint masyarakat = C Output = x1, y1 Demand individual = x1, y1

y1 U3 U2 U1 x1 x1 C

slope !

 px py

Jumlah brg x
6

Pembentukan Harga Equilibrium (3)


Jumlah brg y
C y1 excess supply y1 U3 U2 U1 x
1

Terdapat excess demand pada x dan excess supply pada y Harga x akan meningkat dan harga y akan turun

slope !

 px py

x1 excess demand

Jumlah brg x
7

Pembentukan Harga Equilibrium (4)


Jumlah brg y C*
C y1 y1 * y1 U3 U2 U1 C

Harga keseimbangan =px* dan py* Keseimbangan output akan menjadi x1* dan y1*

slope !

C*
x
1

 px py

x1 *

x1

*  px slope ! * py

Jumlah brg x
8

Analisis Comparative Statics (1)


y Rasio harga keseimbangan akan cenderung

TETAP hingga ada perubahan preferensi atau teknologi produksi. y Jika preferensi meningkat pada barang x, maka px /py akan meningkat dan akan lebih banyak x diproduksi serta lebih sedikit y diproduksi.
y (PPF bergerak searah jarum jam)

Analisis Comparative Statics (2)


y Kemajuan teknologis dalam produksi barang x

akan menggeser PPC keluar (outward)


y Ini akan menurunkan harga relatif barang x y Lebih banyak x akan dikonsumsi
y

Jika x termasuk barang normal.

y Efek terhadap y tidak pasti (ambiguous)

10

Technical Progress dalam Produksi barang x


Technical progress dalam produksi barang x akan menggeser PPC keluar Harga relatif x akan turun Dan lebih banyak x akan dikonsumi U
3

Jumlah brg y

U2 U1 x1 * x2 *

Jumlah brg x
11

Hipotesis Invisible Hand (Smith) (1)


y Adam Smith percaya bahwa sistem competitive market

menyediakan invisible hand yang menjamin sumber daya akan menemukan value tertingginya y Keyakinan pada kepentingan individu-individu dan perusahaan dalam ekonomi akan menghasil manfaat sosial yang diharapkan

12

Hipotesis Invisible Hand (Smith) (2)


y Pandangan Smith mendorong pemahaman

mengenai ilmu ekonomi kesejahteraan (welfare economics) modern. y First Theorem of Welfare Economics menyarankan bahwa terdapat hubungan antara alokasi sumber daya yang efisien dengan and penetapan harga sumber daya secara kompetitif.

13

Pareto Efficiency
y Alokasi sumber daya mencapai Pareto efficient jika

tidak mungkin lagi membuat seseorang lebih baik lagi kesejahteraannya tanpa memperburuk orang lain. y Definisi Pareto ini dapat mengidentifikasi alokasi yang inefficient jika ada perubahan yang jelas.

14

Efisiensi Production
y Alokasi sumber daya disebut Efisien dalam Produksi

(efisien secara teknis) jika tidak ada alokasi lain untuk produksi tambahan tanpa mengurangi produksi barang lain. y Efisiensi Technical adalah prakondisi untuk Efisiensi Pareto, namun tidak menjami adanya Pareto efisiensi.

15

Dilema Distributional (1)


y Jika kondisi awal endowment menceng pada

pelaku ekonomi, efisiensi alokasi Pareto efficient dalam sistem competitive price akan cenderung menguntungkan aktor yang memiliki faktor endowment lebih besar
y Transaksi sukarela tidak dapat mengatasi perbedaan

besar pada kondisi awal faktor emdowmen y Sejumlah transfer diperlukan untuk mencapai kesetaraan hasil (manfaat)

16

Dilema Distributional (2)


y Pemikiran ini mengarah pada Second Theorem of

Welfare Economics
y Distribusi kesejahteraan tertentu di antara para

individu dalam ekonomi dapat tercapai secara efisien melalui harga kompetitif jika kondisi awal disesuaikan secara proporsional.

17

Catatan penting (1) :


y Preferensi dan teknologi produksi akan membuat

dasar building blocks pada dasar model general equilibrium


y Satu model sederhana saja menggunakan preferensi

individu pada 2 barang bersamaan dengan PPF concave untuk 2 barang tersebut.

