Anda di halaman 1dari 24

Oleh

Wiwik purwati widyaningsih, ST, M.Eng

GENERATOR AC (MESIN SEREMPAK/ SINKRON)


1.FREKUENSI YANG DIHASILKAN SEBANDING DENGAN JUMLAH KUTUB DAN PUTARAN 2.LISTRIK YANG DIAHASILKAN ADL AC 3.MESIN PENGGERAKNYA DIESEL, TURBIN 4.PENGGUNAAN DI PPTL BERKAPASITAS BESAR (PLTA, PLTU, PLTD DSB), KARENA : a. TIDAK ADA MASALAH KOMUTASI. b. TIDAK ADA MASALAH MENAIKAN/ MENURUNKAN TEGANGAN c. MUDAH DIUBAH KE DC d. MASALAH EFISIENSI

KONSTRUKSI GENERATOR
1. a. b. c.
2. a. b. c. d. e.

STATOR : RANGKA STATOR, INTI MAGNETIS STATOR BELITAN STATOR


ROTOR : POROS STRUKTUR JARINGAN LABA-LABA INTI MAGNETIS ROTOR KUTUB ELEKTROMAGNET BELITAN KUTUB (ROTOR)

3. SLIP RING / CINCIN GESER : DIPASANG PADA POROS DGN BAHAN ISOLASI. SLIP RING BERPUTAR BERSAMA DGN POROS DAN ROTOR. SLIP RING ADA 2 MASING-MASING DPT MENGGESER SIKAT ARANG POSITIP DAN NEGATIP, FUNGSINYA U/ MENGALIRKAN ARUS PENGUAT MAGNET KE LILITAN MAGNET PADA ROTOR.

RANGKA STATOR
FUNGSINYA : TEMPAT PEMASANGAN INTI MAGNET STATOR PENYANGGA UNTUK : KONSTRUKSI BANTALAN GENERATOR STRUKT ATAS KONSTRUKSI SATUAN PEMBANGKIT PPTL UMUMNYA MENGGUNAKAN GENERATOR KUTUB DALAM , GGL INDUKSI DIHASILKAN DARI STATOR KUTUB2NYA MENIMBULKAN MDN MAGNET BERPUTAR.

KNP GENERATOR KTB DLM TDK MENGGUNAKAN CINCIN GESER ? GGL INDUKSI DIHSLKAN PD STATOR, COCOK U/ TEG DAN ARUS

JENiS KUTUB MAGNET MSN SINKRON


1. SALIENT POLE (KTB MENONJOL) : n DAN JML KTBNYA BANYAK 2. NON SALIENT POLE (KTB TDK MENONJOL) : n JML KTB SEDIKIT (2/3 DARI SELURUH PERMUKAAN ROTOR DIBUAT SLOT U/ LILITAN PENGUAT DAN 1/3 YG UTUH U/ INTI KTB).

Hubungan frekuensi dengan rpm


a. PERIODE (T) : WKT YG DIPERLUKAN U/ MENGGERAKAN 2 KTB (U-S) MELALUI 1 KUMPARAN GUNA MENGHSLKAN 1 GLB PENUH. p = 2, 1 T = 1 PUTARAN p = 4, 1 T = PUTARAN p = x, 1 T = ...PUTARAN

b. FREKUENSI (f) : BANYAKNYA GLB YG TERBENTUK SETIAP DETK.

Lilitan stator
POLE PITCH : BUSUR YG TERLETAK ANTARA 2 KTB BERDEKATAN = p=2 p=4 p =p POLE PITCH = LINGKARAN POLE PITCH = 1/4 LINGKARAN POLE PITCH = 1/p LINGKARAN

LANGKAH ALUR (YG ) a. JIKA LANGKAH LILITAN =

FULL PITCH

b. JIKA LANGKAH LILITAN < FRACTIONAL PITCH (LANGKAH DIPERPENDEK).

G : JUMLAH ALUR p : JUMLAH KUTUB YG : LANGKAH ALUR

LILITAN DAPAT DIBUAT :

a. LILITAN 1 FASE :
b. LILITAN 2 FASE :

c.

