Anda di halaman 1dari 54

ASPEK MEDIKOLEGAL LUKA PADA FORENSIK KLINIK

Oleh:
Aldhi (06923048) Etha Martila (06120009) Mirsyad Adiresya Putra (07120013) Nurul Huda (06120015)

PEMBIMBING : Dr. Rika Susanti, Sp.F

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Ilmu kedokteran forensik telah dikenal sejak zaman Babilonia
hubungan ilmu kedokteran dengan ilmu hukum Hukum (code) Babylonia yang ditulis oleh raja Hammurabi (Hammurabi code) pada tahun 1700 SM.

pada tahun 1400 SM hukum hittes (code of Hittites)


kompensasi yang harus diberikan pada kasus-kasus yang diperlukan

100-44 SM
Anthitius memeriksa, ada 23 buah luka pada tubuh Julius Caesar, luka yang mematikan hanya satu-satunya tusukan pada jantung

pada tahun 153


Konstitusi Criminales Carolin dari Charles V, memberikan hak-hak penyidikan mengenai kasus luka-luka

kedokteran forensik dan medikolegal

pelayanan kedokteran untuk memberikan bantuan professional yang optimal dalam memanfaatkan ilmu kedokteran untuk kepentingan penegakan hukum dan keadilan

forensik klinik

pelayanan pemeriksaan forensik terhadap korban yang dikirim penyidik ke Rumah Sakit atau puskesmas dalam rangka pembuatan visum et repertum, surat keterangan atau sertifikasi lainnya

50 % - 75 % dari kasus yang ditangani

Kasus Perlukaan

Sebagian dari kasus ini ternyata merupakan kasus forensik klinik

Tujuan mengetahui jenis pemeriksaan luka, jenis kekerasan forensik pada dan derajat luka kasus perlukaan

semakin semakin tingginya tingginya kesadaran hukum kesadaran hukum masyarakat masyarakat

BATASAN MASALAH

membahas
pemeriksaan Luka dalam forensik terhadap traumatologi, luka, Luka dalam kitab undangundang pidana derajat luka dan aspek medikolegal luka pada forensik klinik.

TUJUAN PENULISAN

satu syarat kepanitraan klinik di bagian forensik menambah wawasan dan pengetahuan

METODE PENULISAN

metode tinjauan kepustakaan yang merujuk pada beberapa literatur.

MANFAAT PENULISAN

memberikan informasi mengenai Luka dalam traumatologi, pemeriksaan forensik terhadap luka, luka dalam kitab undang-undang hukum pidana, derajat luka dan aspek medikolegal luka pada forensik klinik

TRAUMA FISIK
CEDERA AKIBAT SUHU CEDERA AKIBAT TRAUMA LISTRIK CEDERA AKIBAT PETIR

CEDERA AKIBAT PERUBAHAN TEKANAN UDARA

Luka dalam traumatologi

Luka adalah keadaan terjadinya diskontuinitas jaringan yang dapat ditimbulkan oleh berbagai macam sebab

Traumatologi : ilmu yang mempelajari berbagai luka dan berbagai kekerasan atau rauma serta interaksi antar luka dan kekerasan

Penyebab trauma
trauma mekanik
Kekerasan benda tajam

Trauma fisik
Suhu (panas/dingin)

Trauma kimia
Basa

Kekerasan benda setengah tajam

Listrik dan petir

Asam

Kekerasan benda tumpul

Perubahan tekanan udara

CEDERA AKIBAT KEKERASAN TUMPUL

Luka memar
Luka lecet (gores, takan,serut,geser) Luka robek

Luka memar
Akibat kekerasan tumpul yang mengenai permukaan tubuh menyebabkanpecahnya/ terputusnya pembuluh darah pada kulit atau organ dalam akibat perdarahan yang mungkin kecil (petechiae) atau besar (hematom). Tamapak sebagai bercak, biasanya berbentuk bulat atau lonjong

luka dapat diperkirakan umurnya menurut perubahan warnanya, pada saat timbul luka memar berwarana merah, kemudian berubah menjadi ungu atau hitam, setelah 4-5 hari akan berwarna hijau kemudian berubah menjadi kuning dalam 7 hari dan akhirnya menghilang dalam 14-15 hari.

luka lecet
Luka lecet gores
Bergesernya benda runcing atau benda tumpul yang permukaan kasar pada permukaan kulit sehungga lapisan tersebut terangkat

Luka lecet geser


Pergeseran yang menyebakan terkikisnya epidermis Bagian yang pertama bergeser memberikan batas yang lebih rata dan saat benda tumpul meninggalkan kulit yang bergeser berbatas tidak rata

Luka Lecet Serut


dari luka lecet gores yang daerah persentuhannya dengan kulit lebih lebar. Arah kekerasan dapat ditemukan dengan melihat letak tumpukan epitel.

