Anda di halaman 1dari 34

Shela Putri Sundawa, 0806324500

Mengatur distribusi darah dan nutrisi Mensintesis dan mengeluarkan vasoaktif, dan substansi antitrombotik Distribusi sel imun ke daerah trauma atau yang terinfeksi

Mostaghimi A, Crager MA. Disease of the peripheral vasculatureLilly LS. Pathophysiology of Heart Disease. 2010

Gangguan pada struktur dinding pembuluh darah


Infeksi, aneurisma, ruptur, dll

Penyempitan lumen vaskular


Penyakit arteri perifer Aterosklerosis, trombosis, inflamasi

Spasme otot polos vaskuler


Mostaghimi A, Crager MA. Disease of the peripheral vasculatureLilly LS. Pathophysiology of Heart Disease. 2010

1. Koenig W. Eur Heart J Supplements 1999:1:T1926. 2. Ross R. Nature 1993;362:801809.

Definisi: penyempitan arteri perifer, paling sering Kerusakan endotel terjadi pada arteri pelvis dan tungkai PenyebabProduksi cellular adhesion molecules utama:
Aterosklerosis sebagai respon protektif
Monosit dan sel T limfosit menempel ke sel endotel Bermigrasi dari endotel ke subendotel Berubah jadi makrofag memakan LDL-C teroksidasi Terbentuk sel foam Merusak endotel dan menginduksi faktor koagulasi

Fatty streak dan plak

` ` `

Definisi: penyempitan arteri perifer, paling sering terjadi pada arteri pelvis dan tungkai Penyebab utama: ` Aterosklerosis Penyebab lain: thrombosis, emboli, vaskulitis, fibromuskular displasia. Prevalensi: 4% pada individu >40 tahun, 15-20% pada individu>70 tahun Resiko meningkat untuk meninggal akibat penyakit kardiovaskular
Libby: Braunwald's Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine, 8th ed. 2007. Saunders

` ` ` ` `

Merokok Diabetes melitus Dislipidemia Hipertensi Hiperhomosisteinemia

1. Libby: Braunwald's Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine, 8th ed. 2007 2. Inter-Society Consensus for the Management of Peripheral Arterial Disease. (TASC II). 2007 3. Mostaghimi A, Crager MA. Disease of the peripheral vasculatureLilly LS. Pathophysiology of Heart Disease. 2010

Perlu vasodilatasi meningkatkan suplai

exercise

Obstruksi pada pembuluh darah

iskemi

ADAPTASI:
perubahan pada struktur dan fungsi otot
1.Libby: Braunwald's Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine, 8th ed. 2007 2. Inter-Society Consensus for the Management of Peripheral Arterial Disease. (TASC II). 2007 3. Mostaghimi A, Crager MA. Disease of the peripheral vasculatureLilly LS. Pathophysiology of Heart Disease. 2010

Nekrosis jaringan dan gangren

Tanda kardinal

Klaudikasio intermiten Nyeri saat istirahat

Tidak nyaman, lelah, nyeri pada sekelompok otot saat beraktivitas dan membaik saat istirahat
Letak otot yang mengalami keluhan terletak distal dari arteri yang teroklusi

Libby: Braunwald's Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine, 8th ed. 2007

Stenosis pada a. femoralis dan/atau poplitea

Klaudikasio intermiten pada m.soleus dan gastroknemius

Grays anatomy. 2009.

Tanda kardinal

Klaudikasio intermiten Nyeri saat istirahat

Dikarenakan jumlah aterosklerosis yang multipel

Libby: Braunwald's Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine, 8th ed. 2007

Stenosis multipel pada a. femoralis dan/atau poplitea

Grays anatomy. 2009.