LILITAN 3 FASE :

TIPE KUMPARAN a. TIPE BAREL : 1. LILITAN GELOMBANG

2. LILITAN GELUNG

b. TIPE SPIRAL

LILITAN 1 FASE 1. UMUMNYA JMLH ALUR LILITAN KELIPATAN 3. 2. GENERATOR 1 FASE, ALUR YG DILILIT 2/3 DARI JUMLAH ALURNYA BUKAN KETENTUAN MUTLAK. 3. CONTOH : GENERATOR 1 FASE , p = 4, ALUR/KUTUB =6. JUMLAH ALUR (G) = 6 X 4 = 24 J UMLAH KUTUB (p) = 4 JUMLAH ALUR LANGKAH PENUH YG = 24/4 = 6 ALUR ALUR YG DILILIT 2/3 X 24 = 16 ALUR KUTUB YG DILILIT = 16/4 = 4 ALUR

LILITAN 2 FASE CONTOH : JUMLAH KUTUB 4, KUMPARAN PENUH, LANGKAH PENUH . p = 4, q = 2, m = 2. JUMLAH ALUR (G) = p.m.q = 16. LANGKAH ALUR = G/p = 16/4 = 4 ALUR.

JUMLAH ALUR/ KUTUB = 16/4 = 4 ALUR =


JARAK UJUNG MULA KUMPARAN FASE I DAN FASE II

, UJUNG AWAL KUMPARAN I PADA ALUR 1 MAKA UJUNG MULA KUMPARAN FASE II = 1+{(90/180).4}= 3

LILITAN 3 FASE
JARAK ANTARA FASE 1 DENGAN FASE LAIN .

UJUNG AKHIR KUMPARAN I, II, III MASING-MASING BERJARAK .


LILITAN 3 FASE AKAN DIJUMPAI 6 UJUNG : a. UJUNG KUMPARAN I : U X b. UJUNG KUMPARAN II : V - Y c. UJUNG KUMPARAN III : W - Z

CONTOH : GENERATOR 3 FASE, JUMLAH KUTUB 2 KUMPARAN PENUH LANGKAH PENUH. JUMLAH ALUR/ KUTUB/FASE = 4. p = 2, q = 4, m = 3 JUMLAH ALUR (G) = 2 . 4 . 3 = 24 ALUR LANGKAH ALUR (YG) = 24/2 = 12 ALUR JARAK MASING-MASING KUMPARAN

SAMBUNGAN UJUNG KUMPARAN 1. SAMBUNGAN SERI : UJUNG AKHIR SAMBUNGAN PERTAMA DISAMBUNG DGN UJUNG MULA DARI KUMPARAN BERIKUTNYA. 2. SAMBUNGAN PARALEL : UJUNG MULA DAN UJUNG AKHIR DARI TIAP KUMPARAN DIHUBUNGKAN. 3. SAMBUNGAN SERI-PARALEL : GABUNGAN SERI PARALEL.

REAKSI JANGKAR GENERATOR BERBEBAN, LILITAN STATOR MENGALIR ARUS YG BESAR. LILITAN STATOR TERBENTUK MEDAN MAGNET. MEDAN MAGNET MEMBENTUK JANGKAR (DINYATAKAN AMPERE TURN/POLE). A = Ampere Turn/pole m = Jumlah Fase fp = Faktor Langkah fd = Faktor Distribusi N = Banyaknya Lilitan Tiap Fase I = Arus Fase

MAGNET TIDAK MELEWATI UDARA TETAPI LEWAT JALUR LAIN DAN TIMBULAH BOCOR. BOCOR MEMBANGKITKAN GGL (E) REAKTANSI (I.XL) DAN MENDAHULUI 90 TERHADAP I E = V + I (R + j XL)

REAKTANSI SINKRON GENERATOR BERBEBAN INDUKTIF, TERMINAL TURUN DISEBABKAN : TAHANAN JANGKAR (I.Ra) REAKTANSI BOCOR (I. XL) REAKTANSI JANGKAR (I.Xa) TEGANGAN

CONTOH SOAL : GENERATOR 3 FASE HUBUNGAN BINTANG MENSUPLAY BEBAN INDUKTIF 10 MW, COS = 0,85. TEGANGAN TERMINAL 11kV, Ra = 0,1 /FASE, Xa = 0,66 . HITUNG TEGANGAN LINE

ARUS BEBAN PENUH

PENURUNAN TEGANGAN I.Ra = 356,5 x 0,1 = 35,7 V. PENURUNAN TEGANGAN I.Xa = 356,5 x 0,66 = 235,3 V TEGANGAN TERMINAL PER FASE

COS = 0,85 = arc COS 0,85 = 0,527 TEGANGAN LINE PER FASE

= 6507,6 V

GGL LINE