Luka Lecet Tekan


penekanan benda tumpul pada kulit. dimana epidermis tertekan ke dalam, pada perabaan keras Bentuk dapat memberikan gambaran benda penyebab tapi karena elastisitas kulit bentuknya dapat pula tidak sama

Luka Robek
Luka terbuka akibat kekerasan tumpul Luka robek mempunyai tepi yang tidak teratur, terdapat jembatan-jembatan jaringan yang menghubungkan kedua tepi luka, akar rambut tampak hancur atau tercabut bila kekerasannya di daerah yang berambut, di sekitar luka robek sering tampak adanya luka lecet atau luka memar.

Cedera Kepala
Pada cedera kepala tulang tengkorak yang terlindung oleh kulit hanya mampu menahan benturan sampai 40 pound/inch2, tetapi bila terlindung oleh klit maka dapat menahan sampai 425.900 pound/inch2. Selain kelainan kulit kepala dan patah tulang tengkorak, cedera kepala dapat pula mengakibatkan perdarahan dalam rongga tengkorak. Perdarahan dapat berupa - Perdarahan Epidural - Perdarahan Subdural - Perdarahan Subarakhnoid

CEDERA AKIBAT KEKERASAN SETENGAH TAJAM


adalah luka akibat kekerasan benda tumpul yang mempunyai tepi rata, misalnya tepi meja, lempengan besi, gigi, dan sebagainya. Lukaluka yang terjadi adalah luka dengan ciri-ciri kekerasan tumpul namun bentuknya beraturan.

CEDERA AKIBAT KEKERASAN TAJAM


Luka akibat benda tajam Gambaran yang biasanya ditemukan adalah tepi dan dinding luka rata, berbentuk garis, tidak terdapat jembatan jaringan. ada tiga jenis luka akibat kekerasan tajam yaitu luka iris, luka tusuk dan luka bacok.

Luka Tusuk (Penetrating Incissed Wound)


Luka ini akibat kekerasan tajam yang relatif tegak lurus terhadap kulit. Ukuran dalam luka lebih besar dari panjang luka. Senjata yang paling umum digunakan untuk menimbulkan luka tusuk adalah pisau. Lainnya seperti garpu, gunting, obeng, panah, dan setiap objek silinder lain yang memiliki ujung tajam atau runcing.

Bila salah satu sudut lukanya tumpul, maka luka tersebut pasti diakibatkan oleh senjata tajam bermata satu karena sudut tumpul tersebut pasti diakibatkan oleh punggung pisau.

Luka tusuk dengan kedua sudut tumpul biasanya disebabkan oleh senjata berbentuk seperti pahat atau kampak. Tetapi bila kedua sudut lukanya runcing, luka tersebut dapat diakibatkan oleh senjata tajam bermata dua atau

Luka Iris (Incised Wound)


luka akibat kekerasan tajam dengan arah kekerasan kurang lebih sejajar dengan kulit, berbentuk seperti garis dengan ukuran dalam luka lebih kecil dari panjang luka. Luka iris sering terlihat pada bunuh diri dengan senjata tajam, berupa sayatan-sayatan sejajar dipergelangan tangan (tentative wound) atau di leher.

Luka bacok (chop wound)


Sebenarnya mirip dengan luka iris, tetapi dengan tekanan ke dalam yang lebih besar sehingga ukuran dalam luka kurang lebih sama dengan panjang luka. Biasanya kedua sudut luka juga runcing, kecuali bila senjata tajam berujung tumpul (clurit, golok daging) Contoh : pedang, clurit, kapak, baling-baling kapal.