18

Catatan penting (2):


y Competitive markets dapat membentuk harga-

harga keseimbangan dengan penyesuaian hargaharga secara marginal dalam merespon informasi pada S dan D untuk barang tertentu.
y Walras law mengikat pasar bersamaan, sehingga

dalam kebanyakan kasus solusi ini dapat terjadi

19

Catatan penting (3) :


y Competitive prices akan dicapai pada alokasi

sumber daya efisien (Pareto)


y Theorem pertama Welfare Economics

20

Catatan Penting (4)


y Faktor-faktor yang mempengaruhi daya

competitive market untuk mencapai efisiensi, termasuk pula:


y Market power y ekternalitas y Keberadaan barang publik y Informasi tidak sempurna

21

Catatan penting (5)


y Competitive markets tidak selalu menghasilkan

distribusi sumber daya yang seimbang, khususnya bidal kondisi awal endowments sangat tidak merata
y Secara teoritis, distribusi tertentu dapat dicapai

dengan transfer lump-sum


y

Namun ada banyak masalah dalam melaksanakan transfer tersebut

22

Competitive Prices and Efficiency (1)


y Dalam mencapai efisiensi alokasi sumber daya

Pareto mensyaratkan bahwa tingkat trade-off antara dua barang adalah sama pada seluruh pelaku dalam ekonomi y Dalam ekonomi perfect competitive, rasio harga kedua barang menunjukkan tingkat trade-off umum yang menjadi acuan pelaku ekonomi untuk melakukan penyesuaian

23

Competitive Prices and Efficiency (2)


y Karena seluruh pelaku ekonomi menghadapi harga

yang sama, semua tingkat trade-off akan setara dan alokasi yang efisien akan tercapai. y Atau disebut dengan First Theorem of Welfare Economics

24

Efficiency in Production (1)


y Dalam meminimasi cost, satu perusahaan akan

menyamakan RTS antara 2 input (k and l) terhadap perbandingan harga kompetitifnya (w/v)
y Berlaku untuk semua output yang diproduksi

perusahaan y RTS akan sama pada semua outputs

25

Efficiency in Production (2)


y Perusahaan yang memaksimalkan profit akan

memerlukan tambahan input (l) sampai titik marginal revenu sama dengan marginal cost karena menyewa input (w)

pxfl = w

26

Efficiency in Production (3)


y Jika ini berlaku pada semua perusahaan, pada

competitive labor market

pxfl1 = w = pxfl2 fl1 = fl2


y Setiap perusahaan yang memproduksi x memiliki

marginal productivities identik untuk setiap input.

27

Efficiency in Production (4)


y Ingat bahwa RPT (x untuk y) = MCx /MCy y Dalam perfect competition, setiap perusahaan

yang memaksimumkan keuntungan akan terus memproduksi output sampai batas marginal cost = price y Karena px = MCx dan py = MCy pada tiap perusahaan, RTS = MCx /MCy = px /py

28

Efficiency in Production (5)


y Maka, keputusan profit-maximizing decisions

suatu perusahaan dapat mencapai produksi yang efisien secara teknis (technical efficiency) - tanpa komando terpusat. y Harga pada competitive market bertindak sebagai sinyal (tanda) untuk menyatukan banyak keputusan perusahaan yang akan cenderung coherent menuju pola yang efisien.

29

Tambahan

30

Production Possibility Frontier (1)


y Titik-titik produksi yang efisien yang menunjukkan

keluaran maksimum barang y yang dapat diproduksi pada saat diproduksi pula barang x dalam jumlah tertentu.
y

Menunjukkan alternatif output x dan y yang dapat diproduksi dengan menggunakan sejumlah faktor produksi (k dan l) dalam jumlah tertentu yang digunakan secara efisien.

31

Production Possibility Frontier (2)


Kuantitas y
Ox y4 y3 y2

p1 p2

Setiap titik produksi efisien dapat dihubungkan sehingga membentuk production possibility frontier (PPF)
p3

y1

p4

Slope PPF negatif = Rate of Product Transformation (RPT)

x1

x2

x3

x4 Oy

Kuantitas x

32

Rate of Product Transformation (1)


y RPT antara dua output adalah slope negatif dari PPF

RPT ( x u/ y ) !  slope PPF

dy RPT ( x u/ y ) !  (sepanjang OxOy ) dx

33

Rate of Product Transformation (2)


y RPT menunjukkan cara produksi x secara teknis

dapat dipertukarkan untuk y dengan menggunakan sumber daya input secara efisien

34

Bentuk Production Possibility Frontier (1)


y PPF menunjukkan RPT yang semakin meningkat y Tingkat kecekungan (concavity) akan menentukan karakter bentuk situasi produksi y RPT = rasio MCx terhadap MCy

