Anda di halaman 1dari 33

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL

Farida Linda Sari Siregar, M.Kep

Definisi


PMS adalah jenis-jenis penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Penyebabnya bisa bermacammacam, dapat berupa bakteri, virus, jamur, atau mikro-organisme lainnya.

Bagaimana kita bisa terinfeksi PMS?




Pada saat melakukan hubungan seksual tanpa memakai kondom dengan seseorang yang mengidap PMS terutama seks anal dan seks oral, yang dapat mengakibatkan luka. Darah Dari tansfusi darah yang terinfeksi, menggunakan jarum suntik bersama, atau benda tajam lainnya ke bagian tubuh untuk menggunakan obat atau membuat tato.

Bagaimana kita bisa terinfeksi PMS?


Ibu hamil kepada bayinya Penularan selama kehamilan, selama proses kelahiran. Setelah lahir, HIV bisa menular melalui menyusui. Herpes dapat menular melalui sentuhan karena penyakit herpes ini biasanya terdapat luka-luka yang dapat menular bila kita tersentuh, memakai handuk yang lembab yang dipakai oleh orang penderita herpes.

Bagaimana kita bisa terinfeksi PMS?

Tato dan tindik Pembuatan tato di badan, tindik, atau penggunaan narkoba memberi sumbangan besar dalam penularan HIV/AIDS.

Beberapa penyakit menular seksual:


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Klamidia Gonore Hepatitis B Herpes HIV/AIDS Kutil kelamin Sifilis Trikomoniasis

1. Klamidia
Tipe: Bakterial (Chlamydia trachomatis) Cara Penularan: Hubungan seks vaginal dan anal. Gejala:  75% kasus pada perempuan dan 25% kasus pada laki-laki yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala.  Gejala yang ada meliputi keputihan yang abnormal, dan rasa nyeri saat kencing baik pada laki-laki maupun perempuan.  Perempuan juga dapat mengalami rasa nyeri pada perut bagian bawah atau nyeri saat hubungan seksual,  Pada laki-laki mungkin akan mengalami pembengkakan atau nyeri pada testis.

Klamidia (lanjutan.)
Pengobatan:  Infeksi dapat diobati dengan antibiotik. Konsekuensi yang mungkin terjadi pada orang yang terinfeksi:  Pada perempuan, jika tidak diobati, sampai 30% akan mengalami Penyakit Radang Panggul (PRP) yang pada gilirannya dapat menyebabkan kehamilan ektopik, kemandulan dan nyeri panggul kronis.  Pada laki-laki, jika tidak diobati, klamidia akan menyebabkan epididymitis, yaitu sebuah peradangan pada testis (tempat di mana sperma disimpan), yang mungkin dapat menyebabkan kemandulan.

Klamidia (lanjutan.)
Konsekuensi yang mungkin terjadi pada janin dan bayi baru lahir:  Lahir premature,  pneumonia pada bayi dan  infeksi mata pada bayi baru lahir yang dapat terjadi karena penularan penyakit ini saat proses persalinan.

2. Gonore
Tipe: Bakterial (Neisseria gonorrhoeae) Cara penularan: Hubungan seks vaginal, anal dan oral. Gejala:  Walaupun beberapa kasus tidak menunjukkan gejala, jika gejala muncul, sering hanya ringan dan muncul dalam 210 hari setelah terpapar.  Gejala-gejala meliputi discharge dari penis, vagina dan rasa panas atau gatal saat buang air kecil.

Gonore (lanjutan..)
Pengobatan:  Infeksi dapat disembuhkan dengan antibiotik. Konsekuensi yang mungkin timbul pada orang yang terinfeksi:  Pada perempuan jika tidak diobati, penyakit ini merupakan penyebab utama Penyakit Radang Panggul, yang kemudian dapat menyebabkan kehamilan ektopik, kemandulan dan nyeri panggul kronis.  Dapat menyebabkan kemandulan pada pria.  Gonore yang tidak diobati dapat menginfeksi sendi, katup jantung dan otak

Gonore (lanjutan.)
Konsekuensi yang mungkin timbul pada janin dan bayi baru lahir:  Gonore dapat menyebabkan kebutaan dan penyakit sistemik seperti meningitis dan arthritis sepsis pada bayi yang terinfkesi pada proses persalinan.  Untuk mencegah kebutaan, semua bayi yang lahir di rumah sakit biasanya diberi tetesan mata untuk pengobatan gonore.

3. Hepatitis B (HBV)
Tipe: Viral Cara Penularan:  Hubungan seks vaginal, oral dan khususnya anal; memakai jarum suntik bergantian; perlukaan kulit karena alat-alat medis dan kedokteran gigi; melalui transfusi darah. Gejala:  Sekitar sepertiga penderita HBV tidak menunjukkan gejala.  Gejala yang muncul meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, lemah, kehilangan nafsu makan, muntah dan diare.  Gejala-gejala yang ditimbulkan karena gangguan di hati meliputi air kencing berwarna gelap, nyeri perut, kulit menguning dan mata pucat.