CEDERA AKIBAT TEMBAKAN SENJATA API


Cedera yang ditimbulkan senjata api 1. Lubang yang ditimbulkan oleh peluru masuk dan bisa juga keluar 2. Kelim lecet yaitu bagian disekitar lubang yang kehilangan kulit ari. 3. Kelim kesat yaitu bagian disekitar lubang yang terusap oleh zat yang melekat pada anak peluru ketika masuk seperti minyak pelumas, jelaga dan elemen mesiu (pb, sb, ba) 4. Kelim tattoo yang berbentuk dari butir-butir mesiu yang tidak habis terbakar dan tertanam pada kulit disekitar kelim lecet. 5. Kelim jelaga yang terbentuk dari jelaga/asap yang keluar dari ujung laras senjata. 6. Kelim api yang terbentuk dari api yang ikut keluar, hiperemis atau jaringan yang terbakar 7. Luka lecet yang terbentuk ketika laras yang menempel pada kulit saat laras ditembakkan. Luka ini mengelilingi kelim lecet dengan sekitar yang menonjol.

Macam luka tembak


Luka tembak masuk jarak jauh
Komponen : lubang dan kelim lecet

Luka Tembak Masuk Jarak Dekat


Lubang, kelim lecet, kelim tatto

Luka Tembak Masuk Jarak Sangat Dekat


Lubang, kelim lecet, kelim tattoo, jelaga, api/panas Api atau panas akan mengakibatkan hiperemi atau terbakarnya pakaian korban

Luka tembak tempel


Mesiu, jelaga dan gas panas masuk langsung ke dalam saluran luka, sehingga tampak kehitaman Jejas laras terjadi karena hentakan kembali kulit oleh dorongan balik gas panas kearah laras yang menempel

Luka tembak keluar


Luka tembak keluar biasanya lebih besar dari luka tembak masuk akibat deformitas anak peluru dan penyebaran gaya kesemua arah

CEDERA AKIBAT SUHU

Benda Bersuhu Tinggi (luka Bakar) Trauma Akibat Dingin

terjadi pada suhu 43-440C Derajat luka bakar 1) eritema 2) vesikel dan bullae 3) nekrosis koagulatif 4) karbinisasi

Mekanisme kemaian karena dingin ; kegagalan pengatur suhu dipusatnya dan rendahnya disosiasi oxy-Hb Derajat luka akibat dingin 1) hyperemia 2) edem dan vesikel 3) nekrosis 4) pembekuan jaringan dngan kerusakan jaringan.

CEDERA AKIBAT TRAUMA LISTRIK


Faktor yang berperan pada cedera listrik
tegangan (volt), kuat arus (ampere), tahanan kulit (ohm) l uas dan lama kontak

luas permukaan kontak seluas 50cm persegi (kurang lebih selebar telapak tangan) dapat mematikan tanpa menimbulkan jejas listrik

mikroskopis makroskopis

kerusakan lapisan tanduk kulit

jejas listrik

Kematian

fibrilasi ventrikel kelumpuhan otot pernapasan dan kelumpuhan pusat pernapasan

CEDERA AKIBAT PETIR


aboresent mark metalisasi magnetisasi Pakaian sering terbakar robek-robek akibat ledakan/panas

ditemukan

Kematian

efek arus listrik (kelumpuhan susunan saraf pusat, fibrilasi ventrikel), panas dan ledakan gas panas yang timbul

CEDERA AKIBAT PERUBAHAN TEKANAN UDARA

Peningkatan trauma fisik, tekanan berupa udara yang barotrauma diikuti oleh aural, perubahan penyakit volume gas dekompresi dan di dalam emboli udara tubuh

rasa nyeri ringan dan berdengung pada telinga Barotrauma retraksi gendang telinga, hiperemi, kongesti telinga tengah dan pecahnya gendang telinga aural reaksi fisiologi terhadap tekanan tinggi Gejala utama adalah nyeri, pusing, paralisis, nafas pendek, kelelahan ekstremitas dan Penyakit kolaps dekompresi

CEDERA AKIBAT TRAUMA BAHAN KIMIA

Trauma kimia sebenarnya hanya merupakan efek korosi dari asam kuat dan basa kuat. Asam kuat sifatnya mengkoagulasikan protein sehingga menimbulkan luka korosi yang kering, keras, seperti kertas perkamen, sedangkan basa kuat bersifat membentuk reaksi penyabunan intra sel sehingga menimbulkan luka yang basah, licin dan kerusakan akan terus berlanjut sampai dalam.