Nyeri tidak hanya terasa saat aktivitas Suplai darah makin rendah hingga saat istirahat pun tidak mencukupi nyeri saat istirahat

Manifestasi Klinis

Lebih dari 2 minggu*

Kronik

Akut

<2 minggu*

Iskemi tungkai kronis kritis

Iskemi tungkai kronis non kritis

Iskemi Tungkai Akut

*2007 Inter-Society Consensus for the Management of Peripheral Arterial Disease

Nyeri tungkai terasa saat istirahat dengan lesi kulit berupa ulkus maupun gangren Kriteria Diagnosis Tekanan sistolik ankle 50-70 mmHg pada pasien dgn ulkus iskemia Manifestasi Klinis Tekanan sistolik ankle 30-50 mmHg pada pasien dgn nyeri khas saat istirahat Tekanan sistolik ibu jari kaki <30 mmHg pada pasien dgn DM Akut tcPO2 <30 mmHg Kronik

Iskemi tungkai kronis kritis

Iskemi tungkai kronis non kritis

Iskemi Tungkai Akut

Standar pelayanan medik RS jantung Harapan Kita. 2009

Rasa nyeri atau tidak nyaman pada tungkai yang dirasakan ketika beraktivitas dan belum menyebabkan lesi di dermis Klasifikasi menurut Fontaine Manifestasi Klinis I Asimtomatik II aKlaudikasio ringan (di atas 200 m) IIb Klaudikasio berat (di bawah 200 m) III Nyeri saat istirahat Kronik Akut IV Ulkus atau gangren

Iskemi tungkai kronis kritis

Iskemi tungkai kronis non kritis

Iskemi Tungkai Akut

Standar pelayanan medik RS jantung Harapan Kita. 2009

Penurunan perfusi tungkai secara mendadak yang mengancam viabilitas jaringan Kriteria Diagnosis 5P Pain nyeri saat istirahat < 14 hari Manifestasi Pallor pucat, sianosis Klinis Pulseless denyut lemah atau tidak teraba pada distal tungkai Paraestesia Paralisis tungkai Kronik Akut

Iskemi tungkai kronis kritis

Iskemi tungkai kronis non kritis

Iskemi Tungkai Akut

Standar pelayanan medik RS jantung Harapan Kita. 2009

` ` ` ` ` ` `

Segmental Pressure Measurement Ankle/Brachial Index Treadmill Exercise Testing Duplex Ultrasound Imaging Magnetic Resonance Angiography Computed Tomographic Angiography Contrast Angiography,

Libby: Braunwald's Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine, 8th ed. 2007

Menggunakan pneumatic cuff yang diletakkan secara sekuensial sepanjang tungkai pada berbagai level TD sistolik pada segmen tungkai diukur dengan melihat tekanan diaman terjadi alira darah saat deflasi cuff. SLP dapat mengetahui secara akurat lokasi dari stenosis arteri Perbedaan >20 mmHg antara segmen yang bersebelahan menggambarkan adanya stenosis fokal

Libby: Braunwald's Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine, 8th ed. 2007

` ` ` ` ` ` `

Segmental Pressure Measurement Ankle/Brachial Index Treadmill Exercise Testing Duplex Ultrasound Imaging Magnetic Resonance Angiography Computed Tomographic Angiography Contrast Angiography,

Mengukur TD sistolik pada kedua a. brakialis dan pada a. dorsalis pedis & a. tibialis posterior setelah pasien berbaring pada posisi terlentang selama 10 menit Semakin rendah ABI semakin besar resiko terjadinya rest pain, ulkus iskemik, atau gangren Keterbatasan ABI tidak dapat digunakan pada pasien dengan pembuluh terkalsifikasi (seperti pada diabetes atau insufisiensi renal) karena tidak dapat dikompresi selama inflasi pneumatic cuff

Libby: Braunwald's Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine, 8th ed. 2007

` ` ` ` ` ` `

Segmental Pressure Measurement Ankle/Brachial Index Treadmill Exercise Testing Duplex Ultrasound Imaging Magnetic Resonance Angiography Computed Tomographic Angiography Contrast Angiography,

Untuk mengevalusi gejala klinis stenosis & mengetahui kapasitas pasien dalam berjalan; penilaian disbilitas kuantitatif Sesudah tes normalnya, peningkatan tekanan darah selama olahraga harus sama pada ekstemitas atas dan bawah (ABI=1) Diagnosis PAD penurunan ABI sebesar 25% atau lebih setelah olahraga pada pasien yang kapasitas jalannya dibatasi oleh klaudikasio