Hepatitis B (HBV) lanjutan


Pengobatan:  Belum ada pengobatan.  Kebanyakan infeksi bersih dengan sendirinya dalam 4-8 minggu.  Beberapa orang menjadi terinfeksi secara kronis. Konsekuensi yang mungkin timbul pada orang yang terinfeksi:  Untuk orang-orang yang terinfeksi secara kronis, penyakit ini dapat berkembang menjadi cirrhosis, kanker hati dan kerusakan sistem kekebalan.

Hepatitis B (HBV) lanjutan


Konsekuensi yang mungkin timbul pada janin dan bayi baru lahir:  Perempuan hamil dapat menularkan penyakit ini pada janin yang dikandungnya.  90% bayi yang terinfeksi pada saat lahir menjadi karier kronik dan berisiko untuk tejadinya penyakit hati dan kanker hati.  Mereka juga dapat menularkan virus tersebut.  Bayi dari seorang ibu yang terinfeksi dapat diberi immunoglobulin dan divaksinasi pada saat lahir, ini berpotensi untuk menghilangkan risiko infeksi kronis.

4. Herpes Genital (HSV-2)


Tipe: Viral (virus Herpes simplex) Cara Penularan:  Herpes menyebar melalui kontak seksual antar kulit dengan bagian-bagian tubuh yang terinfeksi saat melakukan hubungan seks vaginal, anal atau oral.  Virus sejenis dengan strain lain yaitu Herpes Simplex Tipe 1 (HSV-1) umumnya menular lewat kontak non-seksual dan umumnya menyebabkan luka di bibir.  Namun, HSV-1 dapat juga menular lewat hubungan seks oral dan dapat menyebabkan infeksi alat kelamin.

Herpes Genital (HSV-2) lanjutan


Gejala-gejala:  Gejala-gejala biasanya sangat ringan dan mungkin meliputi rasa gatal atau terbakar; rasa nyeri di kaki, pantat atau daerah kelamin; atau keputihan.  Bintil-bintil berair atau luka terbuka yang terasa nyeri juga mungkin terjadi, biasanya di daerah kelamin, pantat, anus dan paha, walaupun dapat juga terjadi di bagian tubuh yang lain.  Luka-luka tersebut akan sembuh dalam beberapa minggu tetapi dapat muncul kembali.

Herpes Genital (HSV-2) lanjutan.


Pengobatan:  Belum ada pengobatan untuk penyakit ini.  Obat anti virus biasanya efektif dalam mengurangi frekuensi dan durasi (lamanya) timbul gejala karena infeksi HSV-2. Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Orang yang Terinfeksi:  Orang yang terinfeksi dan memiliki luka akan meningkat risikonya untuk terinfeksi HIV jika terpapar sebab luka tersebut menjadi jalan masuk virus HIV.

Herpes Genital (HSV-2) lanjutan.


Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Janin dan Bayi:  Perempuan yang mengalami episode pertama dari herpes genital pada saat hamil akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadinya kelahiran prematur.  Kejadian akut pada masa persalinan merupakan indikasi untuk dilakukannya persalinan dengan operasi cesar sebab infeksi yang mengenai bayi yang baru lahir akan dapat menyebabkan kematian atau kerusakan otak yang serius.

5. HIV/AIDS
Tipe: Viral Cara Penularan:  Hubungan seks vaginal, oral dan khususnya anal;  darah atau produk darah yang terinfeksi; memakai jarum suntik bergantian pada pengguna narkoba;  dan dari ibu yang terinfeksi kepada janin dalam kandungannya, saat persalinan, atau saat menyusui.

HIV/AIDS
Gejala-gejala:  Beberapa orang tidak mengalami gejala saat terinfeksi pertama kali.  Sementara yang lainnya mengalami gejala-gejala seperti flu, termasuk demam, kehilangan nafsu makan, berat badan turun, lemah dan pembengkakan saluran getah bening.  Gejala-gejala tersebut biasanya menghilang dalam seminggu sampai sebulan, dan virus tetap ada dalam kondisi tidak aktif selama beberapa tahun.  Namun, virus tersebut secara terus menerus melemahkan sistem kekebalan

HIV/AIDS
Pengobatan:  Belum ada pengobatan untuk infeksi ini.  Obat-obat anti retroviral digunakan untuk memperpanjang hidup dan kesehatan orang yang terinfeksi.  Obat-obat lain digunakan untuk melawan infeksi oportunistik yang juga diderita. Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Orang yang Terinfeksi:  Hampir semua orang yang terinfeksi HIV akhirnya akan menjadi AIDS dan meninggal karena komplikasi-komplikasi yang berhubungan dengan AIDS.

HIV/AIDS
Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Janin dan Bayi:  20-30% dari bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi HIV akan terinfeksi HIV juga dan gejala-gejala dari AIDS akan muncul dalam satu tahun pertama kelahiran.  20% dari bayi-bayi yang terinfeksi tersebut akan meninggal pada saat berusia 18 bulan.  Obat antiretroviral yang diberikan pada saat hamil dapat menurunkan risiko janin untuk terinfeksi HIV dalam proporsi yang cukup besar.

