Anda di halaman 1dari 49

SYOK PADA ANAK

DM: Hotimah

SYOK
oxygen delivery (DO2) ke mitokondria sel di seluruh tubuh manusia tidak mampu memenuhi kebutuhan oxygen consumption (VO2).

Anaerob state

Cell death

Jenis dan Penyebab Syok

Patofisiologi syok

Tahap-tahap Syok
1. 2.

Tahap kompensasi fungsi vital masih dapat dipertahankan melalui mekanisme konpensasi tubuh Tahap dekompensasi mekanisme kompensasi

3.

mulai gagal mempertahankan curah jantung yang adekuat dan system sirkulasi menjadi tidak efisien lagi Tahap ireversibel Kegagalan mekanisme kompensasi tubuh menyebabkan syok terus berlanjut, sehingga terjadi kerusakan/kematian sel dan disfungsi system multi organ lainnya

Manifestasi klinis
Penyakit primer penyebab shock Kecepatan dan jumlah cairan yang hilang Lama nya syok serta kerusakan jaringan yang terjadi Tipe dan stadium renjatan

SHOCK HIPOVOLEMIK

Syok hipovolemik berarti syok yang di sebabkan oleh berkurangnya volume intravaskuler

Intake kurang atau output kelebihan

Translokasi cairan - intraintestinal (ileus paralitik,

1. Dehidrasi disebabkan:

a. Intake yang kurang (minum kurang, anoreksia, hipodipsi karena hirschprung) hipotalamus terganggu. b. Output meningkat:
 Kehilangan cairan dan elektrolit: - asites dan edema (sindroma nefrotik)

- keringat banyak/insensible loss menigkat (hiperventilasi, panas tinggi) - osmotic dieresis (diabetes insipidus, defisiensi A.D.H, penyakit ginjal kronis) - kehilangan Na (Na loss nepropathy, pemakaian diuretic) -kehilangan melalui saluran percernaan (diare, ileostomi, muntah, fistula Kehilangan darah - trauma - perdarahan gastrointestinal - perdarahan intracranial Kehilangan plasma - luka bakar - Peritonitis

Patofisiologi
Volume sirkulasi

Preload Volume sekuncup


Baroreseptor, kemoreseptor, cerebral ischemic reseptor

Cardio inhibitor center dihambat

Aktivasi cardiostimulator center

Output simpatetik meningkatkat,output parasimpatetik menurun

HR , kontraktilitas otot jantung , vasokonstriksi Ginjal Angiotensi, vasopressin, aldosteron

Manifestasi klinis
Tanda klinis Blood loss ( %) Heart rate Tekanan Sistolik Nadi/volume Capillary refill Kulit Pernafasan Kesadaran Kompensasi Sampai 25 Takikardia + Normal Normal/menurun Normal/meningkat 3-5 detik Dingin, pucat Takipneu Gelisah Dekompensasi 25 - 40 Takikardia ++ Normal/menurun Menurun + Meningkat > 5 detik Dingin/mottled Takipneu + Lethargi bereaksi > 40 Taki/bradikardia Tidak terukur Menurun ++ Meningkat ++ Dingin+/deadly pale Sighing respiration Reaksi -/ hanya terhadap nyeri I reversible

Pemeriksaan penunjang
DL UL BGA Elektrolit Fungsi ginjal

Penatalaksanaan SHock

SHOCK KARDIOGENIK

Syok kardiogenik disebabkan oleh kegagalan fungsi pompa jantung yang mengakibatkan curah jantung menjadi berkurang atau berhenti sama sekali untuk memenuhi kebutuhan metabolisme

Etiologi
Infark miokard akut dengan kerusakan otot jantung Kerusakan katup jantung Gangguan irama jantung Gangguan sistem konduksi hantaran listrik jantung

Mekanisme Syok Kardiogenik pada Infark Miokard


Nekrosis Vetrikel kiri yang luas Disfungsi Miokardium Hipotensi Aritmia Cardiac Output q Asidosis sistemik Aliran koroner menurun Hipoksia miokardium

Tekanan Atrium Kiri Tekanan Art. Pulmonalis

Tekanan Darah Arteri

Vasokonstriksi

Manifestasi Klinik

MANIFESTASI KLINIK
Kulit dingin dan pucat Penurunan tekanan darah sampai tidak terukur, sulit atau tidak terabanya denyut nadi perifer (bandingkan ekstremitas atas dan bawah), pulse pressure menyempit Hiperaktif RV Penurunan capillary refile

Diagnosis shock
Keluhan Utama Syok Kardiogenik
- Oliguri (urin < 20 mL/jam).

