Anda di halaman 1dari 18

VASODEPRESSOR SYNCOPE

Home Group 4

Vasodepressor syncope
Disebut juga vasovagal syncope, common faint Merupakan keadaan darurat yang paling sering ditemui Biasanya terjadi ketika perawatan dental terutama ekstraksi gigi, injeksi lokal anestesi, dan prosedur surgical lainnya Syncope : keadaan hilang kesadaran selama beberapa waktu secara tiba-tiba yang terjadi akibat cerebral ischemia

Faktor Predisposisi
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan syncope dibagi menjadi 2, yaitu:
Faktor psychogenic - Ketakutan - Cemas - Stress emosional - Menerima berita yang tidak diharapkan - Rasa sakit, terutama yang tiba-tiba dan tidak diharapkan - Melihat darah atau instrumen dental seperti jarum suntik Faktor-faktor ini dapat menyebabkan respon fight or flight Faktor psychogenic merupakan faktor yang paling sering menyebabkan syncope

Faktor Predisposisi .cont

Faktor nonpsychogenic - Duduk tegak atau berdiri dalam waktu yang lama Keadaan ini menyebabkan aliran darah terkumpul di perifer sehingga aliran darah ke otak menurun di bawah level kritis untuk mempertahankan kesadaran - Lapar Kelaparan menyebabkan suplai glukosa ke otak menurun - Kelelahan - Keadaan fisik yang kurang baik - Panas, lembab, dan lingkungan yang terlalu ramai

Insiden Vasodepressor syncope


Walaupun insiden syncope tidak terbatas pada kelompok umur tertentu, kelompok dewasa muda mengalaminya lebih sering daripada kelompok umur lainnya; biasanya 16-35 tahun Lebih sering pada pria dibanding wanita
Hal

ini dikarenakan pandangan bahwa pria dapat bersikap berani dan dapat menerima rasa sakit

Anak-anak jarang mengalami vasodepressor syncope karena anak-anak tidak menyembunyikan rasa takut mereka;

Pencegahan
Pencegahan syncope dilakukan dengan mengeliminasi faktor-faktor predisposisi yang mungkin dapat menyebabkan syncope. Pencegahan yang dapat dilakukan:
Pasien diinstruksikan untuk makan ringan sebelum tindakan dental untuk meminimalisasi resiko terjadinya hipoglikemi Proper positioning Resiko vasodepressor syncope meningkat bila posisi pasien duduk tegak selama perawatan ; Posisi supinasi (30 450) selama perawatan

Pencegahan (cont.)

Anxiety relief

- Bila pasien sangat cemas, perawatan dental harus dimodifikasi sedemikian rupa untuk meminimalkan atau menghilangkan rasa cemas tersebut. - Namun sering kali kecemasan pada orang dewasa sulit dikenali; dan juga bila ditanyakan langsung, dewasa cenderung tidak mengakui ketakutan dan kecemasannya. Dalam bentuk tulisan, orang dewasa lebih mudah mengekspresikan rasa cemas dan takut - Pertanyaan yang ditanyakan: 1. Apakah Anda merasa tegang bila akan menjalani perawatan dental? 2. Pernahkah Anda mengalami pengalaman buruk di tempat praktek dokter gigi? Biasanya jawaban dari pertanyaan ini akan memberikan informasi mengenai sikap pasien terhadap perawatan dental dan dokter gigi sebisa mungkin memodifikasi perawatan sedemikian rupa untuk meminimalisir ketakutan pasien

Manifestasi Klinis
Ketika terdapat stimulus, tanda klinis dan gejala vasodepressor syncope biasanya muncul dengan cepat, namun hilang kesadaran tidak terjadi secara langsung. Manifestasi klinis vasodepressor syncope dapat dikelompokkan menjadi 3 fase, yiatu:
Pre-syncope Syncope Post-syncope

(Recovery)

Presyncope
EARLY LATE

Pasien merasa hangat pada leher dan wajah Memucat Berkeringat dingin (terutama di dahi) Merasa tidak enak badan dan mual Tekanan darah normal atau sedikit menurun Takikardi (HR meningkat hingga 80-120 detak/menit)

Dilatasi pupil Menguap Hyperapnea Ekstremitas dingin Hipotensi Bradikardi Gangguan penglihatan Pusing