35

Bentuk Production Possibility Frontier (2)


y Umpamakan bahwa Cost kombinasi output =

C(x,y)
y Sepanjang PPF, C(x,y) adalah konstan

y Fungsi Cost dapat ditulis dalam bentuk Total

Differential,

xC xC dC ! dx  dy ! 0 xx xy
36

Bentuk Production Possibility Frontier (3)


y Dapat ditulis pula dalam ;

dy xC / xx MC x RPT !  (sepanjang Ox Oy ) ! ! dx xC / xy MC y
RPT adalah ukuran reltif MC dari kedua barang tersebut

37

Bentuk Production Possibility Frontier (4)


y Bila produksi x meningkat dan produksi y

menurun, maka rasio MCx terhadap MCy meningkat


y Ini terjadi jika kedua barang diproduksi dalam situasi

diminishing returns
y

Peningkatan produksi x akan meningkatkan MCx, sementara itu penurunan produksi y akan menurunkan MCy

y Ini juga dapat terjadi bila input lebih tepat digunakan

untuk memproduksi barang x daripada untuk barang y.

38

Bentuk Production Possibility Frontier (5)


y Asumsi bahwa input homogen dan constant

returns to scale y PPF akan berbentuk cekung (concave) jika barang x dan y menggunakan input dalam proporsi berbeda.

39

Opportunity Cost (1)


y PPF menunjukkan bahwa ada banyak kemungkinan

kombinasi yang efisien dalam produksi 2 barang. y Menambahkan produksi suatu barang akan menurunkan produksi barang lainnya.
y Para ekonom menyebutnya opportunity cost

40

Opportunity Cost (2)


y Opportunity cost penambagan 1 unit produk x

diikuti dengan penurunan produk y dan begitu pula sebaliknya. y Maka, OC adalah ukuran terbaik RPT (x untukr y) pada titik tertentu dalam PPF.
y OC meningkat bila x diproduksi lebih banyak

41

Tingkat Kecekungan (Concavity) PPF (1)


y Umpamakan bahwa produksi x dan y bergantung

hanya pada labor, maka fungsi produksinya

x ! f (l x ) ! l

0.5 x

0 y ! f ( l y ) ! l y .5

Jika labor supply berjumlah tetap =100, maka

lx + ly = 100
PPF adalah=

x2 + y2 = 100

bila x,y u 0

42

Tingkat Kecekungan (Concavity) PPF (2)


y RPT dapat dihitung dengan total differential:

 dy  ( 2 x ) x 2 xdx  2ydy ! 0 or RPT ! ! ! dx 2y y


Slope PPF meningkat bila output x meningkat
Maka frontier berbentuk cekung (concave)

43

General Equilibrium Pricing (1)


y Umpamakan bahwa PPF adalah berbentuk

x 2 + y 2 = 100
y Umpamakan juga bahwa preferensi masyarakat

adalah berbentuk

U(x,y) = x0.5y0.5

44

General Equilibrium Pricing (2)


y Perusahan yang memaksimumkan profit akan

menyamakan RPT dengan rasio harga px /py

x px RPT ! ! y py
Utility maximization mensyaratkan bahwa

y px MRS ! ! x py
45

General Equilibrium Pricing (3)


y Equilibrium mensyaratkan bahwa firms dan individuals menghadapi rasio harga yang sama, yaitu:

x px y RPT ! ! ! ! MRS y py x
atau

x* = y*

46

Studi Kasus: Corn Laws Debate (1)


y Tarif tinggi terhadap impor biji-bijian oleh Pemerintah

Inggris setelah masa perang Napoleon y Ekonom berdebat mengenai efek corn laws antar tahun 1829 dan 1845
y Apa efek penghapusan tarif terhadap harga-harga faktor

produksi?

