Anda di halaman 1dari 10

LAXANSIA

Obat pencahar

LAKSANSIA
Laksansia atau obat pencahar adalah zat yang dapat menstimulasi gerakan peristaltik usus sebagai refleks dari rangsangan langsung terhadap dinding usus sehingga menyebabkan defekasi (mempermudah buang air besar)

Penyebab Konstipasi
Kurang makan makanan berserat / gizi, kurang minum Adanya penyakit organis Obstruksi dari usus (penyumbatan, penyempitan karena tumor) Gangguan motilitas contohnya pada hiperkalsemia, hipotirosis colitis. Penggunaan obat-obat tertentu, contohnya morfin, garam logam (Fe, Ca, Bismut), diuretik kuat. Ketegangan saraf Kehamilan ; progesteron menghambat kontraksi otot polos usus sehingga peristaltik usus terhambat (berkurang)

Penggolongan obat
1. Laksansia Kontak (derivat antrakinon (Rhamnus, cascara sagrada, Senna, rhei. Derivat difenil metan (bisakodil, pikosulfat, fenolftalein) dan minyak kastor (ol. Ricini) Zat tersebut merangsang secara langsung dinding usus sehingga terjadi peningkatan peristaltik dan pengeluaran isi usus dengan cepat. Terjadi perubahan morfologi dari efitel dinding usus dan perubahan transfor air.

Laxansia Kontak

2. Laksansia Osmotik
(Mg SO4/ sitrat, Na2SO4, manitol, Sorbitol, Laktitol dan Laktulosa) Berkhasiat sebagai pencahar dengan memperlambat absorpsi, sehingga penarikan air dari luar usus ke dalam usus melalui dinding secara osmosa. Meningkatkan peristaltik sehingga mempermudah pengeluaran isi usus.

3. Zat-zat Pembesar Volume


(Zat Lendir, agar-agar, metilselulosa dan CMC, zat-zat nabati Psyllium, Gom sterculia dan katul) Senyawa polysacarida ini sukar dipecah dalam usus dan tidak diserap (dicernakan) contohnya selulosa, hemiselulosa, pektin, lignin, gom dan zat lendir. Zat-zat ini menahan air sambil mengembang. Zat-zat tersebut oleh bakteri usus terbentuk asam-asam organik dan gas (CO2, O2, CH4 dan H2) sehingga memperbesar chymus. Dengan memperbesar volume chymus akan meningkatkan peristaltik

4. Zat-zat Pelicin dan Emollientia


(Na docusinat, Na laurilsulfoasetat dan Paraffin cair) Na docusinat dan Na laurilsulfoasetat memiliki aktivitas detergentia dan mempermudah defekasi karena menarik air. Paraffin cair melicinkan penetrasi dan penerusan tinja dan bekerja sebagai bahan pelumas

Efek samping Obat-obat Laksansia


Penggunaan yang terlalu sering akan merugikan kesehatan Mengganggu absorpsi zat giji dan zat penting lainnya seperti mineral ; Na dan K. Sintesa vitamin K dan B kompleks oleh flora usus dihambat. Tidak diserapnya Na dan K akan mengganggu keseimbangan elektrolit yang akan menimbulkan kelemahan otot, kejang perut dan diare. Bila digunakan terus menerus akan menyebabkan diare cair, menimbulkan kekurangan elektrolit dan kerusakan jaringan usus. Menimbulkan toleransi dan timbul gejala yang lazim disebut malas usus

Penggunaan
Sembelit pada lansia dan penyakit jantung juga hernia Gangguan usus teriritasi : sakit bagian bawah perut tanpa kelainan organik Pengosongan usus (untuk diagnosis), sebelum pembedahan atau sebelum pemeriksaan rontgen saluran usus-lambung, kandung empedu Pada peristiwa keracunan oral akut, untuk mengeluarkan zat racun secepat mungkin. Laksansia yang digunakan biasanya garam-garam organik contohnya MgSO4 (garam inggris) Terapi obat cacing untuk mengeluarkan cacing dan sisa obat cacing dan diberikan setelah minum obat cacing.