Anda di halaman 1dari 55

Anatomi Sistem Reproduksi Laki-laki & Perempuan, serta Siklus Ovarium dan Siklus Endometrium

Agnes Febriyanti Arie Puji Lestari Ayu Puspita sari Helena Winata Puspa Astriana Novita Widyaputri

Sistem reproduksi laki-laki Sistem reproduksi perempuan Siklus ovarium Siklus endometrium

Sistem reproduksi laki-laki


Sistem reproduksi pada pria terdiri dari organ reproduksi, saluran reproduksi, dan kelenjarkelenjar tambahan. Organ reproduksi laki laki: Organ Eksterna Organ Interna

Organ eksterna
Penis Penis berfungsi dalam aktifitas seksual terdiri dari tiga lapisan silinder dan jaringan erektil, dua korpora kavernosa lateral dan satu korpus spongiosum, yang berisi uretra. Pada ujung penis terdapat glans penis Glans penis dilindungi oleh kulit terluarnya yaitu prepusium. Prepusium inilah yang diambil ketika seorang pria disunat

http://classes.midlandstech.edu/carterp/Courses/bio211/Chap27/Reproductive_System.html

testis berperan dalam proses spermatogenesis (pembentukan sperma) Testis terletak di dalam skrotum. terdapat tubulus seminiferus tempat terjadinya spermatogenesis. Di dalam dinding tubulus seminiferus inilah terbentuk sel-sel sperma yang imatur

dua sel penyusun tubulus: sel sertoli menyusun bagian dalam: memberi asupan makanan selama masa pematangan sel interstisium Leydig menyusun bagian luar: mengeluarkan testosteron

Saluran reproduksi pria terdiri dari Epididimis tempat pematangan sperma setelah sperma dibentuk di tubulus seminiferus vas deferens sebagai saluran serta tempat penyimpanan sperma sementara sebelum di salurkan ke luar duktus ejakulatoris sebagai saluran pengeluaran sel sperma ketika aktivitas seksual berlangsung

Kelenjar pada organ reproduksi pria


kelenjar prostat vesika seminalis kelenjar bulbouretral (kelenjar cowper) Sekitar 60% cairan semen total berasal dari vesika seminalis, 20% dari kelenjar prostat, dan sebagian kecil disekresi oleh kelenjar bulbouretral

http://www.health-reply.com/male-reproductive-system-humans/

hormone yang berpengaruh terhadap sistem reproduksi pria


Gonadotropin Releasing Hormone berfungsi merangsang pengeluaran FSH dan LH FSH menstimulasi sel sertoli dalam proses spermatogenesis LH menstimulasi sel Leydig untuk mensekresikan testosteron Testosteron berperan dalam proses pembelahan sel-sel germinal testis growth hormone mengontrol secara keseluruhan fungsi-fungsi metabolisme di dalam testis

tahapan aktifitas seksual pada pria


Ereksi. Penis mengeras dan memanjang selama rangsangan seksual. Lubrikasi. Terjadi karena pengaktifan saraf parasimpatis yang dapat meningkatkan sekresi mukus pada glands uretra dan glands bulbouretral. Emisi. Sewaktu kenikmatan seksual mencapai suatu titik kritis, terdorongnya sperma keluar dari vas deferens dan ampula melalui duktus ejakulatoris ke dalam uretra. Ejakulasi. Penambahan semen ke dalam uretra bagian dalam, menimbulkan perasaan penuh., semen terdorong keluar secara kuat melalui uretra Resolusi. hilang ereksi serta kembalinya pola denyut jantung dan pernapasan normal.

organ reproduksi wanita


organ eksternal organ internal

http://urology.about.com/od/forwomen/ss/Femaleurologysexualanatomy_6.htm

Organ eksterna
Labia Mayora Labia Minora Klitoris Vestibula Orifisium uretra Mulut vagina

Organ reproduksi internal


Ovarium Panjang 3 cm sampai 5 cm, lebar 2 cm sampai 3 cm, dan tebal 1 cm. Berebntuk seperti kacang kenari.

http://www.satjotfertility.com/por.com.htm

Jaringan ikat ovarium disebut stroma tersusun dari korteks pada bagian luar dan medula pada bagian dalam Medula mengandung pembuluh darah dan limfatik, serabut saraf, sel-sel otot polos, dan sel-sel jaringan ikat Korteks adalah lapisan stroma luar yang rapat. Korteks mengandung folikel ovarian (unit fungsional pada ovarium)

http://www.tarleton.edu/Departments/anatomy/ovary.html

Tuba Falopi panjang 10 cm dan diameter 0,7 cm Tuba falopi menerima dan mentraspor oosit ke uterus setelah ovulasi Oosit memerlukan waktu sampai 4 sampai 5 hari untuk sampai ke uterus Fertilisasi biasanya terjadi di 1/3 bagian atas tuba falopi. Bagian

Bagian tuba falopi


Pars Interstitialis, terletak diantara otot rahim, mulai dari ostium internum tubae Pars Istmika tubae (isthmus), bagian tuba yang berada diluar uterus dan merupakan bagian yang paling sempit Pars ampularis tubae (ampula), bagian yang paling luas Pars infudibulo tubae, (infundibulum), bagian akhir tubae yang memiliki umbai yang disebut fimbriae

http://www.gfmer.ch/International_activities_En/El_Mowafi/Fallopian_tube.htm

Uterus Oosit yang telah dibuahi akan tersusun dalam lapisan endometrium Uterus berbentuk seperti buah pir terbalik dan dalam keadaan tidak hamil memiliki panjang 7 cm, lebar 5 cm, dan diameter 2,3 cm Organ ini terletak dalam rongga pelvis diantara rektum dan kandung kemih. Umumnya, letak uterus hampir horisontal di atas kandung kemih.