47

Studi Kasus: Corn Laws Debate (2)


Jumlah produksi (y)

Jika corn laws mencegah adanya perdagangan, output menjadi x0 dan y0 Harga equilibrium = px* and py*

y0

U2 U1

slope !
x0

*  px * py

Kuantitas biji-bijian (x)

48

Studi Kasus: Corn Laws Debate (3)


Quantity of manufactured goods (y)

Penghapusan corn laws akan merubah harga menjadi px and py Output menjadi x1 and y1

y1 y0 y1

Permintaan Individu x1 dan y1

U2 U1

slope !

 px ' py '

x1

x0

x1

Quantity of Grain (x)

49

Studi Kasus: Corn Laws Debate (4)


Quantity of manufactured goods (y)

Impor biji-bijian menjadi x1 x1 Impor ini dibiayai dengan ekspor barang y sebanyak (y1 y1)

Ekspor Barang

y1 y0 y1

U2 U1

slope !

 px ' py '

x1

x0

x1

Quantity of Grain (x)

Impor Biji-bijian

50

Studi Kasus: Corn Laws Debate (5)


y Gunakan Edgeworth box diagram untuk

mengetahui efek penurunan tarif terhadap penggunaan labor dan capital y Jika corn laws dicabut, akan terjadi peningkatan produksi produksi barang manufaktur dan penurunan produksi biji-bijian

51

Studi Kasus: Corn Laws Debate (6)


Pencabutan corn laws akan menyebabkan pergeseran dari p3 ke p1, yaitu lebih banyak produksi y dan lebih sedikit produksi x
Oy

y1
p4

Total Capital

y2
p3

x4

y3
p2

y4

p1

x3 x2 x1

Ox

Total Labor
52

Studi Kasus: Corn Laws Debate (7)


y Jika kita mengasumsikan bahwa produksi biji-

bijian lebih capital intensive, maka pergeseran dari p3 ke p1 menyebabkan rasio k terhadap l meningkat di kedua industri.
y Harga relatif capital akan menurun y Harga relatif labor akan meningkat

y Pencabutan corn laws akan memperberat

pemilik capital dan membantu labor.

53

Studi Kasus : Dukungan Politik bagi Kebijakan Perdagangan (1)


y Kebijakan perdagangan dapat mempengaruhi

pendapatan relatif sejumlah faktor produksi y AS cenderung mengekspor barang yang banyak menggunakan skilled labor, dan cenderung mengimpor cenderung barang yang banyak menggunakan unskilled labor
y Kebijakan perdagangan bebas akan meningkatkan upah

relatif skill labor dan menurunkan upah relatif unskilled labor.


54

Eksistensi General Equilibrium Prices (1)


y Leon Walras pada awal abad 19 meneliti eksistensi

harga-harga yang menyeimbangkan pasar (market) secara bersama-sama (simultan).


y Jika harga-harga sedemikian rupa ada, bagaimana hal

demikian dapat diketahui?

55

Eksistensi General Equilibrium Prices (2)


y Umpamakan bahwa ada sejumlah n barang dengan

jumlah supply tertentu dalam ekonomi,


y Misalnya Si (i =1, ,n) = total supply barang i y Maka pi (i =1, n) = harga barang i

y Total demand barang i dipengaruhi oleh semua

harganya, yaitu

Di (p1, ,pn) for i =1, ,n

56

Eksistensi General Equilibrium Prices (3)


y Fungsi demand dipengaruhi harga-harga (P)

Di (P)
y Pertanyaan Walras: Apakah ada harga-harga

equilibrium

Di (P*) = Si
untuk semua i ?

57

Fungsi Excess Demand (1)


y Fungsi excess demand barang i pada harga tertentu

(P) ditulis;

EDi (P) = Di (P) Si


y Artinya, kondisi equilibrium dapat ditulis sebagai

berikut,

EDi (P*) = Di (P*) Si = 0

58

Fungsi Excess Demand (2)


y Fungsi Demand adalah homogen pada derajat 0. y Implikasinya: harga relatif keseimbangan hanya dapat dapat dibentuk dalam Model Walrasian y Walras juga berasumsi bahwa fungsi bersifat

continuous
y Yaitu perubahan kecil pada harga dapat menyebabkan

perubahan kuantitas permintaan.

59

Walras Law (1)


y Kesimpulan = Bahwa persamaan excess demand n

saling berpengaruh satu dengan lainnya (tidak bebas) y Walras law menunjukkan bahwa total nilai excess demand = 0 pada sejumlah harga.