Bila posisi pasien dalam keadaan tegak, kehilangan kesadaran dapat terjadi hanya dalam kurang lebih 30 detik setelah muncul tanda-tanda presyncope Namun bila posisi pasien disesuaikan pada posisi supinasi, fase presyncope mungkin tidak akan berlanjut hingga kehilangan kesadaran terjadi

Management PreSyncope
Step 1: P (Position) Segera setelah muncul gejala presyncope, prosedur yang sedang dijalani langsung dihentikan dan pasien diposisikan posisi supinasi dengan kaki sedikit ditinggikan Step2 : A-B-C (Airway-Breathing-Circulation) Bila pasien kesulitan bernafas, oksigen dapat diberikan menggunakan full-face mask Step 3: D (Definitive care) Dokter gigi harus mencoba mencari tahu faktor yang merangsang terjadinya episode presyncope sehingga perawatan dental dapat dimodifikasi. Perawatan yang direncanakan diteruskan hanya bila dokter dan pasien merasa perlu; Bila ragu-ragu hendaknya perawatan ditunda.

Syncope
Pernafasan ireguler, gasping dangkal apnea Dilatasi pupil dan penampakan seperti meninggal Gerakan konvulsif Bradikardi (HR < 50 detak/menit) Hipotensi (BP menurun drastis hingga 30/15 mmHg dan bahkan sulit diukur) Pulse lemah dan tipis Kehilangan kesadaran juga menyebabkan relaksasi otot secara keseluruhan yang dapat menyebabkan obstruksi jalan nafas parsial maupun general.

Management Syncope
Step 1: Cek kesadaran shake and shout Step 2: Aktifasi sistem emergensi praktek dental Step 3: P Pasien diposisikan supinasi dengan kaki sedikit ditinggikan. Lakukan posisi modifikasi pada ibu hamil. Step 4: A-B-C (bila diperlukan)

Airway & Breathing pastikan tidak ada yang menghambat jalan nafas; prosedur head tilt-chin lift dilakukan untuk mendapatkan jalan nafas yang baik. Jalan nafas dikatakan baik bila pergerakan dada pasien dapat dilihat, udara dapat dirasakan dan terdengar look, feel, listen Circulation palpasi arteri karotid

Management (cont.)
Step 5: Definitive care
Administrasi O2 Monitor tanda-tanda vital Prosedur tambahan:

BP, HR, respiratory rate

Melonggarkan dasi atau ikat pinggang  Administrasi amonia aromatik yang dapat menstimulasi pernafasan dan pergerakan otot  Bila bradikardi tetap berlanjut, beri obat anti-cholinergic yaitu atropine  Mempertahankan ketenangan dan menghilangkan stimulus yang mungkin merupakan penyebab, mis: jarum suntik, staf yang ditakuti, dll.

Face mask

PostSyncope
Pada fase ini, dapat ditemukan tanda-tanda seperti:
Pucat Mual Lemah Berkeringat Disorientasi atau kebingungan Tekanan darah biasanya sudah meningkat namun untuk kembali ke level normal dibutuhkan waktu beberapa jam. HR kembali normal dan pulse menjadi lebih kuat

Tanda-tanda ini dapat berlangsung beberapa menit hingga berjam-jam. Dan perlu diingat, terdapat kecenderungan pasien mengalami kembali syncope.

Delayed Recovery
Setelah semua step pada management syncope telah dilakukan namun pasien masih tidak sadar dalam waktu 15-20 menit, curigai penyebab lain episode sinkop Aktifkan EMS (Emergency Medical System) Bila penyebab yang dicurigai jelas, misal: hipoglikemi; dokter dapat mulai memberikan perawatan definitif. Namun bila penyebab tidak jelas teruskan basic life support (ABC) dan bila memungkinkan mulai infus intravena.

Recovery
Setelah sadar, prosedur dental yang direncanakan sebaiknya tidak dilanjutkan pada hari tersebut karena terdapat kemungkinan terjadinya syncope semakin besar dan tubuh memerlukan kurang lebih 24 jam untuk kembali ke stase normal. Sebelum pasien dipulangkan, dokter harus menentukan faktor penyebab syncope, misalnya: kelaparan, takut berlebih, dll sehingga perawatan selanjutnya dapat dimodifikasi sedemikian rupa. Dokter perlu menghubungi keluarga atau teman pasien untuk membawa pasien kembali ke rumah; membiarkan pasien pulang sendiri dapat menempatkan pasien dalam bahaya karena ada kemungkinan syncope dapat terjadi kembali.