Dinding uterus terdiri dari Lapisan serosa (perimetrium) terletak paling luar Lapisan otot (miometrium) terletak di tengah Lapisan mukosa (endometrium)terletak paling dalam

Endometrium tersusun dari dua lapisan: (1) Pada lapisan superfisial (strotum fungsionalis), endometrium lebih tebal, lapisan ini mengandung lapisan kelenjar yang merespon hormon steroid dan biasanya hampir secara keseluruhan runtuh saat menstruasi. (2) Pada lapisan basal (statum basalis), tidak berubah selama siklus berlangsung

http://apbrwww5.apsu.edu/thompsonj/Anatomy%20&%20Physiology/2020/2020%20Exam%20 Reviews/Exam%205/CH27%20Uterine%20Anatomy.htm

Serviks Serviks merupakan bagian paling bawah uterus yang disusun oleh jaringan ikat fibrosa serta sejumlah kecil serabut otot dan jaringan elastis. Vagina merupakan jalan lahir bayi dan aliran menstrual, fungsinya adalah sebagai organ okulasi perempuan.

http://www.epgonline.org/warning.cfm?path=www.epgonline.org~page.cfm~pageId~922

Uterus pada organ reproduksi wanita disokong oleh ligamentum-ligamentum


Ligamentum latum Ligamentum teres Ligamentum sakrouterina Ligamentum puboservikalis

Siklus ovarium
Siklus ovarium merupakan siklus yang terjadi sebagai persiapan pelepasan sel telur (ovum). Pada bayi perempuan yang baru lahir, pada ovariumnya terdapat 2 juta oogonia. Degenerasi sel telur berlangsung sesudah lahir dan saat puber tinggal 400.000 oogonia.

http://m.eb.com/assembly/19665

http://www.naturesintentionsnaturopathy.com/infertility/menstrual-cycle-and-fertility.htm

Oogonium Oosit Materi pembuatan folikel pada ovarium (folikulogenesis) Fase ovulasi Pembentukan korpus luteum

Pada folikulogenesis terjadi proses sebagai berikut. Setelah pembentukan oocyt primer, epitel yang terbentuk menjadi epitel selapis gepeng melingkari oocyt primer. Terbentuklah foliker primer. Epitel folikel selapis gepeng menjadi kuboidal dan berlapis. Epitel mensekresi cairan folikuli yg akan berkumpul dalam Antrum folliculi. Stroma ovarium di sekeliling folikel berdiferensiasi membentuk theca eksterna dan theca interna. Ukuran oocyt bertambah besar Sel granulosa membentuk lapisan disebut membran gramulosa Pembentukan zona pellucida. Zona Pellucida masih terdapat pada waktu telur yg sudah dibuahi mencapai endometrium uterus Vaskularisasi jaringan ikat theca interna Terbentuknya folliculostatin, yaitu substansi yang terdapat dalam cairan folikuli yang secara spesifik mengatur FSH yang disekresi oleh sel granulosa. Volum oocyt berlipat menjadi 40 kali. Intinya hanya membesar 3 kali sehingga pertambahan besar folikel disebabkan akumulasi nutrien pada sitoplasma sel telur. Folikel dalam kondisi ini dinamakan folikel De Graff.

Proses terjadinya ovulasi adalah sebagai berikut. Terjadi pada hari ke 12-16 siklus Folikel De Graaf. Diameter 10-12 mm. Tempat dimana folikel menonjol ke permukaan ovarium disebut stigma merupakan tunika albuginea korteks yang tipis dan avaskuler. Terlempar sel telur keluar dari folikel disebabkan: - tekanan intra foliker bertambah - rupturnya stigma

Pembentukan korpus luteum terdiri dari: Proliferasi Vaskularisasi Maturasi Regresi

http://bluelotusfertility.com/2012/01/20/ovulation-hormones-explained/

Siklus endometrium atau siklus haid terdiri dari tiga fase yaitu fase menstruasi fase proliferasi fase sekresi atau fase progestasional

Fase Menstruasi
Fase menstruasi ditandai oleh pengeluaran darah dan debris endometrium dari vagina. Saat korpus luteum berdegenerasi karena tidak terjadi pembuahan dan implantasi ovum yang dikeluarkan dari siklus sebelumnya, kadar estrogen dan progesteron di sirkulasi turun drastis. lapisan endometrium yang kaya akan nutrisi dan pembuluh darah itu tidak lagi ada yang mendukung secara hormonal Penurunan kadar hormon-hormon ovarium dan juga merangsang pengeluaran prostaglandin uterus yang menyebabkan vasokontriksi pembuluh-pembuluh endometrium, sehingga aliran darah ke endometrium terganggu. Penurunan penyaluran O2 yang terjadi menyebabkan kematian endometrium. Perdarahan yang timbul melalui disintegrasi pembuluh darah itu membilas jaringan endometrium yang mati ke dalam lumen uterus

Fase proliferasi
haid berhenti dan fase proliperatif siklus uterus baru dimulai. Sewaktu darah haid berhenti, di uterus tertinggal satu lapisan tipis endometrium kurang dari 1 mm. fase proliperatif yang didominasi oleh estrogen berlangsung dari akhir haid sampai ovulasi.

fase sekretorik atau progestasional


bersamaan waktunya dengan fase luteal ovarium. Korpus luteum mengeluarkan sejumlah besar progesteron dan estrogen. Progestreon bekerja pada endometrium tebal yang sudah dipersiapkan oleh estrogen untuk mengubahnya menjadi jaringan yang kaya pembuluh dan glikogen. Jika tidak terjadi pembuahan dan implantasi, endometrium beregresi dan siklus akan dimulai kembali.

http://vaginaverite.com/reproductivecycle.html

Terima kasih