P ED (P ) ! 0
i i i !1
60

Walras Law (2)


y Walras law terjadi untuk sejumlah harga (bukan

hanya harga equilibrium saja) y Karenanya tidak ada excess demand untuk semua barang yang bersamaan dengan adanya excess supply

61

Walras Proof tentang keberadaan Equilibrium Prices (1)


y Kondisi keseimbangan pasar dituangkan dalam

(n-1) persamaan independen dalam (n-1) persamaan prices relatif yang tidak diketahui
y Dapatkan diketahui sistem untuk kondisi equilibrium

tertentu?
y y

Persamaan tidak harus berbentuk linier Setiap harga harus nonnegative

y Untuk menghadapi kesulitan ini Walras

menetapkan bukti yang rumit.


62

Walras Proof tentang keberadaan Equilibrium Prices (2)


y Dimulai dengan harga tertentu (bebas) -arbitrary y Dengan menetapkan harga barang lain n-1

konstan, didapat harga equilibrium untuk barang (p1 ) y Bila p1 dan harga n-2 prices konstan, maka harga equilibrium barang 2 (p2 )
y Pada perubahan p2 dari posisi awalnya menuju p2 ,

harga yang dihitung untuk barang 1 tidak harus selalu tetap pada harga equilibrium
63

Walras Proof tentang keberadaan Equilibrium Prices (3)


y Menggunakan harga p1 and p2 , untuk

memecahkan p3
y Lakukan hal ini sampai seluruh harga relative dapat

diketahui

y Pada iterasi ke-2, Walras membuktikan, p2 , ,pn

konstan pada saat harga equilibrium baru diperhitungkan untuk barang 1


y Lakukan hal ini sampai seluruh harga diketahui

64

Walras Proof tentang keberadaan Equilibrium Prices (4)


y Arti penting bukti Walras proof adalah

kemampuannya untuk menunjukkan sifat simultan dalam hal memperoleh/mengetahui harga equilibrium y Karena ini bersifat tidak praktis, maka pada umumnya kini tidak digunakan y Sekarang lebih banyak digunakan perangkat matematika yang lebih sederhana
65

Brouwer s Fixed-Point Theorem (1)


y Bentuk kontinyu [F(X)] yang tertutup, bounded dan

convex setidaknya memiliki satu fixed point (X*), yaitu F(X*) = X*

66

Brouwer s Fixed-Point Theorem (2)


f (X)

Umpamakan f(X) a/ kontinyu pada interval [0,1] dan bahwa f(X) juga memiliki nilai pada interval [0,1] Setiap fungsi continuous harus memotong garis 45r Titik potong ini disebut fixed point karena f menggambarkan titik (X*) dalam dirinya
1

f (X*)

y
45r

X*

x
67

Brouwer s Fixed-Point Theorem (3)


y Pemetaan ini adalah pola yang menghubungkan

himpunan titik-titik dengan himpunan lainnya


y Misalkan X menjadi titik pada (F)
y

Pemetaan hubungan X dengan titik lain Y = F(X)

y Jika pemetaan dilakukan pada n-dimensi ruang (S), dan

jika setiap titik pada S dihubungkan (oleh aturanF) dengan titik lain pada S, dapat dikatakan sebagai pemetaan S pada dirinya sendiri

68

Brouwer s Fixed-Point Theorem (4)


y Pemetaan bersifat continuous jika titik-titik yang

berdekatan dipetakan ke dalam titik-titik lain yang saling berdekatan y The Brouwer fixed-point theorem memetakannya dalam himpunan tertentu yang:
y Tertutup (contain their boundaries) y Terbatas

bounded (tidak tak terbatas) y Konvex (tidak celah di dalamnya)

69

Bukti Eksistensi Equilibrium Prices (1)


y Karena adanya harga relative prices, maka dapat

diasumsikan bahwa harga dinyatakan sedemikian rupa sehingga jumlah semua harga relatif = 1 y Maka, untuk himpunan harga tertentu (p1, ,pn), harga dapat dinormalisasi dalam bentuk
pi
n

pi ' !

p
i !1

70

Bukti Eksistensi Equilibrium Prices (2)


y Harga-harga baru akan mempertahankan harga

relatif awal dan berjumlah 1


pi ' pi ! pj ' pj

Harga-harga baru akan berjumlah 1


n

p ' !1
i i !1
71

Bukti Eksistensi Equilibrium Prices (3)


y Diasumsikan bahwa himpunen harga (S) terdiri dari

angka nonnegative yang berjumlah 1


y S adalah himpunan yang digunakan untuk penerapan

Teorema Brouwer y S berbentuk closed, bounded dan convex y Definisikan kurva kontinyu pada S

72