TRAUMA KIMIA ASAM


Ciri-ciri dari luka yang terjadi akibat zat-zat asam korosif tersebut di atas ialah: Terlihat kering. Berwarna coklat kehitaman, kecuali yang disebabkan oleh nitric acid berwarna kuning kehijauan. Perabaan keras dan kasar.

TRAUMA KIMIA BASA


Terlihat kering. Berwarna coklat kehitaman, kecuali yang disebabkan oleh nitric acid berwarna kuning kehijauan. Perabaan keras dan kasar.

Pemeriksaan Forensik terhadap Luka

Hal-hal yang harus diperhatikan

Jumlah luka Lokasi luka Arah luka Ukuran luka (panjang, lebar, dalam) Bersih dan kotornya luka Luka baru atau luka lama Luka antemortem atau post-mortem Sifat luka dan bentuknya Letak dan posisi senjata Adanya darah atau benda asing pada senjata Letak dan sifat darah pada korban dan pada pakaian serta situasi tempat sekitar kejadian Tanda perlawanan yang dapat dilihat dari pakaian ataupun tubuh dan situasi tempat kejadian.

Pemeriksaan korban perlukaan meliputi Pemeriksaan Tanda-tanda Vital Deskripsi Luka

anamnesa

Luka dalam Kitab Undangundang Hukum Pidana

Disengaja (doleuse)

diatur dalam pasal 351-358 diatur dalam pasal 359, 360, dan 361

KUHP
Kelalaian (culpose)

Derajat Luka dan Aspek Medikolegal Luka

Hukum pidana Indonesia mengenal tiga tingkatan dengan hukuman


penganiayaan ringan (pidana maksimum 3 bulan penjara) pasal 352 (1) KUHP penganiayaan penganiayaan yang menimbulkan luka (pidana berat sesuai pasal maksimum 2 tahun 8 bulan) 90 KUHP (pidana maksimum 5 pasal 351 (1) KUHP tahun) pasal 352 (2) KUHP

KETENTUAN HUKUM DI DALAM KUHP YANG BERHUBUNGAN DENGAN ASPEK HUKUM TRAUMATOLOGI
1) Penganiayaan dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. 2) Jika perbuatan itu menjadikan luka berat, yang bersalah dapat diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun. 3) Jika mengakibatkan mati diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. 4) Dengan penganiayaan disamakan dengan merusak kesehatan

KUHP pasal 351

KUHP pasal 352

1) Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356, maka penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau pencaharian, diancam sebagai penganiayaan ringan dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda empat ribu lima ratus rupiah.

KUHP pasal 90 luka berat berarti

1) Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuh sama sekali, atau yang menimbulkan bahaya maut. 2) Tidak mampu terus-menerus untuk menjalankan tugas jabatn atau pekerjaan pencaharian. 3) Kehilangan salah satu panca indera. 4) Mendapat cacat berat. 5) Menderita sakit lumpuh. 6) Terganggunya daya pikir selama empat minggu atau lebih. 7) Gugur atau matinya kandungan seorang perempuan.

Kesimpulan dan Saran

KESIMPULAN
suatu keadaan ketidaksinambungan jaringan tubuh akibat kekerasan.

Luka

Luka dalam traumatologi

dibagi berdasarkan penyebabnya yaitu : Trauma mekanik Trauma fisik Trauma kimia, yaitu : basa dan asam kuat.

dalam pemeriksaan korban kita harus memperhatikan hal-hal seperti


jumlah luka, lokalisasi luka, arah luka, ukuran luka (panjang, lebar, dalamnya), luka baru atau luka lama, luka antemortem atau post mortem,

tiga kualifikasi luka yang merujuk pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana, yaitu :
Luka ringan/derajat 1, pada KUHAP pasal 352 Luka Luka sedang/derajat berat/derajat 3, 2, pada pada KUHAP KUHAP pasal pasal 90 351

SARAN
Pemeriksaan forensik klinik tidak hanya dilaksanakan di IGD saja, tetapi juga di ruang perawatan, Pemeriksaan baru dianggap selesai jika dokter telah dapat mengetahui derajat luka,

Penentuan derajat luka tanggung jawab dokter yang paling utama kesimpulan

sebaiknya setiap dokter lebih memahami aspekaspek medikolegal kasus perlukaan pada forensik klinik

terimakasih