Tanda Penting Syok Kardiogenik


1. Tensi turun < 80-90 mmHg. 2. Takipneu dan dalam. 3. Takikardi. 4. Nadi cepat, kecuali ada blok A-V. 5. Tanda-tanda bendungan paru: ronki basah di kedua basal paru. 6. Bunyi jantung sangat lemah, bunyi jantung III sering terdengar. 7. Sianosis. 8. Diaforesis (mandi keringat). 9. Ekstremitas dingin. 10. Perubahan mental.

- Mungkin ada hubungan dengan Infark miokard akut (IMA) - Nyeri substernal seperti IMA.

Penatalaksanaan
Pastikan jalan nafas tetap adekuat, bila tidak sadar sebaiknya dilakukan intubasi. Berikan oksigen 8 - 15 liter/menit dengan menggunakan masker untuk mempertahankan PO2 70 - 120 mmHg Rasa nyeri akibat infark akut yang dapat memperbesar syok yang ada harus diatasi dengan pemberian morfin. .

Koreksi hipoksia, gangguan elektrolit, dan keseimbangan asam basa yang terjadi. Bila mungkin pasang CVP. Pemasangan kateter Swans Ganz untuk meneliti hemodinamik

SEPTIC SHOCK

Definisi
Sepsis didefinisikan sebagai SIRS di hadapan infeksi yang dicurigai atau terbukti; dan sepsis berat didefinisikan sebagai sepsis dengan disfungsi organ yang menyertainya. Ketika kegagalan kardiovaskuler terjadi pada pengaturan sepsis berat maka diklasifikasikan sebagai syok septik

Table. Terminologi dan Definisi Sepsis Sindrom respon inflamasi sistemik (SIRS: systemic inflammatory respons syndrome) respon tubuh terhadap inflamasi sistemik mencakup 2 atau lebih keadaan berikut : suhu > 38o C frekuensi jantung > 90 kali/menit frekuensi nafas > 20 kali/menit atau PaCO2 < 32 mmHg leukosit darah > 12.000/ mm3, < 4000/mm3 atau stab > 10%

sepsis keadaan klinis berkaitan dengan infeksi dengan manifestasi SIRS sepsis berat sepsis yang disertai dengan disfungsi rgan, hipoperfusi atau hipotensi termasuk asidosis laktat, oliguria dan penurunan kesadaran. Sepsis dengan hipotensi Sepsis dengan tekanan darah sistolik <90 mmHg atau penurunan tekanan darah sistolik >40 mmHg dan tidak ditemukan penyebab hipotensi Renjatan septic Sepsis dengan hipotensi meskipun telah diberikan resusitasi cairan secara adekuat atau memerlukan vasopressor untuk mempertahankan tekanan darah dan perfusi organ.

Definitions used to describe the condition of septic patients


Bacteriemia Septicemia SIRS
Presence of bacteria in blood (positive blood cultures) Presence of microbes or their toxins in blood u 2 of these conditions: fever (oral temp. >380C) or hypothermia (<360C); tachypnea (>24 breath/min); tachycardia (heart rate > 90 beats/min); leukocytosis (> 12.000/QL); leukopenia (< 4.000/QL) or > 10% bands; may have a noninfectious etiology SIRS that has a proven or suspected microbial etiology = sepsis syndrome: sepsis with 0ne or more signs of organ dysfunction, e.g: 1. Cadiovascular: arterial systolic blood pressure 90mmHg or mean arterial pressure 70mmHg that respons to administration of intravenous fluid 2. Renal: urine output < 0,5mL/kg per hour for 1 h despite adequate fluid resuscitation 3. Respiratory: PaO2/FIO2 250 or, if the lung is the only dysfunction organ, 200 4. Hematologic: platelet count < 80.000/QL or 50% decrease in platelet count from highest value ercorded over previous 3 days 5. Unexplained metabolic acidosis: a pH 7,30 or a base deficit u 5,0mEq/L and a plasma lactate level > 1,5 times upper limit of normal for reporting lab 6. Adequate fluid resuscitation: pulmonary artery wedge pressure u 12mmHg or CVP u 8mmHg Sepsis with hypotention (arterial blood pressure < 90mmHg systolic, or 40mmHg less than patients normal blood pressure) for at least 1 h despite adequate fluid resuscitation; or need for vasopressors to maintain systolic blood pressure u 90mmHg or mean arterial pressure u 70mmHg Septic shock that last for > 1 h and does not respond to fluid or pressor administration Dysfunction of mor than one organ, requiring intervention to maintain homeostasis

