Controlling
(Pengawasan)
Shania Novena-202141018
Aghestine Amara-202141001
Ahmad Farid-202140001
Kel 6
Pengawasa
n
Pengawasan (controlling) adalah salah
satu fungsi manajemen yang penting
untuk memastikan bahwa organisasi
berjalan sesuai dengan rencana.
Melalui pengawasan, manajer dapat
memantau kinerja dan melakukan
penyesuaian yang diperlukan untuk
mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Pengawasan (controlling) dalam
manajemen keperawatan dipengaruhi
oleh berbagai faktor, antara lain:
Standar Praktik Protokol dan standar yang ditetapkan dalam praktik keperawatan
akan memengaruhi bagaimana pengawasan dilakukan.
Kualitas Sumber Keterampilan dan pengetahuan perawat berpengaruh pada
Daya Manusia efektivitas pengawasan. Pelatihan dan pengembangan
berkelanjutan sangat penting.
Komunikasi Kualitas komunikasi antar tim perawat, dokter, dan manajemen
dapat memengaruhi pengawasan. Komunikasi yang efektif
membantu mengidentifikasi masalah lebih cepat.
Teknologi Penggunaan teknologi informasi dalam manajemen keperawatan,
seperti sistem rekam medis elektronik, dapat mempermudah
pengawasan dan pemantauan.
Kepemimpinan Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh manajer keperawatan
akan mempengaruhi motivasi dan kinerja staf dalam menjalankan
tugas mereka.
Lingkungan Kerja Lingkungan fisik dan budaya di tempat kerja dapat berdampak
pada motivasi dan efektivitas pengawasan.
Regulasi dan Kebijakan pemerintah dan peraturan kesehatan memengaruhi
Kebijakan bagaimana pengawasan dilakukan di fasilitas kesehatan.
Evaluasi Kinerja Sistem evaluasi yang jelas dan terukur membantu dalam
pengawasan dan peningkatan kualitas layanan.
5W + 1H Controlling Keperawatan
1 WHAT Pengawasan dalam keperawatan merujuk pada proses
Apa yang dimaksud dengan pemantauan dan evaluasi terhadap kegiatan keperawatan yang
pengawasan dalam konteks dilakukan oleh perawat untuk memastikan bahwa standar
keperawatan? pelayanan dipenuhi. Ini mencakup pengawasan terhadap
tindakan keperawatan, penggunaan sumber daya, dan
kepatuhan terhadap protokol medis.
2 WHY Pengawasan sangat penting karena dapat mengidentifikasi
Mengapa pengawasan masalah sebelum berkembang menjadi isu serius,
penting dalam praktik meningkatkan kualitas pelayanan, dan memastikan
keperawatan? keselamatan pasien. Tanpa pengawasan yang baik, risiko
kesalahan medis dan pengabaian standar perawatan dapat
meningkat.
3 WHO Pengawasan dalam tim keperawatan biasanya menjadi
Siapa yang bertanggung tanggung jawab perawat senior atau kepala perawat. Namun,
jawab dalam pelaksanaan setiap anggota tim keperawatan memiliki peran dalam
pengawasan? memastikan pengawasan dilakukan secara kolektif.
4 WHERE Pengawasan sebaiknya dilakukan di semua tempat di mana layanan
Di mana keperawatan diberikan, termasuk rumah sakit, puskesmas, dan klinik.
pengawasan ini Pengawasan juga harus berlangsung di lapangan, di mana perawat
sebaiknya memberikan perawatan langsung kepada pasien.
dilakukan?
5 WHEN Pengawasan harus dilakukan sepanjang siklus pelayanan, mulai dari tahap
Kapan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Ini memastikan bahwa setiap
pengawasan tahap layanan keperawatan dapat dipantau dan dievaluasi secara berkala.
harus dilakukan
dalam siklus
pelayanan
keperawatan?