6. Kutil kelamin
Tipe: Viral (Human Papilloma Virus) Cara Penularan: Hubungan seksual vaginal, anal atau oral. Gejala-gejala:  Tonjolan yang tidak sakit, kutil yang menyerupai bunga kol tumbuh di dalam atau pada kelamin, anus dan tenggorokan. Pengobatan:  Tidak ada pengobatan untuk penyakit ini.  Kutil dapat dihilangkan dengan cara-cara kimia, pembekuan, terapi laser atau bedah.

Kutil kelamin (lanjutan.)


Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Orang yang Terinfeksi:  HPV adalah virus yang menyebabkan kutil kelamin.  Beberapa strains dari virus ini berhubungan kuat dengan kanker serviks sebagaimana halnya juga dengan kanker vulva, vagina, penis dan anus.  Pada kenyataannya 90% penyebab kanker serviks adalah virus HPV.

Kutil kelamin (lanjutan..)


Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Janin dan Bayi:  Pada bayi-bayi yang terinfeksi virus ini pada proses persalinan dapat tumbuh kutil pada tenggorokannya yang dapat menyumbat jalan nafas sehingga kutil tersebut harus dikeluarkan.

7. Sifilis
Tipe: Bakterial
Kuman penyebabnya disebut Treponema pallidum.

Cara Penularan:  Cara penularan yang paling umum adalah hubungan seks vaginal, anal atau oral.  Namun, penyakit ini juga dapat ditularkan melalui hubungan nonseksual jika ulkus atau lapisan mukosa yang disebabkan oleh sifilis kontak dengan lapisan kulit yang tidak utuh dengan orang yang tidak terinfeksi.

Sifilis
Gejala-gejala:  Pada fase awal, penyakit ini menimbulkan luka yang tidak terasa sakit atau "chancres" yang biasanya muncul di daerah kelamin tetapi dapat juga muncul di bagian tubuh yang lain,  jika tidak diobati penyakit akan berkembang ke fase berikutnya yang dapat meliputi adanya gejala ruam kulit, demam, luka pada tenggorokan, rambut rontok dan pembengkakan kelenjar di seluruh tubuh.

Sifilis
Pengobatan:  Penyakit ini dapat diobati dengan penisilin; namun, kerusakan pada organ tubuh yang telah terjadi tidak dapat diperbaiki. Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Orang yang Terinfeksi:  Jika tidak diobati, sifilis dapat menyebabkan kerusakan serius pada hati, otak, mata, sistem saraf, tulang dan sendi dan dapat menyebabkan kematian.  Seorang yang sedang menderita sifilis aktif risikonya untuk terinfeksi HIV jika terpapar virus tersebut akan meningkat karena luka (chancres) merupakan pintu masuk bagi virus HIV.

Sifilis
Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Janin dan Bayi:  Jika tidak diobati, seorang ibu hamil yang terinfeksi sifilis akan menularkan penyakit tersebut pada janin yang dikandungnya.  Janin meninggal di dalam dan meninggal pada periode neonatus terjadi pada sekitar 25% dari kasus-kasus ini.  40-70% melahirkan bayi dengan sifilis aktif.  Jika tidak terdeteksi, kerusakan dapat terjadi pada jantung, otak dan mata bayi.

8. Trikomoniasis
Tipe: Disebabkan oleh protozoa Trichomonas vaginalis. Prevalensi:  Trikomoniasis adalah PMS yang dapat diobati yang paling banyak terjadi pada perempuan muda dan aktif seksual.  Diperkirakan, 5 juta kasus baru terjadi pada perempuan dan laki-laki. Cara Penularan:  Trikomoniasis menular melalui kontak seksual.  Trichomonas vaginalis dapat bertahan hidup pada benda-benda seperti baju-baju yang dicuci, dan dapat menular dengan pinjam meminjam pakaian tersebut.

Trikomoniasis
Gejala-gejala:  Pada perempuan biasa terjadi keputihan yang banyak, berbusa, dan berwarna kuning-hijau.  Kesulitan atau rasa sakit pada saat buang air kecil dan atau saat berhubungan seksual juga sering terjadi.  Mungkin terdapat juga nyeri vagina dan gatal atau mungkin tidak ada gejala sama sekali.  Pada laki-laki mungkin akan terjadi radang pada saluran kencing, kelenjar, atau kulup dan/atau luka pada penis, namun pada laki-laki umumnya tidak ada gejala. Pengobatan: Penyakit ini dapat disembuhkan. Pasangan seks juga harus diobati.

Trikomoniasis
Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Orang yang Terinfeksi:  Radang pada alat kelamin pada perempuan yang terinfeksi trikomoniasis mungkin juga akan meningkatkan risiko untuk terinfeksi HIV jika terpapar dengan virus tersebut.  Adanya trikomoniasis pada perempuan yang juga terinfeksi HIV akan meningkatkan risiko penularan HIV pada pasangan seksualnya. Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Janin dan Bayi:  Trikomoniasis pada perempuan hamil dapat menyebabkan ketuban pecah dini dan kelahiran prematur.