Anda di halaman 1dari 18

TEORI KEPIMPINAN TEORI DISEDIAKAN OLEH : SITUASIONAL WAN NUR AFIFAH BINTI

WAN JUSOH SHALIANA BINTI MOSTAPHA PISMP KS/PJ/BM 1

DEFINISI KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan adalah sebuah proses mempengaruhi orang lain untuk melaksanakan tugas-tugas organisasi secara suka rela (Fairholm, 1991; Gardner, 2000). Gemmil dan Oakley (1992) kepemimpinan adalah sebuah proses kerjasama antara anggota organisasi dalam merumuskan metode baru untuk meningkatkan kualitas organisasi. Fulan berpendapat bahwa kepemimpinan adalah suatu proses untuk mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mencapai tujuan yang sudah dirumuskan oleh pemimpin dan anggota organisasi.

TEORI SITUASIONAL
Gaya kepimpinan adalah bergantung kepada situasi tertentu. Teori ini berpendapat bahawa tidak ada satu jalan (kepemimpinan) terbaik untuk mengelola dan mengurus satu organisasi.

KEPIMPINAN SITUASIONAL
Kepimpinan yang didasarkan atas hubungan saling mempengaruhi antara; Tingkat bimbingan dan arahan yang diberikan pemimpin (perilaku tugas) Tingkat dokongan sosioemosional yang disajikan pemimpin (perilaku hubungan) Tingkat kesiapan yang diperlihatkan bawahan dalam melaksanakan tugas, fungsi atau tujuan tertentu (kematangan bawahan).

GAYA KEPEMIMPINAN SITUASIONAL


Tinggi dukungan Dan rendah pengarahan (P3)

Rendah perilaku Mendukung - tinggi

Tinggi pengarahan dan tinggi dokongan (P2)

Rendah dukungan Tinggi pengarahan dan rendah dan rendah dokongan pengarahan (P1) (P4)

P1 (Tinggi Pengarahan Rendah Dokongan)


Direktif tinggi dan suportif rendah Komunikasi 1 arah, pimpinan mengawal orang bawahan Pemecahan masalah dan pembuat keputusan tanggungjawab pemimpin. Pekerjaan diawasi ketat Disebut juga tipe telling
6

P2 (Tinggi Pengarahan dan Tinggi Dokongan)


Direktif dan suportif tinggi Komunikasi 2 arah dan memberikan dokongan kepada bawahan Pemimpin mendengar keluhan & perasaan bawahan mengenai keputusan Disebut juga tipe selling.
7

P3 (Tinggi Dokongan dan Rendah Pengarahan)


Suportif tinggi dan direktif rendah Pengambilan keputusan pimpinan dan bawahan seimbang. Komunikasi 2 arah meningkat

P4 (Rendah Dokongan dan Rendah Pengarahan)


Direktif dan suportif rendah Mendiskusi masalah yang dihadapi dengan bawahan Pengambilan keputusan oleh bawahan Bawahan menentukan langkah-langkah bagaimana membuat keputusan.

MODEL KEPEMIMPINAN SITUASIONAL


Model Kepemimpinan Situasional dari Fiedler Model Kepemimpinan Situasional Tiga Dimensi dari Reddin Model Kepemimpinan Situasional dari Tannenbaum dan Schmidt Model Kepemimpinan Situasional dari Hersey dan Blanchard

MENURUT HERSEY, BLANCHARD DAN Hubungan NATEMEYER dengan antara kematangan

jenis sumber kuasa untuk mendapat kepatuhan. Memandang kemampuan memikul tanggungjawab mengarahkan perilaku dalam situasi tertentu. Kematangan merupakan konsep yang berkaitan dengan tugas tertentu dan bergantung pada hal-hal yang ingin dicapai pemimpin.

PAUL HERSEY DAN KEN. BLANCHARD


~ Tingkat kematangan M1 (Tidak mampu dan tidak ingin) Gaya kepemimpinan yang diterapkan pemimpin untuk memimpin bawahan seperti ini adalah Gaya Telling (G1),iaitu dengan memberitahu, menunjukkan, mengistruksikan secara spesifik.

~Tingkat kematangan M2 (tidak mampu tetapi mahu) menghadapi bawahan seperti ini maka gaya yang diterapkan adalah Gaya Selling/Coaching, iaitu dengan Menjual, Menjelaskan, Memperjelas.

Tingkat kematangan M3 (mampu tetapi tidak mau/raguragu) Gaya pemimpin yang tepat untuk bawahan seperti ini adalah Gaya Partisipatif, iaitu saling bertukar Idea & beri kesempatan untuk mengambil keputusan.

~Tingkat kematangan M4 (Mampu dan Mahu) Gaya kepemimpinan yang tepat adalah Delegating, mendelegasikan tugas dan menerapkan sistem control yang baik.

Mengikutsertakan, memberi semangat, kerja sama (PARTICIPATINGSUPPORTING) Mendelegasikan, Pengamatan, Mengawasi, Penyelesaian (DELEGATING) Menjual, Menjelaskan, Memperjelas (SELLINGCOACHING)

4 GAYA KEPIMPINAN

Memberitahukan, Menunjukkan, Memimpin, Menetapkan (TELLINGDIRECTING)

PPD/ KPM/ JPN GURU BESAR


DIRECTING

COACHING

PENOLONG KANAN
DELEGATE

KETUA PANITIA/ SUKAN/ UNIFORM/ KELAB


PENYERTAAN

KESIMPULAN

Bagaimana cara kita memimpin haruslah dipengaruhi oleh kematangan orang yang kita pimpin supaya tenaga kepemimpinan kita efektif dan juga pencapaian hasil optimal. Pemimpin yang baik haruslah mengalami trial and error dalam menerapkan gaya kepemimpinan.