6 HOW Perawat dapat melakukan pengawasan yang efektif dengan menggunakan
Bagaimana cara berbagai metode, seperti observasi langsung, pencatatan, dan komunikasi yang
perawat terbuka dengan anggota tim lainnya. Penggunaan teknologi, seperti perangkat
melakukan lunak manajemen keperawatan, juga dapat meningkatkan efisiensi
pengawasan pengawasan.
yang efektif?
Fungsi Pengawasan (Controlling)
1. Pemantauan Kinerja: Memastikan
bahwa tim keperawatan memenuhi
4. Pengendalian Sumber Daya:
standar operasional prosedur (SOP)
Mengelola dan memonitor penggunaan
dan memberikan pelayanan yang
sumber daya, baik manusia maupun
berkualitas.
material, untuk memastikan efisiensi dan
efektivitas pelayanan.
2. Evaluasi Hasil: Mengukur hasil dari
intervensi keperawatan melalui
5. Perencanaan Perbaikan:
pengumpulan data dan analisis
Berdasarkan hasil evaluasi,
outcome pasien untuk menilai
merencanakan perbaikan dan
efektivitas tindakan yang diambil.
pengembangan program pelatihan untuk
meningkatkan kompetensi tim
3. Pemberian Umpan Balik:
keperawatan.
Memberikan umpan balik kepada
perawat tentang kinerja mereka,
6. Kepatuhan terhadap Regulasi:
serta membantu dalam
Memastikan bahwa semua praktik
pengembangan profesional dan
keperawatan mematuhi regulasi dan
peningkatan kualitas perawatan.
standar yang ditetapkan oleh badan
kesehatan dan lembaga terkait.
Peran Pengawasan
Memonitor Kinerja Pengawasan, membantu
manajer untuk memastikan bahwa semua aktivitas
berjalan sesuai dengan rencana.
Mengidentifikasi Masalah, dengan pemantauan
yang terus-menerus, pengawasan memungkinkan
identifikasi masalah sebelum menjadi lebih serius.
Mengambil Tindakan Korektif, jika terdapat
penyimpangan dari rencana, manajer dapat segera
mengambil tindakan untuk memperbaikinya.
Meningkatkan Efisiensi, melalui pengawasan,
organisasi dapat menemukan cara untuk
meningkatkan efisiensi
dan efektivitas kerja.
contoh pengawasan dalam konsep
keperawatan (controlling) di manajemen
keperawatan
1. Audit Kualitas Pelayanan: Melakukan audit rutin terhadap kualitas
pelayanan keperawatan, seperti kepatuhan terhadap protokol,
penanganan pasien, dan penggunaan alat medis. Ini dapat membantu
mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan.
2. Evaluasi Kinerja Staf: Menilai kinerja perawat melalui penilaian
berkala. Ini mencakup observasi langsung, umpan balik dari pasien,
dan penilaian kompetensi untuk memastikan bahwa semua perawat
memenuhi standar profesional.
3. Monitoring Proses Perawatan: Mengawasi dan memonitor proses
perawatan pasien, termasuk administrasi obat, pemantauan tanda
vital, dan pencatatan dalam rekam medis. Pengawasan ini bertujuan
untuk memastikan bahwa semua prosedur diikuti dan tidak ada
kesalahan yang terjadi.
[Link] Indikator Kinerja: Menggunakan indikator
kinerja, seperti tingkat infeksi, kepuasan pasien, dan lama
tinggal di rumah sakit, untuk mengevaluasi efektivitas
program keperawatan dan melakukan perbaikan bila
diperlukan.
[Link] Laporan Rutin: Menyusun laporan berkala
tentang aktivitas keperawatan, termasuk jumlah pasien, jenis
intervensi, dan hasil yang dicapai. Laporan ini dapat
digunakan untuk analisis dan pengambilan keputusan.
[Link] dan Pelatihan: Mengadakan sesi pelatihan
dan pendidikan berkelanjutan untuk perawat agar mereka
tetap update dengan praktik terbaik dan standar terbaru
dalam keperawatan.
[Link] Manajemen Risiko: Mengidentifikasi dan
mengelola risiko yang mungkin terjadi dalam praktik
Terimakasih