Sepsis Severe sepsis

Septic shock

Refractory septic shock MODS

Patofisiologi

Stadium awal
Warm shock p vasodilatasi dan kenaikan curah jantung dengan penurunan efektifitas volume darah sirkulasi Kulit kemerahan Tekanan sistolik normal Tekanan nadi meningkat Hiperventilasi Depresi susunan saraf pusat Penurunan jumlah urine
28

Biasanya disertai demam dan menggigil

Stadium lanjut
Penurunan curah jantung Hipotensi Nadi cepat dan kecil Kulit dingin dan sianotik Anuria Acidemi Dapat terjadi PIM/DIC

29

1. Memberantas infeksi :
Meningitis, umur > 1 bulan Ampiciline 300 400 mg/KgBB/hari dibagi 6 dosis Chloramphenicol 100 mg/KgBB/hari dibagi 4 dosis Resiko tinggi infeksi gram negatif p kombinasi aminoglikosida dan derivat penisilin Moxalactam, cefotaxime, ceftazidime dan cephalosporin generasi III p untuk infeksi gram negatif aerob dan anaerob

30

Jamur Candida p amphotericin B Dosis 0.25 0.30 mg/KgBB/hari dalam waktu 3 6 jam Dosis dapat dinaikkan perlahan-lahan 0.1 0.25 mg/KgBB sampai 0.5 1.0 mg/KgBB/ hari (maksimal 50 mg/hari) dan diberikan selama 10 14 hari 2. Mempertahankan perfusi jaringan yang adekuat : Pemberian cairan & pengaturan keseimbangan asam basa : Ringer laktat 10 20 ml/KgBB/beberapa menit sampai 1 jam p memperbaiki volume cairan intravaskuler
31

Kadar protein total 4.5 gr/100 ml p beri FFP Tekanan vena sentral 5 6 cmH2O dengan hipotensi p beri cairan kristaloid lagi 10 20 ml/KgBB selama 10 menit Tekanan vena sentral 6 10 cmH2O p cairan kristaloid 5 10 ml/KgBB sampai tekanan vena sentral mencapai 10 15 cmH2O Transfusi darah p bila Ht 3% untuk mempertahankan Ht antara 35 40 % Sodium bikarbonat p untuk koreksi ggn asam basa. Darurat p beri 1 2 mEq/KgBB dengan kecepatan 1 mEq/kgBB/menit

32

Obat-obat vasoaktif pbila curah jantung tetap rendah walaupun pemberian cairan sudah adekuat atau bila ada edema paru diberikan : Golongan xanthine (aminophyllin) Glucagon Cardiac glucocide, digitalis dan derivatnya Golongan steroid yang diberikan : Dexamethasone 1 3 mg/kgBB atau Methyl prednisolon 30 mg/kgBB setiap 4-6 jam selama 72 jam 3. Ventilasi Jalan nafas harus bebas Oksigenasi yang adekuat
33

Bila ada tanda-tanda kegagalan pernafasan akut : Hiperventilasi Hipoksemia berat Hiperkapnea Beri bantuan nafas dengan ventilator mekanik

Bila terjadi adult respiratory distress syndrome p PEEP dan ventilator mekanik 4. Pengobatan supportif Nutrisi dengan tinggi kalori protein, dan pemberian mineral Bila ada gagal ginjal dipertimbangkan dialisis peritoneal Koreksi PIM dengan komponen darah (FFP atau trombosit)
34

SHOCK ANAFILAKTIK

Definisi

insufisiensi sirkulasi akibat reaksi imun yang berlebihan


Etiologi
Makanan : kacang, telur, susu, ikan laut, buah. Allergen immunotherapy Gigitan atau sengatan serangga Obat-obat : penicillin, sulpha, immunoglobin (IVIG), serum, NSAID Latex Vaksin Exercise induce Anafilaksis idiopatik

Patofisiologi
Ag
Ig.E Mast cell Basofil Pe permeabilitas vaskular
Histamin or histamin like substance

Dilatasi arteriol Pe kapasitas vaskular

Manifestasi klinik
Gejala SSP : pusing, sincope, gangguan kesadaran sampai koma.

Gejala saluran nafas : sekret hidung enter, hidung gatal, udema hipopharing/laring, gejala asma. Gejala kardiovaskular : hipotensi/renjatan

Gejala Intestinal : kolik abdomen, kadang-kadang disertai muntah dan diare.