Libby: Braunwald's Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine, 8th ed. 2007 2007 Inter-Society Consensus for the Management of Peripheral Arterial Disease

` ` ` ` ` ` `

Segmental Pressure Measurement Ankle/Brachial Index Treadmill Exercise Testing Melihat letak penyumbatan dengan Duplex Ultrasound Imaging probe, non invasif Magnetic Resonance Angiography Computed Tomographic Angiography Contrast Angiography,

` ` ` ` ` ` `

Segmental Pressure Measurement Ankle/Brachial Index Treadmill Exercise Testing Duplex Ultrasound Imaging Magnetic Resonance Angiography Computed Tomographic Angiography Contrast Angiography
Melihat letak penyumbatan dengan memasukkan kontras ke pembuluh darah

2007 Inter-Society Consensus for the Management of Peripheral Arterial Disease

Tujuan pengobatan:
Klaudikasio intermiten Mengurangi nyeri saat aktivitas CLI Mengurangi nyeri iskemi Mengobati ulkus Meningkatkan kualitas hidup pasien dan menyelamatkan hidup pasien ALI Mengurangi perburukan iskemi Menyelamatkan tungkai dan nyawa

2007 Inter-Society Consensus for the Management of Peripheral Arterial Disease

Tujuan pengobatan:
Klaudikasio intermiten Mengurangi nyeri saat aktivitas CLI Mengurangi nyeri iskemi Terapi latihan yang Mengobati ulkus Meningkatkan kualitas hidup disupervisi pasien dan menyelamatkan hidup pasien ALI

Modifikasi faktor resiko Terapi farmakologis

Mengurangi perburukan iskemi Menyelamatkan tungkai dan nyawa

2007 Inter-Society Consensus for the Management of Peripheral Arterial Disease

Mengurangi nyeri: Berikan pain relief: Tujuan pengobatan: acetaminophen Klaudikasio intermiten Letakkan kaki Mengurangi nyeri saat aktivitas menggantung Mengobati ulkus: CLI Kompres terbuka Mengurangi nyeri iskemi pada ulkus Mengobati ulkus Meningkatkan kualitas hidup pasien Berikan antibiotik mengembalikan fungsi tungkai) dan menyelamatkan hidup pasien Mengembalikan fungsi tungkai: ALI Reperfusi (TPA), Mengurangi perburukan iskemi trombolitik
Menyelamatkan tungkai dan nyawa

2007 Inter-Society Consensus for the Management of Peripheral Arterial Disease

Tujuan pengobatan:

Mengurangi Mengurangi nyeri saat aktivitas perburukan iskemi: Reperfusi CLI segera(TPA), heparinisasi, Mengurangi nyeri iskemi Mengobati ulkus Mengatasi jejas Meningkatkan kualitas hidup pasien mengembalikan reperfusi: fungsi tungkai) dan menyelamatkan hidup pasien Antioksidan ALI allopurinol
Klaudikasio intermiten Mengurangi perburukan iskemi Menyelamatkan tungkai dan nyawa

2007 Inter-Society Consensus for the Management of Peripheral Arterial Disease

Prognosis tungkai ditentukan oleh derajat penyakit arteri, keparahan iskemia tungkai, dan kemudahan untuk mengembalikan sirkulasi arterial ke kaki

Pasien PAD memiliki resiko >> menderita penyakit kardiovaskular lain dan kehilangan tungkai, serta penurunan kualitas hidup Pasien PAD sering menderita CAD dan penyakit serebrovaskular Pasien dengan ABI abnormal beresiko 2-4x untuk terkena MI, angina, CHF, atau iskemia serebrovaskular

1.Libby: Braunwald's Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine, 8th ed. 2007 2. Inter-Society Consensus for the Management of Peripheral Arterial Disease. (TASC II). 2007 3. Mostaghimi A, Crager MA. Disease of the peripheral vasculatureLilly LS. Pathophysiology of Heart Disease. 2010

Menurut: ACC/AHA Guidelines for Management of Patients with PAD