Kulit : pruritus, erithema, urtikaria dan angioedema

Anafilaktik
Tahap I
Evaluasi dengan cepat keadaan jalan nafas dan jantung trendelenberg position dan berikan oksigen melalui kateter nasal atau masker HCL epinefrin 1 : 1000 0.1 0.3 ml i.m Pasang tourniquet proximal dari tempat masuknya antigen psuntikkan 0.1 0.2 ml HCL epinefrin 1 : 1000 di sekitar tempat masuknya antigen p longgarkan tourniquet setiap 10 menit selama 1 2 menit pdilepaskan setelah gejala hilang

39

Tahap II
Dilakukan bila tindakan tahap I tidak berhasil Difenhidramin p sebagai antihistamin, dosis 1 2 mg/kgBB (maksimum 50 mg) dosis tunggal Cairan intravena pdiberikan larutan 1 : 4 sebesar 30 ml/kgBB selama 1 jam pertama atau sampai shock teratasi Diberikan cairan Ringer laktat/ NaCl 0.9 % atau glukosa 5 % dengan tetesan cepat

40

Aminofilin 4 - 7 mg/KgBB i.v perlahan-lahan ( 15 20 menit) dengan dilarutkan dalam cairan paling sedikit sama banyak. Hidrokortison 50 100 mg i.v ( 7mg/kgBB ) atau adrenokortikosteroid yang ekuivalen, disusul dengan 7 mg/kgBB/hari i.v

41

Tahap III
Pengobatan terhadap komplikasi Koreksi gangguan asam basa Bila ada kejang p antikonvulsan Misalnya : Diazepam 0.3 0.5 mg/kgBB Luminal 30 75 mg/kgBB i.m Bila disertai edema larynx p pertimbangkan intubasi endotracheal

42

Penatalaksanaan
Resusitasi (A B C) Adrenalin 1%:0,01m1/kgBB tidak ada perbaikan, diulang 10-15 menit kemudian (maksimal 3 kali). Infus RL/NaCL 0,9% atau cairan kolloid 20 ml/kg/10 menit bila dengan adrenalin belum menunjukkan perbaikan perfusi jaringan. Bronkodilator pada penderita yang menunjukkan gejala seperti asma.

Aminophylline intravena atau adrenergic bronkodilator (albuterol, terbutalin) parenteral atau nebulizer. Antihistamin : Diphenhydramine 2 mg/kg BB i.m atau i.v atau 5 mg/kgBB per oral. Chlortrimeton untuk gejala-gejala kulit seperti urtikaria, angioedema pruritus. Kortikosteroid : Hydrocortisone 6- 8 mg/kg BB/ 6-8 jam Kortikosteroid hanya diberikan pada renjatan refrakter, urtikaria persisten, atau angioedema yang masih menetap setelah fase akut teratasi.

NEUROGENIC SHOCK

46

Definisi :
Renjatan yang terjadi oleh karena rangsangan; - Reflek vagal - Rangsangan SSP

Penatalaksanaan :
Syok primer akibat rasa nyeri diatasi dengan analgetika dan syok sekunder diatasi sesuai dengan causanya

Etiologi
Trauma medula spinalis dengan quadriplegia atau paraplegia (syok spinal).  Rangsangan hebat yang kurang menyenangkan seperti rasa nyeri hebat pada fraktur tulang.  Rangsangan pada medula spinalis seperti penggunaan obat anestesi spinal/lumbal.  Trauma kepala (terdapat gangguan pada pusat otonom).  Suhu lingkungan yang panas, terkejut, takut.


Manifestasi Klinis
Hampir sama dengan syok pada umumnya tetapi pada syok neurogenik terdapat tanda
tekanan darah turun nadi tidak bertambah cepat, bahkan dapat lebih lambat (bradikardi) kadang disertai dengan adanya defisit neurologis berupa quadriplegia atau paraplegia . Sedangkan pada keadaan lanjut, sesudah pasien menjadi tidak sadar, barulah nadi bertambah cepat. Karena terjadinya pengumpulan darah di dalam arteriol, kapiler dan vena, maka kulit terasa agak hangat dan cepat berwarna kemerahan.

Diagnosis
Hampir sama dengan syok pada umumnya tetapi pada syok neurogenik terdapat tanda
tekanan

darah turun nadi tidak bertambah cepat, bahkan dapat lebih lambat (bradikardi) kadang disertai dengan adanya defisit neurologis berupa quadriplegia atau paraplegia.